NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Kemarahan Vera

Bel pulang sekolah sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Vanya dan Rain kini sedang menunggu Lea yang sedang menunggu juga kedatangan tunangan nya. Mereka menunggu di ruang kelas XI IPA 1.

"Ayo Aza" Tian muncul di ambang pintu kelas bersama kedua sahabat nya.

"Cielah Aza Aza segala. Lele noh lebih bagus" ledek Rain.

"Jomblo diem" balas Radit.

"Apaan sih lo! Kaya lo punya pacar aja" balas Rain juga dengan nada ngegas.

"Kalian berdua ajalah yang pacaran. Daripada ribut mulu" seketika Lea dan Tian langsung tertawa mendengar ucapan Vano.

"OGAH" sentak Radit dan Rain bersamaan.

"Tuhkan kompak terus" ledek Tian. Radit dan Rain membalas dengan lirikan tajam.

Mereka ber enam berjalan saling berdampingan.

"Hari ini lo nggak ada rapat Van?" tanya Rain.

"Nggak. Materi nya udah di share grup" jawab Vanya cuek.

"Lo kenapa si anjir? Kek ga ada semangat semangat nya? Biasanya lo yang paling heboh tauk" tanya Lea sedikit heran dengan tingkah sahabatnya bar bar nya itu.

"Efek patah hati kalik" ledek Rain.

"Diem lo hujan!" balas Vanya ngegas.

"Dia patah hati karena siapa?" tanya Vano penasaran.

"Kepo lo!" jawab Vanya masih dengan nada ngegas.

"Kenapa Vano jadi kepo an gini njir" ucap Tian.

"Suka kalik" Vano langsung memukul pelan bahu Radit yang sedang berjalan di samping kiri nya.

"Enak aja! Cewe cerewet kaya dia mana mungkin gw suka" balas Vano dengan ngegas.

"Cerewet? Lah, dia aja dari pagi jarang banget ngomong" Tian melirik Vano dengan tatapan heran.

"Kok lo tau kalo dia cerewet?" tanya Lea penuh selidik.

"Em y-ya cuman nebak aja" balas Vano sedikit terbata.

"Kalian pernah ketemu?" tanya Rain ikutan penasaran.

"Gak" jawab Vano dan Vanya kompak.

"Kayak nya rencana gw buat triple date bakalan terlaksana" Lea mengulum senyumnya.

"Haha iya kayaknya. Tuh mereka ber empat aja kompak banget" Tian ikut-ikutan.

Mereka ber enam pun ahirnya sampai di gedung parkiran. Vano menatap ke arah Vanya yang mulai menaiki motornya.

"Van" panggil Vano. Vanya pun menoleh.

"Gw nitip salam ya buat nyonya Wiratmadja. Jangan lupa sampai in ke bos lo. Jangan lupa juga, bilang kalau nyokap gw pengen ketemu" perintah Vano.

Rain dan Lea yang masih bisa mendengar ucapan Vano pun kompak tertawa.

"Ya" jawab Vanya ogah-ogahan.

"Sampai in loh ya" peringatan Vano.

"Dih maksa" balas Vanya dengan nada galak.

"Hehe nggak maksa kok. Cuman minta tolong aja" ucap Vano disertai cengiran khas nya.

"Iya, nanti"

"Oke deh. Makasih" Vano pun ahirnya berjalan menjauh lalu masuk ke dalam mobilnya.

Mereka ber enam berpisah dengan tujuan masing-masing. Kecuali Lea dan Tian yang berboncengan pakai motor sport Tian yang berwarna Biru.

Di tengah perjalanan, ponsel mahal Vano berbunyi nyaring beberapa kali. Setelah panggilan ke tiga kalinya, barulah Vano mengangkat telepon itu.

"Sayangggggggggg" teriak Vera di sebrang sana.

"Kamu kenapa pindah sekolah gak Ngomong-ngomong sama aku? Kamu anggep aku ini apa sih Van? Aku itu pacar kamu. Kemaren juga kamu menghindar waktu aku ajak ketemuan. Banyak banget alasan kamu. Waktu aku ultah juga kamu pergi gitu aja. Padahal itu hari special aku. Vano! Kamu dengerin aku nggak sih! Kenapa diem aja?" cerocos Vera.

"Denger kok sayang denger. Kamu ngomong terus sih aku kan jadi gabisa jawabnya"

"Jadi maksut kamu aku cerewet gitu? Iya?"

"Nggak kok sayang. Kita ketemuan yuk"

"Ayo ayo sayang. Dimana?"

