NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14--Deal Dengan keuntungan Tinggi

Kurator berdiri di podium. Sudah berjalan beberapa jam semenjak lelang ini dimulai, acara sudah hampir selesai, kurator itu menyiapkan satu item paling istimewa hari ini untuk menjadi bahan penutupan.

“Lot Spesial Tambahan, penutup hari ini– Koin Emas VOC 1742 Batavia Mint – Kondisi Mint State.”

Ruangan sunyi total. Harga memang paling mentok di setengah miliar ke atas, masih kalah jauh dari nilai jual beberapa item. Tapi koin itu sangat langka dan hanya ada beberapa yang punya, maka orang-orang pada berbondong-bondong melancarkan serangan!

“Open bid: 300 juta rupiah,” ucap Kurator tersebut dan pada saat itulah situasi langsung pecah.

“320!” Suara cepat, seorang pria berkemeja hitam mengangkat tangan.

“350!” 

Kali ini dari wanita muda dengan gaun merah, pria kemeja hitam tadi berdengus kesal, ia sudah menghabiskan banyak uang dilelang ini jadi kali ini dia harus terpaksa mengalah.

Wanita muda itu merasa bahwa dirinya sudah menang dan tersenyum sombong, tapi dia dikalahkan oleh suara lagi.

 “380.”

Angka naik tanpa jeda panjang.

Rahmat menatap tajam, tangan tetap di saku. Wajahnya tenang, tapi matanya bergerak mengamati reaksi.

[Ding!]

• Jas Hitam: Ego Tinggi – Sensitif Terhadap Tantangan

• Kacamata Emas: Kolektor Serius – Limit Emosional ±600

• Broker Tipis: Bermain Aman – Tidak Akan Lewat 450

“420 juta.”

“450 juta.”

Seorang pria berjas hitam dengan aura dingin mengangkat tangan tanpa ekspresi. “500 juta.”

Desis pelan terdengar, itu setengah miliar! Gila, namun itu semua belum selesai!

“520!” Pria berkacamata emas kembali masuk. Ia adalah orang yang sama dengan yang menawar koin itu seharga 320 juta sebelumnya.

Pak tua menatap Rahmat. “Ini sudah jauh di atas estimasi awal. Gimana, nak?”

Rahmat menjawab pelan, “Masih belum … ini belum puncaknya.”

“550 juta.”

Suara baru dari sisi kiri pojok ruangan.

Beberapa peserta mulai berhenti. Karena ini adalah penutupan mereka telah menghabiskan banyak uang, lagian mereka mencari barang barang lain yang lebih berharga, koin itu memang langka tapi masih banyak yang lebih menggiurkan. Lagian sudah terlalu tinggi.

“580 juta.”

“600 juta.”

Ruangan seperti menahan napas.

Angka enam ratus juta menggantung di udara.

Alya, yang duduk beberapa baris belakang bersama ayahnya, menggenggam ujung kursi. “ngerinya,” bisiknya pelan.

Rahmat tidak melihatnya. Fokusnya hanya pada dua pemain tersisa.

Pria jas hitam.

Pria berkacamata emas.

Dua orang itu terus saling menaikkan harga, saling berkompetisi.

“620 juta.”

Jas hitam menaikkan tanpa ragu.

Kurator mengangkat palu.

“620 juta… sekali…”

Rahmat melihat ekspresi pria berkacamata emas ada sebuah keraguan tipis.

Setelah mempertimbangkan pria berkacamata mata itu mengangkat tangan lagi.

“650 juta.”

Suara itu keluar stabil.

Ruangan benar-benar heboh sekarang.

650 juta.

Lebih dari dua kali open bid.

Pak tua tertawa pelan. “Anak muda… kau membawa badai.”

Pria jas hitam menghela napas panjang.

Tangannya sedikit bergerak, seolah ingin mengangkat lagi.

Namun ia berhenti. Ini sudah berlebihan, terlalu tinggi. Dana yang ia punya tidak cukup, ada hal yang lebih perlu diutamakan lagi.

Kurator mengangkat palu tinggi. “650 juta… sekali… dua kali… tiga kali!”

TOK!

“TERJUAL!”

Tepuk tangan terdengar. Tidak meriah seperti konser. Tapi cukup panjang untuk menunjukkan penghormatan.

Rp650.000.000

Angka itu bukan hanya uang.

Itu pernyataan bahwa bocah kecil yang tadi remehkan membawa badai di tempat lelang itu dan patut diapresiasi.

Beberapa menit kemudian, transaksi dikonfirmasi di ruang khusus. Rahmat dan pria berkacamata mata emas itu saling melakukan transaksi.

