Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Chapter 1

"Apa-apaan ini?" gumam Ava. Di tangannya, selembar kertas diagnosis berwarna gading tampak seperti surat kematian yang dicetak dengan huruf rapi.

Glioblastoma Multiforme, Stadium IV. Dua kata asing itu terasa jauh lebih berat daripada seluruh kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki dinasti Frederick.

“Ava, aku mengerti ini mengejutkan. Tapi aku harus jujur,” ujar Dokter Lim dengan suara pelan dan hati-hati. “Kau punya waktu hidup kurang dari dua tahun, mungkin sedikit lebih lama jika kau segera memulai kemoterapi dan radiasi intensif. Hanya saja, mengingat agresivitas tumornya—”

“Dua tahun?” potong Ava dengan suara datar.

Dokter Lim mengangguk. “Ya. Dua belas hingga delapan belas bulan adalah rata-ratanya.”

Ava menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, menarik napas dalam-dalam. Ia adalah satu-satunya pewaris kekayaan ayahnya. Sejak remaja, ia sudah diajari bagaimana menghadapi negosiasi paling kejam, ancaman pembunuhan dan intrik bisnis yang mematikan. Tapi tidak ada pelajaran yang mempersiapkannya untuk bernegosiasi dengan takdir atau mengintimidasi sel kanker.

“Katakan padaku, Dokter Lim, berapa persentase pasien dengan kondisi ini yang mencapai batas waktu dua tahun itu tanpa penurunan kualitas hidup yang drastis? Aku ingin angka mentah, bukan statistik yang dihaluskan untuk menyenangkan pasien.” Ava mencondongkan tubuh ke depan, matanya yang tajam menatap lurus ke mata sang dokter.

Dokter Lim terdiam sejenak. Ia tahu Ava Seraphina bukan tipe pasien yang mudah dikendalikan.

“Sangat kecil, Ava. Sangat, sangat kecil. Jika tanpa intervensi, penurunan akan terasa signifikan dalam enam bulan ke depan. Bahkan dengan intervensi, efek samping pengobatan akan memberatkan.”

Ava mengangguk perlahan. Kepalanya mulai berdenyut, mengingatkannya pada sang penyewa baru yang tidak diundang di dalam tubuhnya.

“Baik,” kata Ava, mengambil tas tangannya yang diletakkan di samping kursi. “Terima kasih atas kejujurannya. Berkas ini sudah jelas.”

Dokter Lim terkejut. “Tunggu! Kau tidak bertanya tentang jadwal pengobatan? Atau rencana langkah selanjutnya?”

Ava bangkit, membetulkan sedikit blazernya. Sejak kecil, ia sudah tahu bahwa bagi seorang Frederick, rencana langkah selanjutnya selalu ada di tangannya, bukan di tangan orang lain.

“Pengobatan? Untuk memperpanjang hidup beberapa bulan dengan kualitas yang menyedihkan? Tidak, Dokter Lim. Jika takdir memberiku batas waktu, aku tidak akan menghabiskannya di ranjang rumah sakit dan muntah karena kemoterapi. Aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan seumur hidupku, karena nama Frederick dan semua kekuasaan sialan ini.”

Lantas, Ava menatap Dokter Lim dengan senyum tipis yang dingin.

“Sisa dua tahun ini adalah milikku. Dan aku punya rencana yang jauh lebih baik untuk menghabiskannya.”

Ava membalikkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Dokter Lim yang terperangah.

Di luar, dunia tampak sama cerahnya, tapi bagi Ava, semua perhitungan telah berubah. Dalam dua tahun, ia akan mati. Dan sebelum itu terjadi, ia harus memastikan ada sesuatu yang lebih nyata dari sekadar kekayaan keluarganya yang tersisa di dunia ini.

Sesuatu yang akan benar-benar menjadi miliknya, meskipun ia harus mempertaruhkan segalanya, bahkan kehormatannya.

*

*

Ava tiba di markas bawah tanah milik Diego Frederick, bukan tempat pertemuan mafia, melainkan laboratorium canggih yang secara rahasia dikelola pamannya, khusus untuk penelitian genetika dan kesehatan elite keluarga.

