NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Di antara cerita dan kebimbangan

Anindia tiba di dapur dan langsung duduk di meja makan dengan wajah yang tidak bersemangat, tidak seperti biasanya. Ia yang biasanya ceria, kini terlihat murung dan raut wajah yang terlihat lelah. Ayahnya yang sedang duduk sambil membaca koran, langsung menoleh ke arah putri bungsunya itu.

"Anindia, kenapa wajahmu begitu masam?" Ujar ayahnya.

"Enggak papa, Pa," ujar Anindia masih tidak bersemangat.

Ibunya yang baru selesai memasak pun langsung menghidangkan makanan itu di atas meja, ia juga menanyakan apa penyebab putrinya itu murung pagi-pagi seperti ini.

"Iya sayang, muka kamu murung sekali. Ada apa?" Tanya ibunya memastikan.

Anindia menghela nafas panjang, ia merasa ragu-ragu untuk bercerita tentang Keanu pada ibunya. Tapi pada akhirnya ia pun mencetuskan nya juga, meskipun tidak secara keseluruhan.

"Karena Keanu, Ma." Ujar Anindia pada akhirnya.

Ayah dan ibunya langsung saling bertukar pandang, merasa heran dengan penuturan sang anak. Terlebih mereka berdua sama sekali tidak tahu bagaimana hubungan Keanu dan Anindia di sekolah.

"Hmm... Keanu kenapa sayang? Gak puas ya malam pertamanya?" Goda ibunya kemudian.

"Apa sih Ma," ujar Anindia yang merasa tidak suka dengan arah pembicaraan ibunya, bahkan ekspresi kesalnya pun terukir jelas di wajahnya.

Melihat perbincangan dua wanita yang dicintainya, ayahnya pun langsung menahan senyumnya. Ia terlihat lebih santai setelah menikahkan Anindia, tidak seperti sebelumnya yang terlihat kecewa dengan berita terkait putrinya itu. Sementara ibunya hanya menanggapinya dengan tawa ketika melihat ekspresi putri bungsunya itu.

"Suami kamu dimana, nak? Kenapa gak di ajak sarapan bareng?" Tanya ibunya kemudian.

"Keanu gak bakalan ke sini, Ma. Dia-" ujar Anindia, tapi perkataannya terpotong ketika tiba-tiba sebuah suara yang sangat familiar di telinganya langsung menyela pembicaraannya.

"Selamat pagi, semuanya," ujar Keanu dengan nada santainya.

Kedua orang tua Anindia langsung menoleh ke arah menantunya itu. Sementara Anindia langsung menunduk, bahkan tangannya meremat erat rok sekolahnya di bawah meja. Ia benar-benar merasa kesal dengan Keanu saat ini.

"Nah ini dia menantu Mama," ujar ibunya dengan seutas senyum ketika melihat Keanu yang berjalan menghampiri.

Keanu merasa sedikit tidak nyaman ketika berkumpul di meja makan dengan keluarga Anindia. Ia masih berdiri di ambang pintu, seakan ragu-ragu untuk duduk dan bergabung bersama keluarga Anindia.

"Keanu, silahkan duduk. Papa ingin berbicara dengan kamu," ujar ayah Anindia dengan nada seriusnya.

Keanu menelan ludahnya karena merasa gugup dan juga segan dengan ayah Anindia, terlebih pernikahan ini terjadi memang karena kesalahan dirinya. Meskipun Keanu tidak ingin mengakui hal itu.

Dengan langkah yang berat, Keanu pun akhirnya melangkahkan kakinya menuju ke arah meja makan. Ia menarik sebuah kursi yang sedikit jauh dari Anindia, sebelum akhirnya ia pun duduk dan menunggu apa yang akan disampaikan oleh ayah mertuanya itu.

"Iya om, eh... Pa, Apa yang mau Papa bicarakan?" Ujar Keanu yang masih terlihat canggung, seakan ia lupa jati dirinya yang merupakan seorang badboy.

