NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Menyembunyikan kebenaran

Nancy terdiam sejenak. Pertanyaan ini membuatnya sedikit tidak nyaman. Sorot mata para wartawan menatapnya penuh rasa ingin tahu. Lily, sang manajer memberikan tatapan yang seolah berkata, "Hati-hati dengan jawabanmu."

Nancy menarik napas dalam-dalam, lalu menjawab dengan tenang, "Ya, itu benar. Saya pernah menikah."

Ruangan itu langsung riuh. Para wartawan saling berebut untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya.

"Kapan Anda menikah dan bercerai?"

"Siapa nama mantan suami Anda?"

"Kenapa Anda tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya?"

Nancy mengangkat tangannya, meminta para wartawan untuk tenang. "Saya akan menjawab pertanyaan kalian satu per satu," katanya. "Saya memang pernah menikah beberapa tahun lalu kemudian bercerai tidak lama ini. Dan mengenai siapa mantan suami saya itu tidaklah penting. Saya tidak ingin membicarakan detailnya karena ini sangat pribadi."

Seorang wartawan wanita bertanya dengan nada penasaran, "Lalu, apakah Anda punya anak dari pernikahan tersebut?"

Nancy tersenyum tipis. "Tidak, saya belum dikaruniai anak!" jawabnya dengan tegas.

Jawaban Nancy itu seolah melegakan para wartawan. Mereka merasa mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan.

"Lalu, bagaimana dengan rencana Anda ke depan, Nancy? Apakah Anda berencana untuk menikah lagi?" tanya seorang wartawan.

Nancy tertawa. "Saya belum memikirkannya," jawabnya. "Saat ini, saya sangat menikmati kesendirian saya dan ingin fokus pada karier."

Setelah menjawab semua pertanyaan wartawan, Nancy meninggalkan ruang wawancara. Ia merasa lega karena berhasil melewati sesi yang menegangkan itu.

"Kerja bagus, Nan," puji Lily. "Kamu berhasil mengendalikan situasi dengan baik."

"Terima kasih, Ly," jawab Nancy. "Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpamu."

"Kamu tidak perlu khawatir," kata Lily. "Aku akan selalu ada untukmu."

Nancy tersenyum. Ia merasa beruntung memiliki Lily sebagai manajernya. Lily selalu memberikan dukungan dan saran yang terbaik untuknya.

"Aku lelah," kata Nancy. "Aku ingin pulang dan beristirahat."

"Baiklah," jawab Lily. "Aku akan mengantarmu pulang."

Lily mengantar Nancy ke apartemennya. Setelah sampai di sana, Nancy langsung masuk ke kamar dan pergi ke kamar mandi. Ia ingin berendam untuk menenangkan dirinya dari rasa lelah yang menderanya, baik fisik maupun mental.

Sambil menikmati sensasi air hangat dan sabun aroma terapi, Nancy memejamkan mata. Ia memikirkan pertanyaan-pertanyaan wartawan tentang kehidupan pribadinya. Sungguh, pertanyaan itu membuatnya merasa tidak nyaman karena harus berbohong tentang masa lalunya. Ada sedikit rasa bersalah telah menyembunyikan kebenaran dari publik.

Namun, ia juga tidak punya pilihan lain. Ia tidak mungkin mengungkapkan kebenaran tentang masa lalunya. Publik pasti akan membencinya serta menghakiminya. Dan yang lebih mengerikan dari itu semua, karier yang dibangunnya dengan susah payah pasti akan hancur. Ia tidak mau hal itu sampai terjadi.

Nancy menghela napas. Ia merasa terjebak dalam lingkaran kebohongan yang tidak berujung dan tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar dari lingkaran itu.

.

.

.

Sementara itu, setelah menidurkan anak-anaknya, Darrel duduk di ruang tamu, lalu menghitung penghasilan yang didapat hari ini. "Alhamdulillah penghasilan hari ini lumayan banyak," ucapnya dengan rasa syukur.

Kemudian dia menyisihkan sebagian untuk modal esok hari, buat makan dan jajan anak-anak lalu sebagian lagi ditabung.

