Raina adalah seorang desain interior yang cukup terampil, gadis polos yang mencintai seseorang dalam diam. Namun dia harus meninggalkan cintanya demi permintaan sang ibu angkat yang ingin menjodohkannya dengan pria super dingin.
Raina dengan hati yang iklas menerima perjodohan itu. Namun bagaimana dengan si pria nya?? apa dia akan menerima Raina sebagai istri nya nanti????
Yuk ikuti terus kisah Raina dan Alex. Beri bintang 5, like semua episode yang update,
lalu klik favorit, lalu kasih gift jika kalian bersedia.
Ingat, ada giveaway di pertengahan cerita nantinya. Kalian jangan sampai ketinggalan yah.
Follow IG. @ratul_mustika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(19) Adik atau Istri???
Brak~
"Kamu bilang proyek ini akan jatuh ke tangan ku!! " ucap ayah cia tajam, ia menggebrak meja di depan Dave.
"Aku tidak tahu, mereka sudah setuju. Tetapi tiba-tiba mereka melakukan ini ayah" jawab Dave santai.
"Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini Dave"
"Itu urusan mu, yang terpenting ayah harus mengeluarkan bayaran ku sesuai yang di janjikan" balas Dave dingin.
"Tidak, aku tidak akan memberikan sepersen pun" tolak Ayah Cia. Ia sudah menanggung kerugian l?lumayan besar, bagaimana mungkin ia membayar menantunya dengan uang yang lebih besar lagi.
"Aku tidak mau marah ayah, jadi kau lakukan saja sesuai keinginan ku ayah" ucap Dave llsedikit dengan nada menekan, Dave berdiri dari duduk nya. Lalu berbalik hendak keluar dari ruangan ayah Cia, sebelum mencapai pintu Dave berhenti sebentar.
"Ayah pasti mengenal aku, jangan lakukan sesuatu yang tidak aku sukai" ujar Dave, kemudian keluar dari ruangan ayah Cia.
"Sail!!!!!! " umpat ayah Cia, ia tidak bisa berbuat apa apa. Menantunya memang sering bisa di andalkan namun kali ini entah apa penyebabnya ia gagal. Aya Cia harus menanggung kerugian ini.
Cia tersenyum miring melihat ayahnya, ia memastikan Dave sudah benar-benar pergi lalu masuk ke dalam ruangan ayahnya.
"Huh... ayah ayah, pria itu tidak bisa di andalkan" cibir Cia Menhompori ayahnya.
"Keluar lah, ayah sedang tidak ingin berdebat dengan mu" usir ayahnya. Cia tersenyum, tujuannya bukan untuk bertengkar dengan ayahnya hari ini.
"Tenang saja ayah, aku datang kesini bukan untuk bertengkar dengan ayah" ujar Cia, ayahnya menatap Cia lekat.
"Katakan apa tujuan mu? " ayah Cia duduk ke kursi kebesaran nya.
"Ayah pasti tahu kan kemana proyek ini jatuh? "
"AMD group" balas ayah Cia.
"Benar, ayah tahu mengapa mereka yang memenangkan proyek ini? " lanjut Cia, ayah Cia pun menggeleng. Ia tidak tahu mengapa proyek itu jatuh ke tangan orang lain, padahal semuanya sudah ia persiapkan dengan baik.
Cia mengulum senyum, ia mengingat bagaimana ia berusaha menggagalkan usaha Dave.
"Ayah, mereka menang karena mereka mempunyai seorang arsitek yang terkenal.Karena arsitek ini juga perusahaan AMD menjadi naik, bahkan harga sahamnya melejit tinggi" jelas Cia.
"Siapa arsitek nya?"
"Alex Admudiano" jawab Cia cepat.
"Huh, pria yang kau kejar kejar itu? "
"Iya ayah, tapi ini tidak ada hubungannya dengan semua itu. Aku hanya ingin membantu ayah" ucap Cia meyakinkan ayah nya.
"Apa yang bisa kau bantu? "
"Aku bisa membantu ayah untuk membeli saham mereka dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Salaah satu pemegang saham terbesar ingin menjual sahamnya ayah. Dan aku sudah bernegosiasi dengan mereka tentang hal ini" jelas Cia panjang lebar, ia harus meyakinkan sang ayah.
Ayah Cia tampak tergiur, ia menatap putrinya dan tersenyum miring. Sesuatu rencana pasti sudah ada di kepala ayah Cia.
"Apa ayah menerima usulan ku? " tanya Cia penuh harapan.
"Tentu, kau memang putri ayah yang cerdas" ucap ayah Cia memuji putrinya.