"Duduknya jangan berjauhan gitu, seperti sedang bertengkar saja dengan istrinya," ujar ayah Anindia kemudian.

"Maaf om... Pa," ujar Keanu.

Keanu menghela nafas sejenak, mau tidak mau ia terpaksa berpindah posisi di sebelah Anindia karena ini merupakan permintaan ayah mertuanya. Keanu memang berandalan, tapi ia akan tetap sopan jika sedang berbicara dengan orang yang lebih tua darinya.

Sementara Anindia, ia langsung terdiam tanpa kata. Ia tidak mungkin menunjukkan rasa kesalnya terhadap Keanu di depan kedua orang tuanya. Ia hanya menatap Keanu dengan tatapan dingin, seolah masih membatasi diri dari laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu.

"Keanu, kamu di sini sudah menjadi keluarga kami sekarang. Ayahmu Bram, merupakan teman baik Papa. Kami berharap kamu dan Anindia bisa lebih terbuka, meskipun pernikahan kalian ini dilakukan secara tiba-tiba," ujar ayah Anindia membuka pembahasan.

Suasana di meja makan menjadi sedikit lebih tegang bagi Keanu. Ia menatap ayah mertuanya dengan ekspresi serius, sementara Anindia menatap ayahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

Keanu merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini, karena ia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini sebelumnya. Ia lebih terbiasa dengan suasana yang santai dan bebas, tidak seperti sekarang yang terasa sangat kaku dan formal.

Ibunya yang masih sibuk menyiapkan sarapan, kini menoleh ke arah anak dan menantunya itu dengan penuh harap. Ia ingin melihat kedua anak muda itu hidup dengan bahagia dalam mahligai rumah tangga mereka, meskipun pernikahan mereka terjadi karena sebuah kesalahpahaman.

"Karena itu Keanu, Papa ingin kamu menjaga dan melindungi Anindia. Jangan pernah kamu menyakiti dirinya. Dan kami berharap, kamu bisa menjaga Anindia dengan baik," lanjut ayah Anindia di sela-sela ketegangan dua anak muda itu.

Keanu menatap ayah mertuanya dengan ekspresi terkejut, ia tidak menyangka bahwa ayah Anindia akan mengatakan hal demikian. Keanu merasa terjebak dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana citra raja jalanan nya jika teman-temannya mengetahui hal ini.

"Duh, kejebak kan gue jadinya," batin Keanu.

Sementara Anindia, langsung menggelengkan kepalanya. Baginya, ia tidak butuh dilindungi atau dijaga oleh siapapun, termasuk Keanu. Terlebih ia yang sebelumnya sangat anti dengan yang namanya percintaan, karena akan mempengaruhi cita-citanya. Tapi kini sudah terlambat, sekarang ia sudah terjebak di dalam pernikahan yang tidak diinginkannya ini.

"Enggak, Pa. Nindi bisa kok jaga diri. Nindi gak butuh dijagain dan dilindungi, Pa." Ujar Anindia yang langsung menyangkal.

"Sayang, menikah muda itu indah sekali lho," ujar ibunya sembari meletakkan piring di atas meja.

"Maksudnya, Ma?" Tanya Anindia yang langsung menoleh ke arah ibunya dengan ekspresi ragu-ragu, ia tidak yakin apakah menikah muda itu benar-benar indah atau tidak.

Suasana yang tadinya terasa sangat menegangkan karena pembicaraan ayah Anindia, kini justru terlihat sedikit lebih santai. Anindia dan Keanu bisa menarik nafas lega sedikit, meskipun itu bukan berarti mereka bisa lepas dari situasi yang tidak diinginkan ini.

Sementara ayahnya langsung terdiam tanpa kata, membiarkan ibu Anindia yang menjelaskannya. Ia hanya tersenyum melihat ekspresi anak dan menantunya itu. Ia merasa bahwa Anindia dan Keanu sangat mirip dengan kisah cintanya dengan ibu Anindia dulu.