"Aku harus berusaha lebih keras lagi, agar impianku untuk memiliki kafe segera terwujud," gumamnya pelan lalu menghela napas dalam-dalam.

Setelah selesai menghitung uang, Darrel menyimpannya di tempat yang aman. Selanjutnya dia menyalakan televisi untuk sejenak bersantai.

Darrel mencari saluran berita. Sampai akhirnya pencariannya berhenti ketika muncul berita tentang Nancy. Darrel langsung memfokuskan perhatiannya pada layar televisi tersebut.

"Aktris cantik Nancy Feriawan akhirnya buka suara tentang kehidupan pribadinya," kata seorang pembawa berita.

Deg

Jantung Darrel tiba-tiba berdegup kencang. Perasaannya mendadak tidak enak.

"Dalam wawancara eksklusif, Nancy mengakui bahwa dirinya pernah menikah, tetapi belum dikaruniai anak. Berikut adalah petikan wawancara kami." Lalu muncullah di layar tayangan Nancy menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan.

Darrel terdiam, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia tertawa sinis. "Baiklah jika kamu tidak mengakui mereka itu lebih baik. Dengan begitu kamu tidak berhak menemui mereka."

Dia lantas mematikan televisi, hatinya terasa sakit mengetahui fakta bahwa mantan istrinya itu dengan terang-terangan tidak mengakui keberadaan anak-anak mereka. Darrel meraup mukanya kasar, amarah dan kekecewaan memenuhi rongga dadanya hingga sangat sulit rasanya untuk sekedar bernapas.

Darrel bangkit dari sofa lalu masuk ke kamar. Di pandanginya wajah polos sang anak. "Kasihan sekali kamu, Nak. Mamamu bahkan tidak mengakui keberadaan kalian," gumamnya dalam hati.

"Tapi jangan khawatir, papa akan selalu melindungi kalian dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian." Darren menciumi kedua anaknya, sebelum akhirnya dia sendiri merebahkan diri dan memejamkan mata.

.

.

.

Keesokan harinya, Darrel bangun pagi dengan semangat baru. Setelah menunaikan kewajibannya, dia lantas menuju dapur memasak sarapan untuk Zoey dan Zayn, sambil menyiapkan dagangannya. Hari ini dia ingin berjualan lebih pagi dari biasanya agar rejeki yang didapatkannya pun lebih banyak.

Selesai memasak sarapan, Darrel segera menata dagangannya di gerobak motornya. Bu Murni datang membawa titipan dagangannya. "Assalamualaikum, Mas Darrel," sapanya sambil tersenyum.

"Wa'alaikumsalam, Bu," sahut Darrel.

"Hari ini saya menambah menu ya, Mas. Nasi kuning sama ketan," kata Bu Murni seraya meletakkan dua kotak kontainer kecil ke dalam gerobak. "Semoga laris manis, ya."

"Aamiin, Bu," ucap Darrel mengatupkan kedua telapak tangannya mengaminkan ucapan Bu Murni. Selanjutnya dia mengambil uang dan memberikannya pada wanita tersebut.

"Ini uang penjualan kue kemarin, Bu. Kuenya laku semua, anak-anak yang menawarkannya pada setiap orang yang lewat."

Bu Murni tersenyum dengan mata berbinar. "Wah...! Pintarnya mereka ya, Mas. Mau membantu papanya. Terima kasih banyak. Kalau begitu saya permisi, wassalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam," jawab Darrel, lantas masuk ke dalam rumah untuk membangunkan kedua anaknya.

Namun, rupanya anak-anak sudah bangun dan Darrel tersenyum melihatnya. "Wah...anak-anak papa sekarang makin pintar, ya. Papa nggak perlu bangunin, kalian sudah punya inisiatif sendiri," pujinya pada sang anak.

"Papa hari ini mau jualan pagi, ya?" tanya Zayn yang melihat motor papanya telah siap.

"Iya, Sayang. Supaya hasil yang di dapat makin banyak," jawab Darrel.

"Kalau begitu Zoey mau mandi, terus kita sarapan di sana saja, Papa," kata Zoey.

"Zayn juga mau mandi," timpal Zayn. "Ayo, cepat, Papa!"

