Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan
Setelah insiden di roftoop sekolah tadi Reva seakan bungkam tidak banyak bicara dia hanya bicara seperlu nya saja.
Kringggg bel pulang sekolah
Reva menunggu mobil Rey dari parkiran di depan gerbang, mobil Rey sudah berhenti di depan Reva namun saat Reva ingin meraih gagang pintu dia menghentikan niat nya itu. Melihat Cantika berada di mobil Rey tepatnya di samping Rey tempat dimana Reva biasanya duduk.
" Reva gue ngantar Cantika dulu lo bisa pulang sendiri kan." ucap Rey kepada Reva sambil mengeluarkan sedikit kepala nya ke luar jendela mobil.
" Kau harus kuat Reva mulai sekarang kau pasti akan banyak menjumpai hal seperti ini. " batin Reva sambil tersenyum getir.
Reva pun tak mengubris perkataan Rey dia langsung bergegas pergi dari hadapan Reva.
*****
Di perjalanan pulang pandangannya kosong sampai suara klakson menyadarkan dia dari Lamunan nya.
" Reva kenapa loh sendiri mana Rey? " tanya Ardo yang menghentikan motor nya dan mencari keberadaan Rey.
" Dia lagi ngantar Cantika pulang." balas Reva sambil tersenyum getir
Ardo yang melihat itu merasa iba ,dia tidak sanggup melihat wanita yang berada didepanya bersedih.
" Ya udah gue ngantar lo pulang yuk, sekalian kita makan siang, lo belum makan siang kan? " ucap Ardo.
" makasih kk tapi enggak usah deh kk, Reva bisa sendiri pulang." ucap Reva menolak halus.
" Enggak papa kok, yuk gue enggak merasa keberatan." ucap Ardo membujuk
Akhirnya Reva pun naik ke motor Ardo. Dia juga ingin refreshing sejenak melupakan Rey, dengan pergi bersama Ardo mungkin bisa membuat dia sedikit tenang.
******
" Makasih ya kk udah nganter Reva pulang sekalian ngajak Reva tadi jalan jalan sama makan siang." ucap Reva turun dari motor
Ardo di persimpangan komplek rumah nya.
Benar saja Sekarang perasaan nya sudah lebih baik dari sebelumnya setelah pergi bersama Ardo tadi.
"tapi kenapa turun nya disini gue bisa nganter lo sampai rumah kok." ucap Ardo heran karena tadi Reva bersikeras untuk turun di persimpangan rumahnya . Reva tidak mungkin kan membiarkan Ardo mengantar dia sampai ke depan rumah dia dan Rey, pasti nanti Ardo akan tau yang sebenarnya.
"Enggak papa kk, lagian kan enggak baik nanti dilihat tetangga kalau Reva pulang dibonceng sama laki laki, apalagi kan kk ini udah sore trus kita juga masih pakai baju seragam." ucap Reva mencoba meyakinkan Ardo.
" ya sudah kamu hati hati sampai rumah ya nanti kalau udah sampai kabarin gue. " jawab ardo tersenyum tulus, tadi pada saat mereka makan siang mereka sempat bertukar nomor ponsel sehingga Reva mempunyai nomor ardo begitu juga sebaliknya.
Reva pun hanya tersenyum dan mengiyakan setelah mendapat jawaban dari Reva, Ardo segera melajukan motor sampai hanya terlihat setitik motor Ardo dari tempat Reva berdiri.
****
" Lama banget lo pulang? Dari mana aja? Siapa yang nganter? " pertanyaan yang langsung dilemparkan Rey ketika Reva sudah pulang dan baru berada di depan pintu.
" gue tadi jalan jalan bentar dan Ardo yang nganter gue tadi, tapi hanya sampai persimpangan komplek aja." ucap Reva acuh dan berjalan menuju kamar melewati Rey yang sedang ada di ruang tamu menonton tv.
" jangan dekat dekat dengan dia! "peringatan dari Rey yang mampu menghentikan langkah Reva, namun dia segera sadar dan beranjak ke kamar tidak mengubris ucapan Rey.
" besok temenin gue ke taman bermain " ucap Rey lagi yang membuat Reva memalingkan kepala nya saat hendak menyentuh gagang pintu ke arah Rey.
" berdua? " jawab Reva, rasanya dia seperti memiliki secercah harapan dengan ucapan Rey tadi.
" Enggak gue cuman ngajak lo supaya mama enggak curiga. Gue tau walaupun mama enggak bisa ngeliat tapi dia punya mata mata di sekitar kita, gue mau jalan sama Cantika tapi lo temenin gue. " ucap Rey seakan tidak memiliki beban.
Seketika harapan itu sirna dari mata Reva hanya ada kegelapan yang bahkan tak memiliki ujung di matanya, raut wajah Reva berubah kecewa benar benar kecewa mendengar pernyataannya Rey tersebut.
" Haha Reva kenapa kau terlalu bodoh untuk berharap yang sudah jelas tidak akan pernah kau dapatkan " batin Reva tersenyum getir
Reva pun hanya bergumam dan masuk ke kamar mengehempaskan dirinya di tempatnya tidur, secara tidak sadar buliran air mata jatuh dari pelupuk matanya membasahi sprai tempat tidur yang ditidurinya.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"