NovelToon NovelToon
Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai

Status: tamat
Genre:Single Mom / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:834.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: neng_86

Dara diam-diam suka pada murid baru disekolah nya namun sang cowok sudah memiliki kekasih yang merupakan murid populer di sekolah.

namun malam naas menimpa Dara jelita tepat di malam puncak perpisahan. tragedi yang merubah hidup seorang Dara Jelita hingga menjungkir balikan dunia dan impiannya. tragedi yang juga meninggalkan rasa benci mendalam terhadap Sagara, laki-laki yang menghancurkan hidup Dara.

Namun siapa sangka keduanya dipertemukan kembali saat mereka sudah sama-sama dewasa.

Pertemuan tak terduga antara dua anak manusia dan membuka satu rahasia yang pernah tersimpan didalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bicara Evan

Dara hari ini baru saja selesai mengantarkan putranya ke sebuah kindergarten tak jauh dari rumah Oma Dewi. Ini hari pertamanya bersekolah setelah beberapa hari lalu Diaz merengek ingin bersekolah, dan seperti yang terlihat, bocah laki-laki berusia empat tahun itu begitu bersemangat dan ceria.

Setelah mengantarkan Ardiaz, Dara langsung mengarahkan mobilnya menuju kantor yang berlawanan arah dengan sekolah Ardiaz.

Sebelum menuju gedung perkantoran, Dara menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah coffe shop tak jauh dari kantor Corel karena ia yang tadi belum sempat sarapan meski Oma sudah menyiapkan bekal untuknya. Bau aroma kopi bercampur dengan wangi kue-kue yang baru saja keluar dari pemanggangan menyambut siapa saja yang memasuki coffe shop tersebut.

"Banana cake nya satu dan caramel macchiato" pinta Dara pada seorang barista.

"Saya juga pesan seperti nona ini pesan" tiba-tiba Evan muncul dibelakang Dara.

Dara terkejut dan mendelik.

"Jangan menatapku seperti itu. Aku tak ingin bersaing dengan Gara" canda Evan yang ditanggapi biasa saja oleh Dara.

Pesanan mereka telah siap dan Evan juga telah membayar pesanan tersebut meski ada sedikit perdebatan diantara mereka sebelumnya. Tapi Dara segera mengalah karena tak ingin memancing keributan dan antrian panjang.

"Aku akan membayarnya" ucap Dara dan segera berlalu dari hadapan Evan.

"Ra ... Bisa kita bicara sebentar? Jangan berlagak kamu tak mengenal saya" Evan terus berjalan disamping Dara.

Dara menghentikan langkahnya. Ini memang harus dibicarakan karena ia tak ingin seluruh orang kantor berfikir macam-macam tentangnya. Dan disini lah mereka berdua berada. Dara dan Evan duduk disebuah bangku disekitar coffe shop.

"Bagaimana keadaan mu dan keponakan ku?" Evan memulai pembicaraan.

"Seperti yang terlihat, aku baik-baik saja dan begitu juga putra ku" sahut Dara sedikit ketus.

Evan tersenyum. Sejak pertama kali mengenal Dara, Evan sudah terbiasa dengan sikap ketus gadis ini.

"Kamu nggak berniat mengenalkan Gara dan anaknya? Walau bagaimanapun darah Adyaksa mengalir di dalam tubuhnya" ucap Evan hati-hati.

Kembali Dara mendelik kesal.

"Cepat atau lambat, putra kalian akan bertanya perihal keberadaan ayahnya" gumam Evan diiringi nafas berat.

Dara menelan ludahnya kasar. Tanpa Evan berbicara seperti itupun, Diaz putranya juga tak henti-hentinya menanyakan keberadaan sang ayah. Apalagi sekarang Diaz sudah bersekolah, pasti pertanyaan itu akan lebih sering muncul karena melihat teman sebayanya yang ke sekolah diantar oleh orang tua yang lengkap.

"Ra... Aku bukan ingin membela perbuatan Gara. Aku tahu dia salah. Tapi seperti yang kamu tahu, malam saat kejadian itu , Gara dijebak dan yang menjebak nya adalah Reva yang ingin menikah dengan Gara secara instan. Tetapi Gara lebih memilih melampiaskannya padamu. Karena Gara juga memiliki perasaan terhadap mu. Dia bukan pria yang asal dan kamu adalah yang pertama untuknya" ucap Evan sedikit membuka sosok Sagara Adyaksa.

"Lalu kenapa dia pergi jika dia pernah berjanji akan bertanggungjawab? Apa kalian tahu apa saja yang aku lalui selama lima tahun ini? Apa kalian tahu rasa sakit yang aku lewati bersama putra ku?" Dara sedikit emosional akan tetapi ia berusaha menahan air matanya.

