Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
“Robert!" seru Chloe, dan dalam sekejap mereka berpelukan di ambang pintu. Robert, pria tinggi dengan rambut cokelat berantakan dan kaus flanel yang tampak artistik, memeluk Chloe erat, mengangkatnya sedikit dari lantai.
"Chloe! Sudah berapa tahun? Empat? Lima?" tanya Robert saat melepaskan pelukan, tangannya masih di pundak Chloe.
"Empat, mungkin? Terakhir ketemu di pameran," jawab Chloe, matanya berbinar. "Ayo masuk!”
Robert melangkah masuk, matanya menyapu ruangan. Sebenarnya Robert ingin menanyakan rumah siapa ini, tapi dia tak ingin merusak momen pertemuan mereka setelah beberapa tahun tak bertemu.
Sementara itu, Jasper telah berdiri di balik tembok ruangan yang memisahkan ruang tamu dan ruang tengah. Dia tak bermaksud menguping, tapi dia tak bisa diam saja menunggu Chloe di taman.
*
“Katakan ada apa? Katamu ada hal penting yang ingin kau katakan padaku,” kara Chloe memulai.
“Jadi, sebenarnya aku datang bukan cuma untuk sekadar bertemu saja," kata Robert. "Galeri tempat aku biasa melakukan pameran sedang mengadakan pameran grup bertema Hidup Baru. Aku langsung teringat padamu, Chlo. Karya-karyamu sempurna. Kau mau taruh beberapa karya di sana? Aku kurator tamunya."
Chloe sedikit menganga karena terkejut. "Apa? Serius? Pameran di Galeri terkenal itu? Itu ... itu luar biasa, Robert."
"Karya-karyamu layak dilihat, Chloe. Aku selalu bilang itu. Dulu di sekolah seni, karyamu selalu yang paling mengagumkam." Robert tersenyum, dan ada kelembutan di matanya yang membuat perut Jasper mual. "Jadi, setuju?"
"Tentu saja setuju! Oh God, ini mengejutkan, Robert." Chloe tertawa, suara tawanya membuat Jasper cemburu karena diperuntukkan pada pria itu. "Tapi ... karyaku ada di studio. Aku sewa studio kecil di daerah pusat kota."
"Beri aku alamatnya. Aku akan ambil sendiri," ucap Robert.
Chloe berpikir sejenak. "Aku jarang ke sana sekarang karena lumayan sibuk di sini. Tapi ... besok pagi aku akan di sana untuk membersihkan dan memilih karya. Atau ... aku berikan kuncinya padamu saja nanti. Bagaimana? Kalau mau, kau bisa ambil sendiri hari ini atau besok. Aku percaya padamu memilih yang terbaik."
“Oke, itu cara yang lebih efisien,” jawab Robert sumringah.
“Tunggu, aku akan ambilkan,” kata Chloe dan segera beranjak, untuk pergi ke kamarnya.
Jasper langsung berbalik dengan masih menggendong Jonas, dan berjalan ke ruangan tengah, seolah tak terjadi apa pun.
Chloe melirik sekilas pada Jasper, tapi dia langsung berjalan cepat ke tangga, sedikit berlari.
*
*
Tak lama kemudian, Chloe kembali ke ruang tamu dan menyerahkan kunci itu pada Robert. Jasper kembali menuju ke tempatnya tadi, kembali menguping dan mengintip.
Chloe mempercayakan kunci studionya, ruang istimewanya, pada pria ini. Pria yang jelas-jelas memandang Chloe bukan hanya sebagai teman lama, itu terlihat di matanya.
"Terima kasih. Aku akan merawatnya dengan baik," kata Robert, memasukkan kunci itu ke saku. "Aku jadi tidak sabar melihat karyamu lagi."
“Hei, aku yang harus berterima kasih, Rob,” sahut Chloe.
Percakapan berlanjut, dan Jasper merasa seperti hantu yang tak terlihat. Hingga akhirnya, sebuah rencana muncul di kepalanya. Rencana yang kekanak-kanakan, posesif, tapi dia tidak bisa menahan diri.
Jonas yang masih tampak asyik menggigit gigit mainannya langsung di perlihatkan ke arah Chloe di ruang tamu.
Melihat Chloe, Jonas menangis karena ingin minta digendong dan menyusui lagi sepertinya.
Di ruang tamu, percakapan terhenti karena tangisan itu. "Jonas!" seru Chloe, langsung berdiri. Robert juga ikut berdiri.
Chloe bergegas ke arah suara tangisan, diikuti Robert. Mereka menemukan Jasper sedang berusaha menenangkan Jonas di ruang tengah, berpura-pura khawatir.
"Ada apa?" tanya Chloe, khawatir.
"Maaf, dia tiba-tiba rewel. Mungkin sudah waktunya tidur siang dan menyusu," jawab Jasper, berusaha terlihat polos.
Tapi Jonas, melihat Chloe, langsung mengulurkan tangannya, tangisannya berubah menjadi rengekan
Chloe tanpa pikir panjang mengambil Jonas dari pelukan Jasper. Dan, begitu berada di pelukan Chloe, tangisan Jonas berangsur mereda menjadi isakan kecil, kepalanya menempel di bahu Chloe.
Dia memasukkan jempolnya ke mulut, matanya masih berair.
"Sudah, sudah ... Mommy di sini," bisik Chloe, menepuk-nepuk punggung Jonas.
Robert menyaksikan adegan itu dengan ekspresi bingung. Dia melihat bagaimana Jonas begitu melekat pada Chloe, bagaimana Chloe menyebut dirinya ‘Mommy’.
"Ini Jonas, Robert," kata Chloe, dengan suara lembut sambil membelai rambut Jonas. "Dia biasanya tidak rewel seperti ini."
"Senang bertemu denganmu, Jonas," kata Robert, tersenyum kecil. "Ini … putramu?”
“Ya,” jawab Chloe langsung terdengar posesif. Dia ingin semua orang tahu bahwa dia lah satu-satunya ibu Jonas.
Dan saat itulah, peluang yang ditunggu Jasper muncul. Chloe menoleh ke arah Jasper. "Dan ini Jasper, te—"
"Aku ayah Jonas," potong Jasper dengan cepat, melangkah lebih dekat. Tangannya dengan begitu natural berpindah ke punggung Chloe.
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