Tidak semua cinta masa kecil disebut cinta monyet buktinya cinta Kania Atilyah dan Azra Zavier bertahan dari mereka masih kecil hingga dewasa.
Tapi sayang karena perpisahan mereka yang cukup lama membuat mereka saling tak mengenali.
Puncak masalah adalah ketika sang sepupu yang benci pada Kania mengaku sebagai sang cinta masa kecil Azra dan memisahkan mereka dengan cara yang kejam.
Yuk, jadikan novel ini sebagai favorit supaya bisa selalu mengikuti up dari D'Wie!
Jangan lupa baca juga novel D'Wie lainnya ya!
* Livina,izinkan aku bahagia
*Cinta yang lain
(Masih gantung, gak usah baca.)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.19 Surat
Tak butuh waktu lama,Azra sudah memarkir mobilnya di kediaman Kania. Sang mama mencoba menekan bell berkali-kali dan berteriak memnaggil nama Kania,tapi tak kunjung ada jawaban juga dari dalam rumah. Hingga tak lama kemudian,tetangga Kania,Bik Sumi keluar dari rumahnya dan menghampiri nyonya Aira dan Azra.
"Siang nyonya,apakah benar Anda nyonya Aira?" tanya bik Sumi
"Iya benar,apa Anda mengenal saya?"
"Tidak nya,saya hanya diminta tolong oleh neng Nia aja,katanya kalau ada seorang wanita bernama nyonya Aira,tolong kasiin kunci rumahnya pada Nyonya." sambil menyerahkan sekumpulan kunci yang merupakan kunci rumah Kania tersebut
"Oh,makasih ya bu. " ucap nyonya Aira pada bik Sumi
"Oh ya bu,apakah Nia nya sudah berapa lama perginya?"
"Udah semingguan ini nya dan belum pulang juga sampai sekarang."
"Apa ibu tau Nia kemana?"
"Maaf nya,bik Sum gak tau. Neng Nia cuma mampir titipin kunci aja sama bibik sebelum pamit pergi tanpa bilang mau kemana."
"Oh ya udah,sekali lagi makasih ya bi." ucap nyonya Aira,lalu dengan segera ia meminta Azra membuka pintu rumah Kania.
Saat masuk ke rumah Kania,Azra dan mamanya melihat tak ada yang berubah,semua perabot masih ada pada tempatnya sama seperti saat pertama kali mereka bwrkunjung tempo hari.
Mama Azra menelusuri setiap tempat mencoba mencari sesuatu yang bisa ia jadikan bukti kalau Kania itu adalah Nia ,teman kecil Azra.
Hampir semua tempat sudah mama Azra telusuri,mulai dari kamar tamu,dapur,kamar ayah Kania,dan sebuah kamar yang sepertinya kamar Rani dan ibunya ia masuki,tinggal sebuah kamar lagi yang tertutup tirai biru muda.
Pintu kamar itu ternyata masih terkunci dari luar,jadi mama Azra meminta Azra membuka kamar tersebut menggunakan salah satu kunci yang ada di genggaman Azra.
Setelah terbuka,ntah mengapa Azra merasakan aroma penuh kehangatan menguar dari dalam kamar itu. Awalnya ia enggan masuk,namun sang mama memaksanya turut masuk. Mama Azra meneliti setiap benda yang ada di dalan kamar itu,hingga ia melihat sesuatu di atas nakas,sebuah map coklat besar dan sebuah kotak dengan sebuah surat di atasnya. Di atas map coklat itu tertulis untuk mama sedangkan sebuah surat dan kotak itu tertulis untuk Azra.
Setelah melihat map coklat itu,mama Azra langsung meraih dan membukanya. Di dalamnya ternyata terdapat sebuah surat dan dokumen surat rumah dan tanah Kania. Mama Azra heran sekaligus bingung,apa maksudnya,lalu ia mencoba membuka surat tersebut dan membacanya dengan perlahan.
Dear mama,
Ma,pertama-tama Nia mohon maaf bila mama membaca surat ini,Nia sudah pergi jauh. Ma,walaupun pertemuan dan kebersamaan kita itu begitu singkat,tapi Nia akui Nia sangat bahagia. Berkat mama,Nia jadi merasakan kembali kasih sayang seorang ibu yang telah lama tak Nia dapatkan. Sayangnya,Nia tak bisa berlama-lama di sisi mama. Nia gak bisa egois,saat kak Azra tidak sedikit pun memiliki rasa pada Nia bahkan sebaliknya kak Azra benci sama Nia,jadi Nia memutuskan untuk pasrah pergi dari sisi kak Azra. Sekali lagi maafin Nia ya ma karena Nia pergi tanpa izin. Jangan marah sama kak Azra ya ma,karena semua bukan salah kak Azra. Seharusnya memang dari awal Nia menolak pernikahan dadakan itu sehingga kak Azra tak membenci Nia.
