Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Seketika Risa menitik kan air mata, dia terharu dengan pengakuan laki - laki yang ada di hadapan nya sekarang.
"Risa, jangan menangis. Maaf kan aku jika aku membuat mu tidak nyaman!" Alvian langsung menghapus air mata yang menetes dari kelopak mata Risa.
"Tidak papa pak, saya baik - baik saja!" Risa segera tersadar dari lamunan nya.
"Maaf kan aku Risa, aku akan menjauh dari mu jika kau merasa kehadiran ku mengganggu mu!" Alvian pun berkata sambil melepas kan genggaman tangan nya dari tangan Risa.
Alvian pun segera berdiri dan dia segera membayar bubur ayam yang sudah mereka makan, setelah itu dia berjalan dengan langkah gontai menuju mobil nya. Tapi ketika tangan nya baru saja menyentuh gagang pintu mobil nya, Risa menahan nya dengan tangan nya.
"Maaf kan aku pak Alvian, karena selama ini aku tidak menyadari semua itu!" Risa tersenyum di hadapan nya.
Alvian masih belum percaya sepenuhnya, dia masih mematung di sisi mobil nya.
"Apakah kita bisa memulai segala sesuatu nya sekarang?" Risa bertanya sambil tersenyum.
Pertanyaan Risa seketika membuat hati Alvian menjadi sejuk, seperti hujan deras di padang pasir.
"Risa, kau bersedia menerima ku?" Alvian balik bertanya.
Risa menganguk kan kepala nya dengan mantap, seketika hal itu juga membuat Alvian lupa diri. Dia langsung memeluk tubuh Risa dengan erat, seakan takut untuk melepas kan nya.
"Pak Alvian, jika kau tidak melepas kan aku mungkin orang - orang akan menilai kita sebagai pasangan mesum!" Bisik Risa tepat di telinga nya Alvian.
Refleks Alvian melepas kan pelukan nya, dan dia memandangi Risa dengan perasaan bahagia.
"Maaf kan aku sayang, aku sangat bahagia!" Alvian memanggil Risa dengan sebutan sayang.
"Ayo kita kekantor, aku tidak mau kita jadi tontonan orang- orang!" Risa pun segera memutar tubuh nya dan masuk ke dalam mobil lewat pintu sebelah kiri.
Alvian pun segera masuk ke dalam mobil nya dan dia pun mengendarai mobil nya menuju ke kantor tempat mereka bekerja. Turun dari mobil nya, Alvian bahkan tidak pernah melepas kan genggaman tangan nya pada Risa ketika berjalan.
Sontak saja hal itu membuat orang- orang yang melihat nya menjadi heran, bahkan ada bisik - bisik yang mengatakan bahwa Risa adalah wanita murahan. Tentu saja hal itu membuat Alvian murka.
Dengan cepat dia membalikkan badan nya dan langsung berkat dengan tegas.
"Saya peringat kan untuk kalian semua, jika ada yang berani bicara buruk tentang calon istri saya, maka bersiap lah keluar dari tempat ini. Dan lebih parah nya lagi, kalian akan mengalami nasib yang sama seperti Erlin!" Tegas Alvian tangan melepas kan genggaman tangan nya pada Risa.
Seketika mereka yang mendengar nya lansung menunduk dan ketakutan akan ancaman nya Alvian, mereka tidak ingin kehilangan pekerjaan yang selama ini menghidupi keluarga nya.
"Ayo sayang!" Alvian pun segera mengajak Risa meninggal kan orang - orang yang tampak ketakutan itu.
Hubungan antara Risa dan Alvian kini sudah menyebar di seluruh kantor bak wabah penyakit, teman - teman Erlin yang dulu mendukung nya kini malah tidak berani mengangkat wajah mereka di depan Risa. Ancaman yang di berikan oleh Alvian membuat semua orang menjadi takut.
*****
Jam pulang kerja sudah tiba, Risa pulang ke rumah nya dengan di antar kan oleh Alvian. Alvian tidak akan pernah membiarkan wanita nya pulang dan pergi sendiri, dia akan menjadi sopir pribadi untuk Risa.
