Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimensi Waktu
Mereka pergi menjauhi tenda itu. Mereka kembali menemui jenderal muda Zhang Lin.
“Kenapa kembali? Kalian dimarahi?”
Zhang Lin mengejek mereka.
“Dia kakakmu?”
“Ya, dia kakakku.”
“Galak sekali, seperti harimau.”
“Julukannya memang harimau.”
Mia merasa tertarik.
“Mengapa?”
“Karena dia ganas di medan perang.Dia juga galak,jangan harap dengan mengandalkan wajah cantik kalian, kalian dapat menggodanya.Sudahlah,kalian jangan ganggu aku.”
Zhang Lin sibuk mencatat anggaran militer.
“Aku pernah melihat lelaki yang lebih tampan darinya, namun aku tak sedikitpun tertarik pada lelaki itu.Jika di bandingkan dengan kakakmu, dia tidak ada apa-apa nya.”
Mendengar perkataan Mia, Zhang Lin melirik sinis ke arahnya.
“Kau tak senang aku menjelekkan kakakmu, tapi kau mencap kami wanita penggoda. Phei!”
Mia memberikan pemuda itu pelajaran.
Setelah setengah jam,rapat itu selesai.Jenderal galak itu keluar dari tenda bersama dengan yang lainnya.
Mia dan Dania segera pergi kesana, dia mencari prajurit wanita tadi.
“Kau sudah sembuh?”
Jenderal itu bertanya. Mia pura-pura tidak mendengar.
“Obat sudah kau minum?”
Dia lagi-lagi tak menghiraukan jenderal itu. Dania menyenggol-nyenggol lengan Mia. Dania berbisik.
“Dia bertanya padamu.”
“Biarkan saja.Dia menyebalkan.”
Tak lama prajurit wanita itu keluar dari tenda.
“Kak!”
Mereka menghampiri nya.
“Ada apa?”
“Kak, apakah ada riasan kepala?”
“Riasan kepala?Aku tak punya,aku hanya punya ikat kepala ini. Aku juga tidak bisa memberikannya pada kalian karena aku hanya punya satu.”
“Ternyata begitu, baiklah terimakasih.”
Prajurit wanita itu tersenyum dan pergi.
Mereka kembali ke tempat Zhang Lin lagi.
“Apa kau lihat-lihat?!”
Dania menjadi gadis galak disini, karena dia terlanjur kesal dengan perlakuan dia terhadap mereka berdua.
“Apakah sudah?”
Jenderal itu bertanya pada Zhang Lin.
“Sebentar lagi selesai.”
Jenderal galak itu duduk disamping adiknya itu. Dia memperhatikan Dania dan Mia.
“Hei, kau…”
Zhang Lin memanggil Dania.
“Apa?”
“Kakakku memperhatikan kalian. Kau tidak memarahinya?”
Kini Mia yang menjawab dengan ekspresi kesalnya.
“Untuk apa memarahinya,sebelum kami memarahinya dia telah memarahinya kami.”
“Apa yang kalian inginkan?”
Jenderal itu bertanya pada Mia.
“Kami ingin pulang.”
“Dimana rumah kalian? Biar prajurit ku yang antar.”
“Rumah kami jauh.”
“Seberapa jauh?”
“Pokoknya sangat jauh.”
“Nama kalian siapa? Biar aku mudah mencari keluarga kalian.”
“Namaku Mia dan namanya Dania. Kau tak mungkin menemukan keluarga kami.”
“Coba ulangi nama kalian.”
Mia teringat, nama mereka bukan nama China.
“Mia, nama kita apakah perlu kita ubah?”
“Kita ubah saja.”
“Menjadi?…”
“Sebut asal saja.”
“Namaku Xiao Ning dan dia…”
“Aku Lan Qiu.”
Mia berbisik pada Dania.
“Mengapa margamu Lan? Memangnya kau adik Lan Wang Ji awokawok”
“Stt kau diamlah, kau saja menggunakan marga Xiao. Kau pikir dirimu adik Xiao Chuhe?”
“Hehehe, aku memang adiknya.Mengapa kau tidak pakai nama Xiao Wuxin?Biar seperti Lei Wujie…hahaha”
“Kau mengejekku!”
Jenderal galak itu berdiri dari tempat duduknya. Dia membuka suaranya.
“Kita belum berkenalan, namaku Zhang Rui dan ini adikku Zhang Lin.”
“Oh… Namamu Zhang Rui…”
“Dan namanya Zhang Lin…”
Mereka berdua mengangguk mencoba menghafal nama mereka.
“Apa?!Zhang Rui?!”
“Zhang Lin!”
*brakk
Mereka berdua pingsan saat mengetahui orang yang selama ini berbicara dengan mereka adalah pengkhianat negara yang pernah mereka bicarakan sebelumnya.
~Terbangun
Mia dan Dania terbangun,cahaya putih menyilaukan mata mereka.
