NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:729
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masalah yang tidak di undang

Satu minggu setelah Ms. Ani mengumumkan proses cetak akan dimulai, mereka semua sibuk merencanakan peluncuran buku "Hati yang Saling Menyentuh". Rian membuat undangan untuk semua anak-anak penulis cerita dan orang tua mereka, Dina menggambar spanduk dengan gambar burung Kicau, dan Siti membantu Lila menyiapkan naskah bacaan untuk acara.

"Kita undang semua anak-anak ke perpustakaan ya, Kak Lila? Seperti acara sebelumnya, tapi lebih meriah!" ajak Siti, memegang daftar nama anak-anak.

"Baik deh! Bu Lina juga bilang perpustakaan siap dibuka khusus buat acara ini. Kita bisa bikin sesi bacaan bareng dan pemberian hadiah buat anak-anak penulis," jawab Lila dengan semangat.

Hari itu sore, Lila menerima telepon dari Ms. Ani. Suara Ms. Ani terdengar cemas, berbeda dari biasanya.

"Lila, maaf ganggu. Ada masalah nih yang perlu kita bicarakan. Bisa kamu dateng ke kantor penerbit besok pagi? Bareng Rama juga kalau bisa."

"Masalah? Apa ya, Kak Ani?" tanya Lila, hati langsung berdebar kencang.

"Kita bicara besok ya, Lila. Jangan khawatir dulu, tapi kita harus memutuskan cepat."

Setelah telepon terputus, Lila merasa gelisah. Rama mendekati dia. "Apa yang terjadi, sayang? Wajahmu pucat."

"Lila minta maaf, Rama. Ms. Ani bilang ada masalah, minta aku dateng ke kantor besok. Dia juga minta kamu ikut," jawab Lila dengan suara lembut.

Rama memeluknya. "Jangan khawatir. Kita hadapi bersama. Semua masalah pasti ada solusinya."

Keesokan pagi, mereka berdua pergi ke kantor penerbit. Ms. Ani menunggu di ruang tamu, wajahnya terlihat tertekan. Mereka duduk dan dia mulai berbicara.

"Lila, Rama, maaf ya harus memberitahu hal ini. Ada masalah dengan pabrik cetak yang kita pilih. Pabrik itu tiba-tiba mengumumkan akan tutup sementara karena masalah mesin. Dan mereka adalah satu-satunya pabrik di kota yang bisa cetak buku dengan kualitas yang kita inginkan—dengan ilustrasi yang jelas dan kertas yang bagus."

Lila terkejut. "Tutup sementara? Kapan? Padahal cetak seharusnya mulai minggu ini, dan peluncuran kita sudah dijadwalkan dua minggu lagi!"

"Pabriknya akan tutup selama minimal sebulan," lanjut Ms. Ani. "Kita bisa cari pabrik di kota lain, tapi biayanya akan naik sekitar 40%. Dan waktu cetak juga akan terlama—mungkin butuh tiga minggu lagi. Kalau kita lanjut dengan pabrik lain, peluncuran harus ditunda. Atau... kita bisa pilih pabrik lokal yang lain, tapi kualitasnya tidak sebaik yang kita inginkan."

Suasana menjadi tenang seketika. Rama menepuk tangan Lila yang dingin. "Kita pikirkan dulu ya, Lila. Jangan terburu-buru."

"Anak-anak sudah nungguin peluncuran banget, Kak Ani. Mereka udah ceritain ke teman-teman dan orang tua. Kalau ditunda, mereka pasti kecewa," ujar Lila dengan mata yang mulai merah.

Ms. Ani mengangguk. "Aku tahu, Lila. Itu juga yang bikin aku kesulitan. Tapi kita harus pilih: kualitas buku yang bagus dengan peluncuran tertunda, atau peluncuran sesuai jadwal dengan kualitas yang kurang."

Pulang dari kantor penerbit, Lila merasa sangat sedih. Mereka bertemu Siti, Dina, dan Rian di ruang klab sastra. Setelah Lila memberitahu masalahnya, suasana menjadi suram.

"Saya tidak mau peluncuran ditunda. Anak-anak sudah terlalu senang," bisik Siti, menangis.

Dina juga menangis. "Aku sudah bikin ilustrasi dengan sangat hati-hati. Kalau kualitasnya kurang, gambarnya tidak akan terlihat cantik."

Rian membuka laptopnya. "Kita cari tahu apakah ada pabrik lain di kota ini yang bisa cetak dengan kualitas yang bagus? Mungkin aku bisa cari informasi online."

Mereka semua mulai berpikir keras. Satu jam kemudian, Rian tiba-tiba mengangkat tangan. "Ada! Pabrik cetak 'Matahari' yang baru buka setahun yang lalu. Beberapa ulasan online bilang kualitasnya bagus, tapi harganya sedikit mahal. Tapi kita bisa tanya apakah mereka mau memberikan diskon untuk kita?"

Lila segera mengambil telepon dan menghubungi pabrik cetak 'Matahari'. Seorang pria bernama Pak Joko membalas teleponnya.

"Selamat siang, Bu Lila. Ada apa ya?"

"Langsung saja ya, Pak. Kami mau cetak buku dengan ilustrasi, sekitar 500 eksemplar. Bisa kah pabrikmu menangani itu dalam waktu dua minggu? Dan apakah ada kemungkinan diskon?" tanya Lila dengan harapan.

Pak Joko sejenak diam. "Kita bisa menangani itu, Bu. Tapi karena waktu singkat, biaya akan naik sedikit—sekitar 20%. Tapi karena ini buku yang dibuat oleh anak-anak dan menginspirasi, saya bersedia berikan diskon sehingga biaya naik cuma 10%. Bagus kan?"

Lila tersenyum lebar. "Sangat bagus, Pak Joko! Terima kasih banyak! Kita akan dateng ke pabrik hari ini untuk membicarakan lebih lanjut."

Suara kegembiraan kembali menggema di ruang klab. Siti melompat ke pelukan Lila. "Alhamdulillah! Peluncuran tidak perlu ditunda!"

Dina mengangguk dengan senyum. "Dan kualitas ilustrasinya juga akan tetap bagus!"

Malam harinya, mereka berkumpul di rumah Rama untuk merayakan. Rara membuat kue coklat kesukaan mereka. "Kamu semua hebat banget—selalu bisa menemukan solusi meskipun ada masalah. Itu karena kalian bekerja sama dan tidak menyerah."

Rama memegang tangan Lila. "Lihat ya, sayang. Masalah baru itu cuma cobaan kecil. Kita pasti bisa melewatinya semua bersama."

Lila tersenyum, mata penuh harapan. "Ya, Rama. Bersama-sama, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!