NovelToon NovelToon
The Strongest Mr. Max

The Strongest Mr. Max

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: FixCrazy

The Strongest Mr. Max Kendrick!

Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.

Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!

Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Kisah Natasha

3 hari kemudian.

Hari berganti hari, tidak terasa sudah 3 hari berlalu dengan cepat.

Selama 3 hari ini, semua orang sangat sibuk melak tugasnya masing-masing.

Max sendiri sering datang dan pergi menuju Perusahaan TSM Group untuk menghandle semua urusan di sana yang di temani secara langsung oleh Ajax.

Vermin sendiri sudah mulai melakukan tugasnya, hingga akhirnya dapat mengembalikan kerusakan dan data-data penting milik perusahaan cabang TSM Group.

Cleon sendiri sedang di berikan tugas oleh Max untuk mengawasi Edgar dan kelompoknya. Dia pergi bersama dengan Henry dan kelompok Borussia.

Untuk Natasha kini keadaannya sudah membaik, bahkan dia memiliki hobby baru setelah melihat bagaimana Rembrandt yang sering melukis hingga akhirnya Natasha mulai tertarik dengan karya seni itu.

Rembrandt sendiri bukan hanya melukis di kanvas saja, bahkan kini dinding Mansion mulai menjadi sasaran karya seni yang biasa di sebut dengan mural.

Mural adalah cara menggambar di atas media dinding, tembok atau permukaan luas. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.

Dari hasil karya seni inilah Mansion menjadi lebih indah, berwarna, dan nampak hidup hingga membuat seorang Natasha mulai tertarik dan mulai mempelajarinya.

Seperti halnya saat ini, Rembrandt yang sedang berada di halaman belakang Mansion bersama dengan Natasha.

Dengan sabar Rembrandt memberikan arahan kepada Natasha yang sedang duduk di atas bangku di hadapan kanvas dengan tangan yang menggenggam kuas dan juga tangan yang mulai kotor akibat cat yang di gunakan.

" Saat kau ingin membuat sebuah karya atau seni dalam melukis, hal yang pertama harus kau lakukan adalah tentukan subjek lukisan, tentukan ukuran, tentukan format, tentukan medium dan teknik, tentukan media atau permukaan lukisan, dan tentukan warna. Untuk dasar itu kau kini sudah mulai memahami dan melakukan dengan baik. Tapi hal penting yang harus kau pahami adalah mencampurkan perasaan, imajinasi, dan fokuskan perhatianmu pada satu titik. Rasakan semuanya, buat seolah-olah kita sedang berada di dalamnya. Hingga akhirnya kau akan mampu membuat suatu karya yang memuaskan untuk dirimu sendiri." Rembrandt dengan tenang menjelaskan dengan berjalan bolak-balik di belakang Natasha, kemudian samping kanan, maupun samping kiri.

Natasha mulai menggerakkan kuas dengan gerakan lincah, namun di setiap gerakan nya terlihat sangat halus.

Rembrandt yang melihat hal itu tersenyum, hingga beberapa saat kemudian, Rembrandt mulai merubah raut wajahnya.

"Apa yang sebenarnya ingin di buat." Ucap Rembrandt bertanya-tanya, dia melihat lukisan yang di buat oleh Natasha seperti sesuatu yang dia sampaikan lewat karya lukis itu.

Tidak jauh dari tempat mereka, terlihat Max yang baru saja datang. Dia menghentikan langkahnya saat melihat keduanya tampak terlihat sedang sangat serius.

Saat Max sedang memperhatikan mereka, Vermin datang ke tempat Max.

"Tuan Max, apa yang sedang tuan lakukan di sini?"

Max membalikkan badannya menatap Vermin yang berada di belakangnya. "Aku sedang memperhatikan mereka. Aku takut akan mengganggu konsentrasinya saat datang ke sana."

Vermin menganggukan kepala, lalu ikut berdiri di samping Max.

"Bagaimana?" Tanya Max tanpa mengalihkan pandangannya dari Natasha.

"Semua berjalan sesuai rencana, aku sudah berhasil mengambil data-data penting mereka. Kedatangan ku menemui tuan sendiri karena ada hal penting yang harus aku katakan." Jawab Vermin dengan tenang.

"Kerja bagus. Kau dapat mengatakan nanti saat kita semua sedang berkumpul. Untuk saat ini bantu Ajax untuk menyelesaikan tugas nya memperkuat jaringan keamanan sistem perusahaan. Aku tidak ingin hal seperti ini terjadi kembali."

"Baik tuan Max, dengan senang hati aku akan melakukannya." Vermin kemudian pergi meninggalkan Max untuk kembali menuju ruangannya.

