Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Sembilan Belas
Sudah tiga hari sejak Raffa mengatakan tentang hubungannya dengan Santi, Naura tidak bisa dihubungi.
Setiap pesan yang ia kirim hanya dibaca tanpa dibalas. Dan jika dihubungi, Naura tak mau mengangkatnya.
Akhirnya Raffa bertekad menemui Naura langsung. Ia ingin tau keputusan Naura.
Aku tak bisa menunggu lagi, aku harus mendengar langsung apa yang menjadi keputusan Naura. Semoga ia bisa menerima semua ini.
Raffa menitipkan bengkel pada orang-orang yang bekerja dengannya.
Ia mengendarai mobil dengan hati gelisah. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Naura.
Tiga hari tak melihatnya, aku merasakan kerinduan. Baru aku menyadari jika aku sangat mencintaimu, Naura .
Reno, ayah Naura akan berangkat ke luar negeri selama seminggu untuk mengurus bisnisnya.
"Sayang, kamu yakin tak ingin ikut" ucap Reno, biasanya Santi akan senang jika diajak ke luar negeri.
"Biar aku disini aja, mas. Buat temani Naura. Mungkin ini saatnya aku bisa lebih dekat dengannya "
"Mas salut denganmu, walau sudah berulang kali Naura menolakmu dan menyakiti hatimu tapi kamu masih aja pengin lebih dekat dengannya"
"Jika aku mencintaimu, mas berarti aku juga harus bisa mencintai anakmu "
"Kamu membuat mas makin mencintaimu. Walau usiamu muda, tapi pemikiranmu jauh lebih dewasa. Mas memang pria yang paling beruntung karena bisa menikahimu"
"Aku juga beruntung bisa menjadi istrimu"
"Mas pamit dulu, titip Naura. Nanti kamu bisa hubungi mas, mengatakan apa yang kamu inginkan sebagai ole-ole"
"Aku hanya menginginkan semua kerjaan mas berjalan lancar, mas kembali dengan selamat"
"I love you" ucap Reno mengecup pipi Santi.
Santi mengantar hingga Reno masuk ke mobil. Baru saja Santo akan masuk, ia melihat mobil Raffa memasuki halaman rumah.
Santi berdiri di halaman menunggu Raffa turun dari mobilnya.
"Selamat pagi Santi, apa Naura ada"
"Sepertinya kamu dan Naura lagi ada masalah ya. Masa baru pacaran aja udah bertengkar. Naura emang manja banget. Tak bisa mengerti pasangannya " ucap Santi antusias
"Nauranya ada" ucap Raffa mengulang pertanyaannya.
"Ada, sudah tiga hari gadis manja itu hanya di kamar aja. Keluar hanya buat makan. "
"Boleh aku masuk"
"Raffa, apa kamu serius ingin menikahi Naura"
"Kenapa kamu tanyakan itu"
"Bagaimana perasaan Naura jika ia tau kamu masih mencintaiku "
"Maksudmu apa"
"Aku tau Raffa, kamu sengaja ingin menikahi Naura agar bisa dekat denganku lagi. Aku juga nggak keberatan kamu menikahi Naura, dengan begitu kita masih bisa menjalin hubungan diam-diam. Kamu juga nantinya akan bisa menguasai harta Naura"
"Apakah kamu sudah gila. Bagaimana kamu bisa berpikir begitu"
"Jangan bohongi hatimu , Raffa. Aku tau dari pandanganmu padaku. Masih ada cinta itu buatku. Kamu hanya ingin membalasku dwngam menikahi Naura."
"Aku tak mau mendengar omong kosongmu lagi, permisi. Aku mau menemui, Naura"
Raffa berjalan melewati Santi yang berdiri di dekat pintu. Baru saja ia melangkah memasuki rumah, Santi langsung memeluk tubuhnya dari belakang.
"Raffa, aku minta maaf atas kesalahanku. Bukankah kita masih bisa memulainya dari awal lagi"
Raffa membalikkan tubuhnya menghadap Santi dan melepaskan pelukan Santi dengan menghempaskan tangannya.
"Santi, dengarkan baik baik. Tak ada cinta lagi untukmu dihatiku. Saat ini hatiku telah diisi oleh Naura. Aku mencintai Naura. Aku harap kamu mengerti"
Tanpa mereka sadari Naura berdiri memperhatikan keduanya. Ia mendengar dan melihat ketika Santi memeluk Raffa.
Raffa membalikkan tubuhnya, ia ingin melangkah kembali. Raffa kaget melihat Naura yang berdiri didepan pintu kamarnya.
"Naura.... " ucap Raffa dan dengan langkah cepat mendekati Naura.
Naura masuk kekamarnya kembali menghiraukan panggilan Raffa.
