NovelToon NovelToon
HARUS MENIKAH LAGI

HARUS MENIKAH LAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myatra

Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.

Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.

Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.

Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Setiap hari, Nindi masih mengintai rumah Yuda. Kadang Nindi datang pagi hari sebelum berangkat ke kantor, kadang siang hari, sengaja meluangkan waktu di jam istirahatnya, atau sore hari, setelah pulang kantor.

Namun tetap saja tak membuahkan hasil apa-apa. Rumah Yuda tetap sepi dan kosong dengan halaman rumah yang sangat kotor tak terurus.

Pernah suatu hari, halaman rumah Yuda nampak rapi, bersih dari rumput-rumput liar, Nindi sudah merasa senang harapannya membuahkan hasil, menunggu lama, tapi tetap saja rumah Yuda tetap sepi seperti tak berpenghuni.

Halaman rumah yang terlihat rapi, karena Yuda sudah membayar seseorang untuk rutin membersihkan halaman rumahnya, jika rumput-rumput liar sudah rimbun.

Kegiatan Nindi yang bolak-balik melihat rumah Yuda, tentu saja menarik perhatian warga sekitar, mereka mencurigai Nindi berniat jahat, karena rumah Yuda dalam keadaan kosong.

Banyaknya laporan yang diterima pak Arif, ketua RT di tempat Yuda tinggal, dan dia yang diamanahi menjaga rumah Yuda membuat pak Arif langsung mengecek kebenarannya.

Pak RT yang sengaja melewati jalan sekitar rumah Yuda, melihat seorang wanita sedang melihat ke arah rumah Yuda. Pak RT langsung menghampiri Nindi saat itu juga.

"Assalamualaikum..." Pak Arif mencoba menyapa Nindi.

Nindi terkejut karena tidak menyadari seseorang mendatanginya.

"Wa..alaikum salam, pak." Nindi agak gugup menjawab salam dari pak RT.

"Maaf sebelumnya mba, saya sering melihat mba di sekitar sini, jika boleh tahu ada keperluan apa ya?"

Nindi bingung, alasan apa yang harus dia katakan pada pria paruh baya dihadapannya.

"Saya sedang mencari teman saya, pak. Tapi sepertinya rumahnya kosong."

"Teman mba, namanya mba Afifah?"

"Bukan, pak. Teman saya pak Yuda nya. Saya teman sekantornya dulu."

"Kebetulan mas Yuda dan mba Afifah sudah pindah, sudah hampir satu bulan."

Nindi nampak berfikir, "Jadi betul jika, Yuda dan Afifah sudah pindah. Semoga bapak ini bisa dimintai informasi alamat baru Yuda."

"Bapak tahu kemana pak Yuda dan mba Afifah pindah?"

"Kebetulan saya kurang tahu, mba. Kenapa tidak mba coba hubungi saja."

"Nomor keduanya tidak bisa dihubungi, pak." Tiba-tiba Nindi seolah mendapat ide, Nindi memasang wajah sedih.

"Jika bapak mempunyai informasi alamat baru pak Yuda, saya minta tolong hubungi saya di nomor ini ya pak!"

Nindi menyerahkan kartu namanya. Melihat wajah Nindi yang berubah sedih, pak RT merasa iba. Pak RT mengajak Nindi ke rumahnya, karena sepertinya, Nindi serius mencari Yuda.

Setelah mempersilahkan Nindi duduk, pak RT meminta istrinya, untuk menemaninya mengobrol dengan Nindi.

"Kalau boleh tahu, mba ada keperluan apa ya sama mas Yuda?"

"Saya... saya..." Nindi tak melanjutkan kata-katanya, Nindi malah menangis. Cepat bu RT memberikan Nindi air dan mengusap punggungnya, mencoba memberi kekuatan.

Nindi menghentikan tangisannya, meskipun masih sedikit terisak.

"Saya ingin meminta pertanggung jawaban pak Yuda, pak. Saya hamil anak pak Yuda."

Pak RT dan istrinya kaget mendengar pengakuan dari wanita dihadapannya. Mereka seakan tak percaya jika pak Yuda tega menghamili wanita tersebut. Selama ini, mereka mengenal Yuda sebagai sosok yang agamis, selalu shalat berjamaah d mesjid, bahkan pernah beberapa kali mengimami shalat, hafalan dan bacaannya sangat bagus.

