Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha
Pagi harinya Clarine terbangun dari tidur singkatnya
"Mereka ngapain tidur disini" gumam Clarine
Menghiraukan keberadaan kedua kakaknya Clarine menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Setelah tiga puluh menit kemudian Clarine keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah bersih dan harum
Mendapati Helin dan Laura sudah terbangun dari tidurnya dengan segera Clarine mengajukan pertanyaan nya
"Kalian ngapain tidur disini kalian kan sudah punya kamar masing masing" tanya Clarine
"Ya ya ya hari pertama di mansion ini harus diawali dengan penderitaan apa kau lupa pintu kamar mu itu tidak bisa terbuka tanpa sidik jari milikmu itu" seloroh Laura kemudian beranjak berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi
"Eits pake kamar mandi sendiri" cegah Clarine sambil menggenggam tangan Laura yang masih di ambang pintu
"Huh pelit amat" gerutu Laura
Sedangkan Helin hanya bisa menonton pertengkaran adiknya dan menjadikan sebagai sebuah hiburan di pagi nya yang cerah ini
Clarine segera menuju ke pintu kamarnya dan membuka sistem keamanan
"Silahkan pintu keluar sudah terbuka" usir Clarine secara halus
Dengan langkah malas Helin dan Laura pergi meninggalkan kamar Clarine
Setelah kedua kakaknya keluar dari dalam kamarnya Clarine terduduk di sofa dengan mata berkaca kaca
Apa aku harus melakukan hal itu agar permusuhan ini tidak berlanjut batin Clarine
Clarine mengusap air matanya dengan kasar kemudian beranjak menuju walk in closet miliknya
Setelah mengenakan pakaian rapi tanpa make up sedikitpun di wajahnya Clarine keluar dari kamar nya dan turun ke bawah menggunakan lift untuk sarapan pagi
"Pagi sayang" sapa Vina yang sudah berada di meja makan bersama Ilham Dina Vito dan juga Deven
"Kakak belum turun semua" tanya Clarine yang melihat Delapan kakak kakak nya belum juga turun
Tak lama kemudian dua lift yang bersebelahan mulai terbuka
Melihatkan empat orang mulai keluar dari masing masing lift tersebut
"Pagi ma pa" sapa ke delapan orang tersebut
"Pagi juga" sahut Vina
"Hari kau akan kemana Rine" tanya Violin
"Ke rumah sakit lihat Arley gimana keadaan nya habis itu aku akan ke kantor" jawab Clarine santai
"Ngapain pakai di jenguk segala orang jahat lebih baik mati aja" ketus Deven
"Deven gak boleh bicara gitu bagaimanapun dia walaupun jahat dia masih memiliki hak hidup" nasihat Dina
"Terus aku harus kerja dimana" tanya Vito
"Sudah aku bangun perusahaan baru disini,,, semuanya sudah aku gantikan disini nanti biar Arvian yang akan jelaskan ke kalian semuanya" ucap Clarine
"Termasuk butik ku" tanya Laura
"Hmm" jawab Clarine dengan malas
"Lalu bagaimana dengan perusahaan yang kita bangun dari nol yang ada di Indo" tanya Ilham
"Semuanya hanya pindah tempat klien dan proyek masih tetap sama" jawab Clarine
"Nona muda helikopter sudah siap" ucap Butler Darey
"Aku akan ke rumah sakit dulu habis itu ke kantor sebentar baru aku akan berangkat" ucap Clarine
"Kau mau kemana" tanya Gabriel Gerlad dan juga Sean bersamaan
"Brazil aku ada urusan disana" jawabnya kemudian pergi tanpa memakan apapun
"Kamu gak sarapan dulu" tanya Vina setengah berteriak
"Nanti aja di jalan ma" jawabnya juga setengah berteriak
Clarine menuju garasi mobilnya yang sangat luas disana terdapat hampir 100 mobil sport dengan berbeda jenis dan merk
Menggunakan salah satu mobilnya Clarine melajukan dengan kecepatan tinggi menuju ke arah rumah sakit
Dia ingin masalah ini segara selesai tanpa ada jatuhnya korban satupun
Dirinya akan berusaha sekuat tenaganya agar tidak ada permusuhan dan dendam di antara kehidupannya
Namun jika semua yang telah dia lakukan tidak menemukan hasil maka dia akan menghadapi dan melindungi keluarganya menjadi pilihan akhir
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu