NovelToon NovelToon
Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:42.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Muhammad Ridho

(Sedang Tahap Revisi)

Terkadang Cinta itu bisa merubah segalanya, Keras nya batu akan melunak.
Terpaan dingin akan menghangat.
Ketika kita bertemu dengannya.

Seperti Aku melihat wajahnya saat hari pertama sekolah, Aku-lah Gilang Sanjaya berharap mewujudkan cinta kepada dia Anindya.

Halangan dan Rintangan akan daku hadapi untuk menikahi dia, ketika waktu itu telah tiba.

☪. Cerita Cinta Remaja bernuansa Islami

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arti Pendekar Sebenarnya

Sesampainya di kantin, ada sedikit keributan terjadi di dekat rombongan cowok-cowok.

"HEE ... LU ANJ*NG!! MASIH JUNIOR UDAH BELAGU LU BAB*!!"

______________________________________________

"LU YANG BELAGU!! APA MAKSUD LU NARIK RAMBUT GUA TADI!!"

Flashback

Ketika semua murid sedang ngantri untuk membeli makanan, segerombolan senior yang di kenal dengan kejailan dan rusuhnya mendekati dan ikut dalam antrian. Namun bukan untuk mengantri membeli makanan, melainkan mencari korban untuk mereka jailin selanjutnya, yang berasal dari siswa-siswi baru.

Mereka adalah Firmansyah, Pandu Wirnata, Aldo Setiawan dan Hendra Gunawan. Dari mereka berempat, Pandu lah yang sangat di takuti. Karena dia memiliki ilmu Karate dengan tingkat sabuk hitam, dan belum ada yang menang melawannya.

"***, mane yang akan kita jaili?" tanya Aldo kepada Firman.

"Bentar." Firman melirik dan memilih terlebih dahulu.

"Nah itu aja, si anak gendut itu." Dia menunjuk ke siswa yang memiliki tubuh tambun itu.

"Gas..." Dengan semangat, Aldo langsung merusuh di antrian tersebut. Awalnya dia hanya berpura-pura ikut dalam antrian, supaya tidak di curigai yang lain.

Aldo mulai mendekati anak yang berubah tambun tersebut, dan langsung merusuh dengan berpura-pura seperti di dorong dari belakang, yang membuat barisan di depan terdorong. Berberapa dari mereka langsung marah-marah karena tindakan itu membuat beberapa siswa terjepit. Setelah itu Aldo langsung menarik rambut siswa tambun itu dengan kuat dan langsung berpura-pura sedang mengantri.

Awalnya siswa itu tidak mengetahui siapa yang menarik rambut nya dengan kuat, namun setelah 3 kali tarikan, akhirnya dia mengetahui siapa pelaku yang menarik rambutnya itu.

...

Suasana di kantin menjadi panas karena ada yang sedang beradu omongan kasar. Aku langsung berlari ke sana, untuk melihat siapa yang sedang berantem dan masalahnya apa.

"Permisi ... saya numpang lewat." Dengan sedikit berdesakan di sela-sela kerumunan. Saat ku lihat, ternyata yang sedang berantem itu adalah Muhammad Ikbal dari kelas yang sama dengan Irwan. Awalnya aku dan Irwan hanya melihat saja, untuk memastikan ada masalah apa, sebelum melerai pertengkaran tersebut.

"SIAPA YANG NARIK RAMBUT LU GENDUT!!" Aldo membentak Ikbal. Beginilah cara mereka membuat kerusuhan, menjaili siswa lain dan berpura-pura tidak melakukannya.

"GUA LIHAT TADI, LU MAU NARIK RAMBUT GUA LAGI. LU KALAU MAU NGAJAK RIBUT, AYO MAJU SINI!!" Dengan lantangnya Ikbal berkata kepada Aldo, yang membuat Aldo menjadi kesal dan marah.

Aldo langsung mendekati Ikbal dan menarik kedua kerah bajunya, dan meludahi wajahnya. Karena hal itu, membuat Ikbal makin menjadi kemarahan nya. Tanpa berpikir panjang, dia langsung memukul wajah Aldo dengan kuat, membuat Aldo termundur beberapa sentimeter dari posisi beridirinya.

Mereka ber-empat terkejut melihat tindakan Ikbal yang rupanya tidak takut kepada mereka. Melihat teman nya di pukul, Pandu langsung menghajar Ikbal sampai bibirnya berdarah dan membuat Ikbal tersungkur. Ketika Pandu ingin lanjut menghajar kembali, aku dengan cekatan langsung menghadang dia.

"We ... we ... udah bro udah, jangan lu pukulin lagi dianya." ucapku kepadanya.

Namun Pandu tidak menggubrisku, malah langsung memukul wajahku. Mendapati perbuatan tersebut, aku langsung sedikit naik pitam kepadanya.

"Waduh, nampaknya ada jagoan disini. Lu nampaknya anak Karate ya?" tanyaku sambil menenangkan diri.

"IYA? LU MAU APA?!" Dengan sombong Pandu menjawab pertanyaan dariku.

"Lu punya kemampuan, tapi di gunakan untuk menindas. Ksatria macam apa lu, bakalan kecewa guru lu, kalau tau muridnya menggunakan ilmu yang di ajarkan untuk perbuatan menindas orang lain."

"LU JANGAN BANYAK BACOT ANJ*NG, KALAU LU MAU GUA PUKUL JUGA. SINI MAJU!" Dengan gaya khas beladiri Karate, Pandu memasang kuda-kudanya dengan kuat.

"Lang, lu hajar aja dia. Biar dia kapok, dia gak tau berhadapan dengan siapa." ucap Irwan kepadaku.

"Yakin gak apa-apa?"

"Udah tenang, lu hajar aja dia. Gua sudah ada buktinya kalau mereka yang salah." Dengan menunjukan handphone miliknya kepadaku.

Dengan anggukan, aku langsung menyiapi kuda-kuda untuk menghadapi dia "Lo jual gua beli, sini maju."

Semua orang terkejut melihat aku melakukan gerakan khas pencak silat, termasuk Pandu dan kelompoknya.

Pandu langsung melancarkan tinjuannya yang penuh dengan tenaga, namun terus aku tangkis dengan mudah tanpa kesusahan. Karena sejatinya, jika ingin mengalahkan orang yang lebih kuat dari kita. Kita harus menggunakan kekuatan orang tersebut untuk di jadikan kelemahannya.

"SUDAH LANG, SELESAIKAN SAJA!!" teriak Irwan yang berada di belakangku.

Mendengar teriakan dari Irwan, aku langsung melancarkan pukulan ke Rahang bawah Pandu, yang membuat dia langsung terkapar di lantai kantin, Pandu meringis kesakitan karena menerima pukulanku dengan keras. Pukulan itu membuat beberapa giginya langsung lepas, Pandu terkejut, baru kali ini ada yang bisa mengalahkan nya dalam berduel satu lawan satu.

Setelah itu aku langsung mengambil nafas panjang dan membuat kuda-kuda kembali. "Lu bertiga, sini maju!".

Mendengar perkataan dariku, membuat Aldo, Firman dan Hendra terpancing emosinya. Mereka bertiga langsung menyerang aku dengan pukulan yang tidak terkontrol dengan baik. Pukulan demi pukulan aku tangkis dengan sangat mudah, karena pukulan itu tidak mempunyai kontrol yang baik. Namun aku mudah untuk menangkis dan langsung menghantamkan pukulan telak di wajah Firman dan Aldo, Hendra langsung melihat kedua temannya yang terkapar karena menerima pukulan telak dariku. Inilah letak kesalahan yang fatal ketika sedang bertarung, dilarang namanya untuk mengalihkan pandangan ke tempat lain.

