"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#19
“Kau tidak keberatan yang Lunna, kalau harus menemani Darren di kantor hari ini?” ulang Diana Smith dengan tatapan khas nenek -nenek yang sulit untuk di tolak.
Darren yang tidak menyangka kalau sang nenek bersungguh-sungguh dengan ucapan nya hanya bisa diam dan memasang wajah cool. Walau pun di dalam hati nya Darren bersorak kencang saking senang nya dengan rencana sang nenek.
Beda Darren, beda pula Lunna. Lunna yang tidak ingin berdekatan dengan Darren langsung menekuk wajah nya. “Kenapa jadi begini sih??” repet nya dengan wajah yang tersenyum.
“Baiklah kalau begitu nek. Aku akan ikut dengan Darren ke kantor.” Jawab Lunna sambil tersenyum walaupun hati nya sangat ingin menolak permintaan sang nenek.
Singkat cerita Lunna, Mona dan Darren kini sudah berada di dalam perusahaan nya Darren.
“Apa kau tidak ngantor hari ini sayang?” tanya Darren pada Mona yang berdiri di samping Darren dan menggenggam tangan Darren dengan manja.
“Aku rindu dengan mu sayang.. Semalamkan kita tidak jadi tidur bersama karena di kamar mu. Aku rasa kita bisa mengganti nya dengan terus berpegangan tangan seharian ini.” ucap nya manja namun sengaja dengan suara yang kencang agar Lunna yang ada di sebelah nya Darren mendengar apa yang Mona katakan.
“Apa dia kira aku ini orang bodoh? Sampai harus di kirim kan kode-kode keras seperti ini?! Dia ingin kan Darren? Ambil tu Darren.” Seru Lunna.
“Hei Lunna! Jangan asal bicara!” seru Luna dari dalam pikiran Lunna.” Kau tidak lupakan kalau misi kita salah satu nya adalah menghancurkan hubungan Darren dan Mona, Lunna??” teriak Luna dari dalam piikiran Lunna.
“Itu mah misi mu! Kau selesikan saja sendiri. Aku sama sekali tidak ada kaitan nya dengan misi gila mu itu.” Tegas Lunna.
“Bukan nya aku menolak sayang. Tapi seperti yang aku katakan tadi ketika kita semua sarapan dengan nenek, hari ini aku akan kedatangan tamu dari Jepang. Dan tamu ini bukan tamu sembarangan Mona. Kau pasti paham dengan apa yang aku katakan, Mona.” Darren pun memegang tangan Moa lalu mencium nya. Hal ini Darren lakukan supaya kecemburuan Mona pada Lunna yang terlihat jelas di wajah Mona dapat menghilang.
“Kalau begitu ajak serta aku untuk bertemu dengan tuan Tetsuji Kurama. Aku ingin mengenal semua rekan bisnis mu sayang. Lagi pula kan sebentar kita akan menikah. Semakin banyak aku mengenal rekan bisnis mu, semakin baik untuk bisnis mu. Orang-orang di kantor ku selalu mengatakan. REJEKI ITU TIDAK MENGHAMPIRI PARA JOMLO!” tukas Mona tersenyum ke arah Lunna. Tapi sama seperti yang sudah-sudah, Lunna sama sekali tidak peduli dengan kata-kata Mona.
“Maaf sayang! Bagaimana kalau kau menunggu di ruangan ku saja. Aku rasa itu jauh lebih baik dari pada kau ikut-ikut bertemu dengan Tetsuji." ujar Darren.
Mona yang mendengar perkataan Darren dengan berat hati akhir nya menyetujui nya.
"Dari pada aku menunggu Darren disini, lebih baik aku bertemu Giovani.” Gumam Mona.
“Hmmm kalau begitu aku kembali ke kantor ku saja. Sampai jumpa di mansion nanti malam.” Ujar Mona.
“Nah kalau begitu, akan ku antar kau sampai ke loby bawah” Ucap Darren.
☘️☘️☘️
Darren! coba si mona di antarin sampai ke akhirat saja🤭🤭🤭😂