setelah tiga tahun menjalani rumah tangga bersama dengan Amran, Zahira tetap tidak bisa membuat lelaki itu mencintainya. Amran selalu memperlakukan Zahira dengan sangat kejam. Seakan Zahira adalah barang yang tidak berguna.
sebaik apapun hal yang sudah Zahira lakukan, selalu saja tidak bernilai dan kurang di mata Amran.
" aku ingin bercerai!" ucap Zahira dengan lugas. meskipun tanganya mengepal kuat, namun semua itu adalah refleksi dirinya agar kuat dan tidak goyah dengan rayuan Amran.
" memangnya kau bisa apa setelah bercerai dariku?" Amran selalu bisa menghina Zahira dan melukai harga diri wanita itu.
Amran membuang wanita itu dan Zahira bertekad untuk tidak memberikan kesempatan bagi Amran. Lelaki yang tidak bisa lepas dari hutang budinya pada wanita lain, tidak akan Zahira pikirkan lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Sesampainya di Villa Renaldi, keduanya berjalan terpisah. Zahira menaiki tangga terlebih dahulu. Sedangkan Amran masih menatap istrinya dari belakang.
Dulu dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang di rasakan Zahira. Apa yang wanita itu pikirkan dan apa yang wanita itu sukai. Amran hanya bertingkah selayaknya lelaki yang seenaknya dan Zahira akan mematuhi nya mau apapun yang lelaki katakan.
Entah kenapa, semenjak malam itu dimana dia pergi ke kota Kalaya dan Zahira menjual cincin kawinnya. Zahira berubah, hari dimana Arfa masuk rumah sakit adalah hari dimana Zahira kehilangan cinta nya atas diri Amran dan bahkan berani meminta cerai.
Mulai saat ini Amran akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan bersandiwara. Kehilangan istri yang penurut serta memiliki tubuh yang bagus merupakan kerugian bagi Amran. Dia akan membuat Zahira tetap di sisi nya mau bagaimana pun caranya dan memastikan wanita itu akan terus menyandang status sebagai nyonya Renaldi.
...
Hari ini Zahira akan menemui pak Witton karena agenda latihan bersama di sesi terakhir. Zahira sudah siap dengan segala hal. Termasuk lagu yang akan mereka bawakan.
Semuanya tampak menyambut hangat kedatangan Zahira kedalam tim orkestra. Bahkan selepas latihan beberapa pemain memuji bakat Zahira yang bisa beradaptasi dengan baik.
Musiknya bisa menyatu dengan baik dengan musisi lainnya. Semua tempo nya pas dan sangat mahir menggunakan alat musik.
" anda pemusik yang berbakat nona. Kenapa tidak dari dulu anda mencoba bergabung ke dalam tim orkestra atau mungkin bersolo karir? " salah satu teman barunya yang terlihat kagum dengan bakat Zahira.
Sayangnya Zahira hanya tersenyum tipis. Seperti gadis kecil yang pemalu. Mana mungkin dia mengatakan jika masa mudanya telah habis karena sibuk perihal cinta dan pernikahan nya.
Selama ini dunianya hanya tentang Amran seorang. Bagi wanita yang sedang jatuh cinta tidak ada yang lebih penting dari pada lelaki yang dia cintai.
Semua hal berpusat pada Amran, Zahira mencari segala hal yang di benci dan di sukai lelaki itu. Membuat dirinya di lihat oleh Amran. Dan semua itu membuang banyak waktunya.
Dan setelah tersadar, jika cintanya tidak terbalas. Barulah rasa cinta itu terkikis sedikit demi sedikit. Dan sekarang meski mereka bersama, Zahira mulai kehilangan rasa ketertarikan pada Amran.
Setelah sesi latihan selesai, pak Witton mengajaknya bertemu sejenak di ruangan lelaki itu. Zahira duduk berhadapan dengan pak Witton di sofa ruangan.
" kamu memiliki bakat nona Zahira, saya sangat puas dengan sesi latihan kali ini."
" terima kasih pak. Anda terlalu berlebihan. Semua ini juga karena saya terus latihan setiap hari. Terkadang juga saya menemukan kesulitan mencapai nada atau tempo tertentu" balas Zahira dengan sangat sopan santun. Tidak terlihat rasa sombong pada tingkahnya. Membuat pak Witton semakin mengagumi wanita yang ada di hadapannya ini.
