Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.
Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?
Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.
Temukan kisah mereka hanya di sini:
"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.
"Kita sudah sepakat dengan pembagian tugasnya. Zeya, kamu fokus untuk terus mengembangkan fitur baru di aplikasi. Lucky kamu urus semua masalah hukumnya. Dan aku... aku akan fokus untuk mencari mitra dan memperluas jaringan KopiKeliling," kata Darrel mengawali sesi diskusi mereka.
Layar laptopnya menyala menampilkan tampilan video call dengan Zeya dan Lucky. Ketiganya tampak bersemangat meski wajah lelah terpancar jelas. Mereka sedang berdiskusi untuk rencana kedepannya.
"Siap, Bang! Ze sudah punya beberapa ide untuk membuat aplikasi kita semakin menarik dan user-friendly. Ze, juga akan memperkuat sistem keamanan untuk mencegah serangan hacker di masa depan," ucap Zeya dengan yakin.
"Jangan khawatir, Rel. Aku akan pastikan kita menang dalam persidangan ini. Aku akan mencari semua celah hukum yang bisa kita manfaatkan," sambung Lucky mantap.
"Aku percaya pada kalian berdua. Kita akan buktikan bahwa ide kita ini layak untuk diperjuangkan," sambut Darrel.
Ketiganya tersenyum penuh keyakinan.
"Oh ya, Ky. Bagaimana dengan tawaran dari PT Mitra Inovasi Nusantara? Apa kita perlu mempertimbangkannya?" tanya Darrel sembari menatap Lucky dengan serius.
Lucky tampak mengerutkan keningnya. "Aku masih ragu dengan mereka, Rel. Terlalu aneh tiba-tiba datang dengan tawaran yang menggiurkan setelah kita dituntut oleh perusahaan kompetitor. Aku khawatir mereka punya agenda tersembunyi," ujarnya penuh pertimbangan.
"Ze juga setuju sama Bang Lucky. Sebaiknya kita hati-hati dengan mereka. Jangan sampai kita malah terjebak dalam masalah yang lebih besar," timpal Zeya.
"Baiklah. Aku akan ikuti saran kalian. Kita fokus saja pada pengembangan KopiKeliling secara mandiri," kata Darrel
Sesaat kemudian, ponsel Darrel berdering. Nomor tak dikenal. Darrel mengangkat telepon dengan ragu. "Halo?"
"Selamat malam, Pak Darrel. Saya Arman dari PT Mitra Inovasi Nusantara. Kami ingin menginformasikan bahwa tawaran kerjasama kami masih berlaku. Kami sangat tertarik dengan potensi aplikasi KopiKeliling dan kami siap memberikan dukungan penuh untuk pengembangan bisnis Anda." Suara Arman dari seberang telepon.
"Terima kasih atas tawarannya. Tapi, saat ini kami masih mempertimbangkan beberapa opsi," ucap Darrel dengan hati-hati.
"Kami sangat memahami. Tapi, kami harap Pak Darrel tidak lupa bahwa waktu terus berjalan. Jika Anda terlalu lama berpikir, peluang ini bisa hilang," ucap Arnan mengingatkan seraya menutup telepon.
Darrel, Zeya, dan Lucky saling bertukar pandang dengan ekspresi serius. "Mereka masih mengejar kita," ucapnya dengan sorot mata khawatir.
"Aku semakin curiga dengan mereka, Rel. Sebaiknya kita selidiki latar belakang perusahaan itu." Lucky menyarankan. Dia sadar sedang menghadapi musuh yang licik dan berbahaya. Mereka harus berhati-hati serta waspada.
"Ze, akan coba meretas sistem mereka dan mencari tahu apa yang mereka sembunyikan," kata Zeya. Ia bertekad untuk mengamankan aplikasi KopiKeliling dari ancaman musuh.
Zeya segera beralih ke laptopnya, jari-jarinya mulai menari di atas keyboard, siap untuk memulai aksinya. Lucky menatap Darrel dengan tatapan serius, seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Darrel balas menatap Lucky dengan tatapan bertanya, menunggu apa yang akan dikatakan oleh sahabatnya itu. Suasana di ruang tamu itu mendadak menjadi tegang dan penuh antisipasi.
"Rel," panggil Lucky dengan nada serius. "Ada sesuatu yang perlu kamu tahu tentang PT Mitra Inovasi Nusantara."
Darrel mengerutkan kening. "Apa itu?"
"Aku pernah membaca artikel tentang perusahaan itu sebelumnya. Mereka dikenal sering membeli startup kecil dengan harga murah, lalu mematikan inovasi mereka," jelas Lucky.
