NovelToon NovelToon
Bloody General Sword

Bloody General Sword

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Sesion 1

Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.

Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.

Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 19

Entah sejak kapan putri sangat sering datang ke kediaman jenderal Geem, sepertinya dia tertarik dengan Cha Wu kakak Renzai, hari itu putri datang bersama dengan Ketiga pengawal pribadinya.

Putri turun dari kereta kudanya dan tersenyum kepada jenderal Geem.

"Selamat atas kembalinya jenderal dari peperangan." Ucapnya sambil tersenyum manis menatap Cha Wu yang berdiri dibelakang ayahnya.

"Terima kasih yang mulia, anda sudah repot-repot datang kemari untuk memberikan ucapan selamat kepada hamba." Ucap jenderal Geem sambil menunduk.

"Oh ya, selamat ulang tahun jenderal geem, aku membawakan beberapa hadiah kecil untukmu."

"Terima kasih Tuan putri, hamba tidak tahu jika tuan putri akan datang ke kediaman kami ini." Ucapnya lagi.

Mereka mempersilahkan tuan putri masuk dan segera para pelayan tergopoh-gopoh menyiapkan tempat duduk yang nyaman untuk tuan putri. Ketiga pelindung mereka berdiri di sisi sang putri.

~

Dari kejauhan terlihat Renzai yang sedang berjalan santai menuju ke rumahnya, tiba-tiba saja dia melihat dari kejauhan seluruh keluarganya sedang menunduk kepada seseorang, matanya menatap sosok wanita yang berpakaian layaknya seorang putri dengan prajurit-prajurit yang mendampinginya.

"Siapa dia?" ucap Renzai.

"Dia itu tuan putri, dia datang berkunjung ke rumahmu." Ucap seseorang di belakangnya. Renzai berbalik dan menatap Gun wu teman kecilnya yang sejak tadi mengikutinya diam-diam dari belakang, meskipun begitu tentu saja Renzai menyadari kehadirannya.

Gun wu adalah teman kecilnya yang seumuran dengan Renzai, dia itu anak kelima dari kakek kang yang memiliki Gun wu ketika usianya tidak muda lagi.

Renzai tiba-tiba memukul kepalanya. "Gun wu berhenti makan, kau tidak lihat tubuhmu bertambah semenjak aku pergi dari sini beberapa bulan yang lalu, aku sampai tidak mengenalmu." ucap Renzai.

Gun Wu teman kecil Renzai dan juga satu-satunya teman yang dekat dengan Renzai, karena sikapnya yang dingin kepada orang-orang, dia sama sekali tidak seperti gadis muda lainnya yang memiliki teman-teman sebayanya. Sikapnya sama sekali tidak berubah sejak usianya 7 tahun yang lalu, menatap orang-orang dengan wajah permusuhan, bersikap dingin dan tidak perduli kepada siapapun, sehingga dia lebih memilih pergi ke gunung yitin selama beberapa bulan.

"Renzai." panggil gun wu kepadanya.

"Kau akan dapat masalah dengan berpakaian seperti itu, apa kau mau menemui ayahmu dengan pakaian kumal seperti itu?"

"Apa yang kau maksud dengan Kumal gun wu." Ucap Renzai menatap dirinya, pakaiannya seperti tidak pernah di ganti serta ada beberapa jahitan di sana sini serta wajahnya yang terlihat kotor karena menuruni pegunungan dan hutan-hutan.

Renzai mendorong gun wu pelan, tetapi rupanya dorongan Renzai cukup kuat hingga Gun wu terdorong sampai ke tengah jalan dan tidak sengaja menabrak dua orang pejabat dari istana yang sedang berjalan tepat di sampingnya.

Gun wu berbalik dan menatap mereka sambil sedikit menunduk. "Ma..maafkan aku tuan." Ucapnya dengan mulut dipenuhi makanan. Mereka berdua menatap Gun wu dengan menggeleng dan pergi, untung saja mereka berdua tidak mempermasalahkannya. Salah satu dari mereka tidak sengaja menatap Renzai yang berdiri di sana. Renzai menatap mereka berdua dengan pandangan tidak suka.

"Sepertinya mereka berdua akan ke rumahmu Renzai, mereka mungkin tamu ayahmu." ucap gun wu.

~

Renzai meninggalkan Gun wu di depan gerbang rumahnya, sementara itu dia berlari menyusuri rumahnya kemudian melompati tembok di belakang rumahnya setelah menengok ke kiri dan kanan.

"Bagus, tidak ada orang di sini." Senyumnya , dengan cepat dia masuk ke dalam kamarnya, lalu mengganti pakaiannya.

Setelah beberapa menit....

"Psst, psst Renzai." Panggilnya sambil berbisik.

"Apa sih yang dilakukan Renzai, kenapa dia lama sekali?" Ucap gun wu dari balik tembok.

Setelah berganti pakaian, Renzai kembali melompati tembok belakang rumahnya, di sana sudah menunggu gun wu. "Kenapa kau lama sekali? Apa kau makan dulu tanpa mengajakku??" Ucapnya sambil melotot. "Itu yang kau lakukan semenjak aku tinggal beberapa hari di kuil."

"Jangan berisik." Ucap Renzai, penampilannya kini telah berubah, pakaiannya yang tadi terlihat Kumal dan nampak seperti seorang gelandangan kini telah berubah menjadi seorang Putri dari seorang bangsawan.

Renzai mengenakan Hanbok berwarna biru langit dengan gambar sulaman kupu-kupu di tepian roknya, rambutnya di kepang panjang dengan hiasan kupu-kupu kecil berwarna biru menjadi penghias di rambutnya.

"Bagaimana? Apa aku terlihat oke?" tanyanya.