Sebagai ketua RT, yang sering diminta pendapat untuk menyelesaikan masalah, pak Arif tak bisa sembarangan memutuskan. Pak Arif baru mendengar dari satu pihak saja.

"Saya akan coba membantu mencari informasi tentang mas Yuda, nanti jika sudah dapat, saya akan langsung menghubungi mba."

Nindi tertawa dalam hati, "Yes, kali ini, pasti rencanaku berhasil. Yuda akan segera jadi milikku."

"Kalau begitu saya pamit, pak, bu. Terima kasih sebelumnya sudah berniat membantu saya. Saya sangat menunggu kabar dari bapak."

Bu dewi, Istri pak Arif, mengantarkan Nindi sampai keluar pagar.

"Ibu ko ya nggak percaya kalo mas Yuda seperti itu ya pak." Bu Dewi langsung mengeluarkan isi hatinya begitu masuk rumah.

"Sama, bapak juga nggak yakin, bu. Tapi bapak nggak boleh gegabah, bapak akan coba menghubungi mas Yuda, menanyakan hal ini. Ibu jangan bilang ke yang lain tentang masalah ini, takut nanti jatuhnya Fitnah!"

"Iya, pak."

Pak Arif, langsung menghuhungi Yuda, nomornya nyambung, namun tak diangkat, dicoba beberapa kali tetap sama tak diangkat juga oleh Yuda.

¤¤FH¤¤

Afifah sedang duduk di meja makan memotong sayuran, hari ini moodnya sedang baik, ia ingin memasak sesuatu sebelum mamahnya pulang pengajian.

Setelah melihat kalender, entah kenapa perasaan Afifah sangat yakin, jika dirinya sedang hamil. Dan perasaan bahagia itu membawa efek semangat untuk beraktivitas.

Saat sedang memakan sayur yang dia buat, terdengar salam dari depan, segera Afifah beranjak untuk membukakan pintu. Ternyata mamah Ajeng dan ibunya Yuda yang datang.

Mamah Ajeng dan ibu Sri kebetulan ada pengajian yang sama. Ibu Sri menanyakan kabar menantunya, mamah Ajeng yang tak terbiasa berbohong, memberitahu jika semenjak berpisah dengan Yuda, Afifah susah makan. Ibu Sri yang mengkhawatirkan menantunya datang berkunjung.

Afifah menyambut kedatangan mertuanya dengan suka cita.

"Neng kelihatan segeran sekarang?"

"Iya, mah. Alhamdulillah sudah lebih baik."

"Aduh, maaf bu Sri, jadi merepotkan. Ternyata Afifah sudah baikan."

"Nggak apa-apa, bu. Saya juga ingin bertemu dengan Afifah."

"Neng masak? Harum masakan."

"Iya, mah. Afifah lagi pengen makan sayur capcay tadi. Ayo mamah sama ibu langsung makan saja, mumpung masih hangat."

Afifah ikut makan kembali, tapi hanya lauknya saja yang bisa dia makan.

"Neng lagi diet? Makannya cuma sayur sama goreng ayam saja nggak pake nasi."

"Nggak diet ko bu. Nggak tahu kenapa, setiap mencium bau nasi, Afifah langsung mual."

Ibu yang mendengar penuturan Afifah, tersenyum. Ibu menyadari sesuatu, melihat wajah Afifah seperti ada aura yang berbeda.

Mamah Ajeng dan ibu sudah selesai makannya, tapi mereka semua belum beranjak dari meja makan, mereka masih mengobrol. Afifah akhirnya mengatakan jika dirinya bulan ini belum haid, sudah telat dua minggu lebih.

Mamah Ajeng dan ibu Sri bahagia mendengarnya, mereka berharap semoga yang mereka inginkan menjadi kenyataan.

Ibu Sri mengatakan jika dia juga curiga Afifah hamil, karena ada sebagian wanita ngidam yang nggak suka mencium wangi nasi. Ibu berharap Afifah menjaga baik-baik kandungannya.

Mamah Ajeng langsung mengajak Afifah ke periksa ke bidan untuk memastikan, menurut mamah Ajeng, bidan juga menyediakan alat tes kehamilan. Afifah pun setuju nanti sore dia memeriksakan diri ke bidan.

¤¤FH¤¤

Karena tak bisa menghubungi Yuda, pak RT mencoba menghubungi Afifah.

Afifah yang mendengar ada panggilan masuk ke ponselnya, langsung menjawab panggilan yang ternyata dari pak RT.

Setelah mengucapkan salam, dan berbasa-basi, pak Arif mengutarakan maksudnya menelepon Afifah. Pak Arif menceritakan semuanya dengan detail, termasuk laporan warga yang sering melihat Nindi di sekitar rumah Afifah.

Afifah meminta, agar pak RT jangan menghubungi Yuda, karena saat ini Yuda baru bekerja lagi. Biar Afifah saja yang memberitahu Yuda, Afifah berjanji akan datang ke rumahnya, dan menyelesaikan masalah tentang Nindi.

Afifah juga meminta pak RT untuk mempercayai suaminya, karena tak mungkin suaminya melakukan dosa besar zina.

Pak RT berjanji akan membantu masalah ini sampai selesai. Panggilan diakhiri setelah keduanya mengucapkan salam.

Setelah menutup teleponnya, Afifah mengeluarkan nafasnya dengan kasar. Ternyata Nindi masih saja terus membayangi kehidupan rumah tangganya dengan Yuda.

Afifah memikirkan langkah yang harus dilakukannya. Afifah ingin membicarakan masalah ini secara langsung dengan Yuda.

Pekan depan, Yuda mengabarkan jika dirinya akan mengambil jatah liburnya untuk pulang. Mungkin itu saat yang tepat untuk mengatakan langsung pada Yuda.

Afifah tak mungkin menghadapi masalah ini sendiri, Afifah harus meminta saran mamahnya.

Afifah sangat mengenal dan mempercayai suaminya.

BERSAMBUNG

1
Bunga Joempa Al-asywaq
semoga seru
Appleeza
Nindi bukan Wirda.. Wirda udah meninggal..🤭
Sulfia Nuriawati
lanjutin dong sampe end jd g gantung kisahnya y🤔🤔🤔
Sulfia Nuriawati
mk nya jd laki² jgn sombong mentang² kata talak ada d tngan kaum laki, jd saat kesal, marah mulutnya lemes bgtu sadar udah telat mas bro
Sulfia Nuriawati
jd laki kok bs d setir istri bego bnget, istrinya jg kebangetan jd irg, talak aja kalo g mw berubah
Sulfia Nuriawati
tp brt jg kalo rujuk, kan luna hrs niksh lg tp nikah jg g main² jgn cm karna mw rujuk jd asal nikshnya, lbh baik cr solusi lwt org yg lbh ngerti hal itu, jgn akhirnya jd mslh
Sulfia Nuriawati
awal bc g bgtu menarik tp mkin lama mkin pen

asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
Nhya HA💜RM
sakti kamu benar2 egois...
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
Nhya HA💜RM
kalau sampai Yuda nikah bener2 keterlaluan sakti, andi dan keluarganya.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.
Yusri Yusoff
HARUSNYA MENIKAH LAGI UDAH HABIS YA.... padahal di bab tersebut ada kata sambung. gak puas kesudahannya dan minta pembaca nunggu tp tiada sambungannya malah dimasukan cerita novel lain.
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Ray Aza
ga pny bpjs ya thor? pensiunan pns kan pny askes.. 🤭
Neni Bunda Alif
nindi iya kan thor..
Neni Bunda Alif
yuda rajin amat berproduksi nya...🤭
Neni Bunda Alif
si nindi gak nyadar, .udah d kasih kebahagiaan ....waktu sm suami nya ....
Neni Bunda Alif
afifa hamil lg ya thor....jd sensitif
Neni Bunda Alif
ibu nya yuda tuh nm nya siapa sih thor. kadang asti kadang sri..mungkin nama nya sri asti ya thor ..,hehe
Neni Bunda Alif
luna sm mario aja thor
Neni Bunda Alif
dasar nindi...andi udah tau semua borok mu...kalau kamu gak bisa memeiliki keturunan..
Neni Bunda Alif
nanti mario jatuh cinta beneran sm aluna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!