NovelToon NovelToon
Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Darah Naga Dan Cahaya Bulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kutukan / Fantasi Timur / Fantasi Wanita / Demon Slayer / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:54
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Novel ini menceritakan kisah Putri Mahkota Lyra ael Alar dari Kerajaan Elara, seorang penyihir Moon Magic (Sihir Bulan) yang kuat namun terikat oleh sebuah misteri kuno. Di tengah ancaman perang dari Kerajaan Utara Drakonia, Lyra dipaksa menjadi alat politik melalui pernikahan damai. Ironisnya, ia menemukan bahwa kutukan keluarga kuno menyatakan ia ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaannya sendiri pada ulang tahun ke-25, kecuali ia menikah dengan "Darah Naga" yang murni.
​Calon suaminya adalah Pangeran Kaelen Varrus, Pangeran Perang Drakonia, seorang Shadow Wyrm (Naga Bayangan) yang dingin, sinis, dan tertutup, yang percaya bahwa emosi adalah kelemahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Wajah di Cermin Hitam

​Lantai koridor menuju Aula Sidang Dewan terasa seperti hamparan es yang siap retak di bawah setiap langkah Aethela. Ia berjalan diapit oleh empat pengawal zirah hitam, namun kali ini ia tidak menundukkan kepala. Di sampingnya, Valerius berjalan dengan langkah yang berwibawa, meskipun ia tahu pria itu sedang menahan rasa sakit akibat hukuman fisik yang diterimanya dari Raja semalam karena menyelinap ke menaranya.

​Energi yang dipinjamkan Valerius semalam masih berdenyut di bawah kulitnya, memberikan kehangatan yang kontras dengan dinding batu Obsidiana yang lembap. Ia tidak lagi merasa seperti tawanan; ia merasa seperti seorang pemain catur yang baru saja menyadari bahwa ia memegang bidak menteri. Namun, kecemasan tetap ada—sidang dewan bukan hanya soal logika, tapi soal prasangka ras naga yang telah mendarah daging selama berabad-abad.

​Pintu ganda Aula Sidang terbuka, menyingkap sebuah ruangan berbentuk melingkar dengan tribun yang menanjak. Di tengah ruangan, terdapat sebuah objek yang ditutupi kain beludru hitam. Suasana di sana sunyi, namun penuh dengan niat jahat yang tertuju padanya.

​"Putri Aethela Vespera," suara Tetua Krow memecah kesunyian. "Anda dipanggil ke sini bukan untuk merayakan pernikahan, melainkan untuk mempertanggungjawabkan tuduhan manipulasi sihir terhadap putra mahkota kami."

​Ia menarik napas panjang, menatap langsung ke mata satu Krow. "Jika 'manipulasi' adalah cara Anda menyebut tindakan menyelamatkan nyawa Pangeran Anda, maka saya bersalah. Tapi jika yang Anda cari adalah kebenaran, maka berhentilah bersembunyi di balik kata-kata besar."

​Beberapa anggota dewan bergumam, terkejut dengan keberanian bicaranya. Raja Malakor duduk di takhta tertingginya, menatap dengan ekspresi yang tak terbaca.

​Valerius berdiri di sisi Aethela, tangannya menggenggam hulu pedangnya dengan erat.

​Jika dewan ini memutuskan untuk menyakiti Aethela, ia bersumpah akan meruntuhkan setiap pilar di ruangan ini. Ia melirik Aethela dan merasakan sisa resonansi mereka. Wanita itu tampak bercahaya—bukan hanya karena sihir bulannya, tapi karena harga diri yang memancar dari setiap gerakannya.

​"Untuk membuktikan apakah sihir Putri ini adalah racun atau penawar," Raja Malakor akhirnya berbicara, suaranya berat dan menggelegar, "kita akan menggunakan Cermin Obsidiana Kuno."

​Valerius menegang. Ia tahu apa itu. Cermin itu bukan sekadar kaca; itu adalah artefak purba yang dipahat dari jantung gunung pertama. Cermin itu tidak menunjukkan pantulan fisik, melainkan esensi jiwa dan kebenaran yang paling dalam.

​"Jika Cermin menunjukkan kegelapan yang busuk di dalam diri Putri, maka dia akan dieksekusi sebelum matahari terbenam," lanjut Raja. "Namun, jika Cermin menunjukkan kebenaran yang berbeda... maka dewan harus menerima pernikahan ini sebagai berkat."

​Valerius menatap Aethela, mencoba memberikan kekuatan melalui matanya. Ia sendiri tidak pernah melihat ke dalam cermin itu. Ia takut akan apa yang ditunjukkan cermin itu tentang sisi naganya yang haus darah.