Nek Asih yang melihat Risa pulang di antar kan oleh Alvian dengan wajah cerah, berbeda dengan ketika dia berangkat tadi.
"Cucu nenek ceria banget!" Goda bek Asih pada Risa.
"Apaan sih nek!" Risa menjadi malu dengan wajah bersemu merah.
Risa dan Alvian segera duduk di ruang tamu, nek Asih bisa melihat bahwa ada sesuatu yang akan di bicarakan Alvian pada nya.
"Nek, Alvian mau menyampaikan sesuatu pada nenek!" Alvian berbicara dengan serius pada nenek nya.
"Kataka nak, ada apa?" Nek Asih pun tak kalah serius dengan Alvian.
"Nek, restui aku dan Risa nek, izin kan aku menjadikan nya pendamping hidup ku sampai ke surga!" Alvian memulai meminta restu pada wanita tua itu.
"Benar kah itu nek?" Tanya nek Asih dengan mata yang berkaca - kaca.
"Iya nek, aku berjanji akan menjaga Risa dan tidak akan membiarkan Risa di sakiti oleh siapa pun, termasuk diri ku sendiri" Alvian berjanji pada nek Asih.
"Risa, apakah kau sudah menerima nak Alvian nak? Sebelum nenek memberi restu untuk kalian!" Nek Asih kini beralih pada cucu nya.
"Insya Allah nek!" Jawab Risa mantap.
"Nenek merestui kalian berdua nak, tolong jaga Risa dengan baik. Jika kau sudah tak menginginkan diri nya, nenek minta tolong kembalikan dia pada nenek!" Nek Asih terharu dengan niat baik Alvian terhadap cucu nya.
"Terima kasih banyak nek!" Alvian pun kini menangis bahagia sambil bersimpuh di dalam pelukan nek Asih.
"Bangun lah nak, kalian berdua berhak bahagia!" Nenek Asih mengangkat dagu Alvian agar bisa menatap mata nya.
Kini Alvian dan Risa memeluk nek Asih dengan perasaan bahagia, nek Asih memeluk kedua nya dengan di iringi tangisan bahagia.
"Nak, bisakah nenek meminta satu hal pada mu?" Nek Asih bertanya pada Alvian.
"Katakan nek, aku akan memenuhi semua permintaan nenek!" Jawab Alvian dengan yakin.
"Nak, bisa kah pernikahan kalian di adakan di sini. Dulu saat Risa menikah dengan Arvin, nenek tidak di izin kan datang oleh ibu tiri nya Risa. Jadi sekarang nenek ingin menyaksikan sendiri cucu nenek menikah!" Nek Asih mengutarakan permintaan nya.
"Iya nek, nenek jangan khawatir. Pernikahan Alvian dan Risa akan di adakan di sini!" Alvian setuju dengan permintaan nek Asih.
Nek Asih bahagia sekali mendengar nya, kini dia bisa menyaksikan cucu satu - satu nya menikah. Dulu saat dia ingin menghadiri pernikahan Risa yang pertama, dia di ancam akan di bunuh oleh Mama Lia.
"Nek, benar kah ketidak hadiran nenek dulu karena di ancam oleh Mama Lia?" Tanya Risa pada nenek nya.
"Benar nak, Lia mengancam akan menggagal kan pernikahan mu jika nenek hadir di sana!" Nek Asih mengangguk kan kepala nya.
"Kurang ajar, Mama Lia dan Wulan sudah sangat keterlaluan. Mereka juga yang membuat ayah meninggal, mereka tidak akan ku ampuni!" Risa mengepal kan tangan nya.
"Jadi Darmawan meninggal gara - gara mereka, astagfirullah hal adzim, mereka sangat keterlaluan!" Nek Asih ikut geram setelah mengetahui fakta yang selama ini tidak dia ketahui.
Risa lalu menceritakan bahwa ayah nya terkena serangan jantung saat dia memergoki Arvin yang sedang berselingkuh dengan Wulan, Pak Darmawan sangat syok sehingga membuat penyakit jantung nya kumat dan akhir nya meninggal dunia.