NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Liora tak pernah menyangka jika pertemuannya dengan Marvin akan membawanya pada sesuatu yang menggila. Marvin, pria itu begitu menginginkannya meskipun tahu jika Liora adalah adik iparnya.

‎Tidak adanya cinta dari suaminya membuat Liora bisa dengan mudah menerima perlakuan hangat dari kakak iparnya. Bukan hanya cinta yang Marvin berikan, tapi juga kepuasan diatas ranjang.

"Adikku tidak mencintaimu, jadi biar aku saja yang mencintaimu, Liora." ~ Marvin Leonardo.


📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 ~ CTDKI

Seorang wanita menyusul turun dari dalam mobil bersamaan dengan larinya gadis kecil itu yang langsung disambut gendongan oleh Marvin. Tubuh tinggi semampai, rambut panjang terurai dengan gaun semi-formal berwarna merah maroon membuat penampilan wanita itu terlihat menawan.

‎‎"Ara, jangan suka memanggil Om Marvin dengan sebutan begitu, Sayang." ujar wanita itu seraya mengusap punggung gadis kecil yang ada di gendongan Marvin.

"Tidak apa-apa, Sabrina." ujar Nyonya Eliza, tersenyum. "Memang sudah saatnya kamu memberikan ayah baru buat Kiara."

Marvin mendesah kesal, menatap sang Ibu sebentar kemudian menurunkan Kiara dari gendongannya. "Tuan putri, ayo masuk, didalam ada banyak makanan enak yang bisa kamu habiskan."

"Beneran, Om?" tanya Kiara dengan mata berbinar, gadis kecil itu bersorak bahagia kemudian masuk dengan diantar dua orang pelayan.

Marvin menatap Liora sebelum kembali berbicara. "Dia Sabrina, istrinya temanku. Dan gadis kecil tadi Kiara, putrinya." ucapnya menjelaskan, seakan takut Liora akan salah paham dengan apa yang wanita itu lihat dan dengar.

"Sabrina ini seorang janda, suaminya meninggal dalam kecelakaan empat tahun yang lalu. Itulah sebabnya Kiara sangat dekat dengan Marvin dan selalu menganggap Marvin ini seperti papanya," ujar Nyonya Eliza, sengaja memperjelas tentang status Sabrina didepan Liora.

"Sabrina, dia ini Haikal, adiknya Marvin. Dan ini Liora, istrinya." lanjutnya memperkenalkan.

Sabrina mengulurkan tangannya pada Liora, "Hay, Liora, namaku Sabrina."

"Liora." jawab Liora membalas uluran tangan Sabrina.

Nyonya Eliza tersenyum melihat keakraban dua wanita muda itu. "Kalian berdua sangat cocok menjadi ipar." ujarnya, mengabaikan tatapan sang putra yang saat ini tengah menatap tajam padanya. Jika tidak ada Sabrina disana, mungkin Marvin sudah langsung menegur ibunya.

Liora menurunkan pandangannya, mulai merasa tidak nyaman berada disana, apalagi sejak kedatangan Sabrina dan putrinya. Sikap dan kata-kata yang ditunjukkan oleh Nyonya Eliza seolah memang sengaja, wanita itu seperti sedang menyindir Liora dengan cara halus, agar Liora sadar akan status mereka sekarang.

Acara makan malam pun dimulai, mereka duduk mengitari meja panjang itu dengan Liora yang duduk di samping Haikal, sementara Marvin duduk di depannya bersama dengan Kiara dan Sabrina. Keakraban yang mereka bertiga tunjukkan membuat mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.

Beberapa kali Marvin melihat kearah Liora yang menunjukkan ekspresi berbeda sejak kedatangan Sabrina dan Kiara. Dia tahu wanita-nya itu pasti mulai merasa tidak nyaman dan salah paham, apalagi ibunya terus mengeluarkan kata-kata yang terkesan menyudutkan.

"Ini sudah terlalu malam, biarkan saja mereka pulang," ucap Marvin saat ibunya menyuruh pelayan untuk menyajikan hidangan penutup.

"Buru-buru sekali," sanggah Nyonya Eliza. "Ibu sudah menyiapkan kamar, malam ini mereka semua akan menginap disini." ucapnya yang menimbulkan keterkejutan diwajah mereka yang duduk disana.

"Beneran Oma? Kiara boleh nginep disini sama Om Marvin?" tanya gadis kecil berusia lima tahun itu dengan polos.

"Tentu saja boleh dong, Sayang. Oma sudah menyiapkan kamar untuk kamu dan mama kamu." sambut Nyonya Eliza sembari tersenyum senang.