Setelah kepergian Vermin, Max tersenyum tipis.

"Masalah perusahaan sudah mulai stabil dan terkendali lagi. Aku harap Smith mampu menjalankannya lebih baik lagi." Batin Max yang kemudian mengeluarkan bungkus rokok dari dalam saku celananya.

Dengan tenang dia menyalakan sebatang rokok, lalu menghisapnya. "Tinggal menunggu alat canggih itu selesai. Smith mengatakan sekitar satu minggu lagi selesai."

Max kemudian berjalan mendekat ke arah Natasha dan Rembrandt.

Rembrandt menatap kehadiran Max dengan tersenyum, namun raut wajahnya terlihat sedih.

Begitu juga dengan Natasha yang mengeluarkan cairan bening dari bola mata indahnya.

"Takdir." Ucap Max dengan tertawa kecil, lalu berhenti tepat di belakang Natasha. "Jangan pernah menangisi takdir yang saat ini sedang mempermainkan dirimu, tapi buatlah dirimu untuk terjun dan ikut dalam permainan itu." Max mengatakan dengan tenang.

"Aku memang tidak terlalu mengerti akan lukisan yang kau buat, namun aku masih dapat mengetahui dari suasana di sekitarmu, melalui beberapa gambar yang menunjukkan ekspresi yang cukup kuat. Dan yang paling penting dari apa yang terjadi padamu saat ini." Max melanjutkan kata-katanya.

Rembrandt sendiri hanya tersenyum tipis, dia sangat mengagumi sosok Max yang selalu dapat di andalkan di setiap momen atau kejadian.

Rembrandt yang memang sudah memahami tentang karya seni lukis dapat mengerti maksud dari lukisan yang di buat oleh Natasha.

Natasha sendiri menengok ke arah Max yang kini berada di sampingnya dengan posisi setengah berjongkok.

"Apa maksudmu?" Tanya Natasha dengan pelan.

"Kau tau, aku cukup mengagumi sosok wanita sepertimu." Ucap Max dengan tersenyum menatap bola mata Natasha yang indah.

"Ini lah hidup, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi, tugas kita hanya mempersiapkan diri. Bagai langit dan bumi yang tak pernah sealam. Bagai hitam dan putih yang tak pernah sewarna. Bagai air dan api yang tak pernah senyawa. Bagai timur dan barat yang tak pernah searah. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti. Yang hancur lebur akan terobati. Yang sia-sia akan jadi makna. Yang terus berulang suatu saat henti. Yang pernah jatuh 'kan berdiri lagi. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti." Max kemudian menghapus air mata yang mengalir di pipi halus Natasha.

"Kau memiliki orang-orang yang akan melindungimu. Hilangkan pikiranmu itu, hentikan menyiksa diri sendiri dengan rasa sakit yang telah kau alami. Kita semua sama, sama-sama tidak memiliki orang tua, hanya saja yang membedakan kamu tidak pernah mengetahui dan melihatnya. Maafkan atas sikapku sebelumnya. Aku akan membantumu keluar dari penjara kedua orang tua angkatmu itu yang memiliki sifat licik!" Ucap Max dengan tenang.

Ya... Lukisan yang di buat Natasha menggambarkan sosok orang tua yang tidak memiliki wajah, terlihat hanya sebuah cahaya yang membentuk tubuh manusia dengan sayap di belakangnya. Gadis kecil yang duduk di bawah pohon menatap sosok kedua orang tua itu dari kejauhan.

"Terima kasih." Ucap Natasha dengan tersenyum lembut membalas tatapan Max.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Wow semuanya memiliki masa lalu yang menyedihkan. Yuk bangkit bersama dan tunjukkan pada Dunia! Perjalanan mereka sepertinya akan menyenangkan kedepannya 😘

1
Glastor Roy
kapan tor update ya lagi
Glastor Roy
update dong torrr
Glastor Roy
kapan up lagi tirr
Glastor Roy
up
Maryan Zuhrinst
sangat bagus
Glastor Roy
up
Glastor Roy
tololl
Dewi Muchay
aku baca nya sih permen
Glastor Roy
mana tor
Glastor Roy
upaya tor
Immortal zie
mudah"an sampai tamat
Immortal zie
mantap ne thor cerita ny
Immortal zie
ampe tamat lahh
Glastor Roy
update dong tor
Fitri Hayati
up
Author yang kece dong
Semangat bagus
Author yang kece dong
😎😎😍😍😍semangat
Author yang kece dong
lanjut 😍
Author yang kece dong
Lanjut kak bagus
Author yang kece dong
Lanjut othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!