NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Bunga Roh Tujuh Warna dan Penguasa Langit

Jiang Chen melanjutkan perjalanannya, meninggalkan Hong Mengyao dan dilema batinnya jauh di belakang. Baginya, pertemuan itu hanyalah sebuah episode kecil yang tidak berarti. Utangnya telah lunas, dan ikatan karma terakhir telah terputus.

Ia kini memiliki inti monster tingkat lima, panen yang sangat besar. Namun, ia tidak puas. Mengalahkan Kera Kabut Ilusi terasa lebih seperti sebuah latihan daripada pertarungan hidup dan mati. Ia membutuhkan sesuatu yang lebih, entah itu tantangan yang lebih besar atau peluang yang bisa membantunya menerobos.

Saat ia berjalan melewati sebuah tebing yang tertutup kabut, hidungnya tiba-tiba menangkap aroma yang sangat samar namun sangat unik. Itu adalah aroma manis dan menyegarkan yang membawa jejak energi spiritual murni.

Matanya langsung berbinar. "Aroma ini..."

Sebagai seorang Kaisar Alkimia, ia sangat akrab dengan jutaan jenis ramuan spiritual. Aroma ini, meskipun samar, tidak mungkin salah.

"Bunga Roh Tujuh Warna.

Ini adalah ramuan spiritual kelas Bumi tingkat menengah, sebuah harta karun yang sangat langka bahkan di kekaisaran sekalipun. Bunga ini tumbuh dengan menyerap esensi spiritual langit dan bumi, dan kelopaknya yang akan mekar akan menampilkan tujuh warna berbeda. Bunga ini tidak memiliki banyak kegunaan untuk meningkatkan Qi, tetapi merupakan bahan utama yang tak ternilai untuk menyempurnakan dan memperkuat Jiwa Spiritual atau Spiritual Sense.

Bagi seorang alkemis atau formasi master, Jiwa Spiritual yang kuat jauh lebih berharga daripada tingkat kultivasi yang tinggi.

"Jika aku bisa mendapatkannya, Jiwa Spiritualku yang saat ini terkurung di dalam tubuh fana ini akan pulih lebih cepat. Itu akan sangat membantuku dalam alkimia dan mendeteksi bahaya," gumam Jiang Chen, hatinya dipenuhi kegembiraan.

Ia mengikuti aroma itu, yang membawanya ke tepi sebuah tebing curam. Di seberang tebing, sekitar lima puluh meter jauhnya, terdapat sebuah puncak batu yang menjorok keluar. Di puncak batu itulah, sebuah tanaman kecil dengan kuncup bunga yang bersinar samar dengan tujuh warna berbeda tumbuh, bergoyang lembut ditiup angin.

Namun, di samping bunga itu, bertengger seekor binatang buas yang megah sekaligus menakutkan.

Itu adalah seekor Griffon Giok-Mata. Tubuhnya adalah tubuh singa yang kuat, tetapi ia memiliki kepala dan sayap seekor elang raksasa. Bulunya berwarna perunggu, dan matanya bersinar dengan cahaya hijau giok yang dingin dan tajam. Ukurannya hampir sama dengan Kera Kabut Ilusi, tetapi auranya jauh lebih ganas dan agung. Itu adalah penguasa langit, monster puncak tingkat lima, yang kekuatannya hampir menyentuh tingkat enam.

"Seekor Griffon Giok-Mata sebagai penjaga. Pantas saja bunga itu bisa tumbuh dengan aman," kata Jiang Chen.

Ini adalah dilema. Menyeberangi celah lima puluh meter sambil menghadapi serangan dari monster terbang yang begitu kuat adalah hal yang hampir mustahil.

Tepat saat Jiang Chen sedang merencanakan strateginya, sebuah suara dingin dan tajam terdengar dari arah lain di tepi tebing.

"Jadi, kau juga menemukannya."

Jiang Chen menoleh. Sekitar seratus meter darinya, seorang pemuda berjubah biru berdiri. Ia membawa sebuah pedang panjang di punggungnya dan memancarkan aura yang sangat tajam, seperti pedang yang terhunus. Itu adalah Li Yuan, si maniak pedang dari keluarga Li, salah satu jenius top yang disebutkan oleh Tetua Sun. Kultivasinya berada di puncak tingkat enam.

Mata Li Yuan tidak tertuju pada Jiang Chen. melainkan pada Bunga Roh Tujuh Warna dengan tatapan penuh gairah. Namun, ia juga melirik Griffon itu dengan sangat waspada.

Tiba-tiba, dari arah lain, beberapa sosok lagi muncul. Itu adalah Hong Mengyao. Wajahnya masih sedikit pucat, tetapi ia tampaknya telah menggunakan salep Jiang Chen karena luka-lukanya sudah tidak terlihat. Di belakangnya ada beberapa peserta dari keluarga lain yang tampaknya telah membentuk aliansi sementara dengannya. Mereka pasti tertarik oleh aura pertarungan Jiang Chen sebelumnya.