Aku langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk membanting Hendra dengan kuat ke lantai kantin, dan langsung mengunci tangan kanannya agar tidak bisa bergerak lagi.

"HEY, HENTIKAN KALIAN SEMUA!!" teriak Guru BK dari kejauhan, dengan berlari Bapak itu langsung mendekati aku dan menarik aku yang sedang mengunci Hendra.

"APA-APAAN KAMU BERBUAT KERIBUTAN DI SEKOLAH INI!"

"Bukan saya yang memulai Pak, tapi mereka duluan." jawabku.

"KALIAN SEMUA, APA BENAR YANG DI UCAPKAN DIA?!" tanya Bapak itu kepada semua murid yang berada di kantin.

Bukan jawaban yang aku inginkan yang kuterima dari mereka, namun jawaban yang mereka katakan,bahwa aku yang memulai keributan. Aku terkejut mendengar pengakuan mereka, aku heran kenapa mereka membela 4 orang penggangu ini ketimbang aku.

"KAMU, BERANI-BERANINYA BERBOHONG!!" bentak Pak Guru tersebut, dan langsung menarik aku untuk di bawa ke ruangan BK. Melihat itu, Irwan langsung ikut mengejar ke ruangan BK.

...

"APA MAKSUD KAMU MEMBUAT KERIBUTAN DI SEKOLAH INI?!"

"Maaf Pak, bukan aku yang memulai nya. Tapi mereka." Aku menjawab pertanyaan itu dengan keadaan tenang.

"MASIH JUGA KAMU BERBO-" Belum sempat Pak Guru itu menyelesaikan omongannya, Irwan langsung masuk ke dalam ruangan dan menjelaskan semuanya kepada Pak Guru, bahwa bukan aku yang memulai duluan.

"Maaf Pak, bukan dia yang melakukannya. Saya ada bukti videonya."

"Mana sini Bapak lihat!" Irwan langsung menunjukkan bukti rekaman video kepada Pak Guru itu.

"Oke, Bapak sudah melihat nya. Sekarang kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. Bapak akan panggil lima orang itu untuk kesini."

...

Akhirnya mereka berlima pun masuk ke dalam ruangan BK yang di ikuti Bapak Kepala Sekolah.

"Duduk kamu berlima!" bentak Pak Guru itu.

mereka berlima langsung duduk dengan kepala tertunduk ke bawah.

"Apa maksud kamu Aldo, membuat keributan di kantin tadi?!" tanyanya.

"Bu-bukan saya Pak, dia duluan yang mulai." jawab Aldo mengelak.

Plakk!!

Tamparan Guru itu mendarat di pipi Aldo dengan keras.

"KAMU JANGAN BOHONG!! SAYA SUDAH TAU SEMUANYA! KAMU YA UDAH KELAS 3 BUKANNYA BELAJAR DENGAN BAIK, MALAH BUAT KEONARAN."

"KAMU MAU TIDAK LULUS SEKOLAH!!" sambung Pak Guru itu.

"Ma-maaf Pak!!" Mendengar jawaban itu, Pak Guru itu langsung menampar mereka berempat dengan kuat.

"SEKARANG KAMU ALDO DAN PANDU MINTA MAAF SAMA IKBAL!" bentaknya.

"I-iya Pak." Mereka langsung minta maaf dengan Ikbal, namun Ikbal yang masih merasa kesal kepada mereka berdua, hanya memaafkan mereka dengan tidak ikhlas.

"Untuk kamu Gilang, Bapak tidak akan menghukum kamu. Karena kamu hanya membela Ikbal."

"I-iya Pak, terimakasih."

"Kalian berempat akan saya hukum, besok panggil orang tua kalian kesini."

"Pak jangan Pak...."

"Gak ada jangan-jangan, besok pagi jam 8 Bapak tunggu di ruang BK."

"Ba-baik Pak."

