NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:253
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu kakek ganteng

Alhamdulillah bisa di akses lagi gaes akun Noveltoon ku karena dari kemarin error perangkatnya kena virus, kini kita lanjut lagi kisah Mahendra ya..

 tak terasa sudah seminggu lebih Mahendra menjalani profesinya, dan hidupnya pun mulai tertata, si kecil sudah mempunyai banyak sahabat juga sudah mulai punya kegiatan mengaji, dan sore ini seperti biasa si kecil berada di tengah tengah para sahabatnya dan guru cantik yaitu ustadzah bernama Zahira.

 Semua sahabat kecilnya sangat menyukai Checilia yang bawaannya selalu ceria dan sangat rajin, begitu juga dengan ustadzah Zahira yang cantik jelita, gadis usia 23 tahun itu anak seorang kyai yang tersohor karena kealiman nya di kota itu.

Mahendra merasa dirinya mulai bisa menapak masa depannya selangkah demi selangkah tentu saja tanpa gangguan keluarganya, bahkan ketika dia mau berangkat ke Bali dulu dia tak pamitan pada ayah ibu nya, durhaka? Biarlah dia di bilang anak durhaka yang penting hatinya tenang, mana ada ayah dan ibu malah menjerumuskan anak nya sendiri hanya karena sebuah hobby, hobby jalan jalan makan enak tetapi kurang dana alhasil utang sana sini demi gengsinya.

saat ini cuaca sangat terik dan panas seseorang datang dengan tergopoh gopoh rupanya dia seorang sopir yang majikannya lagi pingsan di dalam mobil, Mahendra kemudian mempersilahkan tamu nya untuk masuk, rupanya sang bos yang memang duduk di kursi roda itu pingsan dalam perjalanannya, setelah mendapatkan penanganan khusus akhirnya sang boss sadar juga, lelaki di kisaran 60 tahun itu memang sudah bertahun tahun menderita penyakit langka yang membuatnya tidak mampu berjalan dan menggerakkan tangan kanannya, Mahendra memijat dan mengurut tangan kanan pak Jonathan, nama pria kaya raya itu.

Pak Jonathan yang sudah sadar dari pingsannya di baringkan di dipan tempat biasa Mahendra mengobati para kliennya.

"aneh ini man, tanganku yang kebas sekarang seperti ada aliran darah nya, meski belum bisa di gerakkan tapi sungguh ketika di cubit terasa sakit, tadinya kan kebas nggak terasa apa apa dan kaku". Tuan Jo girang sekali dan menceritakan keadaan dirinya pada sang sopir, pak Arman.

"wah itu bagus Tuan, semoga Tuan bisa sembuh dan beraktifitas kembali seperti sedia kala". Jawab pak Arman ikutan bahagia mengingat majikannya ini adalah orang yang sangat baik dan dermawan, istrinya meninggal dua tahun yang lalu dan anehnya dengan penyakit yang sama, dokter tak bisa memprediksi sakit yang di derita keduanya ketika di diagnosa tak di temukan penyebab dari sakit mereka.

"hmm nak Hendra ya tadi namanya". Tuan Jo ingin mengutarakan sesuatu.

"iya tuan, nama saya Mahendra dan cukup di panggil Hendra ". jawab Hendra.

"Ah nggak usah panggil tuan, nggak usah ikutan si Arman , dia memang susah di kasih tahu, padahal aku lebih suka di panggil bapak, dan kamu cukup panggil aku om saja, gimana?" om Jo yang sangat kaya raya dan berkharisma itu ternyata seorang yang sangat rendah hati.

"Oke baiklah om Jo, bagaimana? Tadi mau ngomong apa?" tanya Hendra.

"begini Hendra, apakah penyakit saya bakalan bisa sembuh menurut kamu?" om Jo antusias dan berharap penyakitnya kelak bisa sembuh.

"Hmm kalau memastikan saya tidak bisa om, tapi kita kan harus mencoba dan berusaha yang menentukan segala tentu saja yang kuasa". Jawab Hendra, dan jawaban dari Hendra membuat om Jo merasa punya harapan.

