Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32 Kesombongan Turun Temurun
"Klan Erlang? Siapapun akan menganggap klan itu adalah cabang buangan dari klan Shen!"
Shen Lang menatap Erlang Xuan dengan tatapan tajam, penuh kesombongan. Lencana pelayan itu dilempar begitu saja, seolah orang yang menyelamatkan adalah pelayannya. Bukan hanya itu, makanan yang belum sempat dimakanoleh Zhang Xue diambil dan dimakan.
"Kalian pelayan buangan! Bertemu Tuan Muda ini adalah keberuntungan besar!" katanya.
"Karena kau membuatku kesal, maka …. " Daging panggang di tangannya di lempar. Ia berdiri dan menatap Zhang Xue sambil tersenyum.
Sreeeekk
Akkkh
Shen Lang berteriak kesakitan. Ia berguling-guling dengan mata yang berdarah. Dalam sekejap saja, penglihatannya menghilang, dan tabib manapun tak akan bisa menyembuhkannya.
"Kesombongan turun temurun!" Zhang Xue tersenyum sinis. Andai saja ia yang menyerang, maka Tuan Muda itu akan kehilangan nyawanya. Menyiksa orang sama sekali bukan keahliannya. Keahliannya adalah mengendalikan orang dari jauh.
"Leluhurku terlalu baik, kepada kalian!" Erlang Xuan mengacaukan jalur Qi pemuda itu. Bukan hanya itu, jiwa pemuda itu pun dikikis perlahan-lahan.
Dahulu, klan Shen sudah hancur. Semua orang menganggap klan itu sudah menghilang, tapi ternyata mereka salah. Anak haram Patriark Shen saat itu dibesarkan di pegunungan. Bukan satu, tapi dua anak yang dibesarkan tanpa sepengatahuan orang lain. Sekarang, keturunan dari dua orang itulah yang meneruskan garis keturunan Shen.
"Hujan bunga di malam berdarah!" Erlang Xuan tak ingin menunggu matahari terbit. Klan sombong itu harus diberi pelajaran yang tak pernah dilupakan.
"Ayo pergi!"
Zhang Xue tak mengatakan apa-apa. Ia pun marah dan tidak suka dengan klan Shen. Selain ibunya, tak ada yang akan dibiarkan hidup. Sudah waktunya klan Shen membayar darah yang tumpah.
***********
Bukkkk
Shen Lang tak berdaya di lempar ke tengah aula. Malam itu, para petinggi mengadakan ritual aneh di aula klan. Ritual itu gagal gara-gara sang Tuan Muda klan dilempar ke tengah aula seperti barang tak berharga.
"Klan Shen, darah dibayar dengan darah!" Suara seseorang mengejutkan para Tetua. Tepat di pintu masuk, dua orang berdiri tanpa rasa takut.
"Pengorbanan iblis!" Erlang Xuan semakin marah. Ia mengangkat tangannya, dan menjatuhkan tapak raksasa di aula.
Dhuaaarrrrrr
Ledakan dahsyat membangunkan orang-orang yang tertidur. Aula dan bangunan disekitarnya hancur. Ritual gagal, dan beberapa Tetua terluka.
"Siapa kalian?" tanya Tetua Agung.
"Erlang!"
Satu kata itu membangkitkan amarah para Tetua. Ribuan generasi berlalu, dan klan Shen masih menganggap klan Erlang sebagai klan cabang sekaligus pelayan. Meski begitu, klan yang dianggap pelayan justru menjadi klan terkuat nomor 4 di benua kristal.
"Pelayan rendahan!" Patriark geram. Ia melemparan rune budak ke hadapan Erlang Xuan. Sama seperti sebelum-sebelumnya, rune itu tidak dapat mengikat darah Erlang.
"Kurang ajar! Beraninya melawan majikan!"
Patriark Shen menghunus pedangnya, tapi pedang itu patah sebelum digunakan.
"Kamu terlalu terburu-buru!" Erlang Xuan hanya mengibaskan tangannya, dan gelombang api dan jarum-jarum es melesat ke arah Patriark dengan sang cepat.
Sreeeekk
Patriark yang memang seorang yang tak berguna terluka parah. Meskipun ia memimpin klan, tapi kultivasinya hanya di ranah raja.
"Patriark!" Para Tetua melindungi Patriark Shen dengan tubuh mereka. Sayangnya, gelombang api menghempaskan semua orang. Patriark memuntahkan darah, dan beberapa jarum es menusuk perutnya.