Ketika mereka melihat Bunga Roh Tujuh Warna, mata mereka semua dipenuhi oleh keserakahan.

"Harta karun spiritual!" seru salah satu dari mereka.

Kehadiran begitu banyak manusia membuat Griffon Giok-Mata itu menjadi gelisah. Ia berdiri, melebarkan sayapnya yang besar, dan mengeluarkan pekikan yang melengking dan memekakkan telinga yang mengguncang seluruh tebing.

"Hmph! Sekelompok semut," dengus Li Yuan dengan jijik, melirik kelompok Hong Mengyao. Matanya kemudian tertuju pada Jiang Chen. "Kau, yang tidak memiliki afiliasi. Aku akan memberimu kesempatan. Pergi sekarang, atau mati di sini."

Jiang Chen hanya menatapnya dengan geli. "Kau seharusnya mengatakan itu pada dirimu sendiri."

"Kau punya nyali," kata Li Yuan, niat pedangnya yang tajam mulai terfokus pada Jiang Chen. "Tapi nyali tidak akan membuatmu tetap hidup."

Sementara itu, salah satu anggota aliansi Hong Mengyao, yang dibutakan oleh keserakahan, tidak bisa menahan diri. "Kita serang bersama! Monster itu mungkin kuat, tapi kita banyak!"

Dengan teriakan perang, ia melompat dari tebing, mencoba menggunakan teknik gerakan untuk melintasi celah.

Griffon Giok-Mata itu memekik marah. Ia mengepakkan sayapnya sekali.

SWOOSH!

Sebuah bilah angin raksasa, yang terlihat oleh mata telanjang, melesat dan menebas pemuda yang sedang berada di udara itu.

"TIDAAAK!"

Pemuda itu bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi. Ia terbelah menjadi dua di udara, dan potongan tubuhnya jatuh ke dalam jurang yang tak berdasar.

Kengerian langsung menyelimuti semua orang. Satu kepakan sayap bisa membunuh seorang kultivator tingkat empat dengan begitu mudah. Kekuatan monster ini berada di luar imajinasi mereka.

"Orang bodoh," gumam Li Yuan.

Ia kemudian menatap Griffon itu, lalu ke arah Jiang Chen. Sebuah ide licik muncul di benaknya.

"Kau sepertinya sangat percaya diri," kata Li Yuan kepada Jiang Chen. "Bagaimana kalau begini? Kau dan aku bekerja sama. Kau alihkan perhatian binatang itu, aku akan mengambil bunganya. Setelah itu, kita bisa membaginya."

Jiang Chen hampir tertawa. Mengalihkan perhatian? Itu sama saja dengan menyuruhnya menjadi umpan meriam.

"Tawaran yang menarik," kata Jiang Chen dengan senyum palsu. "Tapi aku punya ide yang lebih baik."

Tiba-tiba, ia menendang sebuah batu besar di tepi tebing, mengarahkannya bukan ke Griffon, tetapi ke Li Yuan.

Li Yuan terkejut dengan serangan mendadak itu. Ia dengan mudah menghancurkan batu itu dengan pedangnya, tetapi pada saat yang sama, Jiang Chen telah melompat.

Dia melompat... langsung ke dalam jurang.

"Dia bunuh diri?!" seru Hong Mengyao dengan ngeri.

Li Yuan juga tercengang.

Namun, Jiang Chen tidak jatuh. Setelah jatuh beberapa meter, ia menginjak dinding tebing, dan dengan kekuatan tolakan itu, ia melesat ke arah dinding tebing seberang, tepat di bawah puncak batu tempat Griffon itu berada.

Griffon itu memekik marah, mengira Jiang Chen akan mencuri bunganya. Ia menukik turun untuk menyerang.

Ini adalah momen yang ditunggu Jiang Chen.

"Sekarang!" pikirnya.

Saat Griffon itu menukik, Jiang Chen, yang masih menempel di dinding tebing, menggunakan kekuatannya untuk melompat... bukan ke atas, tetapi ke punggung Griffon yang sedang menukik itu!

Dalam sekejap, ia telah mendarat dengan mulus di punggung binatang buas itu.

Seluruh adegan itu terjadi dalam beberapa detik, sebuah rangkaian gerakan yang berani, tepat, dan benar-benar gila.

Li Yuan dan Hong Mengyao menatap dengan tidak percaya. Pria ini... dia baru saja menunggangi seekor Griffon Giok-Mata.

1
Udin Alex
lanjut thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll
Eko
para jenius berkumpul
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!