NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Adik Mantan Kekasihku

Pernikahan Kontrak Dengan Adik Mantan Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / CEO / Percintaan Konglomerat / Pengantin Pengganti Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: AmJiyeon

Sarah Vleryn menghindari makan malam perjodohan karena ia tidak tahu dengan siapa akan dijodohkan.

Tapi ternyata, pria yang di jodohkan dengan nya mengejarnya di luar resto tempat keluarga mereka bertemu.

"Sarah Vleryn! Berhenti disana." Rovano, pria tinggi dan tampan itu mendekat.

"Kau salah orang," ucap Sarah cepat.

"Aku tahu kau gadis yang harusnya di jodohkan denganku, tapi kau beralasan sedang sakit!" Ucap Rovano.

Tatapan tajam pria itu membuat Sarah terdiam, ia menelan ludahnya dengan berat. Ia tidak bisa menyangkal karena ucapan Rovano benar.

"Menikahlah denganku selama tiga tahun, lalu setelah itu kita bisa bercerai," lanjut Rovano.

Sarah tergelak, ia tidak mengira pria ini akan menawarkan pernikahan kontrak padanya.

"Apa kau bilang?"

"Aku, Rovano Jovian menawarkan pernikahan kontrak pada mu Sarah Vleryn." Ulang Rovano.

"Tunggu, Jovian? Kau... adik Ryan Jovian, Mantan kekasih ku?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AmJiyeon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Ryan

Ryan, masih merasa kesal dan tidak adil. Ia tidak rela adiknya menikah dengan Sarah tapi ia juga tidak bisa membatalkan pernikahan Sarah dan Rovano yang sedang di siapkan oleh pasangan itu.

Rasa penyesalan merebak dalam dadanya, kenapa dulu ia tergoda dengan perempuan lain, kenapa dulu ia yang memutuskan Sarah lebih dulu, semuanya berputar dalam ruang ingatan nya.

“Gila, aku bisa gila karena Sarah!” pria itu berteriak di dalam kamarnya, ia nyaris melemparkan gelas namun segera ia tahan emosi yang sia-sia itu.

Napasnya sempat memburu, ia heran, darimana ia mendapat sifat pemarah dan gila ini. Mengingat sang ayah yang pendiam dan ibu yang lembut, sementara dirinya penuh obsesi akan sesuatu terutama tempramen, ia tidak bisa mengaturnya sama sekali.

Dulu ia juga pernah kelepasan, bersikap kasar pada Sarah namun gadis itu memaafkan nya, tapi brengseknya, ia malah selingkuh dan tergoda oleh wanita lain yang jika di bandingkan dengan Sarah yang penyayang dan penuh perhatian itu tidak ada apa-apa nya.

Haruskah aku mencoba menghubungi Sarah? Pikir Ryan.

Pria itu meraih ponselnya, ia langsung menelpon Sarah tanpa pikir panjang.

“Sarah?” Ia bersemangat saat telepon di jawab.

“Ups, sayang sekali, Sarah sedang mandi.” Suara di seberang sana membuat Ryan terdiam seribu kata.

Ini bukan suara Sarah, ini suara pria yang sangat ia kenali. Suara Rovano, adiknya. Ryan menarik napas dalam, ia bingung harus menjawab apa, tapi ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

Rovano tidak pulang ke rumah mereka, tapi pria itu pasti sedang di rumah barunya, jam segini, dengan Sarah.

Ryan mengepalkan tangan, napas yang semula sudah normal kini kembali memburu.

“Rovano, bukankah tidak sopan mengangkat telepon dari ponsel orang lain?” tanya Ryan dengan suara amarah yang tertahan.

“Orang lain? Siapa yang bilang Sarah orang lain? Dia kan calon istriku, sebagai calon suami yang baik, aku sedang membantunya.”

Balasan yang kembali membuat Ryan tertohok, ia merasa kesal sekali sampai mematikan sambungan secara sepihak. Pria itu menggeram kesal hingga berteriak, tepat di luar kamarnya, Jane sang ibu sedang berjalan dan seketika terkejut mendengar geraman Ryan.