Darren cengo melihat antusiasme anak-anaknya, tetapi kemudian dia tersenyum lalu menyusul anak-anak ke kamar mandi dan memandikan mereka satu persatu.

Setelah selesai berpakaian dan memakaikan suncreen pada mereka, Darrel langsung mengajak keduanya berangkat. Tak lupa membawa bekal untuk mereka sarapan.

"Let's go, Papa!" teriak keduanya dari atas gerobak motor.

Darrel tersenyum, lantas melajukan motor roda tiganya dengan hati yang terasa ringan.

Sesampai di tempat biasa mangkal, dia segera memarkirkan motornya lalu menurunkan anak-anak.

"Ya Allah, lariskan lah jualan kita hari ini," doa Zayn.

"Aamiin..." Zoey mengaminkan.

"Supaya Papa segera punya warung kopi yang besar, aamiin," lanjut Zayn dalam doanya lalu mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya

"Aamiin..." Zoey melakukan hal yang sama.

Darrel berdiri terpaku dengan perasaan terharu. Dia segera berjongkok dan memeluk keduanya lalu menciumi mereka bertubi-tubi.

"Terima kasih, Sayang. Papa sangat menyayangi kalian," kata Darrel dengan suara bergetar.

Tak berapa lama pelanggan mulai berdatangan, memesan kopi dan teh manis juga gorengan serta nasi kuning. Darrel mulai sibuk melayani mereka.

Sementara Zayn dan Zoey membawa sebagian gorengan dan nasi kuning berkeliling di sekitar tempat itu menghampiri setiap kerumunan orang dan menawarkan dagangannya.

Namun, saat melihat papan iklan yang ada di dekat taman tersebut, kedua bocil itu berhenti. Mereka berdiri terpaku melihat layar besar itu dengan mata berkaca-kaca.

"Mama...."

1
Tiara Bella
temen lama palingan ya....
Leddy Sohar
Wah jadi bikin penasaran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: stay tune terus ya🤭
total 1 replies
Esther Lestari
Papa Vira dan papa Darrel jangan2 sahabat lama
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin
total 1 replies
Nar Sih
jgn ,,papi baim dan papa nya vira teman lama atau teman bisnis wah ..seruu momz👍🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar nitijen senang🤭
total 1 replies
Hendra Yana
lanjut momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap.,...
total 1 replies
Sunaryati
Mereka mungkin teman atau Mitra bisnis, yang pasti mereka lega dan suka berbesanan. Author karena hujan punya banyak gantungan ya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener bgt, mak. gak kering² tuh mpe dirubung rengit🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh kenal kah. ato gimana ni..deg deg kan😑😑😑
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu aja besok, ibu gak up lagi
total 1 replies
Esther Lestari
semoga papi mami mu merestui pilihanmu Darrel.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Esther Lestari
Kejutan Darrel yang membuat Vira bener2 terkejut.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Jangan bilang mereka sudah saling kenal. Semoga saja saling mengenal dengan baik. Jadi, bertambah kebahagiannya mereka ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semoga aja, sesuai keinginan nitijen🤭
total 1 replies
Sunaryati
Emak harapkan Mama Mia dan Papa Baim merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummmm
total 1 replies
Sunaryati
Papa Barra nanti juga akan dapat kejutan siapa yang akan jadi besannya
Sunaryati
Kasihan Vira kena prank duren. Author bisa nih, buat emak geram👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Sunaryati
Langsung lamar Viranya Bang Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Emak berharap Vira berjodoh dengan Darrel dan mereka hidup rukun dibalut kebahagiaan bisa berkumpul kembali dengan orang tua Nak Darrel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mak
total 1 replies
Sunaryati
Duren yang sedang kena panah asmara gadis tomboi, semoga mulus melebihi jalan tol
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bebas hambatan
total 1 replies
Sunaryati
Semoga jika mereka serius menjalani hubungan antara pria dan wanita dewasa orang tua Vira merestui
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Sunaryati
Sudah ada kode Nak Darrel tapi jangan terburu-buru, pdkt dulu, anak- anak sudah kasih lampu hijau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!