Elsa Maharani perempuan cantik bertubuh berisi berusia 17 tahun,Elsa tinggal di pinggiran kota dengan orang tua dan adik lelaki dan perempuan nya..
Elsa sering kali di bully oleh teman sebaya nya karena kehidupan keluarga nya yang serba kekurangan bahkan Elsa tak melanjutkan bangku SMU karena memikirkan nasib dua adik nya,Ayah nya yang bekerja sebagai pemulung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka...
Elsa yang sudah bertekad akan mengubah kehidupan keluarga nya memilih untuk menjadi istri kontak tanpa sepengetahuan orang tua nya...
bagaimana kehidupan selanjutnya dari Elsa apakah dia bisa menikah dengan lelaki kaya atau malah sebaliknya?
ikuti terus Kisan nya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terbongkar
" cek pil apa ini" ujar Damar pada Roki dokter keluarga nya
Damar sengaja mendatangi Roki ke rumah sakit dia takut jika Marisa jauh terjebak dalam dunia bebas bagaimana pun juga dia mencintai istrinya itu...
Roki mengambil sampel Oba yang di berikan oleh Damar dan memeriksa nya..
" ini pil kontrasepsi mar,di mana kau mendapatkan nya?"tanya Roki menatap Damar tajam setahu nya Damar belum memiliki anak tetapi kenapa menggunakan pil kontrasepsi
" maksud mu ki?" tanya Damar menyakinkan
" ini ada dua ki,coba kau cek ulang" lanjut Damar tak percaya
" iya ini pil kontrasepsi Microgynon, jika kedokter kandungan akan di berikan pil ini, dalam 1 kotak nya Microgynon terdapat 1 blister yang berisi 28 pil dengan 21 pil mengandung bahan aktif, dan 7 pil kosong, yaitu pil placebo atau tanpa hormon. Dalam 1 pil dengan bahan aktif terkandung 0,15 mg levonorgestrel dan 0,03 mg ethinylestradiol,pil yang berwarna putih ini di minum saat wanita sedang haid dan yang berwarna kuning ini di minum pada haru biasa dan di minum setiap hari" jelas Roki membuat Damar meradang, wajar saja selama ini Marisa tidak bisa hamil dia meminum rutin pil penunda kehamilan..
untuk apa mereka menikah selama ini kalau hanya mencari kesenangan masing-masing tanpa mau di susah kan dengan anak, sungguh keterlaluan Marisa,bahkan dengan gampang nya di membagi tubuh nya pada Elsa pikir Damar
" mar.....bukan nya kau menginginkan anak, kenapa menggunakan pil ini?" tanya Roki membuyarkan lamunan Damar
"bu-kan....aku mendapat kan nya di rumah jadi aku pikir pil apa" jawab Damar sedikit gugup dia masih syock dengan apa yang baru di dengar nya
" aku pamit dulu ki, terimakasih" ujar Damar berlalu keluar dari ruangan Roki
" bisa-bisa nya kau mempermainkan ku Sa,jangan salah kan aku jika rasa cinta ku ini berubah menjadi benci" batin Damar mengepalkan tangannya
Damar sengaja kembali ke kantor dia tak ingin langsung melabrak Marisa di rumah,dia tak ingin pikiran nya saat ini kacau karena dia masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan..
" mas...siang ini kita harus keluar kota karena ada masalah dengan perusahaan mu yang di sana" ucap Fajar yang saat ini menjabat sebagai asisten Damar
Damar memang sengaja meletakkan Fajar sebagai asisten nya agar bisa tau bagaimana cara Damar bekerja, bagaimana pun Fajar adalah sepupu nya ..
" baiklah kita berangkat sebentar lagi" jawab Damar
" kamu tidak pulang dulu mas?"
" tidak..." jawab Damar ketus, untuk beberapa hari ini Damar ingin menenangkan pikiran nya,dia ingin mencoba menghilangkan masalah nya ini..
****
" kenapa Mas Damar tidak bisa id hubungi" gumam Marisa cemas karena sudah pukul sembilan malam ponsel Damar masih mati
Marisa sibuk mondar-mandir di dalam kamar,kemana suaminya pergi malam ini sedangkan Elsa ada di rumah atau Damar mempunyai perempuan lain selain dia dan Elsa pikir Marisa
sudah jam sebelas malam Damar belum juga pulang,Marisa segera keluar kamar dan menuju kamar Elsa lalu mengetuk nya
" sa... Elsa"panggil Marisa dari luar,Elsa yang sudah tertidur terbangun mendengar suara Marisa
" iya nya..." jawab Elsa membuka pintu kamar nya
" mas Damar ada menghubungi mu?" tanya Marisa ketus
" ti-dak...." jawab Elsa cepat
." jangan bohong..!!"
" tidak ada nya, nyonya bisa cek sendiri panggilan ponsel saya" ujar Elsa yang ingin berjalan mengambil ponsel nya
" sudah,, tidak perlu jika mas Damar menghubungi mu katakan pada ku" ucap Marisa berjalan meninggalkan kamar Elsa
" kemana tuan Damar" gumam Elsa yang ikut khawatir
Elsa mencoba memberanikan diri menghubungi Damar tapi ponselnya memang tidak aktif membuat Elsa tak bisa tidur ikut memikirkan nya..
entahlh novel dah lama tp asyik aja bacnya.
paling suka sama judul yg ini kisah nya elsa.
akhirnya... mantap ceritanya👍🏻