Darrel terperangah. "Apa! Kamu serius?" tanyanya dengan mata membulat. "Maksudmu mereka ingin mencuri ide aplikasi KopiKeliling dan mematikannya. Begitu kah?"
Lucky mengangguk. "Kemungkinan besar seperti itu. Mereka melihat potensi besar dalam aplikasi KopiKeliling, tapi mereka tidak ingin bersaing secara sehat. Maka dari itu mereka lebih memilih untuk menghancurkannya dari dalam."
"Astaga, licik sekali mereka," gumam Darrel sambil menggelengkan kepala.
Zeya, yang masih fokus pada laptopnya, tiba-tiba berseru. "Ze, sudah berhasil masuk ke sistem mereka, dan menemukan sesuatu!"
Darrel dan Lucky serentak menatap Zeya dengan wajah serius. "Apa yang kamu temukan, Ze?" tanya Darrel, wajahnya berubah cemas.
"Ze, menemukan file berisi daftar perusahaan yang menjadi target mereka. Dan aplikasi KopiKeliling ada di dalam daftar itu!" seru Zeya.
Darrel mengepalkan tangannya. Dia merasa marah dan dikhianati. Dia tidak menyangka bahwa ada orang yang tega melakukan hal seperti itu.
"Kita harus melakukan sesuatu," kata Darrel dengan nada bertekad. "Kita tidak boleh membiarkan mereka menghancurkan kita."
"Aku punya ide," kata Lucky. "Kita bisa memanfaatkan media untuk mengungkap kebusukan mereka. Kita bisa membuat press release dan memberitahu semua orang tentang rencana jahat PT Mitra Inovasi Nusantara."
Darrel mengangguk setuju. "Itu ide bagus, Ky. Kita harus memberitahu para pedagang kopi dan pelanggan kita tentang apa yang sedang terjadi. Mereka berhak tahu yang sebenarnya."
"Aku akan bantu membuat press release-nya," kata Lucky. "Aku punya beberapa teman jurnalis yang bisa aku hubungi."
"Ze juga akan bantu menyebarkan informasi ini di media sosial," timpal Zeya. "Kita akan buat tagar khusus dan mengajak semua orang untuk mendukung KopiKeliling."
Darrel tersenyum. Dia merasa beruntung memiliki teman-teman seperti Zeya dan Lucky. Mereka selalu ada untuknya, siap membantu dalam situasi apapun.
"Baiklah, kita akan hadapi mereka bersama-sama," kata Darrel dengan penuh semangat. "Kita akan buktikan bahwa kita lebih kuat dari mereka."
Keberhasilan mengungkap rencana PT Mitra Inovasi Nusantara ke publik memberikan mereka sedikit ruang untuk bernapas. Meskipun ancaman hukum dari perusahaan kompetitor masih membayangi, setidaknya mereka berhasil menghindari jebakan yang lebih berbahaya.
"Oke, sepertinya kita perlu istirahat. Besok kita lanjutkan lagi perjuangan kita," kata Darrel sambil menguap. Dia menutup diskusi malam itu dengan perasaan sedikit lega.
"Siap," jawab Zeya dan Lucky serentak.
Mereka pun berpamitan dan Darrel mematikan laptopnya. Dia merebahkan diri di sofa, mencoba untuk tidur. Namun, pikirannya masih dipenuhi dengan berbagai macam kekhawatiran. Dia memikirkan tentang masa depan KopiKeliling, tentang nasib para pedagang kopi yang bergantung padanya, dan tentang ancaman yang terus menghantuinya.
.
.
.
Keesokan harinya. Berita tentang rencana jahat PT Mitra Inovasi Nusantara terhadap aplikasi KopiKeliling menjadi trending topik di media sosial. Banyak orang yang memberikan dukungan kepada Darrel dan aplikasi KopiKeliling. Beberapa pedagang kopi keliling bahkan mengancam akan memboikot PT Mitra Inovasi Nusantara.
Sementara itu, di kantor PT Mitra Inovasi Nusantara tampak kacau balau. Para karyawan panik karena reputasi perusahaan mereka tercemar. Para investor mulai menarik dana mereka.
Arman, perwakilan dari PT Mitra Inovasi Nusantara, mencoba menghubungi Darrel untuk bernegosiasi. Namun, Darrel menolak untuk berbicara dengannya.
Siang itu, bertempat di rumah Daniel, mereka sepakat untuk bertemu dan merayakan keberhasilan mereka yang telah berhasil mengungkap kebusukan PT Mitra Inovasi Nusantara dan melindungi aplikasi KopiKeliling dari ancaman kehancuran. Meski mereka sadar bahwa perjalanan masih panjang dan banyak tantangan yang menanti di depan.