NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rizal POV Part 1

Perasaan apakah ini, aku sungguh tidak memahaminya. Perasaan ingin selalu melindunginya. Sorot matanya telah menghipnotis diriku. Senyum manisnya telah meluluhkan hatiku. Sejak kecil aku menjadi satu-satunya pria di keluargaku, naluri melindungi  tumbuh begitu kokoh dalam diriku. Ibuku, kakak perempuanku Teh Nisa, dan adik perempuanku Rahma adalah orang-orang yang harus aku lindungi. Namun mengapa tiba-tiba dia menjadi daftar perempuan yang ingin kulindungi.

Sejak kapan perasaan itu muncul aku pun tidak tahu pasti, apakah sejak pertemuan pertama, apakah saat mengembalikan dompet miliknya atau ketika membantunya saat motornya mogok. Aku juga masih belum memahaminya.

Pertama kali bertemu dengannya, kukira dia adalah remaja yang sedang patah hati lalu nekat mau bunuh diri. Kesimpulan pertama tentangnya adalah dia orang yang lemah.

"Aku tadi tidak sedang melakukan upaya percobaan bunuh diri. Lain kali jangan pernah mengambil kesimpulan atas perbuatan seseorang jika kamu belum tahu faktanya." Begitu katanya, aku tahu ia mengatakan itu dengan perasaan marah. Ternyata dia bukan wanita lemah seperti dugaanku.

Mataku tertuju pada sebuah dompet di meja tempat dia duduk tadi, ternyata dompetnya tertinggal di meja itu. Kesimpulan kedua adalah dia orang yang ceroboh, mana mungkin dia bisa begitu saja meninggalkan dompetnya jika bukan karena ceroboh. Aku saja seumur hidupku belum pernah seceroboh itu meninggalkan barang pribadiku begitu saja.

Ketika aku datang ke rumahnya untuk mengantarkan dompet, aku tahu dia baru saja bangun tidur. Kesimpulan ketiga adalah dia pemalas. Ya ampun perawan kok bangunnya kalah dengan matahari, apa namanya kalau bukan pemalas. Aku saja sepanjang hidupku belum pernah dikalahkan dengan matahari, aku selalu bangun subuh sebelum matahari terbit.

Namun ada yang menarik perhatianku, muka bantalnya itu terlihat sangat manis. Biasanya ketika bangun tidur, orang akan terlihat jelek, tapi dia justru terlihat sangat manis. Dia memberikan sebuah amplop putih kepadaku mungkin isinya adalah uang, katanya sebagai tanda terima kasih dan tentu saja aku menolaknya. Karena aku memang ikhlas menolongnya, aku tahu bagaimana kerepotannya jika kita kehilangan dompet. Bukankah jika kita menemukan barang dan kita tahu pemiliknya sudah semestinya barang itu kita kembalikan kepada pemiliknya kecuali jika orang itu berjiwa maling mungkin memang tidak akan pernah mengembalikannya.

Aku terkejut ketika ada orderan go food darinya masuk di aplikasi ojek online di ponselku. Dia memesan tiga jenis martabak, banyak sekali pikirku. Aku langsung saja memesan dan mengantarkannya.

"Ini udah yang ketiga kalinya kita ketemu nih, kemarin terus tadi pagi terus sekarang ketemu lagi.

Wah, ini mah kalau sampai satu kali lagi kita ketemu, yakin dapat hadiah payung cantik." Begitu kata yang diucapkannya saat aku mengantarkan martabak pesanannya. Terlihat dia terkejut ketika mengetahui drivernya adalah aku. Dia memberikan satu karton martabak untukku. Kesimpulan keempat adalah dia orang baik.

"Ga papa ambil aja, biasanya juga aku begini kok, ngapain gitu aku beli martabak banyak, yang makan juga cuma aku sendiri." Begitu jawabnya ketika awalnya aku menolak pemberiannya. Dan dia juga menolak uang kembalian dariku.

