Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25
Saat Lin Yexue merasa suasana hatinya tidak bagus , dia suka memasak. Malam ini dia memasak makanan semeja penuh.
Begitu mencium aroma makanan yang menggugah selera, Pang Xiaofu langsung datang tanpa diundang. Sesaat kemudian Luo Wenyan juga datang mengikuti Pang Xiaofu.
Melihat mereka sudah datang sendiri, Lin Yexue yang masih sibuk memasak menyuruh Pang Xiaofu memanggil Jiang Yuchen dan Ye Canghai untuk makan bersama mereka.
" Baik.." Pang Xiaofu diam-diam mencomot sepotong makanan sebelum pergi.
Luo Wenyan mengira kalau Jiang Yuchen dan Ye Canghai tidak sedang berada di Asrama. Lagipula meski ada mereka pasti tidak akan mau makan bersama mereka..Tapi tak disangka mereka berdua datang.
" Hah, kalian berdua mau datang ?" Luo Wenyan berseru takjub.
Jiang Yuchen hanya melirik Luo Wenyan tapi tidak berkata apa-apa, ia langsung mencuci tangan lalu duduk bersama di meja makan.
Hanya Ye Canghai yang mau menjawab " Pang Xiaofu bilang masakannya lebih enak daripada masakan di kantin."
Lin Yexue menghidangkan semua makanan yang sudah selesai ia masak kemeja makan
" Kita semua satu asrama, jadi kita harus sering-sering berkumpul bersama dan makan bersama seperti ini " ujar Pang Xiaofu.
" Kau bisa memasak ? " tanya Jiang Yuchen dingin.
" Tidak.." Pang Xiaofu menggeleng lalu tersenyum senang " bukankah kita sekarang punya Lin Yexue?"
Lin Yexue memutar bola matanya kearah Pang Xiaofu tapi dia tidak keberatan.
" Besok kita akan memilih telur binatang spiritual." Ye Canghai berkata tiba-tiba.
" Apa maksudnya memilih telur binatang spiritual?" Lin Yexue baru pertama kali mendengarnya.
" Kau tahukan bahwa para master roh bisa mengontrak binatang spiritual?" tanya Pang Xiaofu.
Lin Yexue mengangguk
" Secara umum, para master roh hanya bisa mengontrak binatang spiritual dalam jumlah yang terbatas. Semua tergantung kekuatan mereka, semakin tinggi kekuatan maka semakin banyak binatang spiritual yang bisa dikontrak. Praktisi Roh seperti kami hanya bisa mengontrak satu binatang spiritual. Tapi berbeda jika itu telurnya. " Jelas Luo Wenyan.
Lin Yexue mendengarkan dengan seksama penjelasan Luo Wenyan.
" Beberapa murid ada yang berasal dari keluarga miskin dan belum pernah memiliki hewan spiritual sebelumnya. Jadi mereka bisa memilih binatang kontrak mereka sendiri dengan memilih telurnya . Jika telurnya itu tidak akan menghabiskan banyak energi untuk mengontraknya." Luo Wenyan melanjutkan penjelasannya.
Lin Yexue mengangguk mengerti." Jadi itu binatang spiritual yang diberikan Akademi kepada para murid? ."
" Bisa dibilang begitu , tapi memilih telur binatang spiritual ada beberapa aturannya." Timpal Ye Canghai.
" Apa itu ? " tanya Lin Yexue penasaran
" Kualitas telur tidak sama alias bervariasi. Binatang Spiritual yang menetas dari telur berkualitas tinggi akan lebih kuat . Tapi sayangnya telur berkualitas tinggi itu jarang." Lanjut Ye Canghai.
" Kudengar tempat penyimpanan telurnya juga ajaib. Semua telurnya terlihat sama. Ada telur dari binatang mamalia , tapi telur dari mamalia hanya ilusi. Kalau kau memilih telur mamalia maka telur itu hanya akan menghilang." Ye Ye Canghai kembali menjelaskan.
" Kenapa kita bisa tidak membedakan telur ? Apa yang membuat mata kita melihat semua telurnya sama? Apa kita dibuat berhalusinasi?" tanya Lin Yexue tak mengerti.
Jiang Yuchen mendongak mendengar pertanyaan Lin Yexue.
" Pokoknya besok adalah hari yang ditunggu-tunggu." sela Pang Xiaofu.
" Kalian semua mungkin masing-masing sudah punya binatang spiritual, kenapa kalian begitu antusias?" Tanya Lin Yexue heran.
" Itu berbeda, aku dengar ada telur dengan garis keturunan binatang spiritual ilahi didalamnya. Jika kita bisa berhasil mendapatkannya maka kita akan lebih kuat." Pang Xiaofu berkata dengan sombong.
