NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Sus, saya mau melihat jenazah anak saya," kata Sekar lirih. Walaupun anaknya sudah meninggal ia ingin menggendong untuk yang pertama dan terakhir. Setiap ingat bayinya, air mata Sekar mengalir deras di pipinya.

"Anak Mbak Sekar sudah dimakamkan oleh Dokter Ilham," jawab perawat hati-hati.

"Apa? Anak saya sudah dikuburkan tapi tidak memberi tahu saya?!" Sekar duduk dengan cepat di tempat tidur, rasa sakit bekas caesar masih lebih sakit hatinya kini. Ilham benar-benar mencari gara-gara, bayinya meninggal pun tidak diberi kesempatan untuk melihat.

"Saya tidak tahu, Mbak," Suster takut dengan tatapan mata Sekar.

"Panggil Dokter Ilham," ketus Sekar, ia sebenarnya tidak mau berbicara keras kepada suster tapi merasa dilangkahi.

"Ada apa?" Tanya dokter Siska yang baru tiba melihat ketegangan Sekar dan suster.

"Mbak Sekar marah Dok," Suster menceritakan apa yang membuat Sekar emosi.

"Mbak Sekar, Dokter Ilham tidak mengajakmu ke pemakaman karena ada alasan. Mbak Sekar baru selesai caesar tidak boleh banyak bergerak." dokter Siska menjelaskan perlahan-lahan.

"Walaupun saya tidak ikut ke pemakaman tidak bisakah Dokter Siska memperlihatkan kepada saya terlebih dulu?" Sekar akan melawan siapapun yang bersekongkol dengan Ilham.

"Tolong panggil Dokter Ilham, Sus!" Sentak Sekar, tidak menghiraukan alasan dokter Siska. Sekar pikir dokter Siska sama saja. Padahal dia seorang ibu seharusnya tahu bagaimana perasaannya jika tidak dianggap.

"Panggil Sus," perintah dokter Siska kepada suster, ia akhirnya mengalah. Siska mendekati Sekar hendak membantunya rebahan kembali, tapi Sekar menolak.

Tidak lama kemudian Ilham pun datang, minta dokter Siska dan suster keluar. "Sudah saya duga Sekar, kamu pasti mencari saya," ucap dokter Ilham tersenyum miring. Ia pikir Sekar tidak bisa hidup tanpa dirinya yang sudah biasa penuh kemewahan.

Sekar tiba-tiba bangun, tanpa Ilham sangka, tamparan kuat mendarat di pipinya.

Tangan Ilham mengusap pipinya, dengan tatapan tajam dan merah ke wajah Sekar. "Berani sekali, kamu!" Ilham maju menekan dua sisi rahang Sekar dengan tatapan dingin. Ia pikir Sekar sekarang sudah berani melawannya.

Bukan hal yang sulit Sekar melepas tangan Ilham. "Siapa takut?! Selama ini saya selalu mengalah walaupun kamu tidak menganggap saya Istri, tapi semua itu saya lakukan hanya demi anak yang saya kandung. Sekarang anak saya sudah meninggal dan kamu penyebabnya. Saya tidak akan lemah lagi di hadapan pria sepertimu!" Sekar menyerang Ilham dengan kata-kata yang pedas.

Ilham diam menatap selang infus yang mengalir ke tubuh Sekar. Tanpa menjawab, ia hendak meninggalkan tempat itu. Begitulah Ilham, jika ada masalah dengan Sekar tidak pernah berusaha menyelesaikan justru pergi begitu saja.

"Tunggu!" Pekik Sekar tidak mau melepaskan Ilham begitu saja yang menurutnya seenaknya.

Ilham pun akhirnya berhenti dan berbalik ke arah Sekar.

"Ada hak apa kamu menguburkan bayi yang saya kandung? Tidakkah Anda sadar jika selama ini mengabaikan darah daging kamu sendiri hingga dia tidak betah tinggal di dunia?" Sekar membangkit keburukan Ilham selama mengandung. Kehilangan anak, Sekar seperti diterpa badai, tapi mendengar kelancangan Ilham hatinya terasa di obrak abrik angin topan. Ilham telah menguburkan bayi mereka tanpa memberi tahu terlebih dahulu.

"Apa kamu sudah gila Sekar, bayi yang sudah meninggal tentu harus segera dikuburkan, salah saya di mana?" Ilham membungkuk menatap lekat wajah Sekar sangat dekat.

Plak!!!

Lagi-lagi tangan Sekar melayang, membuat Ilham mengangkat kepala cepat lalu mundur dari tempat tidur pasien

"Bukan tidak boleh dikuburkan, seharusnya kamu izinkan saya untuk melihat," jawab Sekar dengan suara yang bergetar, tangannya menggenggam selimut hingga putih tulangnya terlihat. Wajahnya yang masih pucat karena kehilangan darah kini memerah karena kemarahan.

