"Cinta bisa membuat sesorang menjadi lebih baik dalam hidupnya. Namun juga sebaliknya cinta dapat membuat seseorang menjadi lebih buruk dan berdampak negatif bagi dirinya juga bagi orang yang dicintainya." (Plato)
Cinta adalah anugrah dari yang kuasa, tak ada yang bisa menghindar dari kehendak-Nya. Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya.
"Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai." (BJ. Habibie)
Sangat banyak kata-kata bijak tentang cinta, tapi tak satupun membuat gadis ini percaya tentang cinta. Keretakan rumah tangga orang tuanya membuatnya tak percaya dengan cinta. Perceraian orang tuanya membuatnya takut untuk jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bintun arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Philophobia, Namanya berasal dari dua akar bahasa Yunani, philo yang berarti cinta dan phobia yang berarti takut. Philophobia adalah ketakutan akan keterikatan emosional dan takut berada di dalam hubungan bahkan jatuh cinta. (dikutip dari berbagai sumber)
Aku masih tak percaya, ternyata hal yang kurasakan akhir-akhir ini mempunyai nama, dan itu adalah sebuah penyakit. Ya, jujur ... aku memang takut untuk jatuh cinta. Masa lalu selalu menghantuiku. Apa aku harus benar-benar konsultasikan semua ini kepada psikiater? ah ... tidak, aku tidak perlu. Aku tidak sakit! tidak.
Cinta, lagi-lagi aku mempertanyakan kata yang selalu berwarna pink itu. Sejauh ini aku memang merasakan kenyamanan bersama dengan Adzka, tapi kalau bicara tentang cinta? ah ... entahlah. Aku memang peduli kepadanya, jujur aku menyayanginya.
Hah ... sudahlah Juna, besok kau harus bangun cepat. Puasa pertama tak boleh kesiangan.
\=\=\=\=
Perempuan ramping itu terus berguling ke kanan, ke kiri. Memeluk guling dan begitu seterusnya. Sepertinya ada pergolakan batin di dirinya. Dia teringat kejadian yang baru saja di alaminya beberapa jam yang lalu yang membuatnya tak bisa tidur.
Flashback on
"Kau juga punya perasaan yang sama denganku! kau perduli padaku, Jun!" ucap Adzka saat Juna sampai kehadapannya. Decitan suara rem mobil yang melaju kencang membuatnya kembali kebelakang.
"Ya, aku peduli padamu! aku sangat takut tadi Adzka. Aku pikir terjadi sesuatu padamu." Juna terduduk lemas dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.
Adzka menarik tangan Juna dengan lembut. Memeluknya dengan penuh kasih.
"Maafkan aku. Aku tidak apa-apa kok!" tangan Adzka membelai rambut gadis dihadapannya. Dari sudut bibirnya terlukis bulan sabit. "Kenekatanku menghentikan mobil itu menghasilkan sebuah kebenaran. Selangkah lagi Adzka, selangkah lagi!" gumamnya dalam hati.
"Ayo, aku antar kau pulang."
Flashback Off
"Hah ... sudahlah Juna, besok kau harus bangun cepat. Puasa pertama tak boleh kesiangan." Juna menyetel alarm di ponselnya, juga pada jam beker tua miliknya.
\=\=\=\=
"Tok ... tok ... tok!" tangan wanita paruh baya mengetuk pintu kamar anaknya
"Masuk aja, Ma!"
"Kenapa tidak shalat di masjid, Ka?" tanya Fatmala sembari berjalan masuk dan mendudukkan tubuhnya di kursi empuk yang ada dikamar itu. Adzka tampak masih menggunakan baju koko dan sarung.
"Terlambat, Ma. Tadi saja waktu Adzka melintasi masjid komplek sudah mulai tarawih, sementara Adzka shalat Isya saja belum. He" seringai dokter tampan itu. Didepan orang lain saja dia tampak dewasa, tapi tidak jika dia berada dekat dengan sang mama.
"Kenapa pulangnya lama sekali?"
"Oh ... tadi ada urusan, Ma."
"Adzka, apa mama melewatkan sesuatu? kenapa Dewi sudah tak pernah datang lagi ya kesini. Mama ingat-ingat semenjak kau pulang dan bekerja di rumah sakit sekalipun dia tak pernah datang kan?" tangan Fatmala bersedakep.
"Ah, Adzka malah lupa, Ma. Haha!"
"Kenapa kau bisa melupakannya begitu saja? bukankah dia calon menantu dirumah ini!"
"Ya benar, Ma. Dewi memang calon menantu dirumah ini. Tapi bukan calonnya Adzka, Adzka tidak mau. Adzka punya pilihan sendiri, Ma. Ayolah Ma ... ini sudah zaman apa? Siti Nurbaya bahkan sudah punya cicit dan cicitnya juga tak mau dijodohkan seperti mbahnya. Lagipula yang biasanya dijodohkan itukan perempuan bukan laki-laki."
"Memangnya mbah Siti nurbaya itu dijodohkannya sama perempuan juga? enggak kan! bedanya kau bukan datuk maringgih. Ah ... kenapa mama jadi ikit ngelantur sepertimu." Fatmala tersadar sendiri dengan omongannya.
"Haha ... mama, Mama." Adzka tertawa renyah.
"Siapa pilihanmu? mama mau mengenalnya. Siapa perempuan yang bisa mengalahkan pesona Dewi. Apa mama mengenalnya?" Adzka tersentak tak menyangka mamanya akan menanyakan hal ini.
"Dia bekerja dirumah sakit juga, Ma. Dia apoteker. Adzka menyukainya sejak dia SMP!"
"Dia teman sekolahmu?"
"Tidak, Ma. Waktu dia SMP Adzka masih SD" Adzka tampak sangat takut mengucapkannya, dia mengatakannya pelan sekali. Tapi Fatmala masih bisa mendengarnya.
"Apa? maksud kamu dia lebih tua dari mu! kau suka denga ibu-ibu, Nak!"
"Ih ... mama apaan sih! cuman beda 6 tahun Mama. Ya kali ibu-ibu. Dia itu cantik, gak kelihatan tua tuh. Pokoknya Adzka suka." dengan mata yang berbinar Adzka menerawang, membayangkan wajah Juna yang tersenyum kepadanya.
"Lalu Dewi?"
"Dewi lagi, Mama ... Dewi itu pacarnya Zuan. Eh!" Adzka menutup mulutnya. Merasa bersalah kepada Zuan.
"Biasa aja! Mama sudah tau semua!" Perempuan paruh baya itu beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Adzka yang masih menutup mulutnya.
"Cari yang lain Adzka, bahkan dengan Zuan saja perempuan yang menarik perhatianmu itu masih jauh jarak umurnya. Ditambah lagi dia hanya seorang apoteker! masak dokter spesialis sepertimu menikah dengan apoteker. Setidaknya carilah yang sepadan denganmu!" sambil menghela nafas, Fatmala menutup pintu kamar itu dengan sedikit keras.
Adzka meremas rambutnya menarik kopiah yang sedari tadi masih ia kenakan dan menggigitnya geram.
"Kenapa Mama selalu memandang orang seperti itu!"
\=\=\=\=
"Jadi kapan, Zu. Saya harap kabar baik itu tak perlu lama-lama lagi. Kalian sudah sama-sama mampu. Mau tunggu apa lagi!" ucap laki-laki bertubuh atletis menatap Zuan dengan pandangan ramah. Sementara gadis disebelahnya dari tadi hanya tertunduk malu. Tak berani menatap orangtuanya apalagi laki-laki dihadapannya.
"Sebenarnya besok juga saya sudah siap, Pak! tapi ... saya dan Dewi sepakat untuk menunggu setengah tahun lagi!"