" maksudnya, kalau andai nak Hendra bisa dan berkenan menolong saya maukah nak Hendra pindah ke tempat ku biar tiap saat nak Hendra bisa mengobati saya, masalah gaji jangan kwatir berapapun yang nak Hendra minta, saya akan kabulkan". Om Jo meminta Hendra untuk menetap di rumahnya tetapi bagi Hendra itu kurang baik, karena dia mempunyai bocil dan juga Hendra tidak mau meninggal kan klien lainnya, niat Hendra memang berbuat baik pada semua orang disamping memang mencari rezeki untuk kelangsungan hidup dia dan anaknya.

" Begini saja om Jo, bagaimana kalau tiap sore habis magrib saya kerumah om sampai selesai pengobatan, mengingat saya punya bocil yang tentu saja tak bisa di tinggal jauh perlu om ketahui saya seorang single parent, paling tindakan pengobatan nggak sampai dua jam, saya bisa naik angkot kesana". Jawab Hendra.

Om Jo yang tak tahu sebelumnya jika Hendra adalah seorang single parent kini jadi bersimpati lebih pada Hendra, beliau tidak bertanya lagi kemana istrinya, mungkin mati apa di ambil garangan, sudahlah itu urusan Hendra yang pasti om Jo menyetujui saran Hendra dan segera menyuruh pak Arman untuk memberikan salah satu motor matic nya untuk perjalanan pulang pergi kerumahnya.

"okey nak Hendra nanti akan ada orang suruhan ku yang akan mengantarkan motor buatmu, itu aku berikan padamu bukan pinjam, jadi kamu nggak usah repot-repot nyari angkot, gimana?" kata om Jo yang memberikan motor seperti memberikan mainan pada orang yang baru di kenalnya.

"Wah bagaimana saya bisa menerima kebaikan om Jo, kita kan baru kenal". Tolak Hendra sungguh tak enak hati.

"sudahlah nggak usah sungkan anggap saja rezeki". Jawab om Jo kembali lalu memanggil Arman untuk mendorong kursi rodanya ke mobil dan kebetulan si Checilia baru masuk pulang dari rumah ustadzah Zahira.

"ini ya putrimu, cantik sekali kamu nak". Puji om Jo pada gadis kecil berhijab pink itu.

"makasih kakek, kakek juga ganteng tapi sayang ada orang jahat yang melototi kakek terus". Jawab Checilia dan itu membuat kakek Jo melongo tak mengerti.

"sudahlah om, nggak perlu di bahas dia memang begitu kalau ngomong suka ngasal". Hendra mencari alasan agar om Jo tak terlalu kepikiran tapi itu membuat Checilia manyun, sampai bibirnya bisa di kuncir dengan karet .

"kalau gitu aku pulang dulu terimakasih untuk pertolongan hari ini, Arman, om Jo mengedipkan mata nya lalu menoleh ke arah bocil cantik ini, Arman yang sudah faham bahasa tubuh dari bosnya lalu mengambil amplop dari mobilnya dan memberikan amplop coklat kepada Checilia.

"ini sekedar buat beli ice cream ya nak, nanti gaji ayah di hitung mulai besok, kalau ayah kerumah kakek Jo kamu harus ikut, nanti disana ada putri kakek kak Kia namanya, kalian pasti jadi teman baik". Pak Arman memberikan amplop coklat dan om Jo meminta jika besok Hendra ke rumahnya, Checilia harus ikut.

" iya kakek, Checil akan ikut ayah kesana". Jawabnya.

Kemudian pak Arman membawa majikannya pulang, sebenarnya pak Jonathan tadi baru pulang dari menengok sepupunya yang lagi sakit dan di opname di rumah sakit di daerah itu, tetapi entah tersedak atau memang dehidrasi kepanasan beliau jadi lemas dan pingsan, pak Arman yang panik kebetulan membaca banner di seberang jalan di depannya, seorang tabib yang bisa menyembuhkan segala penyakit dan untuk itu lah kemudian dia bawa boss nya ke situ siapa tahu bisa membantu, dan ternyata malah boss Jonathan cocok dengan pengobatan yang di lakukan oleh Mahendra 😊😊.

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!