Tubuhnya sedikit bergetar, ia menatap pintu kamar Ryan dengan tatapan takut seperti seseorang yang trauma.

“Ryan… jangan sampai..”

•••

Sarah baru saja selesai dari kamar mandi tadi, ia kembali ke ruang tamu rumah barunya dengan Rovano yang sedang tertawa sambil memegangi ponsel Sarah. Gadis itu seketika merebut ponsel itu seraya menatap Rovano sengit.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sarah.

Rovano menghela napas, menormalkan diri, ia belum pernah menertawakan sang kakak sampai sepuas itu. “Ryan, dia terkejut aku menjawab telepon nya. Aku sedikit menjahilinya."

Sarah duduk di samping Rovano, pria itu langsung merangkul Sarah tanpa izin namun gadis itu juga membiarkan. Mereka kini saling menghangatkan dalam dekapan satu sama lain tanpa sadar.

“Lalu apa yang dia tanyakan? Kenapa dia menelpon ku?” tanya Sarah lagi, ia penasaran.

“Dia tidak sempat bilang mau bicara apa, ia hanya menegurku karena menyentuh ponselmu,” jawab Rovano, pria itu mendekatkan wajah pada Sarah, “izin mencium keningmu ya?” bisiknya.

Tanpa menunggu jawaban dari Sarah, Rovano langsung mengecup kening Sarah sementara gadis itu sendiri merasa tersipu malu. Sentuhan Rovano berhasil membuatnya bungkam, lalu ia menatap pria itu dengan kaku.

Rovano, pria tampan sempurna yang tiba-tiba jatuh cinta dengan mudah padanya yang kini mulai menjatuhkan pendirian Sarah. Siapa yang tidak meleleh dengan setiap perlakuan dari nya? Pria green flag sehijau-hijau nya.

“Aku harus pulang, Rovano.”

•••

Sudah hampir dua minggu Sarah dan Rovano menyiapkan pernikahan mereka, ia memutuskan untuk membantu Rovano meski pria itu tidak mau, justru menurut Sarah kerjasama mereka itu penting agar mereka bisa membangun chemistry yang baik dan akting mereka akan lebih nyata.

Walaupun tanpa itu, mereka sudah melakukan setiap adegan dengan sangat nyata hingga terasa tak ada drama atau pun kepalsuan sedikitpun.

"Kau harus menghadiri acara bisnis untuk pertama kalinya bersama Rovano," ucap Nico pada Sarah.

Sarah menghela napasnya, jarang sekali ayahnya menyampaikan hal seperti ini secara langsung, apalagi Sarah selalu menolak menghadiri acara bisnis. Tapi kali ini, ia harus datang bersama Rovano, ia tidak bisa menolaknya.

"Kalau ayah yang menyampaikannya langsung begini, berarti yang datang ke sana, banyak?" Tanya Sarah.

Nico mengangguk, "sayang sekali ya, ada Lucas di sana, karena ayahnya adalah penyelenggara acara kali ini," jawabnya.

Tebakan Sarah benar, "dia masih belum berhenti mengejarku ayah, meski ia sudah tau sekarang kalau aku memiliki calon suami."

"Kemungkinan, Jonas akan sedikit mencecarmu, tapi ayah dan ibu akan ada di sana," ucap Nico, "bagaimanapun dulu kalian hampir menikah juga, jadi rasa kesal pasti masih menghantui Jonas."

Sarah mengingat jelas bagaimana ucapan Jonas Blackwood padanya setelah ia memutuskan Lucas, ayah Lucas itu sama sekali tidak ramah, sikapnya langsung berubah pada Sarah.

Kalau soal perasaan, sedikit masih tersisa dalam hatinya namun itu tidak akan membuat Sarah goyah. Lagi pula, untuk kembali bersama Lucas terasa menyakitkan baginya.