" Kau hanya bermimpi. " cibir Lin Yexue
" Meski kita tidak bisa mendapatkan telur binatang spiritual keturunan ilahi , telur-telur yang dipilih oleh Akademi adalah telur langka." timpal Luo Wenyan.
" Oh ya? Aku jadi penasaran juga. " ujar Lin Yexue ikut bersemangat.
Keesokan harinya Jiang Yuchen dan Ye Canghai kembali ikut sarapan bersama Lin Yexue. Untuk Xuan Tong sudah menyiapkan bahan masakannya jadi Lin Yexue hanya tinggal memasak.
Setelah sarapan mereka pergi ke kelas. Saat Lin Yexue memasuki ruang kelasnya semua tatapan diarahkan kepadanya . Ada yang meremehkan, ada yang terkejut, ada yang penasaran dan ada yang marah. Tampaknya kemenangan Lin Yexue melawan Situ Qingya telah menimbulkan kegemparan di kelas..
Meskipun Situ Qingyan masih merasa sangat marah, tapi dia menepati janjinya untuk tidak mengganggu Lin Yexue lagi . Ia hanya bisa menatap Lin Yexue dengan tatapan tajam.
Lin Yexue dan Jiang Yuchen melangkah ke tempat duduknya di belakang mengabaikan tatapan semua orang . Jiang Yuchen dingin dan acuh tak acuh sementara Lin Yexue sama sekali tidak perduli .
Tak lama kemudian Zimo Ziyuan datang memasuki kelas. " Kalian pasti sudah tahu hari ini kita akan melakukan apa. Tapi sebelumnya saya akan mengatakan sesuatu yang harus kalian perhatikan." Zimo Ziyuan berkata dengan penuh wibawa di depan kelas.
" Lokasi memilih telur ada di gunung belakang Akademi. Nanti ada empat gerbang masuk tapi hanya tiga gerbang yang boleh kalian masuki. Saat masuk kalian akan melihat banyak telur binatang spiritual, semua bentuknya sama dan ada juga telur ilusi. Jadi kalian hanya bisa mengandalkan insting dan keberuntungan untuk memilih telur terbaik. Setelah memilih kalian harus keluar . Sekarang ayo kita pergi ke lokasi." Guru Zimo langsung memimpin jalan.
Semua murid beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti guru Zimo. Yin Qingmei melirik kearah Lin Yexue tapi saat tatapan mereka beradu pandang , Yin Qingmei membuang muka dan berjalan pergi dengan sikap acuh tak acuh.
Zimo Ziyuan dan murid-muridnya akhirnya tiba di lokasi pemilihan telur. Saat mereka sampai sudah banyak murid dari kelas lain yang lebih dulu sampai dan beberapa guru yang menunggu sambil berbincang-bincang.
Saat kedatangan mereka , Lin Yexue merasa para guru-guru memandang penuh hormat pada Zimo Ziyuan.
" Apakah semua sudah datang? " tanya Zimo Ziyuan sambil berjalan mendekat ke arah guru-guru lainnya.
" Ya semua sudah datang, kelas Guru Zimo yang terakhir datang." sahut salah seorang guru dengan nada sedikit menyindir.
" Baiklah ayo mari kita masuk." Zimo Ziyuan mengabaikan sindiran guru itu.
Hanya murid-murid terpilih yang bisa masuk memilih telur , jumlahnya sekitar seribu orang murid. Karena gua tempat telur itu berada hanya mampu menampung sekitar tiga ratus sampai empat ratus orang maka murid-murid dibagi menjadi tiga kelompok dan bergiliran untuk masuk. Kelompok dibagi menurut urutan kedatangan.
Mendengar bahwa mereka bergiliran untuk masuk, para murid merasa tidak puas dan mengajukan keberatan. Karena menurut mereka giliran pertama akan mendapatkan keuntungan karena bisa memilih telur terbaik lebih dulu , sementara kelompok setelahnya hanya akan mendapatkan sisa. Keriuhan suara protes terdengar dimana-mana.
" Semuanya harap tenang. " Seorang guru memberi isyarat agar semua murid tenang.
"Telur binatang spiritual didalam semuanya dipilih secara acak, bentuknya sama jadi masuk pertama ataupun terakhir semua sama saja , itu tergantung insting dan keberuntungan kalian. " Jelas guru tersebut.
Para murid akhirnya sedikit tenang.
" Baiklah kelompok pertama , silahkan masuk."
Karena kelompok dibagi berdasarkan urutan kedatangan , murid dari kelas Guru Zimo mendapatkan urutan terakhir.
Ketika gilirannya tiba Lin Yexue sampai di gunung belakang, tiba-tiba Lin Yexue seolah-olah mendengar suara yang memanggilnya. Suara itu menusuk hatinya.
" Kemarilah... Kemarilah...."