NovelToon NovelToon
Someone To You

Someone To You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Anak Genius / Beda Usia / Tamat
Popularitas:117k
Nilai: 5
Nama Author: C.Y.J

Author: Renata From Indonesia
(NOT MINE)

Riana Lee adalah seorang perempuan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar di ibukota berkat kecerdasannya, selain pintar ia juga cantik dan ceria, namun disana ia bertemu dengan seorang remaja laki-laki yang tanpa ia sadari. Laki-laki itu perlahan tapi pasti mengambil tempat terbesar di hatinya.

***

Aldrian Weist seorang remaja laki-laki kaya kelas 3 sekolah menengah atas,dia cerdas, tampan, dan ramah, tetapi di balik kepribadiannya yang karismatik itu, ia juga memiliki aura misterius yang dapat membuat orang di sekitarnya merasa sadar untuk tidak membangunkan sisi lain dalam dirinya itu.

Bagaimana keduanya bisa bertemu dan terikat satu sama lain? Dan bagaimana mereka bisa bersama dengan segala perbedaan yang mereka miliki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon C.Y.J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pulang Kampung

Sisa pelajaran kami berakhir dengan damai tanpa ada pembicaraan yang menyimpang lagi, tapi aku masih tetap penasaran dengan satu hal. Aku punya kebiasaan buruk, aku tidak akan bisa tidur nyenyak jika aku memikirkan sesuatu dan masih belum bisa mendapatkan jawabannya, maka dari itu aku selalu bertanya terang terangan, tapi kali ini orang yang berkaitan agak sedikit berbeda, dan aku harus hati hati saat berbicara dengannya.

"Ok kalau begitu aku pulang dulu." Aku merapikan tas ku dan bersiap untuk pulang, tapi aku masih ragu ragu untuk beranjak, aku masih bimbang antara haruskah aku bertanya padanya atau tidak.

"Oh ya aku lupa bilang kalau Minggu nanti kita tidak perlu les." Ucap Aldrian membuyarkan kebingunganku.

"Kenapa? Kau ada kencan yang lain?"

"Bukannya kau mau pulang kampung? Aku akan mengantarmu, jadi Minggu nanti adalah jadwal jalan jalan bukannya les."

Sepertinya otakku harus bekerja ekstra jika berbicara dengannya.

"Aku kan sudah bilang kalau aku sudah membatalkannya, kenapa tiba-tiba sekarang kau mau mengantarku pulang kampung?"

"Karena aku ingin jalan jalan ke tempat yang belum pernah aku kunjungi tentu saja, dan tenang saja aku sudah minta izin Paman dan dia sudah membolehkan. Bukannya kau juga tahu kalau aku juga sudah membatalkan janji kencan ku?"

Akhirnya dia membahas apa yang dari tadi ada di pikiranku, aku benar benar penasaran kenapa waktu itu dia membatalkan janji kencannya dan menyebabkan mereka bertengkar, aku juga penasaran dengan gosip apa yang beredar disekolah nya sekarang setelah kami berjalan bergandengan tangan di sepanjang jalan menuju gerbang sekolah.

"Kenapa juga kau harus membatalkan janjimu dan menyebabkan mereka bertengkar waktu itu?"

"Karena aku berubah pikiran, tiba tiba aku merasa kalau perjalanan mengantarmu pulang kampung akan lebih menyenangkan ketimbang kencan di perpustakaan dan di bioskop dengan mereka."

"Kau... serius? Jadi kau batalkan janjimu dengan mereka gara gara aku?"

Bagaimana bisa dia dengan entengnya membatalkan janji yang dia buat hanya karena mood nya berubah, apalagi dia membatalkan keduanya.

"Jangan ge er dulu, aku kan bilang karena aku lebih memilih jalan-jalan ke tempat yang belum pernah aku kunjungi, bukan karena kau, tapi kau yang harus bertanggung jawab menjadi tour guide nanti."

"Waahh apa yang akan aku katakan kepada orang tuaku nanti kalau aku membawamu, haruskah aku bilang, "Mah, pah perkenalkan ini cucu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja", yang ada nanti mereka akan terkena serangan jantung."

"Kenapa? Memangnya kenapa kalau aku cucu dari pemilik perusahaan tempat kau bekerja?"

Dia ini memang benar benar polos atau hanya pura-pura sih sebenernya? Aktingnya terlalu bagus kalau dibilang pura-pura, tapi kepribadiannya juga sangat jauh dari kesan polos.

"Haruskah aku menjawabnya? Tidak pernahkah kau nonton drama drama tentang Si Miskin dan Si Kaya?"

Wajah Aldrian terlihat bingung mencerna kata-kataku, sepertinya kali ini dia memang serius tidak mengerti, tapi yang benar saja, masa aku harus menjelaskan secara gamblang tentang perbedaan kasta, itu agak memalukan.

"Apa karena makanan dan tempat tinggal kalian tidak semewah makananku? Lalu? Kita ini satu spesies, makanan kita sama, jadi gak usah dibikin ribet, aku bisa makan apa saja yang penting enak, dan sebaiknya kau juga memberitahukan keluargamu kalau aku juga akan ikut bersamamu agar mereka bisa menyiapkan kamar tamu untukku."

"Tuan muda, kamar di rumah kami cuma ada tiga, kamar orang tuaku, adikku dan juga kamarku, kami tidak punya yang namanya kamar tamu, dan kenapa juga harus menyiapkan kamar, kita kan gak bakal nginep?"

"Kata siapa? Kita berangkat Sabtu sore dan sampai disana malam hari, jadi kita bakalan nginep semalam di sana. Dan aku bisa tidur di kamarmu kalau gak ada kamar lain."

