Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perintah
Dalam kesadaran belum sepenuhnya Gianna bisa merasakan hangat pada punggung yang seksi milik dia, Gianna mengganti posisi tidurnya dan membuka mata membuat dia terasa silau menyelimuti pengelihatan saat melihat Kaca besar menampilkan pada luar ruangan "sudah siang," inner monolog.
sedetik kemudian dia memperhatikan sekeliling melihat Ambar yang ada disana, masih tertidur. Seketika itu dia mengingat kejadian semalam.
Gianna bangun dari tidur beranjak keluar dari kamar dan melihat jam dinding pukul tujuh pagi. "Astaga" ucapnya sadar bahwa dia baru saja tidur lima jam. Gianna menatap sekeliling rumah Ambar Rompies, dia tahu apa yang harus dia lakukan dan dia juga tau dimana letak tempat itu berada.
Dia melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum, selama minum Gianna kembali di kejutkan "Ada yang bisa di bantu Non?" Ucap Wati disana, Wanita berusia separu baya yang sudah sejak lama mengabdi pada keluarga Ambar Rompies.
Gianna yang sedang menikmati bubur yang sebelumnya dibuatan oleh Wati terkejut dengan seseorang yang datang disana "Kalian selalu mengulangi hal yang sama," Ucap Diana Manager dari Gianna dan Ambar.
Sudah sejak sepuluh tahun Dianna menjadi manager dari kedua Selebritis tersebut, hal itu membuat Dianna memahami sifat dan karakteristik Gianna serta Ambar, "ini menyenangkan kamu tau," Jawab Gianna santai "Tapiii jika mommy tahu dia akan marah," "tapi mommy tidak tahu," lanjut Gianna yang mana membuat Dianna merasa sedikit kesal. "akan aku laporkan" ancam Dianna hal itu membuat Gianna sedikit panik menaruh sendok yang sebelumnya di tangan dan meraih tangan Dianna yang hendak meninggalkan dia "e--ehhh.. Duduk disini ya cantik," ucap Gianna merayu "GCCI mengeluarkan tas baru kamu ingin lihat" ujar Anna membuka ponsel, hal itu membuat Dian ikut gabung dalam layar yang sama.
Di luar pekerjaan Dianna seperti seorang Kaka bagi kedua wanita itu, tanpa di pungkiri Gianna juga merasa nyaman dengan sikap Dianna.
Sebelum Dianna, Gianna dan Ambar memiliki Manager namun suatu permasalahan terjadi menganggu mereka, sejumlah uang hasil kerja di bawa kabur sejak saat mereka mengetahui itu, mereka memilih pergi. Dari situ Dianna hadir menjadi manager pilihan mommy.
Dianna mengetahui aktivitas kedua artisnya yang masih belum juga berubah dimana dunia malam masih menjadi tempat mereka bermain, sedangkan Mommy Ambar memberi pesan agar Dianna mencoba melarang keduanya datang di tempat dosa. "Siang ini aku akan pergi kerumah mommy," Ucap Gianna "Kamu boleh pergi siang ini, sebelum senja kamu sudah harus di apartemen ingat malam ini live talk show," ujar Dianna.
Mobil Mercy putih milik Gianna memasuki halaman rumah besar dan klasik dia sudah hafal letak garasi dan sejumlah mobil lain, sesampainya dirumah masa kecil Ambar dan Gianna.
Gianna menyelusuri setiap ruangan memanggil siapa yang di carinya "nyonya ada di kamar, Non." ucap seorang yang sudah di kenal Gianna, Jena. Assisten Pribadi mommy "baik Jen aku akan pergi kesana, aku membawa bingkisan di meja depan kamu bisa mengambilnya dan simpan beberapa untuk mu" perintah Ambar yang segera pergi menemui mommy.
"Mom" sapa Gianna yang melihat wanita itu sedang duduk di kursi kamar dengan buku dan kacamata minimalis.
Haryati Rompies(Mommy) kedatangan putrinya segera melepaskan kacamata yang sebelumnya melekat pada wajah oriental dan cantik itu meski di usia yang tidak lagi muda. "Gianna duduk disini," ujar Mommy memberi perintah, Gianna melakukan itu dia duduk berhadapan dengan Mommy nya disana. "bagaimana kabarmu" tanya Gianna.
"Aku baik disini seperti yang kamu lihat, Terimakasih,"Lanjut mommy.
"Giannaaa, Daddy pergi bekerja namun dia memberikan perintah untuk aku menyampaikan ini jika kamu datang,". Lanjut mommy membuka topik. "perintah apa?," tanya Anna.
Sembari meraih tangan Gianna dengan pelan mommy kembali berbicara "Pulanglah nak, temui Ayah mu sudah delapan belas tahun kamu melarikan diri," Mendengar itu Gianna masih diam disana. "patahkan ego mu untuk menemui ayah mu, dia masih ada disana dan mommy yakin dia menunggu kamu." lanjut nya.
"Mom, aku sudah tau rencana ayah ku. Daddy sudah menyampaikan nya, aku sudah memikirkan dan memberi keputusan mommy percaya padaku, aku akan melakukan ini sebagai pengabdian terakhir ku." lanjut Gianna dengan pelan.
"Aku sudah menduga kamu akan melakukan itu. kamu anak yang baik." lanjut Haryati.
devvuholic