"Kamu masih muda, Anindia. Kamu masih memiliki banyak waktu untuk membangun kehidupan baru bersama Keanu, memiliki anak yang lucu, dan membesarkannya bersama. Itu akan menjadi pengalaman yang sangat indah sayang, percayalah." Ujar ibunya dengan nada yang lembut.

"Tidak hanya itu, nak." Ujar ayahnya menimpali. "Kamu juga bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama Keanu, menikmati masa muda bersama, dan membangun kenangan indah bersama. Semua itu akan menjadi hal yang sangat berharga, anakku." Lanjut ayahnya yang senyum-senyum sendiri sedari tadi.

"Tapi Nindi belum siap, Ma, Pa..." Ujar Anindia penuh penolakan. "Gimana sekolah Nindi? Gimana cita-cita Nindi?"

Anindia belum siap untuk semua yang dikatakan oleh ayah dan ibunya. Impian dan cita-citanya untuk menjadi seorang desainer seakan sirna bersamaan dengan kata-kata kedua orang tuanya. Ia yang belum siap untuk menikah, tapi kini ia harus dipaksa dewasa oleh keadaan.

Sementara Keanu, ia merasa bahwa ia ingin berlari saja dari situasi rumit ini. Ia mendengarkan, tapi pikirannya melayang jauh entah kemana. Ia pun akhirnya menuang air minum, berharap bisa sedikit mengurangi rasa kering di tenggorokannya.

"Dan soal cita-cita, kamu masih bisa menggapainya, sayang. Menikah bukan berarti kamu harus meninggalkan impianmu. Mama yakin, Keanu juga pasti akan mendukung kamu," ujar ibunya kemudian.

"Ma," rengek Anindia, ia merasa tidak suka ketika ibunya membahas tentang pernikahan.

"Uhukk uhukk..."

Di saat yang bersamaan, Keanu yang masih minum pun langsung tersedak ketika mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan oleh ibu Anindia. Ayah Anindia yang duduk di seberangnya langsung menepuk punggungnya. Sementara ibunya hanya menanggapinya dengan senyum, karena ia tahu bahwa Keanu dan Anindia masih perlu beradaptasi saat ini.

"Pelan-pelan minumnya, Keanu." Ujar ibunya kemudian.

Keanu berhasil menenangkan dirinya setelah tersedak tadi. Ia merasa terkejut dan tidak percaya dengan penuturan ibu Anindia. Ia tidak menyangka bahwa ibu mertuanya mengatakan bahwa ia pasti akan mendukung cita-cita Anindia, meskipun Keanu sendiri sama sekali tidak peduli dengan cita-cita istrinya itu.

"Ba-baik, Tan... Ma," ujar Keanu pada akhirnya dengan nada sedikit gugup dan juga sedikit terpaksa.

Anindia lagi-lagi hanya bisa menarik nafas pasrah, karena ketika ia ingin menolak pun rasanya percuma. Ayah dan ibunya sudah merestui hubungan mereka, meskipun tidak ada cinta di antara keduanya. Anindia menatap Keanu sejenak, dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Begitu juga sebaliknya, Keanu juga menatap Anindia dengan tatapan yang sama.

"Udah, ayo sarapan dulu. Nanti kalian terlambat lagi ke sekolahnya," ujar ibu Anindia.

"Iya Ma," ujar Anindia dengan nada lesu.

Sementara Keanu, ia hanya mengangguk perlahan tanpa kata. Ia sedang di skors karena mencoba kabur dari sekolah kemarin. Dan ia tidak mungkin mengatakan hal itu kepada kedua mertuanya, karena ia takut bahwa mereka akan mengadukannya kepada kedua orang tuanya.

