NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jin Qorin

"Huft.... kebiasaan tiap libur kerja pasti saja tidur seharian" gerutu Adel.

Adel berencana keluar rumah untuk pergi ke warung membeli bahan makanan,sejenak ia melupakan kejadian yang baru saja terjadi.

Sambil melamun Adel menyusuri jalan, warung yang biasa ia kunjungi ternyata tutup.

"Bu...maaf saya mau tanya, selain disini warung ada dimana lagi ya Bu?" dengan nada ramah Adel bertanya pada salah satu tetangga yang kebetulan sedang berada disitu.

"Oh ada, dari sini jalan aja lurus terus belok ke kiri, tanya aja warung teh Yati, nanti orang pada tau kok" sahut si ibu juga Ramah.

"Baik Bu.. terimakasih ya" .

Kali ini Adel berjalan dengan focus, setelah beberapa saat akhir nya ia menemukan warung nya.

"Neng...neng" teriak salah satu tetangga memanggil-manggil Adel beberapa kali setelah selesai belanja.

Namun Adel tidak kunjung menoleh.

"Neng....." teriakan si ibu kembali terdengar, akhir nya Adel menoleh ke arah nya dan menghentikan langkahnya.

"Iya ibu ada apa? Maaf saya kira bukan memanggil saya" ungkap Adel agak sungkan.

"Iyaa, ibu yang salah...ini neng uang kembalian nya tertinggal tadi di tempat beras, ibu antar sekalian pulang" ungkap si ibu.

"Terimakasih ibu..." ucap Adel sungkan sembari membungkukkan badan nya berterima kasih kepada si ibu.

"Oh iya neng, neng yang ngontrak baru kan rumah di depan yang tingkat?" tanya si ibu.

"Iya betul ibu..." sahut Adel singkat.

"Hati-hati ya neng, soal nya rumah nya angker" ucap si ibu dengan tanpa beban.

"Angker...??" Sahut Adel kaget, ia menghentikan langkahnya dan membalikkan badan nya ke arah si ibu.

"Maaf kalau boleh tau angker kenapa ya Bu?" tanya Adel dengan penasaran.

"Ih neng, maaf ya bukan nya ibu mau nakut-nakutin, tapi orang disini semua tau kejadian nya, waktu rumah nya masih kosong setiap malam Jumat tuh selalu ramai di dalam nya,seperti ada orang lagi aktivitas saja, seperti rumah yang sedang di isi" ungkap si ibu dengan gamblang.

"Oalah...pantas Bu, waktu hari kedua saya disini, ada seorang ibu juga yang memberitahukan saya bahwa kalau malam Jumat harus hati-hati, saya tanya kenapa, si ibu nya malah jawab nanti juga tahu alasan nya, saya jadi bingung" balas Adel, yang akhir nya dia tidak penasaran lagi dengan cerita tetangga yang menyuruh nya waspada.

"Nah..bener kan neng, sudah ada yang ngasih tau ternyata sama neng" sahut si ibu.

"Iya ibu...kalau malam ada aja suara aneh, entah itu suara barang terjatuh atau apalah, banyak" tambah Adel.

"Iya...pokok nya disitu harus hati-hati, kalau bisa lantai atas nya jangan di kosongkan" si ibu memberitahu satu lagi saran.

"Oh iya ibu....." sahut Adel.

"Ibu terimakasih, saya duluan.." ucap Adel langsung berpamitan karena kebetulan Adel sudah sampai di depan rumah nya.

Glek ...

Adel membuka pintu, ia meletakan kantong belanjaan nya di atas meja.

Dengan tatapan kosong, Adel kembali memikirkan apa yang si ibu katakan barusan.

"Kenapa ya rumah ini angker? Pasti ada penyebabnya" gumam Adel.

Klo Tek...klo Tek ..

Terdengar suara dari arah dapur, seperti seseorang sedang mencuci piring.

Dengan santai Adel melangkah ke arah dapur sembari membawa barang belanjaan nya.

"Sudah bangun, barangkali mas Bram" gumam Adel tanpa rasa curiga.

Ia melihat punggung suami yang membelakangi nya.