***
"Wahhh rumah Alex besar sekali. Apa dia tidak takut tinggal di rumah sebesar ini sendirian? " ujar Jiandi. Sudah lama mereka berteman dengan Alex, namun baru kali ini mereka main kerumah Alex. Biasanya Alex selalu menolak dan membawa mereka ketempat lain.
"Hem... apa tidak ada hantu? " kekeh Justin.
"Heh kalian ini, kenapa mikir horror begitu" sangga Alex.
"Entah kedua pria bodoh ini sudah seperti anak umur 5 tahun saja" cibir Ega.
Mereka duduk di ruang tamu, ketiga sahabat Alex sudah membawa berbagai macam cemilan.
"Alex, apa kamu punya mangkok? " tanya Jastin, ia butuh mangkok untuk tempat kuaci yang tidak sengaja ia buka lebar.
"Ambil di dapur" balas Alex.
Justin pun bangkit dari duduknya menuju dapur. Ia mencari cari tempat penyimpanan peralatan dapur Alex.
"Alex, Dimana tempat nya?? " teriak Justin kebingungan.
"Ada di... " ucapan Alex terhenti, ia melihat kaki Raina terjulur di balik lemari penyimpanan pring dan mangkok.
"Di mana??? " teriak Justin lagi.
"Biar aku ambilkan!! " sahut Alex berlari ke dapur.
"Akkk!!!!!!!!! " Teriak Justin dan Raina bersamaan.
"Kenapa? " tanya Eg kaget, ia ikut berlari bersama Jiandi ke dapur.
"Aw sakit" rintih Raina memegangi kakinya yang tidak sengaja di injak Justin.
"Kaki kamu tidak apa apa? " tanya Alex khawatir, ia lupa jika teman temannya sedang memperhatikan nya.
"Gak papa kak, kaki aku cuma sakit sedikit" jawab Raina menggeleng pelan.
"Ada cewe?? di rumah Alex?? "
"Matilah" batin Raina baru tersadar dengan kehadiran teman teman Alex. Raina menatap Alex dengan tatapan memelas, ia tidak sengaja ketahuan oleh Justin.
Alex bersikap biasa saja, ia membantu Raina berdiri dan membawanya ke ruang tengah. Alex mendudukkan Raina di sofa, lalu duduk di samping nya.
Ketiga teman Alex menatap Raina dengan seksama. "Siapa dia Alex? " tanya Ega.
Raina terlihat panik, ia melirik Alex yang masih dengan tatapan datarnya.
"Aku adiknya"
"Adik??? " ulang Ega.
"Bhahaha.... sejak kapan Alex punya adik? " balas Jiandi tertawa keras.
"Sudah ngaku saja, adik atau istri?? " ucap Justin.
Peletak!!!
"Dia adik ku, sepupu ku" ucap Alex menjitak kepala Justin.
"Aiss... kau ini" dengus Justin mengusap kepalanya.
"Adik mu sangat cantik Alex" puji Jiandi.
"Raina, apa itu nama mu?? " tanya Justin. di jawab anggukan kepala oleh Raina.
'Kenapa aku tidak merasa asing dengan gadis ini? "batin Ega.
" Eh kenapa kamu dia saja? " sikut Justin pada Ega. Raina ikut melirik Ega, namun ia tidak mau terlalu lama menatap wajah Ega, ia takut Ega mengenali wajahnya.
"Aku hanya terpesona kepada adik cantik ini" gurau Ega yang langsung mendapatkan pelototan dari Alex.
"Wohoooo..... abang nya marah karena kita menggoda adiknya, atau istri" canda Jiandi menggoda Alex yang semakin melotot garang.
"Ehm.. apa kalian sudah makan? " tanya Raina mengalihkan pembicaraan.
"Belum, apa kamu bisa memasak? " tanya Ega.
"Tentu, aku akan memasak sesuatu yang mungkin kalian akan suka" Raina bangkit dari duduknya, lalu cepat cepat beranjak ke dapur. Berada di dekat mereka semua membuat jantung Raina serasa ingin berhenti berdetak.
"Wahhh, apa ini alasan mu tidak mau mengajak kami ke rumah mu??? " cibir Jiandi menyenggol lengan Alex.
"Jangan aneh, aneh. " balas Alex.
"Wohoooo... Apa Alex kita sekarang bersikap seperti seorang kakak yang melindungi adiknya?? "
"Hahaha... garang sekali takut... " ucap Ega bercanda.
Alex menggelengkan kepalanya pelan, teman temannya mengacaukan semuanya. Lagi pula bagaimana mungkin gadis bodoh itu bersembunyi di tempat yang terbuka seperti itu.
"Aww... apa ini" erang Justin, pria itu meraba raba bokong nya yang tidak sengaja menduduki sesuatu yang membuat bokongnya terasa sakit.
"Huh pantes" batin Alex, kunci kamar Raina tertinggal di atas sofa.
...----------------...