​Kain hitam ditarik, menyingkap sebuah cermin besar yang terbuat dari batu hitam pekat yang dipoles hingga mengilap seperti air tenang di tengah malam. Permukaannya tidak memantulkan cahaya lilin; ia seolah-olah menyerap segala sesuatu di sekitarnya.

​"Mendekatlah, Putri," perintah Krow dengan nada sinis.

​Aethela melangkah maju. Langkahnya terasa berat. Saat ia berdiri tepat di depan cermin, ia tidak melihat wajahnya yang pucat atau gaun peraknya.

​Awalnya, permukaan cermin itu beriak. Kemudian, gambar mulai terbentuk. Aethela melihat dirinya, namun di belakangnya, sebuah bayangan raksasa berbentuk naga hitam dengan sayap yang terbuat dari cahaya bulan muncul. Naga itu tidak menyerangnya; ia melingkar di sekelilingnya, melindunginya.

Ia melihat wajah di cermin itu—bukan wajahnya, melainkan wajah Valerius yang sedang bertransformasi. Di dalam cermin, wujud naga Valerius tampak megah, namun di matanya terdapat kesedihan yang dalam. Dan di tengah-tengah kegelapan naga itu, terdapat sebuah bola cahaya perak kecil yang berdenyut lembut—jantung dari sihir Aethela yang sedang menyembuhkan luka-luka kuno sang naga.

​"Lihat!" seru Aethela, suaranya menggema. "Cermin ini tidak menunjukkan pengkhianatan. Ia menunjukkan penyembuhan. Ia menunjukkan bahwa naga dan manusia tidak harus saling menghancurkan."

​Para anggota dewan berdiri dari kursi mereka, berebut melihat ke dalam cermin. Mereka melihat bagaimana kegelapan liar yang selama ini mengancam garis keturunan Nightshade perlahan-lahan ditenangkan oleh kehadiran cahaya bulan.

​Valerius maju dan berdiri di samping Aethela. Ia memberanikan diri menatap ke dalam cermin hitam itu. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa takut pada wujud naganya. Di dalam cermin itu, ia melihat dirinya bukan sebagai monster, melainkan sebagai pelindung bagi cahaya yang dibawa Aethela.

​Ia menyadari bahwa Aethela bukan hanya penawar bagi sihirnya, tapi juga penawar bagi kebenciannya terhadap dirinya sendiri.

​Namun, penglihatan di cermin itu tiba-tiba berubah.

​Permukaan cermin mulai mengeluarkan asap hitam yang pekat. Gambar mereka menghilang, digantikan oleh bayangan seorang wanita dengan mata safir yang dingin dan sebuah mahkota yang terbuat dari duri hitam.

​Seraphina.

​Cermin itu menunjukkan Seraphina sedang memegang sebuah belati kristal di atas jantung gunung—pusat energi Obsidiana.

​"Pengkhianatan yang sebenarnya sedang terjadi sekarang!" teriak Valerius.

​Seraphina dan faksi pemberontaknya menggunakan waktu ini untuk menyerang jantung pertahanan mereka sementara semua pemimpin berkumpul di sini.

​Raja Malakor berdiri, wajahnya memucat. "Penjaga! Segel aula! Seraphina telah mengkhianati kita!"

​Kekacauan pecah di Aula Sidang. Suara ledakan terdengar dari kejauhan, mengguncang fondasi benteng. Aethela merasa sihir di dalam cermin itu mencoba menariknya masuk, namun Valerius dengan cepat merengkuh pinggangnya dan menariknya menjauh.

​"Seraphina tidak bekerja sendiri," bisik Aethela, suaranya gemetar. "Dia menggunakan sihir kuno yang kulihat di perpustakaan. Sihir yang sama yang digunakan untuk meracuni rasmu."

​Ia tidak akan membiarkan wanita itu menghancurkan apa yang baru saja mereka perjuangkan. Ia menatap Valerius, dan dalam kekacauan itu, mereka saling mengerti tanpa kata.

​"Kita harus ke Jantung Gunung," kata Valerius, suaranya kembali menjadi suara sang Pangeran Perang yang tak kenal takut. "Aethela, kau adalah satu-satunya yang bisa membatalkan sihir racun itu. Aku akan membukakan jalan untukmu."

​Di tengah kepulan asap dan teriakan para tetua yang panik, Aethela menyadari bahwa ujian mereka yang sebenarnya baru saja dimulai. Cermin itu telah menunjukkan kebenaran tentang hubungan mereka, namun sekarang mereka harus bertarung untuk memastikan kebenaran itu tetap hidup. Ia menggenggam tangan Valerius erat-erat saat mereka berlari keluar dari aula menuju kedalaman gunung yang kini sedang menjerit kesakitan.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!