Oh ya ma,di amplop ini ada surat tanah dan rumah Nia yang sudah mama tebus tempo hari. Semua Nia balikkin ke mama sebab Nia merasa tak berhak atas rumah itu. Rumah itu sekarang adalah milik mama,jadi Nia balikkin semua sama mama.
Terima kasih atas segala kasih sayang mama. Semoga kelak Nia bisa berjumpa lagi dengan mama.
Beloved you
Kania
Setelah membaca surat itu,mama Azra tak kuasa menitikan air mata. Tubuh mama Azra melemas hingga luruh ke lantai.
"Ma,mama gak papa kan?" tanya Azra yang sudah memapah tubuh sang mama ke ranjang tempat tidur Kania
"Nia,maafin mama. Semua salah mama. Mama menyesal. Semua salah mama nak. Maafin mama."
Mendengar isakan dan gumaman sang mama,Azra langsung mengambil surat yang barusan dibaca sang mama. Membuat perasaan Azra merasa bersalah.
"Zra,baca surat satunya. Itu untuk kamu. Dan kotak itu juga sepertinya untuk kamu juga,coba periksa isinya setelah kamu membaca isi suratnya." perintah mama
*Setelah mendengar perintah mamanya,Azra segera membuka surat dengan amplop berwarna biru muda tersebut.
Dear Kak Azra,
Kak,Kania mohon maaf sama kakak atas semua kesalahan Kania. Kania sadari,kakak marah dan benci sama Kania mungkin karena pernikahan dadakan kita ini. Kania akui Kania egois karena merasa bahagia ketika akan dinikahkan dengan kakak tanpa memikirkan perasaan kakak. Andai Kania tidak gegabah,mungkin semua takkan menjadi seperti ini. Karena itu,Kania udah memutuskan akan pergi selama-lamanya dari kehidupan kakak. Kania juga akan segera mengirimkan surat gugatan cerai kita agar kakak bisa segera terbebas dari hubungan yang tak kakak inginkan ini.
Terima kasih kak atas segala kebaikan kakak baik sedari kecil dulu,maupun saat dewasa ini . Semoga kakak dapat berbahagia dengan Rania.
Selamat tinggal.
Kania
Setelah membaca surat itu,Azra pun membuka sebuah kotak yang juga berwarna biru itu.
Deg...
Azra sangat terkejut melihat apa yang ada dalam kotak tersebut*.
"Kalung berbentuk hati ini. Apakah Kania itu benar-benar Nia teman kecilku,cinta pertamaku? "
Lalu ia juga membuka sebuah album foto yang juga ada di dalam kotak.
"*Foto ini,foto saat ulang tahunku. "
Dapat Azra lihat,foto itu adalah foto-foto saat ia merayakan ulang tahun ditemani Nia. Dan ada salah satu foto mereka yang hanya duduk berdua,tapi yang membuat miris adalah foto itu telah dilingkari berbentuk hati dengan tinta merah,namun di tengahnya terdapat retakan yang memisahakan foto mereka berdua,yang bila diartikan adalah"Broken heart*.".
"Apakah dia benar Nia-ku? Teman masa kecilku? Cinta pertamaku?"
*Jedarrrr..
Bagaikan disambar petir,saat Azra menyadari bahwa wanita yang dinikahinya itu adalah wanita yang selama ini ia cari,ia rindukan,ia tunggu,tapi malah ia kecewakan,ia lukai,ia campakkan. Tak terasa air mata yang tak pernah mengalir di mata Azra,kini membanjiri wajah tampannya. Ia merasa berdosa karena telah menyakiti wanita yang telah mengambil hatinya sedari kecil. Ia mengutuk dirinya sendiri mengapa ia tidak menyadari bahwa Kania adalah Nia,teman kecilnya,cinta pertamanya. Ia juga mengutuk dirinya sendiri mengapa ia begitu percaya pada wanita yang bernama Rania itu yang telah mengaku-ngaku sebagai Nia.
"Aku bodoh....aku *****,mengapa* aku tak menyadarinya dari awal." rutuk Azra oada dirinya sendiri
"Ma,mengapa mama tak memberi tahu dari awal ma. Andai mama memberi tahu,semua takkan jadi seperti ini ma." isak Azra
"Maafin mama Zra,mama pikir bila kamu bersamanya,kamu akan langsung menyadarinya. Tapi ternyata tidak. " Lalu mereka pun menangis bersama