Suasana menjadi hening, Anindia dan Keanu tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring yang menjadi satu-satunya suara di sekitar mereka saat ini. Kedua pengantin baru itu menikmati makanannya bersama kedua orang tua Anindia, tapi tidak ada semangat sedikitpun di antara keduanya.

"Melihat kalian, Papa jadi ingat masa muda bersama Mama kamu Anindia." Ujar ayahnya tiba-tiba setelah ia menyeruput secangkir kopi miliknya.

"Kenapa Pa?" Tanya Anindia masih tidak semangat, tapi karena penasaran ia pun akhirnya menoleh ke arah ayahnya.

Keanu yang sedari tadi menunduk ke arah piring pun, kini menoleh ke arah ayah mertuanya itu. Ia seakan penasaran dengan kisah ayah mertuanya, meskipun Keanu sendiri tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta.

"Papa sama Mama kamu juga menikah muda dulu. Awalnya ya sama seperti kalian, jutek-jutekan, berantem, tapi lama-lama timbul cinta. Disitulah indahnya menikah muda," ujar ayahnya yang menceritakan kisah masa lalunya.

"Papa..." Ujar ibu Anindia menyenggol lengan suaminya pelan, sembari menggelengkan kepalanya, seakan melarang ayah Anindia untuk menceritakannya karena ia yang merasa malu.

"Biar lah mereka tahu, Ma. Sebagai edukasi buat mereka berdua," ujar sang ayah mencoba untuk meyakinkan istrinya.

"Papa sama Mama dulu juga menikah muda?" Tanya Anindia sebelum ibunya sempat berkata-kata.

Ayahnya langsung mengangguk mantap, sementara ibunya tersenyum malu-malu. Anindia merasa semakin penasaran dengan kisah cinta ayah dan ibunya dulu, ia memfokuskan pandangannya ke arah kedua orang tuanya tanpa berkedip sedikitpun.

"Papa dan Mama dulu memang menikah muda, sama seperti kalian. Bedanya, kami menikah karena perjodohan orang tua," ujar ayah Anindia kemudian.

"Perjodohan?" Ujar Anindia dan Keanu kompak, untuk pertama kalinya.

Anindia dan Keanu langsung bersitatap untuk sejenak, tatapan itu masih menunjukkan permusuhan tapi terlihat ada sedikit kelembutan di balik mata mereka.

"Iya perjodohan," ujar ayah Anindia dengan nada santainya. "Kami dulu tidak saling mengenal, tapi berkat kakek dan nenekmu akhirnya kami bisa saling mengenal satu sama lain." Lanjutnya.

Anindia terdiam tanpa kata, ia yang sebelumnya menolak pernikahan ini kini justru mendapat pencerahan sedikit. Tapi itu bukan berarti Anindia sudah menerima Keanu sebagai suaminya, ia masih memerlukan waktu untuk bisa menerima kenyataan ini.

Begitu juga sebaliknya, Keanu juga belum bisa menerima pernikahan ini seutuhnya. Ia tidak percaya cinta, dan ia belum siap untuk meninggalkan dunia liarnya.

"Udah Pa, jangan membuat mereka malu." Ujar ibunya mengakhiri cerita ayahnya. "Keanu, Anindia lanjutkan sarapannya nak. Keanu, nanti pergi ke sekolahnya berangkat bareng Anindia ya."

"Iya Ma," ujar Keanu singkat, meskipun ia tidak akan pergi ke sekolah hari ini.

Anindia pun langsung menikmati kembali sarapannya yang sempat tertunda. Sejujurnya ia merasa keberatan dengan penuturan kedua orang tuanya. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi keputusan kedua orang tuanya.

Sementara Keanu, ia seakan ragu-ragu, mau tidak mau ia terpaksa menuruti perintah ayah dan ibu mertuanya itu. Mereka berdua merasa bimbang, seakan tidak tahu jalan keluar dari permasalahan ini, terlebih hubungan mereka bukanlah berpacaran, melainkan sebuah pernikahan.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!