NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Setelah ciuman yang penuh cinta, Zayn dan Nafiza melanjutkan rencana mereka untuk menikmati staycation di hotel. Mereka berjalan-jalan di sekitar hotel, menikmati pemandangan taman yang indah dan udara segar. Melihat Nafiza merasa sedikit tidak nyaman, Zayn memutuskan untuk mengajaknya bersantai sejenak di salah satu kursi taman yang rindang.

Tiba-tiba Nafiza ingin pipis. "Mas tunggu di sini ya, Naf ke toilet sebentar, mau pipis." ucap Nafiza lembut, menyunggingkan senyum manis yang selalu membuat hati Zayn menghangat.

"Mas anterin ya," tawar Zayn cepat.

"Naf bisa sendiri. Mas tunggu aja di sini." balas Nafiza lembut.

Zayn akhirnya mengangguk pasrah, membalas senyum Nafiza. "Oke deh. Sayang. Tapi jangan lama-lama ya, Nanti Mas kangen," ujar Zayn mengedipkan matanya pada istri cantiknya.

Nafiza tertawa kecil sambil menggeleng pelan mendegar ucapan sang suami. Lalu gegas ia memutarkan badannya dan berjalan menuju toilet yang terletak tidak jauh dari tempat mereka duduk. Zayn duduk dengan santai di kursi, sambil menikmati suasana taman yang tenang dan damai. Ia memejamka mata, merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah tampannya. Pikirannya melayang, pada sosok Nafiza. "Kamu sangat menggemaskan sayang, aku jadi tak sabar punya baby dan kita akan menghabiskan waktu bersama, pasti sangat menyenangkan." batin Zayn menerawang jauh lalu tersenyum tipis.

Namun, ketenangan itu terusik oleh suara seorang wanita yang memanggil namanya.

"Zayn? Ya ampun, ini beneran kamu?" ucap wanita itu dengan nada terkejut dengan mata penuh binar.

Zayn membuka mata dan mendongak, menatap wanita itu dengan bingung. Ia tidak mengenali wanita di hadapannya. Wanita itu mengenakan pakaian yang sangat minim, hampir telanjang. Zayn merasa risih dan tidak nyaman.

"Kami siapa?" tanyanya datar berusaha menjaga jarak. Ia berharap wanita ini segera pergi.

Wanita itu tertawa kecil, seolah menganggap pertanyaannya lucu. "Masa kamu lupa sama aku sih? Ini aku, Larissa! Sahabat kecilmu dulu," jelasnya sambil tersenyum manis meskipun masih manis gulali.

Zayn terkejut mendengar nama itu. Larissa? Sahabat kecilnya yang sudah lama tidak bertemu? Ia meneliti wajah wanita itu dengan seksama, mencoba mengingat-ingat masa lalu. Ia memang ingat dengan nama Larissa, sahabat kecilnya yang dulu tomboi dan selalu menemaninya bermain. Tapi wanita di hadapannya ini sangat berbeda.

"Larissa!" balas Zayn masih memasang wajah datar dan acuhnya. Ia tidak ingin terlalu akrab dengan wanita lain yang bukan mahramnya. Sekarang ada hati yang harus ia jaga.

"Iya Lariingatkan." Dengan percaya diri Larissa memeluk Zayn dengan erat. "Aku seneng banget bisa ketemu kamu lagi, Zayn! Udah lama banget ya kita nggak ketemu, Aku kangen bangat tahu!" ucap Larissa dengan antusias, seolah tidak menyadari ketidaknyamanan Zayn.

Zayn terkejut dengan aksi Larissa yang tiba-tiba memeluknya. Ia merasa sangat tidak nyaman dan berusaha melepaskan pelukan itu secepat mungkin. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena terpikat, tapi karena takut Nafiza melihat kejadian ini.

"Larissa, lepaskan!" ucap Zayn tegas, mendorong Larissa menjauh darinya. "Aku udah punya istri," tambahnya, menekankan statusnya sebagai suami orang.

Tapi semua sudah terlambat Nafiza sudah melihat dan mendengar semuanya. Ia melihat pemandangan yang membuatnya terkejut sekaligus kecewa dan sakit hati. Bagaimana tidak suaminya dipeluk oleh seorang wanita berpakaian minim, wanita yang bahkan tidak ia kenal. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Rasa sakit, marah, dan kecewa bercampur aduk menjadi satu. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, siap untuk tumpah.

Nafiza terdiam membeku di tempatnya, tidak bisa berkata apa-apa, Ia merasa seperti orang bodoh yang kembali tertipu oleh yang namanya laki-laki. Semua kebahagiaan yang baru saja ia rasakan, janji-janji cinta yang Zayn ucapkan, seakan hanyalah kebohongan belaka.

Larissa yang menyadari kehadiran seseorang yang ia yakini istri Zayn. Ia menatapnya dengan tatapan yang meremehkan, seolah menantang. Lalu dengan nada dibuat-buat, ia berkata.

"Oh, maaf! Aku nggak tahu kalau Zayn udah menikah," ujar Larisa sambil tersenyum sinis. Ia kemudian mengulurkan tangannya ke arah Nafiza. "Kenalin, aku Larissa, sahabat kecilnya Zayn, dulu kami sangat dekat." tambahnya, berusaha terlihat ramah namun tatapannya penuh dengan arti tersembunyi.

"Jadi ini istri Zayn? Bercadar begini, apa menariknya? Aku jauh lebih baik darinya." gumamnya dalam hati.

Nafiza menatap Larissa dengan tatapan terluka dan marah. Ia tidak membalas uluran tangan Larissa. Ia merasa jijik untuk bersentuhan dengan wanita yang baru saja memeluk suaminya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Zayn, menuntut penjelasan.

Zayn merasa sangat bersalah dan panik melihat reaksi Nafiza. Ia tahu, Nafiza pasti salah paham dengan situasi ini. Ia segera menghampiri Nafiza, berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Sayang, ini nggak seperti yang kamu lihat. Sumpah! Dia ini Larissa, hanya teman masa kecil Mas dulu. Kita udah lama nggak ketemu, makanya dia ...," Zayn gugup, kesulitan mencari alasan yang tepat. Ia tahu, apa pun yang ia katakan, Nafiza pasti sulit mempercayainya.

Nafiza memotong perkataan Zayn dengan nada dingin. "Cukup! Aku nggak mau denger apa pun dari Mas!" Air matanya akhirnya tumpah, membasahi cadarnya.

Nafiza membalikkan badannya dan berlari menjauh dari Zayn, meninggalkan ia dan Larissa yang terpaku di tempatnya.

"Sayang! Nafiza! Tunggu!" seru Zayn panik, berusaha mengejar Nafiza. Ia tidak peduli lagi dengan Larissa. Yang terpenting baginya saat ini adalah menyelamatkan pernikahannya.

Larissa menatap kepergian Zayn dengan tatapan kesal dan marah. "Sial! Kenapa wanita itu datang di saat yang tidak tepat!" gerutunya dalam hati. "Tapi aku tidak akan menyerah. Zayn seharusnya menjadi milikku," gumamnya dengan tekad yang membara.

Hingga akhirnya Zayn berhasil menyusul Nafiza dan meraih tangannya. Namun, Nafiza menepis tangan Zayn dengan dengan sedikit kasar, seolah tak ingin disentuh olehnya.

"Jangan sentuh aku!" ketus Nafiza dengan air mata yang semakin deras.

Bersambung ....

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
riniandara: sama-sama kak, terimakasih juga udah meluangkan waktunya, semoga menghibur ya kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
riniandara: pasti semangat 45 Zayn/Applaud//Applaud/
total 2 replies
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!