"Lemah, tapi ingin memerintah. Klan Shen dan klan Erlang berbeda. Sayang sekali, klan yang kalian anggap pelayan justru tak bisa ditaklukkan!"
Erlang Xuan muncul di hadapan Patriark Shen. Ia menginjak dada pria itu tanpa mempedulikan penyakit dan luka yang diderita sang Patriark Shen.
"Putramu membuatku kesal, dan kebetulan kamu memimpin ritual iblis. Sekalian saja klan ini kuhancurkan!" Tatapan dinginnya menusuk hingga ke tulang. Para Tetua mundur dan menatapnya dengan tubuh bergetar.
Sudah 500 tahun berlalu, dan klan Shen semakin merosot. Dari klan nomor 1, jatuh hingga menjadi klan paling lemah. Leluhur yang dulu menerobos ranah dewa dibunuh oleh sosok misterius. Bukan hanya itu, 7 Leluhur dengan kultivasi ranah dewa pun dibunuh, dan semua sumber daya dan teknik tingkat tinggi di jarah habis, menyisakan sisa-sisa yang tak berharga.
"Bunga?" Para Tetua menatap langit malam dengan bingung. Bunga-bunga berjatuhan dari langit. Bukan bunga dengan kelopak lemah, melainkan bunga yang sangat mematikan.
Sreeeekk
Darah membasahi aula. Tangisan terdengar dimana-mana. Semua orang, baik yang tua atau muda, semuanya adalah budak iblis. Semua orang terbunuh, menyisakan para petinggi yang ketakutan.
"Ini hanyalah cabang kecil. Klan utama tersembunyi di suatu tempat!"
Erlang Xuan mengibaskan tangannya, dan puluhan jarum es menusuk jantung para petinggi klan. Tubuh mereka membeku dan berubah menjadi patung es.
Kraaaaakkkkk
Dhuaaarrrrrr
Patung-patung es itu itu meledak, menyisakan serpihan-serpihan kecil. Klan Shen cabang dibantai dalam sekejap, tepat di depan mata Shen Lang. Pemuda itu hanya bisa menahan amarah tanpa melakukan apa pun. Dantiannya hancur, tulangnya patah, dan matanya seperti ditusuk-tusuk. Tadinya, ia dibuat buta, tapi penglihatannya dikembalikan dengan mudah.
"Biarkan klan utama mengetahui kehancuran ini!" Erlang Xuan menghancurkan jiwa pemuda itu. Mayat si pemuda itu dipasangi segel rumit dan diletakkan ditengah formasi penghancur.
Xuan, nama itu tertulis di reruntuhan aula. Siapapun yang melihatnya akan mengingat sosok yang mampu menundukkan semua wilayah. Meski ratusan tahun berlalu, tapi klan-klan besar masih mengingat kejadian itu.
"Ibuku tidak ada di sini! Kemungkinan dia dipindahkan ke klan utama!" Zhang Xue mengepalkan tangannya.
"Klan utama dilindungi oleh kultivator dewa. Ibumu tidak bisa dibebaskan begitu saja!" jelas Erlang Xuan.
Dua orang itu melesat meninggalkan api yang membakar udara. Api itu menghapus jejak sang pembantai, entah itu aura maupun sisa Qi. Tak ada jejak yang tersisa selain satu kata, yaitu Xuan.
*********
Buuukk
Tujuh Tetua pelindung dan tujuh Tetua utama dihajar habis-habisan. Patriark klan Shen, pemimpin klan utama murka. Pasalnya cabang terakhir klan Shen sekaligus tempat tinggal adiknya
"Bodoh! Bagaimana bisa kalian tidak menemukan pelakunya!" Patriark Shen menyerang para Tetua. Andai saja Leluhur Shen tidak menghentikannya, mungkin Tetua pelindung dan Tetua utama kehilangan nyawa.
"Xuan, orang itu kembali!" Leluhur Shen mengelus-elus jenggotnya. Dahulu, orang itu menghajarnya habis-habisan. Bahkan inti dewanya dihancurkan, dan butuh ratusan tahun untuk membentuk inti dewa yang baru.
"Cepat atau lambat, dia pasti akan ke sini. Yang harus kamu pikirkan adalah menundukkan klan pelayan itu!" Leluhur Shen meninggalkan aula. Ia tidak tahu bahwa setiap cabang klan Erlang dijaga oleh 3 orang ranah dewa, sementara klan Shen hanya memiliki seorang ranah dewa. Jangankan generasi sekarang, generasi sebelumnya pun tak bisa menaklukan klan itu. Jika semua cabang digabungkan, klan terkuat dapat dikalahkan dengan mudah.