Gun wu mengangguk asal dan segera mendorong Renzai untuk masuk ke gerbang depan. "Ayo masuk ! aku sudah lapar." Ucap gun wu.

Renzai memasuki gerbang rumahnya, di sana terlihat ramai, Renzai mencari-cari ayahnya dan keluarganya. Renzai menatap putri itu di kelilingi oleh tiga prajurit dan dua pejabat yang di tabrak gun wu tadi. Cha Wu tiba-tiba berdiri dan mohon pamit, dia segera memanggil adiknya yang sudah berbulan-bulan tidak di temuinya.

"Renzai."

Kelima Akai dan putri berbalik menatap Cha Wu yang sedang menyambut seorang gadis di dekat gerbang. Ayah dan ibu Renzai tersenyum dan menatap Renzai dari kejauhan, sedangkan Hana ikut berdiri dan menyambut adiknya.

Tiba-tiba saja seseorang berdiri dengan wajah begitu terkejut, dia mundur beberapa langkah.

Semua orang menatapnya. "Ada apa Rui?" Bisik Otaru memaksa Rui untuk duduk lagi.

"Dia..dia...sangat mirip." Rui lalu memandang keempat Akai. "Jenderal." ucap Rui.

"Ada apa dengan kalian, kenapa kalian berisik sekali?" Ucap sang putri. Mereka berlima lalu terdiam sebentar, dia tidak ingin sang putri mencurigai mereka.

"Apa maksudmu Rui? siapa yang mirip?" Tanya Tutsima tidak mengerti, Rui menutup wajahnya seakan dia telah berbuat kesalahan besar selama ini.

"Gadis itu, dia sangat mirip jenderal kita, hanya aku satu-satunya yang mengetahui bagaimana wajah jenderal kita." ucapnya pelan.

"Kau yakin?" ucap Otaru menatap jengkel kepada Rui. "Kau yakin dengan yang kau katakan Rui?"

Rui mengangguk dengan putus asa, dia sangat mengetahui bagaimana rupa jenderal mereka, karena jenderal mereka adalah teman kecil Rui dan juga tunangannya ketika masih berada di kerajaan Ochtosk.

~

Renzai di sambut oleh anggota keluarganya, Kakak Renzai mengajaknya untuk menemui ayahnya dan juga sang putri yang ada di sana.

"Tuan putri perkenalkan, dia adalah putri ketigaku Namanya Lee Renzai, dia baru saja turun dari pegunungan yitin selama ini dia berada di sana untuk berdoa selama aku pergi berperang."

Putri memberikan Senyumnya kepada Renzai. "Sangat cantik dan sepertinya kita seumuran." Ucap sang putri. Renzai hanya tersenyum tipis dan memberikan anggukan pelan.

"Terima kasih telah datang untuk menghadiri ulang tahun ayahku tuan putri." Ucap Renzai, tiba-tiba, lagi-lagi Rui berdiri dengan ekspresi terkejut di wajahnya. Semua orang menatapnya.

"Jen..deral." ucapnya perlahan, dia seperti hendak menangis menyebut namanya dan memandang wajah Renzai.

Hatachi tiba-tiba menarik kembali Rui agar dia duduk, "Kau yakin dia adalah jenderal kita?" bisik hatachi. Rui menganggukkan kepalanya perlahan. "Suaranya pun sama dengan jenderal." bisik Rui.

Renzai menatap kelima Akai yang sedang terpaku menatapnya dengan wajah melongo seperti kehilangan pegangan, sikap kelima Akai membuat tuan putri menjadi curiga, dengan bergantian dia menatap mereka berlima dan menatap Gadis bernama Renzai.

1
Tiana
wah tanpa belas kasihan
azka aldric Pratama
hadir 😉😉😉
MAWAR BERDARAH
Semangat
Kadek Mudiastini
thor,aku suka ceritamu ini.gak bertele-tele.aku harap renzai lahir kembali dg sifat baik dan menemukan cinta sejatinya.apakah season 2 udah keluar?
Crzalia00
makasih kak,, ceritanya seru👍
ditunggu season 2 nya😁😁
Crzalia00
seru
Qimti Sa
good
Allessha Nayyaka
keren
Riri
g ada karya baru lagi ya disini ay....
Afrilho
Mmm penuh misteri ternyata sang Jendral seorang wanita
Ray
Semangat terus buat Outhor 💪🙏
Sehat selalu 🙏🙏
Ray
Sungguh ironi sekali endingnya, tapi banyak hikmah dan pelajaran yg positif bisa diambil dari ceritamu Outhor 🙏👍
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Ray
Apakah seorang ayah sekaligus Jendral dimana musuh dari anaknya sendiri yg tubuhnya telah dikuasai sepenuhnya oleh Jendral Kimi Ga, sanggup membunuh🤔? Semangat up
Ray
Semakin tegang, seru dan semakin keren Outhor, selalu kutunggu💪🙏👍
Ray
Apakah ke5 Akai bisa mematahkan kutukan dalam diri Jendral Kimi Ga?
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Ray
Jendral Kimi Ga sudah mulai menguasai Renzai, kegelapan dalam diri Jendral sudah terjadi, dan AQ penasaran kelanjutan ceritanya Thor🤔
Semangat terus ya Thor🙏👍
Ray
Apakah pangeran ada rasa suka dan cemburu liar Renzai dengan lelaki lain?
Semangat selalu outhor💪🙏
Ray
Wakil Kapten Cheon ibarat lagi makan buah simalakama 😱🙏Serba salah, mau gsk mau harus turuti omongan dan perintah Renzai🙏 Terus Up🙏👍
Ray
Keren habis Thor, lanjut up🙏
Ray
Pangeran lihat Renzai dan ke5 Akai 🤔👍
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!