"Dia juga menderita Ra... bukan kamu saja. Dia juga menahan semuanya demi keselamatan kalian berdua. Gara bahkan bekerja keras selama pendidikannya di London itu semata-mata karena jika ia kembali dia ingin melindungi kalian berdua. Dia juga tidak baik-baik saja Ra " Evan sedikit terpancing jika berbicara perihal Sagara meski pria itu tak pernah memintanya.

Dara terdiam. Entah mengapa hatinya juga sakit mendengar hal itu tapi ego dan ketakutannya lebih menguasai dirinya saat ini.

"Pikirkan lah" Evan kemudian berdiri dan meninggalkan Dara yang masih duduk diam di sana dengan pikirannya sendiri.

...----------------...

"Br***sek.... Ternyata dia ingin bermain-main dengan ku. Baik, aku akan meladeninya" ucap Reva saat ia menerima sebuah email yang berisikan informasi perihal Sagara selama di Singapura.

"Kamu ini kenapa sih sejak tadi marah-marah terus. Nggak baik untuk kesehatan kamu sayang..." ucap pria yang kini sedang mengendus-endus leher dan mengeksplor pundak Reva yang terbuka.

"Kamu diamlah... Dan cepat selesaikan urusan kita" perintah Reva.

Pria itu menurut dan tak bicara apapun lagi. Dia sadar jika dia hanya lah pria bayaran yang harus memuaskan tuannya dan setelah itu ia akan pergi.

Reva menghisap rokoknya dalam-dalam.

Setelah menerima laporan dari orang suruhannya yang ia minta untuk memata-matai kehidupan Sagara, hatinya benar-benar kacau.

Entah berapa gelas wine yang ia sesap. Dan entah berapa bungkus rokok yang ia hisap. Reva tak perduli.

"Mau sampai kapan kamu akan menyiksa diri sendiri? Meski kamu telah menikahi Gara tapi nyatanya dia tak pernah ada disisi mu selama ini dan publik juga tidak bodoh Reva. Mereka bisa mencium aroma tidak beres dalam pernikahan kalian" ujar wanita yang menjadi manager Reva.

"Kamu diamlah Ana!!!!!... Aku ini sedang pusing dan kamu bukannya membantu justru membuat aku bertambah pusing" umpat Reva kesal.

"Terserah padamu. Aku juga lelah tiap kamu kacau aku selalu mencarikan pria untuk mu. Kamu nggak takut terkena penyakit memangnya?" kesal Ana pada artis nya itu.

"Pesankan tiket pesawat, aku ingin menyusul suami ku " ucap Reva yang kini telah berlalu kekamar mandi.

Sekali lagi Ana menarik nafas panjang dan membuang kasar.

Ini yang tak ia sukai dari Reva, gadis itu suka seenaknya. Akan tetapi Reva adalah model papan atas dengan bayaran termahal sehingga Ana menahan diri untuk tidak mengundurkan diri dari pekerjaannya.

...----------------...

Seperti yang diminta Reva, kini ia telah berada di depan pintu apartemen milik Sagara. Hanya sendiri sedangkan Ana dimintanya menunggu di hotel.

Hampir tengah malam, Reva memencet bel apartemen dengan tak sabaran.

"Mau apa kau kemari? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak pernah mengusik kehidupan masing-masing" sambut Gara kesal begitu ia membuka pintu apartemennya.

Reva yang tidak pernah perduli dengan amarah pria itu langsung memeluknya.

"Gara ... Aku merindukanmu. Apa kurangnya aku di matamu sehingga sudah bertahun-tahun kamu nggak pernah menoleh padaku. Kenapa harus gadis kampung itu? Kenapa??" racau Reva yang dalam pengaruh minuman karena sebelum tiba di depan unit Gara, Reva singgah ke sebuah bar dekat hotel ia menginap.

Gara menghempaskan tubuh Reva pada sebuah sofa di ruang tamu.

Meski terkesan kasar, tapi ini belum cukup dengan apa yang pernah gadis itu perbuat.

Belakangan Gara baru tahu jika ia juga bermain api dengan Papanya, tuan Robi Adyaksa.

Entah kesepakatan apa yang mereka lakukan sehingga Gara lah yang menjadi korbannya dan harus menikah dengan gadis itu.

Sebelum Gara membuka pintu apartemen, Gara baru saja mendapatkan laporan dari Evan jika tuan Robi Adyaksa terlihat selalu bersama dengan Reva bahkan sehari sebelum pernikahan pun mereka selalu terlihat bersama-sama.

Dan hal itulah yang semakin membuat Gara semakin tidak menyukai Reva.