"Naura, aku boleh masuk" ucap Raffa sambil mengetuk pintu kamarnya.
"Naura, buka pintunya" teriak Raffa lagi.
Santi mendekati Raffa yang sedang mengetuk pintu kamar Naura.
"Apa yang kamu takutkan, jika ia memang mencintaimu pasti ia bisa menerima muanya. Seperti kamu yang selalu bisa menerima apapun kesalahanku dulu"
"Jangan membuatku makin membencimu, Santi"
"Terkadang benci dan cinta itu hanya beda tipis"
Raffa menarik nafasnya. Ia tak ingin meladeni Santi.
Aku tak boleh terlalu keras pada Santi, aku takut ia akan menyakiti Naura sebagai balasannya .
Setelah beberapa kali mengetuk, akhirnya Naura membuka pintunya.
"Boleh aku masuk"
"Silakan.... "
Raffa masuk ke kamar Naura setelah pintunya dibuka lebar. Santi memperhatikan semua dari sofa tempat ia duduk.
"Kamu udah sarapan" ucap Raffa
"Malas, belum lapar "
Naura duduk di sofa yang ada dalam kamar sambil menggendong kucing kesayangannya. Wajahnya tampak cemberut.
"Mpuss sayang, kenapa wajahnya cemberut aja" ucap Raffa mengelus kepala kucing.
Naura yang tau Raffa meledeknya, hanya diam aja.
Raffa duduk di samping Naura dan mengacak rambut gadis itu.
"Mau aku suapin, nanti kamu bisa sakit kalau tak sarapan"
"Biarin, tak ada juga yang sedih jika aku sakit. Ayah juga tak akan peduli"
"Aku yang akan paling sedih jika kamu sakit"
"Jangan gombal, aku tak akan terayu "
"Siapa yang gombal. Aku berkata jujur loh"
"Mau apa kamu kesini"
"Mau melihat gadis yang paling cantik dan paling aku cintai. Sudah tiga hari tak melihat senyumnya, membuat aku kangen banget"
"Kangen sama aku apa sama Santi"
"Sama kamulah, sayang"
"Kenapa pelukan sama Santi kalau kangennya sama aku"
"Kamu pasti lihat tadi, bukan aku yang memeluknya"
"Tapi kamu suka kan"
"Naura, kamu masih marah" ucap Raffa mulai serius.
"Marah buat apa"
"Karena aku tak jujur denganmu tentang hubunganku dan Santi"
Naura merubah duduknya menghadap Raffa. Ia melepaskan kucing yang ada dipelukannya.
"Sekarang kamu jawab dengan jujur, kenapa kamu tak dari awal mengatakan tentang Santi"
"Aku menunggu waktu yang tepat, aku tak ingin kamu marah dan menjauhiku jika tau kebenarannya "
"Apa kamu tak berpikir, seandainya aku tau ini dari mulut Santi"
"Aku jujur padamu karena takut akan hal itu. Aku tak mau kamu nantinya jadi salah paham"
"Aku sebenarnya sangat marah, tapi aku juga sadar jika tak ada manusia yang luput dari salah. Dan bukankah itu hanya masa lalumu"
"Jadi kamu memaafkan dan bisa menerima aku apa adanya" ucap Raffa dengan gembira dan langsung memeluk Naura erat.
"Asal kamu bisa membuktikan jika kamu memang tak ada perasaan apa-apa lagi dengan Santi.,"
"Kamu bisa melihatnya, bukan."
"Kamu tau bagaimana sakit hatiku pada Santi, ia telah merampas kebahagiaan ibu dan aku. Dan aku tak ingin ia kembali merebut kebahagiaanku lagi, dengan merebutmu dariku"
"Ia tak akan bisa merebutku darimu, karena aku hanya mencintaimu"
"Jika ia terus merayumu, apakah kamu tak akan tergoda "
"Kenapa aku bisa tergoda, jika kamu jauh lebih cantik dan seksi"
"Mesum aja pikirannya "
"Kita sarapan ya. Mau makan dimana"
"Aku mau menginap di apartemen kamu"
"Boleh, kamu siapkan aja pakaianmu. Segera... aku takut khilaf jika terlalu lama di kamar berdua denganmu "
"Kamu tuh pikirannya mesum aja. Belum juga nikah, awas aja kalau mau macam-macam"
"Kalau kamunya juga mau, aku tak keberatan " bisik Raffa
"Aku tak mau" ucap Naura, ia berdiri dan mengambil tas. Naura membawa sepasang pakaiannya.
Raffa dan Naura keluar dari kamar. Naura menemui bibi dan menitipkan kucingnya.
Santi yang duduk di sofa ruang keluarga melihat mereka berdua dengan wajah yang masam.
Bersambung
*************************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo