NovelToon NovelToon
Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Sistem Rebahan Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irzad

Lin Fan, seorang pekerja kantoran yang tewas karena kelelahan bekerja (tipes dan lembur), bereinkarnasi ke Benua Langit Azure sebagai murid rendahan di Sekte Awan Mengalir. Saat dia bersumpah untuk tidak pernah bekerja keras lagi di kehidupan keduanya, "Sistem Kemunculan Pemalas" aktif. Semakin malas dan santai dia, semakin kuat kultivasinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Meditasi Tidur

Rembulan perak menggantung tinggi di atas cakrawala Benua Langit Azure, membasahi puncak-puncak gunung Sekte Awan Mengalir dengan cahaya yang dingin dan tenang. Di Puncak Teratai Salju, angin malam membawa aroma es yang tajam, namun di lembah bawah, tepatnya di area Dapur Luar, udara terasa lebih berat, lembap, dan dipenuhi oleh sisa-sisa aroma kayu bakar yang padam.

Su Qingxue meluncur melintasi atap-atap bangunan sekte luar bagai bayangan biru yang tak kasat mata. Langkah kakinya nyaris tidak menyentuh genteng tanah liat; setiap kali ia melompat, ia seolah-olah didorong oleh aliran angin malam itu sendiri. Meridiannya kini telah pulih sepenuhnya, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Energi es di dalam tubuhnya mengalir dengan kejernihan yang belum pernah ia rasakan, berkat sup Urat Naga Tanah yang dipotong secara sempurna oleh "Senior Lin".

Namun, kesembuhan fisik bukanlah alasan utama ia menyelinap di tengah malam seperti ini. Ada rasa haus yang lebih dalam di dalam jiwanya—haus akan pencerahan.

Ia mendarat tanpa suara di dahan pohon beringin tua yang menaungi halaman Dapur Luar. Dari ketinggian itu, mata biru esnya yang tajam menatap ke arah pintu dapur yang kini tertutup rapat. Ia bisa melihat segel "Dilarang Masuk" yang dipasang oleh Wang Ta, namun bagi Su Qingxue, segel itu hanyalah formalitas. Yang membuatnya ragu adalah tekanan tak kasat mata yang seolah memancar dari dalam bangunan tersebut.

Apakah Senior sedang berlatih teknik rahasia di dalam sana? batin Su Qingxue. Dadanya berdebar sedikit lebih kencang. Ia tahu bahwa mengganggu latihan seorang ahli adalah tabu besar, namun keinginannya untuk belajar "Dao Kekosongan" jauh melampaui rasa takutnya.

Dengan gerakan yang sangat halus, ia turun dari pohon dan mendekati celah jendela kayu yang sedikit renggang. Ia menahan napasnya, mengunci seluruh pori-pori kulitnya agar auranya tidak bocor sedikit pun.

Di dalam Dapur Luar yang remang-remang, cahaya bulan menyelinap masuk melalui ventilasi, menciptakan garis-garis perak di atas lantai batu yang sudah bersih mengkilap. Su Qingxue memicingkan matanya. Ia tidak melihat kobaran api spiritual atau kilatan pedang. Yang ia dengar hanyalah suara deritan kayu yang ritmis dan sangat tenang.

Kreeet... kreeet...

Ia mengintip lebih dalam ke balik tirai sutra biru yang kini tertutup di sudut ruangan. Di sana, di atas sebuah kursi rotan yang tampak sangat biasa, sosok Lin Fan terlihat sedang bersandar. Kursi itu bergoyang pelan, maju dan mundur dengan kecepatan yang sangat konstan.

Su Qingxue tertegun. Matanya melebar saat ia menggunakan teknik 'Mata Roh Es' untuk melihat aliran energi di ruangan itu.

Pemandangan yang ia lihat membuatnya nyaris terjatuh dari posisinya. Ruangan dapur itu tidak kosong. Sebaliknya, udara di sekitar kursi goyang Lin Fan dipenuhi oleh pusaran energi Qi yang sangat murni dan berwarna hijau keemasan. Energi itu tidak meledak-ledak seperti saat seseorang melakukan teknik bela diri, melainkan mengalir lembut bagai napas alam semesta itu sendiri.

Setiap kali kursi itu bergerak mundur, energi di seluruh dapur seolah-olah tersedot masuk ke dalam tubuh Lin Fan melalui pori-porinya. Dan setiap kali kursi itu bergerak maju, Lin Fan melepaskan kepulan uap tipis dari hidungnya yang membawa serta kotoran-kotoran energi yang tidak murni.

Teknik Pernapasan Kosmik! Su Qingxue membekap mulutnya sendiri dengan tangan yang gemetar. Dia tidak sedang tidur! Dia sedang menggunakan seluruh tubuhnya sebagai perantara antara langit dan bumi! Postur tubuhnya yang miring ke kanan, tangan yang diletakkan di atas perut... itu pasti 'Formasi Tidur Sembilan Awan'!

Dalam pandangan Su Qingxue yang penuh pencerahan salah kaprah, setiap detail dari penampilan Lin Fan yang berantakan memiliki makna mendalam.

Lin Fan saat ini sedang tidur miring dengan mulut sedikit terbuka. Bagi Su Qingxue, mulut yang terbuka itu adalah "Gerbang Surga" yang sedang menghirup esensi bulan. Setitik air liur yang mengering di sudut bibir Lin Fan? Su Qingxue menganggapnya sebagai "Cairan Dewa" yang merupakan sisa dari pemurnian energi yang sangat padat.

Bahkan dengkuran Lin Fan yang terkadang terdengar seperti babi hutan yang sesak napas, terdengar di telinga Su Qingxue sebagai "Mantra Getaran Vokal" yang digunakan untuk menghancurkan setan dalam pikiran.

"Luar biasa..." bisik Su Qingxue sangat pelan hingga nyaris tak terdengar oleh telinganya sendiri. "Senior Lin benar-benar telah mencapai tahap di mana setiap detik kehidupannya adalah kultivasi. Tidur bagi beliau bukanlah istirahat, melainkan cara untuk menyatu dengan ketiadaan. Inilah yang beliau maksud dengan jangan membuang energi—beliau membiarkan alam semesta yang bekerja untuknya!"

Tiba-tiba, Lin Fan menggerakkan kakinya. Ia menendang udara seolah-olah sedang mengusir nyamuk dalam mimpinya.

Su Qingxue tersentak mundur, jantungnya serasa berhenti. Apakah aku ketahuan? Apakah tendangan itu adalah sebuah peringatan?

Ia memperhatikan dengan seksama. Tendangan Lin Fan tadi secara tidak sengaja menggeser posisi kursi goyangnya sekitar tiga derajat ke arah timur. Seketika, pusaran Qi di ruangan itu berubah arah, mengikuti posisi baru Lin Fan.

Dia mengatur feng shui ruangan hanya dengan satu tendangan kaki saat bermeditasi! Su Qingxue merasa dunianya terguncang. Ia segera duduk bersila di luar jendela, tepat di atas tanah yang kotor. Ia tidak peduli lagi pada jubah sutranya yang mahal. Ia ingin mencoba menyelaraskan napasnya dengan deritan kursi goyang Lin Fan.

Ia memejamkan mata, mencoba mengosongkan pikirannya dari semua teknik pedang yang pernah ia pelajari. Ia mencoba mengikuti ritme kreeet... kreeet... tersebut.

Satu menit... dua menit... sepuluh menit berlalu.

Su Qingxue mulai merasakan sesuatu. Hawa dingin di meridiannya mulai melunak. Ia merasa seolah-olah berat tubuhnya menghilang. Ia tidak lagi merasa sebagai seorang jenius Puncak Teratai Salju yang harus selalu menang; ia merasa hanya sebagai bagian kecil dari alam semesta yang luas.

Airmata mengalir dari matanya yang tertutup. Ini adalah ketenangan yang belum pernah ia capai selama belasan tahun berlatih di bawah air terjun es. Inilah "Dao Kekosongan" yang sesungguhnya—Dao yang tidak menuntut apa-apa, Dao yang membiarkan segala sesuatu terjadi apa adanya.

Di dalam mimpi Lin Fan...

Lin Fan sedang berada di sebuah pujasera raksasa di Jakarta. Di depannya ada sepiring nasi goreng kambing yang sangat harum dan segelas es teh manis yang jumbo. Namun, setiap kali ia ingin menyuapkan nasi itu ke mulutnya, seorang pelayan restoran yang wajahnya mirip Diaken Hu terus saja mengambil piringnya dan menyuruhnya mengerjakan laporan audit tahunan.

"Pergi... jangan ganggu makanku..." gumam Lin Fan dalam tidurnya. Ia merasa ada seekor nyamuk yang terbang di dekat telinganya—sebenarnya itu adalah suara desiran Qi dari Su Qingxue yang sedang bermeditasi di luar jendela.

Lin Fan mengibaskan tangannya ke udara, berusaha mengusir "nyamuk" tersebut.

[Ding! Terdeteksi Host sedang memberikan 'Tamparan Pencerahan' dalam keadaan tidak sadar.]

[Target 'Su Qingxue' menerima gelombang kejut Dao.]

[Menerima Pengalaman Kultivasi Pasif: +800]

[Inisiasi Terobosan Otomatis: Selamat! Host telah mencapai Pemurnian Tubuh Tingkat 7!]

Bzzzztt!

