seorang gadis SMU tiba-tiba dilamar oleh gurunya sendiri..
kira2 apa yang terjadi ya!?
Hanya cerita halu ☑️
Hiburan ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gosip
Sudah lewat lebih dari satu bulan lamanya, Riri selalu berusaha memperoleh perhatian khusus dari pak Chandra. Namun seperti sebelum-sebelumnya, pak Chandra hanya menanggapinya dingin.
“Eh, sudah pada tahu belum kalau murid pindahan waktu itu dekat lho dengan Pak Chandra, si Riri?” ujar Lisa.
“Ah yang benar?! Bukannya dia teman sebangku kamu ya?!” jawab murid yang lainnya tidak percaya.
“Benar kok. Justru dia teman sebangkuku, jadi aku tahu. Secara dia kan suka cerita ke aku.” Jelas Lisa.
“Sekarang coba kamu perhatikan deh gelagat mereka itu. Seperti sedang ada hubungan. Kemana-mana selalu ada Riri, ada apa-apa pasti Riri yang bantu. Kalau bukan ada hubungan lalu apa? Ya tidak?” Lanjut Lisa mencoba meyakinkan teman-temannya.
“Memang benar sih yang kamu bilang. Masuk akal juga.” Sahut salah satu temannya.
“Beruntung banget ya si Riri bisa dekat dengan Pak Chandra. Secara pak Chandra kan...ya kamu pada tahu sendirilah...” jawab teman yang lainnya.
“Hebatkan teman sebangku aku?!” Ujar Lisa.
“Kira-kira kalian dukung tidak nih kalau Riri dekat dengan pak Chandra?” tambah Lisa.
“Ok kami dukung kok.” Jawab teman-temannya.
“Yes bagus...rencana pertamaku buat sebarkan gosip berhasil.” Gumam Lisa dalam hati.
#Flash back Lisa
“Lis, kalau tidak salah, kamu punya adik yang sedang di rumah sakitkan dan kamu lagi butuh banyak duit buat melunasi biaya rumah sakit kan?” tanya Riri.
“Kamu tahu dari mana, Ri?” sahut Lisa heran.
“Kamu tidak perlu tahu aku tahu darimana. Yang pasti aku bisa bantu kamu untuk melunasi biaya rumah sakit.” Jawab Riri.
“Ah yang benar kamu. Terimakasih banyak sudah mau menolongku. Aku janji, nanti, setelah ada duit, aku bayar deh uangmu.” Ucap Lisa.
“Tidak usah di kembalikan. Aku kasih kamu kok. Tapi dengan satu syarat..” ucap Riri mencoba bernego.
“Apa itu, Ri?” Tanya Lisa.
“Apa pun yang terjadi, kamu cukup cari cara supaya aku bisa benar-benar jadian dengan Pak Chandra.” Jawab Riri dengan diam-diam tersenyum licik.
“O begitu. Jadi kamu suka ya dengan pak Chandra?” Tanya Lisa.
“Suka sekali. Aku rela melakukan apa saja demi bisa mendapatkan pak Chandra. Secara dia itu cinta pandangan pertamaku.” jawab Riri.
“Bagaimana? Kamu mau bantu aku tidak ni? Kalau iya, aku juga bakal bantu kamu.” Lanjut Riri.
“Ok deh kalo begitu. Tapi jangan lupa ya?” jawab Lisa.
“Tenang...semakin cepat aku mendapatkan hati pak Chandra, semakin cepat pula adikmu bisa keluar dari rumah sakit.” Ucap Riri.
#Flash back end
******************************
Saat ini jam istirahat sedang berlangsung. Kantin lebih rame dari biasanya. Aku dan Nara pun sangat kesulitan mencari tempat duduk yang kosong.
“Ai, kamu makan apa? Aku pesankan.” Tanya Nara setelah kita dapat tempat buat duduk.
“Aku lagi ingin mie rebus, Nar dan air putih” jawabku.
“Siip... Aku pesankan. Aku tunggu di sini ya.” Ucap Nara.
Aku pun hanya mengangguk mengiyakan. Setelah itu Nara pun langsung pergi memesan makanan.
“Bu, tolong mie rebusnya 2 ya. Tidak pakai lama ya. Sudah lapar masalahnya.” Pesan Nara.
“Beres Non. Nanti kalau sudah jadi saya antar ke sana.” Jawab ibu kantin.
“Terimakasih, bu.” Ucap Nara yang kemudian langsung mengambil 2 gelas air putih.
Namun pada saat sedang mengambil air putih, tiba-tiba saja Nara mendengar ada yang bicara kalau Pak Chandra sedang dekat dengan murid baru. Sontak seketika Nara langsung berjalan ke arah tempat duduk Ai.
“Ai, gawat...gawat...gawat...” ucap Nara panik.
“Gawat apanya, Nar?” tanyaku heran.
“Itu...itu...si pak Chandra..” jawab Nara masih dengan nada panik.
“Pak Chandra kenapa , Nar?” tanyaku ikutan panik.
“Itu pak Candra...tadi dengar-dengar ada yang bilang kalau pak Chandra sedang dekat dengan murid baru kelas kita, si Riri itu.” Jelas Nara yang mulai mengatur nafas.
“Oh...” jawabku singkat karena seketika dihatiku ini entah kenapa ada rasa sakit dan marah yang tidak bisa aku jelaskan.
“Ai, kamu tidak apa-apakan? Maafkan aku, Ai. Bukan maksudku buat kamu sedih” ucap Nara merasa bersalah.
“Iya tidak apa-apa kok. Bukan salah kamu kok” jawabku dengan senyum dipaksakan.
“Ai, untuk masalah ini, kenapa kamu tidak tanya langsung saja dengan dia. Siapa tahu ini cuma gosip. Tidak benar.” Ucap Nara yang mencoba menenangkan aku.
Aku pun hanya mengangguk. Tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Secara ini baru pertama kali buatku.
.
.
.
.
.
.
.
Fiuh...akhirnya...beraksi juga pelakornya. Harap sabar ya. Karena masih ada lanjutannya...ok.
Lanjut👇
lah kok malah nyanyi sayah😅😅😅😅