Ilham berdiri di depan ranjang dengan wajah yang tetap dingin, kali ini tidak menunjukkan rasa emosi. "Seharusnya kamu terima kasih, karena saya masih khawatir dengan kondisi kamu Sekar. Tidak usah repot-repot ikut mengantar karena tubuhmu masih lemah," lanjutnya.

"Tidak usah Sok perhatian!" Bantah Sekar, air matanya mengalir deras. "Itu bayi saya! Aku punya hak untuk tahu seperti apa wajahnya, bukan seperti ini caranya," Sekar menjawab di sela-sela isak tangis

Ilham terdiam sejenak, matanya menatap jauh ke jendela ruang rawat. Akhirnya dia berkata dengan suara yang lebih pelan, namun tetap datar dan dingin. "Ada kelainan pada bayi saat lahir yang tidak bisa saya tunjukkan kepadamu. Saya melakukan ini untuk kamu, Sekar. Supaya kamu tidak harus melihat hal yang bisa membuatmu lebih terluka."

"Omong kosong apa kamu Ilham?" Sekar tidak percaya alasan Ilham. "Jika bayi saya lahir cacat itu karena kamu selama ini mengabaikannya. Keluar kamu!" Usir Sekar, melempar bantal ke arah Ilham dan mengenai tubuhnya.

Ilham pun akhirnya pergi meninggalkan Sekar.

Seminggu kemudian, kondisi Sekar sudah membaik, sebelum pulang ke rumah, ia ke pemakaman bayinya di antar Suster yang membantu dokter Siska.

"Anakku..." Sekar memeluk gundukan tanah, tangisnya mengharu biru. Ia tidak menyangka jika bayinya yang biasa bergerak aktif di dalam perut tapi akhirnya meninggal.

Hingga beberapa menit Sekar menangis, terasa pundaknya ada yang membangunkan. Ia menoleh suster di belakangnya dengan mata yang masih bercucuran.

"Mbak Sekar, biarkan Dedek tenang di sana," kata suster itu.

Sekar pun menghapus air mata lalu berdoa untuk anaknya yang belum ada tanda batu nisan. Sekar pun akhirnya pulang. Keesokan harinya, ia datang lagi bersama pria yang mengantar batu nisan kecil dan di tulis nama. Dzaifullah, yang artinya; tamu Allah.

************

Tiga tahun kemudian di rumah sakit besar, wanita berseragam putih yang dulu wajahnya hitam dan berjerawat kini sudah menjadi wanita cantik mempesona. Dia adalah Sekar, suster yang membantu dokter Rayyan itu sekarang berjilbab panjang, wajah teduh dan religius.

...~Bersambung~...

1
sri karyati
mgkn itu anaknya sekar dan ilham menyembunyikan dan bilang ansknta dah meninggal
Aira Senja
hadir thor salam kenal
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
diihhhh berarti dari tadi tuhh cuman akting yaaa😭😭
Shyfa Andira Rahmi
MANJA
Shyfa Andira Rahmi
boleh Dok, asal semua aset kekayaan kamu harus atas nama saya semua🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
ya Allah paaak...bapak ngga ngerasain sih apa yg dirasain Sekar😭😭
Isna
keren ..keren... bagus karyanya... ceritanya seru....
Shyfa Andira Rahmi
pertanyaannya, kenapa mau2 aja disuruh kaya bocah aja...dasarnya aja bulol n plin plan
Shyfa Andira Rahmi
suka-suka gue lah anak-anak gue ko🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
kapaaaan coba Sekar gangguin kalian..apa ngga sebaliknya kahh😤
Sri Darmayanti
😞
Partini Minok Nur Maesa
knp gx ayana saja.kyk aneh namanya
Partini Minok Nur Maesa
sekarang ilham kerja apa
Partini Minok Nur Maesa
slahnya rayyan tdk jujur
Partini Minok Nur Maesa
klo dipaksa nikah hrsnya ngomong jd sekar gx berharap sampai nunggu sampai mlm kasian kan
Partini Minok Nur Maesa
jgn2 rayyan bls dendam ato apa ya gx nyangka bgt
Partini Minok Nur Maesa
danu sama rini aja
Partini Minok Nur Maesa
wah ada fans lama nich.yg sudah cinta sekar walaupun sekar tdk cantik.feelinh
gku ortu dr Rayyan tdk setuju
Partini Minok Nur Maesa
suster Mariana diajak kerja didaycare aja sekar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!