"Horeeee." Kiara bersorak gembira. "Kalau begitu nanti Kiara mau bobonya bareng mama dan Om Marvin. Bolehkan, Om?" gadis itu menatap Marvin dengan wajah penuh harap.

Kedua tangannya saling meremas diatas pangkuan, pandangannya bertemu dengan mata Marvin saat kakak iparnya itu menatapnya. Terdengar konyol memang, tapi Liora merasa cemburu dengan anak kecil bernama Kiara itu. Membayangkan bagaimana Marvin akan tidur satu ranjang dengan Sabrina, hati Liora memanas.

❄️

❄️

"Aku minta maaf atas sikap Casandra tadi siang," ucap Haikal saat mereka sudah ada didalam kamar yang disiapkan oleh Nyonya Eliza untuk mereka tempati malam ini. Permintaan untuk menginap akhirnya tidak bisa mereka tolak karena Nyonya Eliza terus memaksa.

"Aku tidak mempermasalahkan tentang hal itu." jawab Liora yang kini sudah duduk di tepian ranjang bersama dengan suaminya. "Tapi... Aku tetap pada keputusanku. Besok aku akan pamit dan keluar dari rumah orang tuamu, secepatnya aku akan mengurus perceraian kita, Mas."

Haikal menurunkan tubuhnya, berjongkok dengan satu kaki dihadapan istrinya dan menggenggam tangannya.

"Tidak bisakah kita memulai semuanya dari awal, Liora? Aku akan melupakan apa yang pernah terjadi antara kamu dan kak Marvin. Tapi tolong jangan meminta bercerai denganku." Haikal berkata dengan tulus, matanya berkaca-kaca.

"Hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi, Mas. Kebersamaan kita hanya akan saling menyakiti. Berpisah adalah jalan terbaik untuk saat ini. Maaf."

Perubahan itu bisa Liora lihat dalam diri suaminya, tatapan yang dulu dingin kini penuh dengan cinta saat menatapnya. Namun itu tidak bisa menjadikannya alasan untuk tetap bertahan, hatinya kini sepenuhnya adalah milik Marvin. Selain itu, masih ada wanita lain yang juga menginginkan suaminya, yaitu Casandra.

Liora melepaskan tangannya dari genggaman suaminya, berpamitan untuk mencari udara segar diluar kamar. Pintu kamar Sabrina yang tidak ditutup membuatnya bisa melihat jika saat ini Marvin sedang berada di atas ranjang bersama dengan Sabrina dengan Kiara yang berbaring ditengah-tengah. Liora memilih abai dan melanjutkan langkahnya kembali, mencari tempat yang nyaman dirumah itu untuknya menyendiri.

"Selamat malam, Nona. Apa Nona butuh sesuatu?" tanya seorang pelayan yang berpapasan dengan Liora.

"Ah, tidak, terimakasih. Aku hanya ingin melihat-lihat rumah ini saja," jawab Liora dengan senyuman yang dipaksakan diwajahnya.

"Baik, Nona. Kalau Nona butuh sesuatu, Nona bisa langsung panggil saya atau pelayan yang lain."

Liora mengangguk, lalu melanjutkan langkahnya hingga sampai ke halaman belakang rumah tersebut. Air kolam yang nampak tenang tak setenang hatinya saat ini, mengingat apa yang dia lihat tadi dikamar Sabrina membuat hatinya merasa kesal dan cemburu. Namun dia hanya bisa diam dan menahan kekesalannya itu dalam hati, sadar akan statusnya yang masih istri dari Haikal, adik ipar Marvin.

"Bagaimana? Kamu sudah melihatnya sendiri bukan?"

Suara Nyonya Eliza membuat Liora yang sedang melamun terkesiap, melihat Nyonya Eliza sudah berdiri tidak jauh dibelakangnya saat dia menoleh.

Nyonya Eliza melangkahkan kakinya mendekat. "Sabrina berasal dari keluarga terpandang dan dia adalah wanita berpendidikan tinggi. Bagaimana menurut kamu, Sabrina dan Marvin adalah pasangan yang serasi kan?"

Liora diam, sekarang dia tahu tujuannya diundang datang kesana. Makan malam hanyalah kedok belaka, tujuan Nyonya Eliza mengundangnya datang adalah untuk membuatnya sadar akan statusnya yang sebenarnya. Meskipun dia bercerai dari Haikal, hubungannya dengan Marvin tidak akan mungkin mendapatkan restu, terutama ibunya Marvin yang pasti akan menentang hubungan mereka.