“Zhang Rui, apa yang kau perbuat?”
Perlahan matanya dapat melihat dengan jelas. Ternyata cahaya putih itu lampu kamar Mia.
“Kita kembali!”
Dania merasa sangat senang.
“Akhirnya kita kembali juga, hampir kita kehilangan nyawa kita.”
“Kau benar…sepertinya ini sudah pagi.”
Mia dan Dania keluar dari kamar dan alangkah terkejutnya mereka melihat jam dinding yang menunjukkan tepat pukul 12 malam.
Dania langsung mengambil HP nya. Dia ternganga saat melihat jam dinding dan jam HPnya ternyata sama.
“Apa-apaan ini?!Mengapa kita mundur 2 jam?”
Mia sudah menggelengkan kepalanya.
“Sudahlah…memang tak beres.”
Mereka kembali ke kamar Mia dan berbaring disana.
“Kau mau tidur?”
“Setelah apa yang terjadi, aku tidak akan bisa tidur lagi.”
Mereka termenung.
“Mengapa gambar di internet tidak mirip dengan mereka?”
“Maksudmu apa, Mia?”
“Mereka lebih ganteng, apalagi Zhang Rui itu.Walaupun dia galak tapi dia ganteng dan sedikit perhatian.”
Mendengar itu Dania langsung tersenyum dan dia membalikkan badannya ke arah Mia.
“Mau aku nyanyi kah?”
“Jangan! kepala aku udah pusing. Kau jangan nyanyi lagu stecu, kalau kau nyanyi…ku pukul kau!”
“Hahaha...Tapi aku setuju, mereka memang lebih ganteng… bahkan lebihhh ganteng.”
“Kita harus belajar lagi,bahkan banyak kata-kata yang tak bisa aku mengerti.”
“Nah, kau benar! Eh btw kalau gak salah kau ada bilang sama Zhang Lin kalau kau pernah bertemu dengan lelaki yang lebih tampan dari Zhang Rui itu… siapa orang yang lebih tampan itu?”
“Oh, aku hanya berbohong. Aku tidak pernah bertemu lelaki yang lebih tampan dari dia, tapi aku pernah lihat…”
“Siapa?”
“Zhang… Ling… “
“He!”
“Ya! Hahahaha Zhang Ling He. ”
“Hahaha, kau menipunya.”
“Dia menyebalkan, masa dia bilang kita wanita penggoda.Aku bahkan tidak punya skill itu.”
Mereka berdua bercerita mengenai hal yang mereka lalui di dalam mimpi itu. Mereka masih tidak percaya tapi aneh rasanya kalau tidak percaya, karena mereka benar-benar masuk kedalam mimpi itu berdua.Yang lebih aneh lagi… waktu ketika kembali ke dunia nyata terkadang maju dan terkadang mundur. Itu membuat mereka menjadi lebih bingung lagi.
“Mia, besok kita pergi ke pasar.”
“Ngapain?”
“Beli kamus bahasa Mandarin.Bisa dibawa gak sih kamusnya ke dalam mimpi?Asli woi aku bingung, gak ada subtitle!”
“Hahaha, nyari subtitle.”
“Aku mau belajar benar-benar,kalau masuk kedalam mimpi lagi kan aku bisa ngomong dengan sombong hahaha.”
“Aku juga gak bagus-bagus amat bahasa Mandarin ku. Aku cuma tau beberapa kata, itupun bukan yang panjang.Udah gitu kebanyakan yang ku sebut di dalam mimpi itu kata-kata yang asal ku sebut.”
“Pantas mereka marah hahahha”
Mereka berdua tertawa,mereka merasa geli hati setelah membuat Zhang Rui,Zhang Lin Dan para prajurit bingung dengan apa yang mereka katakan.
“Eh, kita belajar yuk! Belajar kaya bikin gula, bikin msg,kaya bikin sesuatu yang bisa dipake untuk usaha lah.”
“Iya, ide kau bagus. Soalnya kita disana beneran gelandang coi! Cobalah kasih kita gelar gitu, ini malahan datang kaya gembel mana rambut kita berantakan pula.”
“Asli coi, di depan cowok ganteng kita malah kaya gembel.Mana kita udah terlanjur jual mahal pula.”
“Haha,tapi asli woi cakep mereka itu.Ya… walaupun minus akhlak.”
“Cowok galak,aku suka cowok galak…”
“Pandang, pandangan a-”
Mia langsung menutup mulut Dania yang ingin bernyanyi lagi itu.
Mereka bercanda,Dania terus-terusan mengejek Mia yang pernah diberi perhatian oleh jenderal tampan namun galak itu.Wajah Mia sampai memerah.
“Ketawan! Kau menyukainya!”
Dania mengejeknya.
“Tidak! Aku tidak suka! Aku hanya suka pada Gong Jun!”
Mia menutup wajahnya dengan bantal. Dania terus saja mengejeknya sambil menggelitik perutnya.