NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:783
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 (Cemburu yang Membakar dan Pelanggaran Kontrak)

Tiga hari setelah Amélie kembali dari Kastil Musim Panas dengan membawa rahasia Duchy LeBlanc-Valois, suasana di Versailles berubah dari ketenangan palsu menjadi kegelisahan yang begitu nyata. Comte Éloi de Beaumont, yang kini yakin, Gautier telah mati dalam sabotase kereta yang ia rencanakan, berdasarkan laporan palsu dari para pengawasnya, mulai menunjukkan cengkeramannya.

Éloi secara terbuka mendekati Amélie, tidak lagi dengan kebaikan yang di dasarkan kepura-puraan, tapi dengan otoritas yang mengancam. Ia menuntut Amélie segera menandatangani surat kuasa yang isinya menyerahkan seluruh pengelolaan aset LeBlanc—termasuk Tambang Besi Lorraine—kepada perwalian sementara Valois, dengan dalih melindungi Amélie yang "rapuh" selama masa berkabung.

Amélie, dengan dokumen rahasia Duchy tersembunyi dengan aman, menolak dengan wajah yang tenang namun tegas. "Paman, saya adalah Duchess Valois. Saya tidak akan menyerahkan aset saya, kecuali suami sah saya yang memintanya. Saya masih berduka, tetapi saya tidak buta."

Penolakan Amélie yang berani, membuat Éloi sangat marah, tetapi ia tidak berani menyerang secara fisik di depan umum.

...*****...

Malanya, Amélie dijadwalkan bertemu dengan Kapten Henri de Montaigne untuk kedua kalinya di Ruang Observasi. Mereka harus menyusun rencana untuk menggunakan dokumen Duchy yang ia temukan untuk memancing Éloi.

Amélie mengenakan gaun malam wol berwarna gelap yang sederhana. Ia menyelinap keluar, hanya membawa salinan tulisan tangan dari Dokumen Rahasia Duchy.

Di Ruang Observasi, Henri sudah menunggu, mengenakan seragam gelapnya. Ia tampak tegang.

"Duchess, Pangeran Gautier seharusnya kembali lusa," bisik Henri, segera setelah Amélie masuk. "Tapi ada laporan yang tidak dikonfirmasi—keretanya ditemukan hancur di rute yang seharusnya ia hindari. Para pengawal Éloi menyebarkan berita bahwa ia tewas."

Amélie merasakan dingin merayapi tulang punggungnya. Meskipun ia tahu Gautier telah mengambil rute rahasia, desas-desus itu sangat efektif.

"Pangeran harus segera kembali," kata Amélie, mengeluarkan salinan dokumen itu. "Ini adalah rencana kita. Dokumen aslinya aman. Ini adalah salinannya. Dan ini akan menjadi bukti jika Éloi melanggar janji suci Duchy Valois. Kita harus menuduhnya di hadapan Raja, sebelum ia mengamankan Tambang Lorraine."

Henri mengambil salinan itu, matanya membesar saat ia membaca implikasi historis dan ancaman hukuman mati yang tercantum di dalamnya. "Astaga, Duchess. Ini adalah kunci. Kita bisa menjebak Éloi dengan ini. Tapi bagaimana kita bisa mencapai Raja tanpa otoritas Gautier?"

"Kita akan melakukannya besok malam di Balet Kerajaan," kata Amélie, suaranya tenang dan tegas. "Kita akan menggunakan dokumen ini untuk memancing Éloi di sana. Saat ia mencoba mengambilnya, kita akan menuduhnya di depan umum. Anda akan menjadi saksi saya, Kapten."

Henri menatap Amélie, wajahnya penuh kekaguman. "Anda adalah seorang prajurit, Duchess. Keberanian Anda melebihi semua Duke yang pernah saya kenal."

Henri membungkuk, meraih tangan Amélie dan menciumnya. Gerakan itu dimaksudkan sebagai penghormatan tanpa embel-embel apapun, penghargaan seorang Kapten kepada komandannya.

"Saya berjanji, Duchess, saya akan melindungi Anda dengan nyawa saya. Anda adalah satu-satunya harapan Tahta," bisik Henri.

Tanpa diketahui Amélie dan Henri, diam-diam ada mata yang menyala di Balik Jendela.

Saat Henri mencium tangan Amélie, sebuah suara yang menggelegar menghantam ruang observasi.

"JANGAN SENTUH DIA!"

Amélie dan Henri tersentak.

Pintu Ruang Observasi terbuka, memperlihatkan Gautier de Valois yang berdiri di sana. Dia tidak mati. Dia basah kuyup oleh hujan, wajahnya tertutup kotoran dan dia mengenakan mantel militer compang-camping, jelas pria itu baru saja kembali dari perjalanan rahasianya.

Gautier telah kembali secara rahasia, menyelinap ke sayap Duchy untuk menghindari mata-mata. Dia melihat cahaya di Ruang Observasi dan mengikuti instingnya.

Gautier berdiri di ambang pintu, mata abu-abunya menyala dengan api yang mengerikan, tidak hanya karena kelelahan, tetapi karena cemburu yang tiba-tiba dan tak terduga.

Ia tidak melihat Kapten yang setia dan Duchess yang sedang berencana sedang bercumbu walaupun sebenarnya kegiatan itu tidak termasuk kedalam kategori sebuah cumbuan mesra antara pria dan wanita. Tapi Gautier melihat istrinya, yang ia nikahi secara paksa, yang ia tinggalkan karena wanita lain, kini berdiri akrab dengan Kapten mudanya yang tampan, di tengah malam yang gelap.