Akhirnya masalah ini pun selesai, kami semua di persilahkan untuk kembali ke kelas masing-masing. Ketika saat berpisah, Pandu melihatku dengan tatapan tajam dan mengisyaratkan kepadaku untuk berhati-hati dengannya. Aku tidak perduli dengan ancaman yang di berikan Pandu, karena sejatinya aku tidak takut dengan apapun.

...

Sesampainya di kelas, Anin langsung berlari menghampiri aku dengan perasaan cemas.

"Alang ... kamu tidak kenapa-kenapa kan."

"Enggak kok, aku gak kenapa-kenapa." jawabku

"Yakin, gak apa-apa?"

"Iya sayang, gak apa-apa kok."

"Ya udah, ayo duduk dan nih minum biar enakan kamunya." Anin menyodorkan minuman kepadaku yang dia beli sebelumnya di kantin.

...

Akhirnya waktu pelajaran pun selesai semua. Aku, Anin dan Irwan langsung menuju parkiran. Anin ikut pulang bersamaku dan Irwan ikut menemani juga, karena dia merasakan akan ada sesuatu yang tidak beres di jalan pulang nanti. Benar perasaan yang Irwan khawatirkan itu, ternyata tidak jauh dari sekolah, keempat senior itu sudah menghadang jalan kami dengan meletakkan motor mereka di tengah jalan sambil memegang kayu dan besi.

"Nin, tolong kamu kembali kesekolah. Pakai motorku." ucapku menyuruh Anin kembali kesekolah, karena aku tidak ingin dia kenapa-kenapa kalau masih tetap disini.

"Tapi lang, kamunya gimana?" jawab dia cemas.

"Udah, gak usah takut. Ini bisa ku atasi." Aku langsung membuka jok motorku dan mengambil double stick yang selalu ku bawa kemana pun saat pergi menggunakan motor dan Anin langsung bergegas menuju sekolah untuk meminta bantuan.

"Lang, gua ikut bantu gebukin mereka." ujar Irwan yang berada di sampingku dengan memegang double stick juga.

"Lu yakin Wan?" tanyaku sedikit heran, karena aku tau sifat Irwan ketika sedang marah. Dia tidak akan perduli dengan nyawa lawannya, yang ada di otaknya hanyalah ingin membunuh.

"Yakin."

"Tapi, lu jangan sampai membunuh mereka. Cukup yang dulu aja, lu bunuh orang di taman."

"Tenang, sekarang gua udah bisa ngendaliin emosi gua."

"Oke, ayo kita hajar mereka."

1
Dhina ♑
halo Gilang
Zolovelypeony: halo kak, yuk mampir juga baca cerita aku, judulnya Camelia Rahma: Kamulah Jodohku 🤗🍁
total 1 replies
Bu Fit
ikutan dong makan. bakso mercon nya

😁😁

#FWC#
Bu Fit
jadi deg deg kan aku thor
#FWC#
Bu Fit
sadis amat thor, beruang Wkwkwk

#FWC#
Bu Fit
aamiin moga terkabul ya doa mu
#FWC#
Bu Fit
so sweet rencanaya, moga lancar
#FWC#
Bu Fit
kesel ya kalau yg jawab OP nya bukan orangnya . semangat ya thor jan ikutan kesal.

#FWC#
Bu Fit
boleh ikutan nggak thor, aku juga mau jadi pendekar
😀😀😀
#FWC#
Bu Fit
jan ikutan galau ya thor
😁😁😁
#FWC#
hanifatulhsn_
semangat kaakkk☺😊 ceritanya bagus, keren.
Sept September
jempollll
Sept September
like ya
Sept September
semangat kakakkkk 🤗 pengunjung setia 😂
G.
lanjut thor
Mei Pertiwi
lucu
annidya
Next thorrr
Raihan Ramadhan Nasution
lanjut dho
Zahra
lagi
annidya
Lah ak masih smp
annidya
Kyk ngerasain ada di dalam ceritanya apa karena namaku annidya ya😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!