Laki-laki paruh baya itu tersenyum bangga. Sedangkan gadis berjilbab tadi semakin menunduk. Pipinya tampak memerah.
"Saya suka anak muda penuh semangat sepertimu. Seorang prajurit harus seperti itu! mantap. Bapak suka itu." ocehnya.
"Apa yang membuat kalian bersepakat untuk menunda lagi?" tanyanya pula.
"Begini, Pak. Bapak kan tau sendiri masalah perjodohan itu. Kemarin, perempuan yang dijodohkan dengan saya datang. Dia juga mau menikah, dia sudah punya pilihan sendiri juga. Untuk menjaga perasaan orangtuanya, Zuan mau biar Ismi yang lebih dulu menikah, Pak." Zuan mencoba menjelaskan sedikit, tak mungkin rasanya dia mengatakan bahwa Ismi pernah menunggunya, bisa berabe nanti.
"Oh, namanya Ismi. Saya seperti pernah mengenal nama itu!"
"Iya, Pak. Dia bawahan bapak! Ismi Aisyah."
"Haha ... ya Tuhan, sempit sekali dunia ini. Ya ... ya, saya tau Ismi itu pacarnya orang kepercayaan saya, hahaha ...."
Sangkin asiknya ngobrol, mereka berdua tak memperhatikan gadis berjilbab diantara mereka dari tadi terus menguap menahan ngantuknya.
"Bang! ngantuk." ucap Dewi berbisik. Posisinya yang tepat disebelah orang tuanya membuat laki-laki paruh baya itu lebih mendengar bisikan Dewi dari pada Zuan yang berada diseberangnya.
"Hey, kenapa kau malah bilang ngantuk ke Zuan? sudah mau tidur bareng?"
"Papa ah! bukan gitu. Adek bilang gitu biar bang Zuan pulang." ucap dokter gigi itu malu-malu.
"Oh, kirain. Mana sini tanganmu, Zu! maharnya jus jeruk ini saja ya." goda sang Papa
"Papa ah! becanda terus. Papa rela anak satu-satunya papa dinikahin maharnya cuman satu gelas jus doang? mana udah gak penuh lagi." ucapnya cemberut.
"Ayo, Pak. Kita lanjut. Jus pun jus lah. Saya siap aja!" Zuan menyambut uluran tangan orangtua dari kekasihnya.
"Siap gundulmu! ngenak-ngenai kue." tangan Zuan ditepiskannya.
.
.
.
.
Hai gaes, Kali ini tanpa pratinjau, semoga gak banyak typo haha... kalau ada monggo koreksi ya. Jangan lupa yang ikhlas kasi jempol dan vote ya, supaya makin semangat nulisnya.
Enjoy, ya ... Happy reading 🙏
KNP SIH JUNA MSH GK PERCAYA CINTANYA ADZKA MA DY...
SECARA DY SNDIRI SDH TAU HNY KPD DY CINTA PERTAMA ADZKA , DN ADZKA TDK PRNH MNGISI HATINYA BUAT WANITA LAIN, KCUALI DY, JDI KNP MSH RAGU, HINGGA GK MAU DISENTUH SUAMI HINGGA NGAKU SDG HAID..
SAAT U TINGGALKN ADZKA, LO MSH BSA DKT MA MARCHELL MNTAN LO, SDGKN ADZKA TTP SETIA MNCINTAI LO, BETAPA SAKITNYA PERJUANGN ADZKA MNCINTAI LO, MAKANYA DY WAJAR POSSESIF.. KRN DY TAKUT KHILANGAN LO..
GK MIKIR KBHAGIAAN ANAK..
APALAGI MARCEL DISEBUTKN TURUNAN MANADO DN TIONG HOA, GK DIJELASKN OTHOR KYAKINANNYA APA....
DN LO SBAGAI MUSLIMAH. JGN LH BRHUBUMGN BEDA KYAKINAN DGN LO..
terimakasih untuk tulisan indah mu thor 💜💜🌹🌹🌹🌹🌹🌹