Nyonya Eliza menatap Liora dengan tatapan serius, sikap ramah yang dia tunjukkan sebelumnya kini sudah tidak terlihat lagi dan berganti dengan sikap tegas yang wanita itu tunjukkan.

"Sudah baik suami saya mau mengangkat derajat kamu yang berasal dari panti asuhan dengan menjadikan kamu sebagai istri Haikal, jadi jangan serakah Liora. Sampai kapanpun saya tidak akan merestui hubungan kamu dengan Marvin." suara tenangnya penuh dengan penekanan, matanya menatap tajam pada Liora.

"Sebaiknya kamu sadar diri, jauhi Marvin karena Marvin akan saya jodohkan dengan Sabrina. Dia jauh lebih pantas untuk menjadi pendamping hidup Marvin." tegasnya.

❄️

❄️

❄️

Bersambung....

1
Marina Tarigan
Elisa biadap yg membakar pasti dpt kzrma karena mereka tfk punya siapa2
Marina Tarigan
loira hamil muda .asa tak ada istrihat jln 2 apa tdk takut keguguran ya
Marina Tarigan
hambar sekarang pernikahanmu ya itu upah yg serakah
Marina Tarigan
jijik mau muntah kayak anjing
Marina Tarigan
jgn kauhina liora butet kamu utu perlu berobat ke RS jiwa Marvin itu suami liora kamu tdk apanya pun tdk tahu malu ceburkan dirimu ke laut sana supaya. adem Liora tdk mudah kamu tindad
Marina Tarigan
swmua mati kutu tak bucara Marbin bicara tdgas tdk mempan reaksi siapapun casandra kesepiam ya Haikal sdh jijik pdmu wanita gatal
Marina Tarigan
apalagi
Marina Tarigan
kata si Lisa Sabrina orang orang baik dan berpendidikan tapinyatanya. jalang seperti. monyet gatal ya ambil cokan cabe setan godokkan ke lobang gatalmu itu keparat
Marina Tarigan
lagi ada jebakan Marvin hati2 maunya kamu antar Kiara sm Liora saja
Marina Tarigan
hebat deh marn ada juga ulat ingin dekat kalau Haikal candra tdk bisa tinggal diam Marvin tdk mau mundur yg sakit kepala. Maria. Elisa dan tuan Arthur
Marina Tarigan
liora kamu sdh terlampau jauh disakiti mereka menurut kita bercerai dgn haikal dan pergi jauh tinggalkan semuanya sm Haikalpun kamu akan tersiksa karena Casandra txk tinggal diam pergi tinggalkan semua diam2
Marina Tarigan
anakmu itu yg tdk sanggup berpisah dgn liora ibu jgn terla.pau percaya kamu sangat keterlaluan menghina Liora Marvin dan Haikal tdk usah sm anakmu itu dua2nya walaupun dia janda akan ada jodohnya yg terbaik yg ditentukan takdirnya
Marina Tarigan
perang Iran Irak perang saudara yg menegangkan baru tahu rasa ayah Arthur sakit kepala deh semoga lumpuh nya terus sembuh karena kagetnya
Marina Tarigan
apa salah bodat kamu tinggalkan istrimu di hotel sepi balik menjumpai pacarmu sehari sampai larut sendirian jgn egois dong kamu pikir lioa anak yatim piatu bisa kamu buat seenak jidatmu sdh 6 bln lebih kalian menikah kamu abaikan terus malahan kamu tampar keras dia bertanya kemana kamu jgn egois dong tanpa kamu bisa liora hidup di panti tahu
Marina Tarigan
rmh tgga amburadul bawa liora ke Australia Marvin
Marina Tarigan
sdh dibawa kabur bos mknya jgn amburadul selama pernokahanmu tak pernah kamu seperti suami sungguhan tak perduli sm liora kamu sdh ditikung Marvin yg mencintai Lora
Marina Tarigan
bahaya akan menantang rmh tggamu nanti
Marina Tarigan
kalau betul haikal sdh diluar jalur baiklah Marvin dekati Liora tapi tolong jgn buat liora jd p elapiasan dan melecehkan kan kasihan ia yatim piatu
Marina Tarigan
beraryi Marven sdh tahu kelakuan Haikal dan ibunya memperlakuan liora sepeperti babu dirmh
Marina Tarigan
sebaiknya tinggalkan rmh itu Liora pulang ke panti saja di rmh itu bahaya pake otakmu jgn bodoh iparmu sdh kewat batas bila terjadi apa2 pasti kamu yg disalahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!