“Kau mencari apa, Niece?” tanya Diego.

Ava tak menoleh. Matanya memindai daftar panjang donatur benih, semuanya pria dengan IQ di atas rata-rata dan riwayat kesehatan yang sempurna.

“Aku mencari benih, Paman. Untuk IVF,” jawab Ava singkat, tanpa basa-basi.

Diego mengangkat sebelah alis. “Kau mau menikah? Bukankah kau selalu bilang semua pria di dunia ini adalah parasit?”

“Aku tidak akan menikah. Aku hanya akan memiliki anak,” ralat Ava, lantas berbalik menatap Diego.

“Aku butuh benih dengan kualitas genetik terbaik, Paman. Aku tidak punya waktu untuk hal-hal yang kurang sempurna,” lanjut Ava menjelaskan.

“Di rak ini ada ratusan kesempurnaan yang kau cari, Ava. Semuanya lolos saringan terketat Frederick. Sebagian besar dari mereka adalah ilmuwan, pengusaha muda, bahkan satu atau dua politisi cerdas,” ujar Diego seraya melangkah mendekat.

Ava mendengus. Ia menunjuk layar digital yang menampilkan data genetik seorang donatur.

“Pria ini? IQ 150, ahli fisika nuklir. Tapi lihat riwayat keluarganya, Paman. Ada kecenderungan depresi klinis. Anakku tidak boleh membawa gen lemah.”

Laku, Ava menunjuk data lain.

“Yang ini? Jenius dalam biologi, atletis. Tapi dia donor rutin, yang berarti kemungkinan besar dia melakukan ini demi uang. Aku butuh keturunan yang punya drive, bukan hanya kecerdasan.”

Setelah hampir satu jam memeriksa dan menolak setiap opsi, Ava membanting tablet itu ke meja.

“Tidak ada yang cocok. Aku tidak mau anakku diwarisi kecerdasan yang rapuh atau ambisi yang dangkal. Jika aku hanya punya waktu dua tahun, benihku harus sempurna.”

Keputusan bulatnya telah diambil. Jika metode konvensional tidak memberikan hasil yang memuaskan, ia akan mengambil jalan yang lebih acak.

*

*

Malam itu, Ava Seraphina memutuskan untuk pergi ke klub malam. Tempat dimana orang-orang kaya dan berbahaya datang untuk melepaskan penat.

Ava duduk di sudut VIP, memesan segelas whiskey. Ava tahu betul ia tidak toleran terhadap alkohol. Satu tegukan saja bisa membuatnya pusing, dua tegukan sudah pasti membuatnya kehilangan kendali. Tapi malam ini, ia butuh kabur dari vonis mati yang ia ketahui pasti kebenarannya.

“Aku tidak mencari benih beku. Aku mencari keturunan yang berani mengambil risiko, seperti calon ayah mereka malam ini.”

Saat kepalanya mulai terasa ringan dan dunia berputar, Ava melihatnya. Seorang pria berdiri di dekat bar, di bawah sorotan lampu neon, auranya yang gelap tampak menonjol di antara kerumunan.

Pria itu tinggi, dengan tatapan mata yang tajam seperti elang yang baru saja melihat mangsanya.

"Sempurna." Ava meneguk habis sisa minumannya. Dengan langkah sedikit limbung, ia berjalan ke arah pria asing itu dan siap untuk menukar sisa hidupnya dengan konsekuensi terburuk.

“Tuan, berapa hargamu semalam?” tanya Ava sambil mengelingkan mata, nakal.

Terpopuler

Comments

partini

partini

Edgar ko aku lupa udah ada di novel lain ga yah Thor ,maklum Mak Mak momori gampang penuh 😂😂😂

2025-12-05

1

Mifta Nurjanah

Mifta Nurjanah

udah lama ga baca nihh thorr,enaknya lanjut baca lngsung ini atau yang Alex udah gede dulu iya🤭🤭🤭🤭

2025-12-05

1

Nice1808

Nice1808

lanjut thor💪semngat ya tapi jgn lupa update crrita yg lain jgn sampai di tinggal😃😃
ditunggu lanjutannya Ava😃

2025-12-05

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!