Tubuh Lin Fan tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang selama satu detik sebelum akhirnya meredup kembali. Terobosan ke Tingkat 7 ini menyebabkan otot-ototnya mengalami pemadatan instan, membuat kasur di bawah kursi goyangnya sedikit melesak karena beban tubuhnya yang menjadi lebih padat dan kuat.

Getaran dari terobosan itu menghantam jendela kayu tempat Su Qingxue bersandar.

DUG!

Su Qingxue terlempar mundur beberapa meter karena gelombang energi tersebut. Ia mendarat dengan posisi berlutut, napasnya memburu. Matanya menatap ke arah jendela dengan penuh ketakutan sekaligus rasa syukur yang mendalam.

"Satu tamparan udara... dan aku langsung menembus kemacetan di tingkat ketujuh Alam Pemurnian Qi..." gumam Su Qingxue, suaranya gemetar. "Senior Lin baru saja memperingatkanku bahwa aku terlalu serakah dalam menyerap pencerahan malam ini. Beliau ingin aku pulang dan mencerna apa yang sudah kudapatkan."

Ia bangkit berdiri, merapikan jubahnya yang kini penuh debu. Ia membungkuk dalam-dalam ke arah bangunan dapur yang sunyi itu selama satu menit penuh.

"Terima kasih atas bimbingan malam ini, Senior. Qingxue akan selalu mengingat pelajaran tentang 'Tendangan Pengubah Arah' dan 'Tamparan Pengusir Gangguan' ini," ucapnya dengan nada suci.

Dengan satu lompatan ringan, ia menghilang ke dalam kegelapan malam, kembali ke Puncak Teratai Salju dengan hati yang dipenuhi oleh semangat baru untuk menjadi seorang "Pemalas yang Disiplin".

Keesokan paginya...

Matahari mulai memanjat langit, menghangatkan atap Dapur Luar. Lin Fan mengerang pelan, membuka matanya yang masih terasa berat. Ia merasakan tubuhnya terasa sangat segar, namun ada sensasi aneh di otot-ototnya.

"Kenapa tanganku terasa sedikit pegal? Padahal seingatku aku hanya memegang sendok di dalam mimpi," gumam Lin Fan sambil mengucek matanya.

Ia mencoba bangkit dari kursi goyangnya, namun ia baru menyadari sesuatu. Di ambang jendela kayu di depannya, ada sehelai pita sutra biru muda yang tertinggal, serta aroma bunga teratai es yang sangat akrab.

Lin Fan menatap pita itu dengan pandangan kosong selama tiga puluh detik.

"Jangan bilang..." Lin Fan menelan ludah. "Gadis es itu menyelinap ke sini tadi malam untuk melihatku tidur?"

Ia segera memeriksa sistemnya.

[Log Aktivitas Sistem:]

- Memandu Su Qingxue melalui dengkuran: Selesai.

- Memberikan pencerahan lewat tamparan nyamuk: Selesai.

- Terobosan ke Tingkat 7: Berhasil.

Lin Fan menjatuhkan kepalanya kembali ke bantal kursi goyangnya dengan ekspresi putus asa.

"Sialan..." keluh Lin Fan, menutupi wajahnya dengan tangan. "Aku benar-benar tidak punya privasi di dunia ini. Bahkan saat tidur pun aku dipaksa menjadi guru les privat. Jika begini terus, aku akan mencapai Alam Abadi sebelum sempat menikmati masa pensiun di dapur ini!"

Zhao Er masuk membawa baskom air hangat, wajahnya terlihat sangat ceria. "Tuan Lin! Tuan Lin! Anda tahu tidak? Pagi ini seluruh tanaman di sekitar dapur kita mendadak mekar sempurna! Murid-murid luar mengatakan bahwa aura Tuan semalam telah menyuburkan tanah ini!"

Lin Fan menatap Zhao Er dengan tatapan "Aku ingin mati saja".

"Zhao Er... tolong bawakan aku air minum yang banyak," pinta Lin Fan lemas. "Kultivasi sambil tidur ternyata membuat tenggorokanku sangat kering."

Lin Fan menyadari bahwa rencananya untuk menjadi "Ikan Masin" yang tidak dikenal sudah gagal total. Sekarang, bukan hanya murid pelayan dan para Tetua, tapi bahkan takdir seolah-olah sedang memaksanya untuk menjadi bintang utama dalam turnamen yang akan datang.

"Tujuh hari lagi..." bisik Lin Fan, menatap lencana giok Su Qingxue yang masih tergeletak di meja. "Aku harus benar-benar memikirkan cara agar kursi goyangku bisa ikut masuk ke arena. Kalau aku harus berdiri di depan ribuan orang, aku lebih baik mengundurkan diri dari kehidupan ini sekarang juga."

1
ikyar
bagus lucu
rinn
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!