NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 217

Reruntuhan Paviliun Bulan Tersembunyi – Sektor Penginapan Peserta.

Langit di atas kota arena tertutup asap hitam pekat.

Paviliun indah tempat Tim Asura menginap kini tak lebih dari puing-puing yang terbakar. Api emas Api Matahari milik Klan Gagak Emas membakar sisa bangunan, tidak bisa dipadamkan oleh air biasa.

Di tengah halaman yang hancur, sebuah kubah energi pedang berwarna abu-abu berkedip lemah, hampir pecah.

Di dalam kubah itu, Nana duduk memeluk lututnya, menangis tanpa suara. Bajunya hangus di beberapa tempat, tapi kulitnya utuh. Dia tidak terluka.

Tapi orang yang berdiri di depannya... kondisinya jauh dari kata utuh.

Wuming (Si Pendekar Buta).

Jubah abu-abunya kini berwarna merah tua karena basah oleh darah. Tongkat bambunya sudah patah menjadi serpihan. Di tangan kanannya, dia memegang sebilah pedang berkarat yang dia pungut dari reruntuhan dekorasi, karena senjata aslinya sudah hancur.

Tiga tombak menembus bahu kirinya. Sebuah luka bakar mengerikan menghanguskan dada kanannya. Dan kaki kirinya patah, memaksanya bertumpu berat pada kaki kanan.

Namun, dia tidak jatuh. Dia berdiri tegak seperti paku bumi di depan Nana.

Di sekelilingnya, berdiri tiga sosok berjubah emas dengan topeng burung gagak. Mereka adalah Tiga Jenderal Cakar Emas eksekutor pribadi Pangeran Jin. Ketiganya berada di ranah Setengah Langkah Dewa Sejati (Half-Step True God).

"Menyingkirlah, Orang Tua," kata Jenderal Tengah (Jenderal Lie - Api). Di tangannya ada bola api matahari yang berputar.

"Kau bukan anggota Tim Asura. Kau adalah Tetua Sekte Hati Pedang yang dihormati. Kenapa kau membuang nyawamu untuk melindungi budak kucing ini?"

Wuming meludah. Ludahnya bercampur potongan organ dalam.

"Uhuk..." Wuming tersenyum, gigi-giginya merah. "Status? Hormat? Itu semua omong kosong."

Wuming mengarahkan ujung pedang berkaratnya ke arah tiga jenderal itu.

"Aku sudah berjanji pada Rekan Dao Feng. Selama jantungku berdetak, kalian tidak boleh menyentuhnya."

"Keras kepala!" bentak Jenderal Kiri (Angin). Tubuhnya kabur, bergerak dengan kecepatan suara.

"Kalau begitu, mati saja!"

WUSH!

Jenderal Angin muncul di belakang Wuming, sepasang belati angin mengincar leher tua itu.

Wuming tidak berbalik. Telinganya berkedut.

"Hati Pedang: Mata Batin."

Wuming menusukkan pedangnya ke bawah ketiaknya sendiri, menembus jubahnya, dan...

TRANG!

Ujung pedang berkarat itu menahan belati Jenderal Angin dengan presisi milimeter.

"Apa?!" Jenderal Angin kaget.

Wuming memutar pergelangan tangannya. Qi pedang meledak.

CRASH.

Jenderal Angin terpental mundur, pipi di balik topengnya tergores dalam.

"Dia buta, tapi dia melihat segalanya!" teriak Jenderal Angin marah.

"Serang bersamaan!" perintah Jenderal Lie. "Dia sudah sekarat! Qi-nya sudah kering!"

Ketiga jenderal itu meledakkan aura mereka. Api, Angin, dan Petir.

Tiga elemen alam bergabung membentuk badai pemusnah yang mengarah lurus ke Wuming dan Nana.

Nana menjerit. "Kakek Wuming! Minggir! Biarkan mereka mengambil Nana! Jangan mati!"

Wuming tidak bergerak. Dia menancapkan kakinya yang patah ke tanah agar tidak terdorong mundur.

Dia menutup mata batinnya. Dia mematikan rasa sakit di tubuhnya.

Dia mengingat satu tebasan Shi Hao di arena. Tebasan yang membelah pedang kayunya. Tebasan yang murni.

Feng... aku meminjam sedikit pemahamanmu...

Wuming mengangkat pedang berkarat itu tinggi-tinggi. Aura abu-abu yang suram namun tajam menyelimuti bilah pedang.

"Teknik Terlarang: Pembakaran Jiwa Pedang!"

"Satu Tebasan... Membelah Badai!"

Wuming mengayunkan pedangnya.

ZING!

Bukan gelombang energi besar yang keluar. Hanya satu garis tipis. Garis tipis yang memotong realitas di depannya.

BOOM!

Serangan gabungan Api, Angin, dan Petir dari tiga jenderal itu... Terbelah Dua.