Whaattt?? Kenapa dia seenaknya membuat jadwal sendiri, ini perjalanan pulang ke kampung halamanku atau kampung dia sebenarnya? Dan sembarang bilang mau tidur dikamar ku pula. Ahhh kepalaku jadi sakit, aku jadi malas untuk bertanya hal lain, masalah pulang kampung saja sudah membuatku pusing.

"Haaa terserahlah, yang jelas sekarang aku mau pulang dulu dan beristirahat sebelum kepalaku pecah."

"Sampai jumpa Sabtu sore, aku akan menjemputmu di kosan mu dan jangan lupa telepon keluargamu."

Terserah terserah terserah, aku tidak mau mendengar lagi ocehannya dan terus berlalu keluar dari kamarnya. Di tangga aku berpapasan dengan Pak Andrew yang sepertinya baru pulang dari kantor.

"Sore Pak!" Sapa ku saat dia berada tepat di hadapanku.

"Sore Ri, gimana les nya?" Tanya Andrew dengan wajah yang terlihat cerah.

Melihat raut wajahnya yang terlihat senang itu mengingatkan ku kembali saat aku dan Aldrian membicarakannya dan bu Sandra, hal baik Sepertinya memang terjadi di antara mereka.

"Semua lancar Pak, Aldrian anaknya cepat tanggap. Umm... oh ya Pak, apa bapak benar benar memberikan izin pada Aldrian untuk mengantar saya pulang kampung?" Tanyaku yang teringat lagi masalah pulang kampung, semuanya terjadi gara-gara dia, kalau saja dia tidak memberikan izin kepada Aldrian.

"Ah iya aku lupa bilang masalah itu, katanya kau sampai membatalkan rencana mu pulang kampung gara-gara harus mengajar Aldrian di hari Minggu, jadi dia minta izin agar les di hari Minggu dibatalkan dan dia juga katanya ingin ikut ke kampung halaman mu untuk refreshing, kalau saja aku tidak punya janji aku juga mau ikut sebenarnya, itung itung liburan juga."

Mendengar penjelasan Pak Andrew malah membuatku tambah syok, apa apaan dengan Paman dan keponakan ini, mereka pikir kampung halamanku itu tempat wisata apa. Ya untung sekali kau ada janji lain, bisa bisa keluargaku benar benar kena serangan jantung jika bos ku dan keponakannya datang berlibur di kampung halamanku, kenapa gak sekalian aja ajak Pak Benjamin.

"Sayang sekali Bapak ada janji lain ya, ha ha ha, cukup Aldrian saja kalau begitu yang ikut, dan katanya dia juga mau menginap satu malam di rumah saya, apa lebih baik saya pesankan hotel saja Pak agar tidurnya lebih nyaman daripada di rumah saya yang sempit."

Itu sebenarnya yang aku harapkan, jika dia tidur di kamarku aku mau tidur dimana? Masa aku harus tidur dikamar adik laki-lakiku yang hanya berbeda dua tahun denganku, dia bahkan lebih tua dari Aldrian.

"Tidak usah Ri, dia anaknya supel ko, kita sudah terbiasa kemping dan tidur di alam bebas, kalau cuma tidur di rumah yang sederhana sih bukan apa-apa."

Speechless, rumahku dibandingkan dengan alam bebas, perbandingan yang sangat setara ya, sepertinya tidak ada gunanya juga berbicara dengan Pamannya, mereka sama-sama bikin sakit kepala.

"Kau bisa menjadikan momen ini untuk bisa lebih dekat dengan Aldrian, kau juga belum laporan tentang sejauh apa kedekatan kalian sampai sekarang bukan? Jadi nanti sepulang dari kampung halaman mu, ceritakan bagaimana pendapatmu tentangnya kepadaku."

Ah aku hampir lupa dengan misi sebenarnya dari pekerjaan sampingan ku sebagai guru les privat Aldrian, meskipun kami baru kenal sebentar tapi sepertinya kurang lebih aku sudah tahu seperti apa sifatnya, dan sebagai orang terdekatnya sepertinya wajar jika Pak Andrew merasa khawatir terhadapnya.

1
Hapus Akun
seperti mau bertemu pacar yakkk🤣🤣🤣
Hapus Akun
malu bertanya sezaaad di jalan wkwkwkkw
Hapus Akun
syukuurlahhhh
Hapus Akun
apanya yg tinggi, tpi tak setinggi angankuu🤣🤣🤣
Muhammad Bagus
thor ini lanjut ga sih? cerita bagus gini syg banget lho thor kalo brenti gini aja. karakter Aldrian dan Riana kuat banget.

author menggambarkan Riana yg menunduk trus Aldrian melihat airmata Riana dan Aldrian merasa dadanya sakit.. yaa Allah thor sampe kerasa banget sampe ke hatiku
S.Y.S
perbarui lebih banyak penulis 💯🎉
Dewi Purwati
kok tamat...aaaaa
Musri
up nya jngan lama2 thour
Dewi Purwati
enak pacaran setelah halal
Dewi Purwati
keren ini mah
Dewi Purwati
menarik nih
Dewi Purwati
keren sih tata bahasanya...aku langsung nyambung
Rosmi Yanti Yanti
lanjut
Erlangga Saputra
ya allah.ini beneran bikin sakit perut baca nya gokil abisss
Dee
Biasa
Erni Fitriana
lanjuttttt
Erni Fitriana
mampir
¸.•♥•.¸¸.••[SKY]•♥•.¸¸.•♥•🎤🎧
Semangat
MG
bagus kak
⚕|•𝐄velyn
Semangat Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!