Aku sedang fokus mengendarai motorku ketika tak sengaja mataku melirik ke sisi jalan. Mengapa indera penglihatanku jadi seperti indera penciuman pada anjing. Anjing memiliki lebih banyak reseptor penciuman daripada manusia, sehingga mereka adalah pengendus dan pencium luar biasa. Sepertinya mataku juga memiliki lebih banyak reseptor jika berhubungan dengannya. Padahal aku hanya melirik sekilas, hanya hitungan detik dan langsung kembali fokus ke depan jalan. Rupanya meski hitungan detik otakku langsung memproses sinyal-sinyal itu dan langsung dicerna ke dalam hatiku. Aku langsung saja menghampirinya. Menghampiri tubuh mungil yang sedang duduk di trotoar jalan sambil memandangi motornya.

"Kenapa Teh motornya?" Itu kata yang kuucapkan dan dia langsung menoleh menatapku. Aku tahu dia terperanjat, sungguh terkejut, tercengang, terkesiap, terperangah, tertegun. Karena ini keempat kalinya kami bertemu. Aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa beberapa hari ini aku selalu bertemu dengannya. Apakah ini jodoh yang dikirim Tuhan untukku atau ini hanya sekedar kebetulan seperti sebuah sinkronitas yang berulang.

Benar saja seperti yang kuduga, ada masalah dengan motornya. Aku mencoba menyalakan motornya tapi motornya tidak menyala. Aku mencoba mengecek karburator motor dan segala hal lainnya berusaha agar motor bisa menyala ternyata motornya tetap tidak menyala. Sepertinya akinya memang sudah soak dan olinya juga sudah kering mungkin dia jarang mengganti oli. Biasanya perempuan memang seperti itu hanya bisa memakai motor tapi mengabaikan tentang perawatan motornya.

Aku menyarankan untuk membawa motornya ke bengkel dan dia menyetujuinya. Kuarahkan untuk membawa ke bengkel langgananku, kukatakan padanya bahwa jaraknya hanya dua ratus meter, walaupun aku tahu jarak sesungguhnya lebih dari lima ratus meter.

"Aku tuh pengen berterima kasih banget sama kamu, tapi ga tau gimana caranya." Begitu yang ia ucapkan setelah aku membantu membawa motornya ke bengkel. Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin apapun darinya, aku benar-benar ikhlas menolongnya. Tapi tiba-tiba aku berpikir bagaimana jika aku minta ditraktir saja, tujuan sebenarnya adalah agar aku lebih mengenalnya.

Dan kami menikmati bakso Lidah Goyang sambil berbincang-bincang. Banyak yang ia tanyakan terutama soal pekerjaanku. Rupanya ia sangat tertarik dengan pekerjaanku sebagai pemandi mayat, sebetulnya itu bukanlah pekerjaan melainkan suatu kewajiban.

Dan di saat inilah aku baru menyadari betapa manis senyumnya. Aku terpana melihatnya tersenyum, aku baru menyadari ada kumis halus di atas bibirnya yang mungil, serta gigi yang berderet rapi dan putih membuatnya terlihat manis saat tersenyum. Kalau aku tidak salah menerka aku melihat dia tersipu. Astagfirullah mata oh mata jaga ya pandanganmu.

"Teteh mau ga menemani saya membeli sesuatu?" Aku memberanikan diri untuk mengucapkannya setelah selesai makan.

"Aku mau kok. Kamu kan udah nolongin aku jadi pasti aku mau nolongin kamu." Itu jawaban darinya. Mengapa jawabannya seperti itu sih, artinya jika saja aku tidak pernah menolongnya tentu dia tidak mau. Sepertinya dia hanya berusaha membalas budi.

Biarlah apa pun alasannya yang penting dia bersedia menemani membeli sepatu adikku karena aku memang butuh untuk ditemani seorang perempuan untuk membeli sepatu adikku yang perempuan. Tadinya dia mengira sepatu itu untuk pacarku. Pacar?! ah aku malah belum pernah pacaran.

Aku memintanya untuk mencoba sepatu karena kupikir ukuran sepatunya pasti sama dengan ukuran adikku. Terdengar suara seseorang memanggil namanya, sepertinya wanita itu adalah temannya. Aku memilih untuk menjauh dari pertemuan dua orang itu dan pergi melihat-lihat model sepatu pria.

"Mas, jangan lama-lama ya pacarannya cepetan dihalalin, si Aya udah pengen nikah tuh!" Tiba-tiba saja temannya berkata seperti itu kepadaku, aku hanya bisa melongo. Dan dia langsung menarik tangan temannya itu agar menjauh dariku. Sepertinya dia tidak suka dengan ucapan temannya itu.

.

.

.

.

.

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!