"Aku share loc ya sekarang. Aku otw nih"

"Nah gitu dong sayang. Aku tuh udah kangen banget sama kamu"

"Yaudah kita ketemuan disana nanti. Aku tutup ya telpon nya"

Setelah panggilan usai, Vano pun memberikan lokasi Cafe untuk mereka bertemu. 10 menit kemudian, Vano sudah duduk di sebuah meja di Cafe itu. Ia juga memesan beberapa makanan dan minuman untuknya dan untuk Vera.

"Sayanggg" Vera datang masih dengan seragam sekolah. Ia langsung menghampiri Vano dan berniat mencium bibirnya.

Vano dengan refleks mendorong Vera pelan.

"Pipi aja. Plis aku nggak suka kalo di bibir" peringat Vano.

"Kenapa sih sayang? Kalau kamu mau lebih loh pasti aku kasih" ucap Vera sambil mendudukkan bokong nya di kursi yang berada di samping kanan Vano.

'Najis banget! Sorry, gw nggak suka yang udah bekas banyak orang' ucap batin Vano.

"Aku nggak suka Vera. Yang sewajarnya aja lah. Kalau kita udah nikah baru aku mau ngapa-ngapain"

"Iya iya maaf sayang. Emang kamu mau nikah sama aku?" tanya Vera dengan wajah berbinar.

"Ya mau dong" jawab Vano cepat.

'Nggak sudi lah gw' batin Vano lagi.

"Aku sayang kamu" ucap Vera sambil mencium pipi kanan Vano.

"Aku udah pesen makanan kesukaan kamu" ucap Vano mengalihkan pembicaraan.

"Makasih sayang. Btw kamu kenapa pindah sekolah? Pindah kemana emangnya? Temen-temen kamu juga ikutan pindah ya? Kenapa?" tanya Vera beruntun.

"Nanya nya satu-satu dong sayang. Pertama, Tian pindah karena pacarnya. Kedua, aku sama Radit ikutan pindah juga. Kan kita udah bestie banget yakan. Ke tiga, kita pindah di SMA Bhakti Wiratmadja" jelas Vano satu persatu.

"Tian punya pacar?" tanya Vera.

"Iya. Masih baru pacaran sih. Tapi udah bucin banget dia, jadinya langsung mutusin buat pindah sekolah aja biar nggak jauh-jauhan"

"Terus kamu ikutan juga? Yang ada kita yang jadinya jauhan sayang" rengek Vera.

'Emang itu yang gw mau' batin Vano.

"Maaf ya sayang. Papa yang ngurus kepindahan kita bertiga"

"Om Hendra? Yaudah deh gapapa" ucap Vera pasrah.

"Aku mau pindah juga kalo gitu" putus Vera.

'Waduh, baru juga tenang hidup gw. Masa mau di repotin lagi sih sama nenek lampir ini ' keluh Vano dalam hatinya.

"Loh jangan sayang. Kamu kan udah enak di HCL Jaya jadi murid famous. Kamu juga udah jadi Ketua Tim Cheers. Kalo kamu pindah, belum tentu kamu juga yang jadi ketuanya nanti" ucap Vano dengan hati-hati.

"Kenapa nggak bisa? Kan papa aku bisa atur nanti pake uang" balas Vera dengan sombongnya.

'Yaelah uang ga seberapa juga masih di sombongin. Belum tau aja lo di sekolah gw ada yang lebih sultan' batin Vano.

"Kamu tau Wiratmadja Grub kan? Nah itu sekolah milik perusahaan besar itu. Anaknya juga sekolah disana. Bahkan ada juga yang lebih kaya dari aku"

"Tapi kan sayang, aku nggak mau jauh-jauh sama kamu" rengek Vera.

"Yaudah nanti aku bakalan luangin waktu lebih banyak buat kamu" rayu Vano.

"Nggak mau. Aku nggak bisa liat kamu kalau di sekolah"

"Terus kamu mau nya gimana?" pasrah Vano.

"Aku pindah ya, plisss" mohon Vera.

"Untuk sekarang jangan dulu deh. Nanti aja kalau udah kenaikan kelas"

"Lama ih sayang. Masih tiga bulan lagi. ihhh pokoknya aku mau pindah aja, Titik!" keukeuh Vera.

"Yaudah yaudah. Tapi kamu suruh papa kamu urus sendiri ya. Papa aku belakangan sibuk banget jadi aku nggak bisa minta tolong buat bantuin. Lagian kamu kan belum aku kenalin juga ke papa"

"Makan nya, kenalin dong sayang. Aku pengen ketemu sama mama papa kamu" rengek Vera lagi.

'Dih ogah! Males banget gw kenalin jalang kayak elo' batin Vano.

"Nanti kalo udah waktunya pasti bakal aku kenalin kok sayang" ucap Vano dengan nada lembut.

"Janji ya" tantang Vera.

"iya iya" jawab Vano ogah-ogahan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!