NovelToon NovelToon
Algoritma Jodoh Di Ruang Sidang

Algoritma Jodoh Di Ruang Sidang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:20
Nilai: 5
Nama Author: Fatin fatin

"Mencintai Pak Alkan itu ibarat looping tanpa break condition. Melelahkan, tapi nggak bisa berhenti"
Sasya tahu, secara statistik, peluang mahasiswi "random" sepertinya untuk bersanding dengan Alkan Malik Al-Azhar—dosen jenius dengan standar moral setinggi menara BTS—adalah mendekati nol. Aris adalah definisi green flag berjalan yang terbungkus kemeja rapi dan bahasa yang sangat formal. Bagi Aris, cinta itu harus logis; dan jatuh cinta pada mahasiswa sendiri sama sekali tidak logis.
Tapi, bagaimana jika "jalur langit" mulai mengintervensi logika?
Akankah hubungan ini berakhir di pelaminan, atau justru terhenti di meja sidang sebagai skandal kampus paling memilukan? Saat doa dua pertiga malam beradu dengan aturan dunia nyata, siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatin fatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 27

Kehidupan di St. Mary’s Hospital pasca-kelahiran terasa seperti sebuah utopia kecil yang terisolasi dari dunia luar. Di kamar paviliun yang hangat, suara tangisan bayi yang mereka beri nama Aidan Malik Al-Azhar menjadi irama baru yang menggeser logika algoritma Alkan.

Namun, bagi Sasya, pemulihan fisik ternyata jauh lebih lambat dari proses instalasi sistem mana pun. Jahitan pasca-melahirkan yang dramatis kemarin membuatnya harus bergerak sangat terbatas.

"Satu, dua, pelan-pelan, Sayang..." Alkan membimbing Sasya berjalan dari tempat tidur ke arah kursi jendela. Tangannya melingkar protektif di pinggang istrinya, memastikan setiap langkah Sasya tidak memberikan tekanan pada lukanya.

Sasya meringis kecil. "Rasanya aneh, Mas. Dulu aku bisa lari mengejar bus kampus, sekarang mau ke kamar mandi saja rasanya seperti mendaki gunung."

Alkan duduk di sampingnya, lalu menarik kepala Sasya ke bahunya. "Sistem tubuhmu sedang melakukan self-repairing, Sya. Jangan dipaksa. Kita punya waktu 40 hari—atau lebih—untuk memastikan semuanya kembali ke status stabil."

Selama hari-hari di rumah sakit, Alkan menjadi sosok ayah dan suami yang luar biasa. Ia mengganti popok Aidan, belajar cara menyendawakan bayi, dan tetap terjaga saat Sasya butuh istirahat. Namun, ada satu hal yang tak bisa disembunyikan: kerinduan.

Malam itu, saat Aidan tertidur di boks bayinya, Alkan duduk di tepi tempat tidur Sasya. Ia membelai wajah istrinya, menciumi ujung jarinya dengan tatapan yang sangat dalam. Ada gairah yang tertahan di sana—sebuah intensitas yang selama sembilan bulan kehamilan dan proses persalinan harus ditekan demi keselamatan.

"Sabar ya, Mas," bisik Sasya sambil mengelus rahang Alkan yang mulai ditumbuhi janggut tipis. "Dokter bilang, 40 hari masa nifas adalah waktu sakral. Aku belum 'layak' dikunjungi oleh suamiku sendiri secara penuh."

Alkan tersenyum tipis, mengecup kening Sasya lama sekali. "Mas sanggup menunggu seribu tahun lagi kalau itu demi kesehatanmu, Sya. Tapi Mas tidak akan bohong, berada sedekat ini denganmu tapi tidak bisa menyentuhmu lebih jauh... itu adalah ujian logika yang paling berat."

Kebahagiaan mereka mulai terusik pada hari kelima sebelum Sasya dijadwalkan pulang. Sebuah paket tiba di meja perawat, ditujukan khusus untuk Alkan. Isinya bukan bunga atau baju bayi, melainkan sebuah dokumen usang dan sebuah foto lama.

Foto itu menunjukkan Alkan muda saat masih menempuh studi S3 di Jerman, berdiri di depan sebuah laboratorium bersama seorang wanita bule bernama Elena. Di belakang foto itu tertulis:

"Data yang kamu curi sepuluh tahun lalu akhirnya memiliki harga yang sangat mahal, Alkan. Selamat atas kelahiran putramu. Dia memiliki mata yang indah, sama seperti mata Elena sebelum kecelakaan itu."

Wajah Alkan mendadak pucat. Ia segera menutup dokumen itu sebelum Sasya melihatnya. Elena adalah masa lalu yang ia simpan dalam enkripsi paling dalam—sebuah tragedi riset yang melibatkan kecelakaan laboratorium fatal yang merenggut nyawa rekan sekaligus mantan kekasihnya sebelum ia bertemu Sasya.

Sore itu, saat Sasya sedang menyusui Aidan, seorang wanita asing dengan setelan jas hitam elegan muncul di depan pintu kamar. Ia tidak masuk, hanya berdiri di ambang pintu, menatap Sasya dengan tatapan dingin.

"Siapa Anda?" tanya Sasya heran.

Wanita itu tersenyum miring. "Hanya masa lalu yang ingin menagih utang nyawa. Katakan pada suamimu, 'Proyek besar' belum selesai."

Begitu wanita itu pergi, Alkan masuk dengan tergesa-gesa. Ia melihat Sasya gemetar sambil mendekap Aidan erat-erat.

"Mas... tadi ada wanita. Dia bilang soal utang nyawa dan Proyek Besar. Mas, apa lagi ini?!" suara Sasya meninggi, memicu tangisan bayi di pelukannya.

Alkan memejamkan mata, ia tahu ia tidak bisa lagi menyembunyikan "badai" ini. "Sasya, maafkan saya. Ada kesalahan di masa lalu, sebelum saya mengenal kamu... sebuah riset militer yang menewaskan seseorang. Dan sekarang, keluarga dari orang itu datang untuk menuntut balas tepat saat saya berada di puncak karier saya di sini."

Sasya menatap Alkan dengan kecewa. "Kenapa Mas nggak pernah jujur? Kita di sini untuk memulai hidup baru, tapi ternyata Mas membawa masa lalu yang jauh lebih berbahaya!"

Konflik itu menciptakan jarak. Sasya merasa dikhianati oleh ketidakterbukaan Alkan, sementara Alkan merasa tertekan karena harus melindungi keluarganya dari musuh yang tidak kasat mata.

Malam itu, Alkan tetap berjaga, namun ia duduk di kursi yang jauh dari Sasya. Kesunyian di antara mereka terasa menyakitkan. Alkan tahu, ia harus menyelesaikan masa lalu ini sendirian sebelum ia bisa benar-benar menyentuh Sasya kembali dengan tangan yang bersih.

Namun, sebuah pesan teks masuk ke ponsel Sasya dari nomor asing: "Tanyakan pada Alkan, apakah dia menikahimu karena cinta, atau karena kamu memiliki pola otak yang mirip dengan Elena untuk melanjutkan risetnya yang gagal?"

Sasya melempar ponselnya ke lantai. Kepercayaan yang ia bangun bertahun-tahun kini berada di ambang batas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!