"Gara ... aku benar-benar mencintaimu. Tapi kenapa kamu nggak pernah bersikap lembut sedikit pun sama aku. Kenapa??" teriak Reva.

"Sejak awal aku nggak pernah menyukai mu. Hanya kau yang selalu mengejar ku dan mengancam akan melakukan sesuatu yang buruk pada Dara karena orang tua mu yang memiliki kekuasaan " balas Gara tak kalah marahnya.

Reva tersenyum miring.

"Dara ..... Ah apa kabar j***ng itu? Apa dia sudah melahirkan? aku rindu padanya... Atau aku temui dia ya di kantor nya dan bilang kalau aku istri kamu...." racau Reva semakin melantur.

Gara mengepalkan tangannya kuat. Jika tak ingat ia memiliki misi untuk putranya mungkin saat ini Gara akan melempar Reva keluar gedung apartemennya.

Evan datang setengah jam kemudian.

"Dia tidur atau ma*i? Kamu nggak melakukan nya kan??" tanya Evan begitu ia melihat Reva yang sudah terkulai di sofa.

Gara mendelik ke arah pria yang memakai hoodie dan celana pendek karena ia baru pulang nge-gym.

"Meski ingin tapi aku masih waras. Urus dia, aku tak ingin dia tidur disini?" ucap Sagara dan langsung meninggalkan Evan dengan segala kebingungannya.

"Nggak istri nggak suaminya sama-sama bikin kesal" ucap Evan kesal dan menghubungi manager Reva agar dia membawa gadis itu keluar dari apartemen Gara.

to be continued....

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik skali
Heriyani Lawi
gara kok aneh, knp ga diviralkan aja perselingkuhan reva
Heriyani Lawi
cari bukti kok sampai bertahun tahun 😤
Heriyani Lawi
gara dan saudara2nya bego semua
Edi
kisah karin sama rama pengen tau
Nadira ST
kamu nggak egois dara justru Vito yang ngejar ngejar kamu maksain kamu
Mega Prasetya T.R.N
lha memang betul wanita ular itu si reva apalagi gila dan nggak berakhlak jaman masih SMA aja udah nggak nggenah itu si reva, semoga dapat balasan setipal itu si reva suatu hari nanti
Mega Prasetya T.R.N
kapan sih kelakuan jahat reva kebongkar ya karena udah jahat banget lho sama dara, kasihan dara meskipun sudah kejadiannya 5 tahun lalu tapi masih keinget kalau dara mengigatnya
Mega Prasetya T.R.N
jan enggak punya malu ini si reva udah rusak tubuhnya dan akal sehatnya, lama-lama reputasinya jadi model bakal terkena sekandal karena kelakuan reva sendiri ini mah
Mega Prasetya T.R.N
bukannya lo ya yang jalang ya reva kenapa ngatain si dara jalang sadar diri kali lo yang jalang reva, emosi sama lo😡😡😡😡 lama-lama
Mega Prasetya T.R.N
what, apa? reva sering tidur sama papanya sagara aduh-aduh enggak tahu malu si reva ini🤦🤦🤦
Mega Prasetya T.R.N
jangan goda dara gitu lah hanifa enggak takut dimakan dara lo 🤭🤭🤭
Mega Prasetya T.R.N
ya pasti iya dong dulu kan masih SMA sagara kan cowok idola di SMA meskipun sudah dewasa pasti tetap tampan si sagaranya
Mega Prasetya T.R.N
eh btw kak dara sama sagara umur berapa kalau boleh tahu tuh
Mega Prasetya T.R.N
kok cuma maaf doang sih sagara harusnya peluk dara dong karena berpisah lima tahun lalu karena ulah papahmu masak cuma kata maaf doang sih nggak asil lo sagara
Mega Prasetya T.R.N
lo engak tahu aja sih sagara padahal evan tadi pas keluar dari toilet telah tebar pesona ke hanifa asal kamu tahu itu🤭🤭🤭, makanya lama malah ngajak berkenalan sama hanifa itu si evan😅😅
Mega Prasetya T.R.N
memang jodohnya hanifa sudah didepan mata ya, aku yakin nih pasti evan jodohnya hanifa suatu saat
Mega Prasetya T.R.N
dara itu kayak punya adik ya sekarang adiknya apa sudah dewasa juga, namanya siapa aku lupa adiknya si dara yang laki-laki itu loh
Mega Prasetya T.R.N
ya ampun kasihan dara ya orang tuanya enggak nanggap dara anaknya karena berselisih paham sama suami budhenya
Mega Prasetya T.R.N
dicerita ini apa yang tidak bisa ditulis oleh penulis semua aja bisa loh, sampai bayi aja punya kercerdasan diatas rata-rata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!