 Dokumen ditandatangani. Transfer diproses, ponsel Rahmat bergetar.

Saldo bertambah drastis.

[Ding!]

━━━━━━━━━━━━━━━

[Saldo Bertambah Signifikan]

[Progress Hutang: 100%+]

[Perhatian Tingkat Tinggi Terdeteksi]

━━━━━━━━━━━━━━━

“Nama kamu Rahmat, ya?” ucap pria berkacamata emas itu, ia adalah broker terkenal.

“Iya.”

“Kami tertarik kerja sama. Kalau kamu punya akses barang seperti itu lagi… hubungi saya.”

Kartu nama disodorkan. Rahmat menerimanya.

Nama : Dino Ardiansyah 

Nomer : XXX

Ia tersenyum tipis, lagi-lagi dia mendapatkan sekutu dan klien baru.

Disisi lain ruangan, setelah transaksi selesai dan Rahmat keluar dari ruangan khusus itu, pria jas hitam masih berdiri menatapnya. Bukan Dengan amarah tapi dengan tatapan tajam penuh niat.

Ia menelpon seseorang di seberang sana.

“Lapor bos, kita gagal mendapatkan barang itu,” ucapnya dengan seseorang di seberang telepon.

“Ha?! Kok bisa, jelaskan alasannya Sebastian!”

“Saya mohon maaf, tuan. Tapi ada orang yang menawar terlalu banyak, bahkan melebihi dana yang kita siapkan. Saya sangat mohon maaf, Dana sudah habis untuk melakukan transaksi barang lain.”

Seseorang yang disebut bos itu menghela napas pasrah di seberang telepon. “Kalau begitu mau gimana lagi, omong-omong siapa gerangan yang bisa membawa item selangka itu?”

“Saya tidak yakin, tuan. Dia hanya seorang bocah mungkin sekitar 16 tahun.”

“Baguslah, kita awasi dia untuk sekarang, kita lacak lokasinya. Kalau dia mampu mempunyai barang selangka itu maka pasti dia punya banyak barang lain yang gak kalah hasilkan cuan.”

“jangan khawatir, lawan hanya bocah, kita bisa rebut paksa barang barang yang dia miliki dan uang hasil jualan sebesar 600 juta itu. Sekaya apapun kalau cuma bocah budah diatasi.”

“Baik dimengerti tuan.”

Sementara Rahmat tersenyum, ia mengetahui niat buruk pria berjas hitam itu.

1
Martono Tono
bagus
Manusia Biasa: Terima kasih kak sudah membaca
total 1 replies
isnaini naini
cie..cie..aq baca smbil snyum2 ini thor....
Manusia Biasa: hehe terimakasih sudah membaca kak. emang dua pemuda pemudi ini lucu cara interaksinya
total 1 replies
isnaini naini
aq ikut grogi nih al....😄
isnaini naini
astaga mat...alya sdh jungkir balik km nya lempeng...trlalu polos apa gimana sih km ini...😄
Manusia Biasa: wkwkw anakku emang gitu kak🗿 terlalu serius
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Manusia Biasa: Baik kak ditunggu updatenya ya kak, setiap hari saya usahakan 3x😁🙏
total 1 replies
isnaini naini
alya kah yg diajak nonton konser thor????
Manusia Biasa: di konser nanti bakal banyak plot terbuka, dijamin asik hehe. terima kasih sudah membaca kak
total 2 replies
Gege
apik dan epic bangeed...lanjoot Thor.. 10k kata tiap update
Manusia Biasa: siap, kak. ditunggu updatenya lagi ya
total 1 replies
Yuliani Jogja
sumpah aku ngakak Baca ini
Manusia Biasa: Terima kasih kak
total 1 replies
Yuliani Jogja
Gaz Ayo jual mamat
Manusia Biasa: gazzz
total 1 replies
Yuliani Jogja
noir plot twist banger wkwk
Manusia Biasa: wkwkwkwk emang kakak
total 1 replies
Yuliani Jogja
kann
Yuliani Jogja
putri? celebrate yang Diselamatin itu paling🤭
Yuliani Jogja
💪mantap gas terus rahmat
Gege
ide ceritanya warbyasaah...mungkin sekali update 10k kata kereen Thor..
Manusia Biasa: terima kasih kakak sudah membaca, ditunggu updatenya besok ya, saya usahin 3x setiap hari kalau gak ada kesibukan wkwk
total 1 replies
Yuliani Jogja
Karya luar biasa
Yuliani Jogja
mantapp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!