Amélie, yang baru saja menerima laporan tentang kemungkinan kematian Gautier, kini dihadapkan pada suaminya yang masih hidup, marah, dan... cemburu?

Gautier melangkah masuk, mengabaikan Henri. Ia meraih pergelangan tangan Amélie dengan cengkeraman baja.

"Apa yang kau lakukan di sini, Amélie?!" raung Gautier, suaranya rendah dan mengancam, melanggar kontrak kesopanan mereka. "Di tengah malam, dengan Kaptenku?! Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tetap di kamar?!"

"Pangeran! Syukurlah anda masih hidup!" seru Amélie, terkejut dan lega.

Henri segera memberi hormat. "Yang Mulia! Ini bukan seperti yang Anda pikirkan! Kami sedang—"

"DIAM, HENRI!" potong Gautier, matanya terpaku pada Amélie. Ia mengabaikan semua logika dan plot pembunuhan yang sebelumnya terjadi. Ia hanya melihat pengkhianatan emosional. Ia telah menganggap Amélie sebagai 'properti' yang membenci sentuhannya dan kini 'properti' itu tampak akrab dengan pria lain. Rasa memiliki yang maskulin, yang sudah lama ia tekan, meledak dengan kekuatan yang luar biasa.

Gautier menarik Amélie keluar dari ruangan itu, mengabaikan protes Henri.

"Ini adalah pelanggaran! Kau tahu itu!" desis Gautier, menyeret Amélie melewati lorong-lorong rahasia.

"Anda melanggar kontrak kita, Pangeran!" balas Amélie, berjuang melepaskan diri. "Anda mengancam saya dan Kapten Anda! Kami sedang merencanakan bagaimana menangani Éloi dan Tambang Lorraine sebelum ia membunuh Anda!"

"Aku tidak peduli dengan Tambang Lorraine saat ini!" bentak Gautier, mendorong Amélie ke kamarnya dan mengunci pintu. "Kau adalah istriku! Kau tidak boleh terlihat akrab dengan pria lain! Terutama Kaptenku!"

Gautier berbalik, matanya liar. Dia basah kuyup, penuh lumpur dan penuh amarah yang tidak masuk akal.

"Kau membenciku, Amélie. Kau menginginkan kebebasan. Aku memberimu itu. Dan kau menggunakannya untuk bersekutu dengan pria lain?!"

"Dia adalah sekutu saya untuk melawan Paman saya! Dia adalah mata Anda di Tahta!" Amélie berteriak, frustrasi. Ia mengambil salinan dokumen Duchy dari gaunnya. "Ini! Saya menemukan ini! Ini adalah bukti bahwa Éloi adalah pengkhianat dan pembunuh! Ini adalah janji Duchy yang ia coba hancurkan!"

Amélie melemparkan dokumen itu ke dada Gautier.

Gautier menatap dokumen tersebut, matanya yang marah bergerak bolak-balik antara tulisan kuno dan wajah Amélie. Amarahnya tidak mereda, tetapi bergeser.

"Aku tidak peduli dengan dokumen lama ini!" Gautier membanting dokumen itu ke meja. "Kau tahu kehidupan terpisah kita. Aku melakukan itu untukmu. Dan kau mengkhianati itu!"

"Mengkhianati apa, Pangeran?! kehidupan terpisah kita?!" Amélie membalas, air mata frustrasi menggenang di matanya. "Saya tidak bersekutu dengan Henri karena hati. Saya bersekutu dengannya karena nyawa Anda dipertaruhkan! Saya adalah Duchess Anda. Saya harus melindungi nama Valois dan itu termasuk nyawa Anda!"

Gautier melangkah maju. Dia tidak lagi marah karena pengkhianatan politik, tetapi karena kepemilikan yang murni dan primal.

"Mulai sekarang, kontrak kita berubah," desis Gautier, cengkeramannya di bahu Amélie kuat, memaksa Amélie untuk mendongak. "Aku tidak peduli apa yang kau dan Henri rencanakan. Kau tidak akan pernah lagi berjalan sendirian di kastil ini. Kau tidak akan pernah lagi berbicara dengan pria lain tanpa kehadiranku. Kau akan menemaniku. Ke mana pun aku pergi. Bahkan jika itu ke Balet Kerajaan. Bahkan jika itu ke perbatasan."

Gautier melanggar kontrak mereka. Bukan karena tugas, tetapi karena cemburu.

"Anda melanggar perjanjian kita," bisik Amélie, terkejut dengan transformasi tiba-tiba ini.

"Ya, aku melanggarnya!" akui Gautier, wajahnya dekat sekali dengan Amélie. "Karena meskipun aku mencintai wanita lain dan meskipun aku tidak menginginkanmu, aku adalah suamimu dan aku tidak akan membiarkan Duchess Valois terlihat bersekutu dengan pria lain. Kau milikku, Amélie. Entah kau suka atau tidak. Dan aku akan memaksamu untuk menemaniku di depan umum, mulai besok malam di Balet Kerajaan. Kau harus terlihat setia padaku. Tidak pada Kapten tampan mana pun!"

Gautier berbalik dan berjalan ke ruang kerjanya, membanting pintu di belakangnya, meninggalkan Amélie sendirian, terpana oleh kekejaman dan sikap cemburu yang tak terduga.

...******...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!