"Aku tidak akan melihatnya, meski ia berada di hadapanku, tapi mungkin Rovano akan melakukan sesuatu," ucap Sarah pada sang ayah dengan senyum yang membanggakan.

"Mulutnya, lebih tajam dari yang ayah bayangkan, tau," lanjutnya.

Nico tersenyum kecil, "kalian seperti nya memang cocok, yah, untukmu yang terlalu banyak bicara sementara Rovano pendiam, tapi kalian ternyata bisa saling melindungi."

Nico kemudian memberikan semua flashdisk berukuran kecil pada Sarah, kini wajahnya jadi lebih serius.

"Ini cadangan, semua data kekayaanmu yang mungkin akan di usik setelah kau menikah dengan Rovano, kau bisa menggunakan nya di saat genting entah itu untukmu atau untuk suamimu," ucap Nico.

Sarah tidak menyangka ia memiliki hal seperti ini, data kekayaan? Hanya dalam sebuah flashdisk memangnya bisa menjadi apa? Bukankah harusnya berupa rekening atau semacamnya?

"Jika kau senggang, kau bisa membukanya sendiri tapi jangan di sini, kau harus menggunakan laptop baru yang tidak terkait dengan server manapun," lanjut Nico menjelaskan, "ayah tau, kau menolak pernikahan ini pada awalnya karena kau benci kehidupan mu sendiri."

"A-ayah... Mana mungkin alasannya karena itu—,"

"Sarah," Nico memotong ucapan Sarah, "kau adalah putriku, aku tau kau sangat ingin keluarga nyata yang bahagia. Maka dari itu melangkah lah dengan cara yang berbeda jika kau memang mencintai Rovano. Setelah kalian menikah, pasti banyak yang mengincar kalian karena kekayaanmu lebih dari yang kau bayangkan, itu juga alasan kakakmu tidak di sini karena aku ingin melindunginya."

Sarah sedih mendengarnya, ternyata sang ayah selama ini mengetahui tentang seluruh isi hatinya. Seberapa besar kekayaan keluarganya hingga banyak yang mengincarnya seperti ini? Bahkan kakaknya ternyata di pindahkan agar terlindungi?

Sedikit meragukan namun Sarah sendiri tau kalau sebenarnya kakaknya tidak terlalu menikmati kehidupan di sana.

"Rovano mungkin lebih kesulitan jika kau benar-benar tidak mau menikah dengannya, ayah pernah berada di posisinya, sebagai anak laki-laki bungsu yang harus patuh, bantu dia sebisa mungkin karena seperti nya dia sangat menyayangi mu," ucap Nico, lalu pria itu meninggalkan ruangan setelah mendapat respon anggukkan patuh dari Sarah.

Sarah menghela napas dalam, ia harus ke salon sore ini dan memilih pakaian yang akan di pakainya besok malam. Apa ia harus melakukannya dengan Rovano? Tapi hari ini Rovano sedang rapat di Liverpool, itu kota yang jaraknya bisa memakan waktu dua jam lebih ke London.

Sarah memutuskan untuk pergi ke salon sendiri namun tetap mengabari Rovano. Entah kenapa, ia berpikir harus membicarakan hal-hal seperti ini pada pria itu.

Sementara itu, di sisi lain Rovano sedang rapat dan handphone miliknya bergetar, sebuah notifikasi pesan masuk dari Sarah membuatnya tersenyum, ia segera membukanya lalu membalasnya di tengah-tengah rapat.

Sarah mengabariku? Batin pria itu senang.

Tingkahnya, membuat semua peserta rapat langsung menatap ke arahnya, bahkan beberapa orang penting dan pria yang sedang melakukan persentasi langsung bungkam.

Seketika Rovano tersadar kalau suasana jadi hening dan ia melihat sekeliling, senyumnya sudah resmi hilang, berganti menjadi canggung dan malu.

Hal langka yang jarang di lihat orang, senyum lembut dan tulus Rovano yang selalu datar ekspresi nya.

1
AmJiyeon
ceritanya seru, pokoknya banyak Plotwist
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!