Serangan itu menyebar ke kiri dan kanan, menghancurkan sisa-sisa bangunan di sekitar mereka, tapi meninggalkan celah aman tepat di tempat Wuming dan Nana berdiri.

Namun, harga yang dibayar Wuming sangat mahal.

KRAK.

Pedang berkarat di tangannya hancur menjadi debu. Lengan kanan Wuming meledak, pembuluh darahnya pecah karena tidak kuat menahan aliran tenaga barusan.

Wuming jatuh berlutut.

"Hah... Hah..." Napasnya tinggal satu-satu.

Jenderal Lie tertawa sinis, meski dia sendiri berkeringat dingin melihat teknik barusan.

"Hebat. Kau membelah serangan kami. Tapi sekarang kau tidak punya senjata. Kau tidak punya tangan."

Jenderal Lie berjalan mendekat, pedang apinya menyala.

"Permainan selesai, Orang Tua."

Jenderal Lie mengangkat pedangnya untuk memenggal kepala Wuming.

Nana melompat ke depan, merentangkan tangan kecilnya di depan Wuming. "JANGAN!"

"Minggir, Binatang!" Jenderal Lie menampar Nana dengan punggung tangan.

PLAK!

Nana terpental, sudut bibirnya berdarah. Dia pingsan seketika.

Wuming meraung lemah. "Tidaaak..."

Jenderal Lie menginjak dada Wuming.

"Lihat? Kau gagal. Kau tidak bisa melindunginya."

"Sekarang, saksikan aku memenggalnya dulu sebelum membunuhmu."

Jenderal Lie melangkah ke arah Nana yang pingsan. Dia mengangkat pedangnya.

Wuming menangis air mata darah dari balik kain penutup matanya.

Maafkan aku, Feng... Aku gagal...

Pedang api itu turun.

Namun.

Sesaat sebelum bilah pedang itu menyentuh leher Nana...

DUM.

Seluruh Planet Arena bergetar.

Bukan gempa bumi. Tapi getaran dari Niat Membunuh yang begitu pekat, begitu dingin, dan begitu purba hingga api di pedang Jenderal Lie padam seketika.

Langit di atas reruntuhan paviliun tiba-tiba robek.

Sebuah celah dimensi terbuka paksa.

Dari dalam kegelapan celah itu, sepasang mata menyala terlihat. Satu Emas. Satu Merah.

Dan sebuah suara, yang terdengar seperti bisikan kematian dari neraka terdalam, menggema di telinga ketiga Jenderal itu.

"Siapa..."

"...Yang menyentuh milikku?"

SWOSH.

Sebuah benda melesat keluar dari celah dimensi itu.

Bukan Shi Hao. Tapi pedang Leviathan Asura yang dilempar dengan kecepatan cahaya.

JLEB!

Pedang itu menancap tepat di dada Jenderal Lie—menembus zirah emas, menembus jantung, dan menyeret tubuhnya terbang ke belakang sejauh ratusan meter hingga terpaku di dinding stadion utama di kejauhan.

Jenderal Lie tewas seketika bahkan sebelum dia sadar dia sudah mati.

Dua Jenderal sisanya (Angin dan Petir) mematung. Wajah mereka pucat pasi.

Dari celah dimensi, Shi Hao melangkah keluar.

Dia tidak lagi memakai baju zirah. Dia bertelanjang dada, memperlihatkan tato naga dan bekas luka baru. Di belakangnya, Tie Shan, Shu Ling, dan Luo Tian berjalan keluar dengan aura pembunuh yang meluap-luap.

Shi Hao mendarat di samping Wuming.

Dia melihat kondisi orang tua itu. Lengan hancur. Kaki patah. Darah di mana-mana. Lalu dia melihat Nana yang pingsan dengan pipi bengkak dan berdarah.

Wajah Shi Hao menjadi kosong. Sangat kosong.

Suhu di sekitar reruntuhan itu turun hingga titik beku.

"Senior Wuming," bisik Shi Hao lembut, berjongkok dan menyalurkan Qi Nirwana murni ke tubuh Wuming untuk menahan nyawanya. "Kau melakukan tugasmu dengan baik. Kau tidak gagal."

Shi Hao berdiri perlahan.

Dia menatap dua Jenderal yang tersisa.

Dua Jenderal itu gemetar. Mereka adalah Setengah Langkah Dewa Sejati, tapi di hadapan pemuda ini... mereka merasa seperti kelinci di depan Naga.

"Kalian..." suara Shi Hao bergetar menahan amarah yang meluap.

"Kalian membuat orang tua ini berdarah."

"Kalian membuat gadis kecilku menangis."

Shi Hao mengangkat tangannya. Pedang Leviathan Asura (yang memaku mayat Jenderal Lie di kejauhan) bergetar, lalu terbang kembali ke tangan Shi Hao.

"Jangan harap kalian bisa mati dengan cepat."

1
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Shen Zhu Shi Hao
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!