Setelah itu pak Witton mengambil sebuah lembaran kertas.
" ini tiket VIP khusus untukmu. kuotanya terbatas Zahira. Jadi kamu bisa mengundang suami atau seseorang yang begitu berarti bagi mu"
Zahira menatap tiket itu sedikit lebih lama. Apakah Amran bersedia menyaksikan penampilan perdananya.
kediaman Zahira saat menatap tiket itu menarik perhatian pak Witton.
" apa ada sesuatu yang buruk?"
Zahira segera menggeleng dan mengambil tiket tersebut dengan senyum tipis.
" tidak ada pak. Saya akan mengundang suami saya untuk melihat konser ini" ucap Zahira gamang. Dan sikap Zahira yang seperti ini membuat pak Witton bertanya -tanya.
Selama hidupnya pak Witton selalu melihat seseorang yang kaget atau tak percaya jika dia memberikan tiket VIP pada seseorang secara gratis.
Namun pada Zahira Reaksi yang terlihat begitu berbeda. Ada sedih dan juga ketegangan. Namun pak Witton tidak berniat menggali lebih dalam.
Setelah Zahira mengambil tiket nya pak Witton mempersilahkan wanita itu pergi. Mereka akan mempersiapkan Konser besok malam.
Didalam mobil wanita itu masih memegang tiket konser dengan pandangan kosong. Dia menatap lama pada lembaran kertas. Ini adalah konser pertama nya dalam dunia musik.
Tergabung menjadi salah satu tim orkestra terbaik dunia. Membuat Zahira sangat terharu dan juga bingung.
Inilah rasanya terjun ke dalam dunia musik yang selama ini dia idam idamkan setelah tersadar jika cintanya telah membuang waktunya.
Zahira seketika tersenyum bangga pada dirinya. Di simpannya tiket itu di tas. Dia akan mengajak Amran menonton sekaligus sebagai bentuk unjuk diri pada lelaki itu. siapa bilang dia tidak bisa melakukan apapun sendiri. Buktinya dia bisa mendapatkan tawaran masuk ke dalam tim orkestra terbaik ini.
Malam hari nya Zahira sengaja menunggu kedatangan Amran. Rencananya dia akan mengatakan terkait dengan pak Witton. Karena selama ini suami nya sama sekali tidak mengetahui jika dirinya tergabung dalam konser konduktor terkenal itu.
Namun karena terlalu larut, Zahira ketiduran dan malah terbangun saat Amran sudah masuk ke kamar mandi.
Suara gemericik air menjadi pertanda jika suaminya barusaja pulang. Karena Amran akan langsung pergi ke kamar mandi setelah pulang larut malam.
Jas serta pakaian lainnya masih berserakan di bawah. Zahira berinisiatif membereskan. Namun saat akan menaruh nya di tempat kotor Zahira sekilas melihat sebuah ujung kertas yang tidak asing baginya.
Zahira mengambil kertas itu di saku dalam jas Amran. Dan dengan dada berdegup kencang Zahira bisa mengenali kertas apa ini.
Kertas yang sama yang dia dapatkan dari pak Witton siang tadi. Zahira tidak kuasa menahan rasa terkejut nya.
Amran adalah lelaki pembisnis yang sudah membiayai konser Pak Witton. Zahira dengan mudah bisa menebaknya. Pasti semua karena Amel.
Dia juga bisa memainkan musik seperti nya. Dada Zahira menjadi sesak. dan sejenak terpaku.
Namun setelah suara gemericik air berhenti, saat itu juga dia segera mengembalikan tiket itu ke tempat semula dan Zahira menaiki ranjang. Jangan sampai Amran curiga, biarlah dia menyimpan sendiri.
Sesuai dengan keinginan Zahira, begitu Amran keluar kamar mandi. Semuanya tampak sama seperti semula. Amran mengambil baju tidur.
Namun sebelum menaiki ranjang, Amran mengamankan terlebih dahulu tiket konser yang terlupakan. Besok dia akan menghadiri penampilan konduktor terbaik ini bersama dengan Amel.