Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
Setelah pertemuannya dengan Zidan yang berakhir runyam, Azelva memutuskan untuk mengunjungi Shawn Land, perusahaan yang didirikan Papa Azelva, yang kini berada dalam kuasa Zidan.
Azelva sangat menyesal sudah menyerahkan kendali perusahaan ini pada Zidan. Salah dirinya yang terlalu mempercayai pria itu. Sampai detik ini ia tidak menyangka, ada manusia setidak tahu diri Zidan.
Andai Zidan mengatakan sejak awal, jika dirinya memiliki kekasih, tentu Shawn tidak akan memaksanya menikahi Azelva. Shawn bukanlah orang yang pamrih, yang akan meminta balas budi.
Namun kala itu Zidan sendiri yang menyatakan bersedia, dan bersumpah akan menjaga Azelva seumur hidupnya.
Lalu, kenapa sekarang Zidan menyalahkannya?
Bahkan dengan tidak tahu malunya Zidan meminta Azelva membalas kebaikannya karena sudah menutupi aib keluarganya.
"Bu Azel!" Salah satu karyawan berlari menghampiri Azelva. "Apa kabar, Bu? Di mana Tuan kecil?"
Pria itu adalah Reyhan, salah satu staf manager di perusahaan itu. Reyhan adalah orang yang membawa Azelva ke rumah sakit waktu itu.
Reyhan mencari keberadaan bayi Azelva, ia pikir Bosnya itu datang membawa bayinya.
"Saya baik, Rey. Terima kasih waktu itu Kamu sudah menolong saya. Maaf, saya baru sempat mengucapkannya," ucap Azelva. Selain rindu dengan kantornya, Azelva juga berniat ke sana untuk menemui Reyhan. Azelva ingin mengucapkan terima kasih karyawannya itu.
"Bayiku sudah meninggal, Rey. Dokter bilang dia udah nggak ada sejak dalam kandungan," ucapnya lagi. Azelva kembali sedih mengingat bayinya.
"Masa sih, Bu? Tapi yang saya ingat bayi Anda selamat kok. Dia sangat tampan, Bu. Matanya persis seperti Anda."
Reyhan masih ingat, saat itu dialah yang mengurus semua keperluan melahirkan Azelva. Karena waktu itu Zidan sedang sibuk mengurus Venya. Reyhan bahkan sempat melihat bayi tampan Azelva, sangat tampan. Dan yang paling dia ingat adalah matanya berwarna hazel persis seperti Azelva.
Namun saat itu Reyhan tidak sempat menemui Azelva, karena harus kembali ke kantor.
"Kamu yakin, Rey?" Tanya Azelva.
Azelva begitu terkejut, jantungnya bergemuruh hebat. Ia seperti mendapatkan kembali secercah harapan. Namun Azelva takut, semua itu hanyalah ilusi, fatamorgana semata.
"Saya sangat yakin, Bu. 1000%. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, Bu."
Azelva tidak kuasa menahan air matanya. Wanita cantik itu begitu bahagia andai ucapan Reyhan itu benar-benar nyata.
Hanya saja jika itu benar, lalu bayi siapa yang ia makamkan? Berbagai pertanyaan kini muncul di kepalanya.
Azelva juga sempat yakin putranya memang selamat. Ia pun mendengar sendiri tangisan kencang bayinya begitu keluar dari perutnya.
Namun keadaan Azelva waktu itu sangat kelelahan. Ia bahkan sempat pingsan. Dan setelah Azelva sadar, dokter tiba-tiba memberinya kabar duka.
Azelva sempat protes, namun ia tidak memiliki cukup bukti. Azelva hanya memiliki keyakinan jika putranya masih hidup. Dan itu tidak bisa dijadikan bukti, apalagi kondisi Azelva yang tidak stabil dan dianggap dalam pengaruh obat bius.
Ucapan dokter kala itu juga sangat meyakinkannya, dan lagi pula dokter tidak akan mungkin berbohong.
Namun, perkataan Reyhan kali ini membuat Azelva ingin kembali mengusut apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dokter membohonginya? Dan jika bayinya masih hidup, di mana dia sekarang?
Aku harus mencari tahu, batin Azelva.
...----------------...
Sementara itu Kellano mulai melancarkan strateginya. Ia meminta asistennya untuk menghubungi Zidan. Kellano menawarkan kerja sama dengan perusahaan Azelva yang saat ini dipegang oleh Zidan. Tanpa harus bersaing dengan perusahaan lain.
Tentu saja mendapatkan kabar itu membuat Zidan sangat senang. Pria itu merasa di atas awan. Sebentar lagi perusahaan Azelva akan semakin maju di tangannya. Zidan tidak akan dianggap sebelah mata lagi.
"Mas, apa Kamu tidak merasa, setelah Kamu berpisah dengan Azel, hal-hal baik selalu datang. Apa mungkin selama ini Azel pembawa sial?"
"Jaga bicaramu, Venya!"
Zidan sangat tidak menyukai ucapan Venya. Ia tidak menganggap Azelva seperti itu. Justru karena Azelva lah dia bisa seperti sekarang.
"Mas aku bicara fakta. Coba Kamu pikir, sejak Kamu menikah dengan Azel, Tuan Shawn tiba-tiba meninggal, padahal dia gak sakit apa-apa kan sebelumnya?"
Memang benar, Shawn meninggal beberapa hari setelah Azelva menikah dengan Zidan. Dan sebelumnya Shawn tidak menderita sakit apa pun. Azelva kala itu sampai depresi dan nyaris keguguran karena kepergian Shawn yang terlalu mendadak itu.
"Bukan hanya itu saja, aku juga keguguran dan sangat jelas dia sengaja mendorong ku. Bayinya sendiri pun sampai meninggal, kan? Apalagi namanya kalau bukan pembawa sial?"
Venya semakin brutal membuat Azel buruk di mata Zidan. Ia tidak akan memberikan Zidan kesempatan sedikitpun untuk berbaikan dengan Azel. Pokoknya perceraian adalah keputusan yang mutlak untuk mereka.
Zidan nampak berpikir, apakah benar yang Venya katakan?
"Jadi, apa karena Azel pergi, aku mendapatkan keberuntungan saat ini?" Gumam Zidan. "Kalau aku benar-benar bercerai dengan Azel, jangan-jangan... aku bukan hanya akan bekerja sama dengan Gavintara Corp, tapi perusahaan itu juga akan memberikan investasinya di perusahaanku."
"Itu maksudku, Mas."
Venya tersenyum puas dalam hati. Bagus, rencanaku berhasil, batin Venya.
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