Dengan penuh rasa sayang, Adel langsung memeluk suami nya itu dari belakang.

"Kamu sudah bangun mas? Maaf tadi aku ke warung sebentar" ucap Adel.

Suaminya itu tak kunjung menyahutinya, ia masih mencuci gelas.

"Aku ke kamar dulu ya mas, mau simpan uang kembalian belanja, takut lupa" ucap Adel sembari melepaskan pelukan nya.

Suaminya itu hanya mengangguk kan kepala nya. Dan Adel berjalan ke kamar tidur.

Saat Adel membuka pintu kamar tidur, tiba-tiba saja....

Adel menghentikan langkah nya diambang pintu, mulut nya terbuka dengan lebar, mata nya membelalak, ia melihat sosok yang sedang meringkuk di atas kasur.

Ya....sosok suami nya "Bram".

"Lalu siapa tadi yang di belakang? Atau siapa sosok yang berada di atas kasur ini?" gumam Adel di dalam hati nya.

Fikiran nya langsung negative.

Ia melirik ke arah dapur, suami nya itu menghampiri nya.

Bram berjalan dengan cepat seolah berjalan secepat kilat.

Mendekat...dan semakin dekat.

Saat di hadapan Adel, Wajah Bram berubah menjadi wajah yang berdarah-darah.

Adel kembali membelalak kan matanya, jantung nya terasa akan copot dan kaki nya mulai lemas.

Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari luar beberapa kali.

Sosok itu menghilang sekejap mata.

Dor..dor...dor

Pintu di ketuk beberapa kali.

"Assalamualaikum Kak..." terdengar suara seorang gadis di balik pintu.

Dor...dor..dor

Kembali terdengar ketukan pintu.

Adel hanya diam mematung, ia masih belum sadar dari rasa kaget nya.

Tiba-tiba muncul sosok Bram yang baru saja bangun dari tidur nya.

"Sayang kok gak di buka pintu nya?" ucap Bram sembari menggaruk kepalanya.

"I...iya..aku buka" sahut Adel dengan nada tergagap.

Dengan terburu-buru Adel membukakan pintu.

"Glek...." suara pintu di buka.

"Walaikumsalam...Duh maaf ya lama buka pintu nya" ucap Adel saat melihat dua sosok anak perempuan berdiri di hadapan nya.

"Maaf ya kak kalau mengganggu.." ucap Cucu si pemilik rumah.

"Enggak mengganggu kok, kebetulan habis dari warung, tadi lagi di dapur mau bikin kopi hehehe" ucap Adel merasa canggung.

"Ini kak, aku bawa teman nya temanku yang mau sewa di lantai atas" cucu pemilik rumah melirik ke arah anak perempuan di sebelah nya.

"Oh iya, silahkan masuk" Adel mempersilahkan kedua nya untuk masuk ke dalam rumah.

"Silahkan duduk" Adel mempersilahkan keduanya untuk duduk.

"Maaf kak, kaya nya aku mau langsung ke atas untuk memperlihatkan kamar nya" ucap cucu si pemilik rumah.

"Oh iya kalau gitu silahkan" sahut Adel.

Cucu pemilik rumah berjalan ke lantai atas, di ikuti oleh anak perempuan yang bersama nya.

Adel masih berdiri di tempat, ia bingung harus mengikuti mereka berdua ke lantai atas atau jangan.

"Bagaimana ini? Aku ke atas atau jangan ya" gumam Adel sembari berjalan mondar mandir tidak jelas.

"Ahh...aku ikuti sajalah, mumpung ada teman nya jadi bisa mengamati lantai atas" gumam Adel, akhir nya ia memutuskan untuk ikut serta naik ke lantai atas.

Perlahan ia menaiki tangga, Adel menundukkan pandangan nya ke tangga.

Samar samar Adel melihat telapak kaki, seolah seseorang juga sedang menaiki tangga bersama nya.

Bulu kuduk Adel Tiba-tiba merinding, lalu Adel mempercepat langkah nya agar ia cepat sampai di lantai atas.

Dengan grasak grusuk akhirnya Adel menemukan keberadaan mereka berdua.

"Kenapa kak, kok ngos-ngosan?" Dengan penuh curiga si cucu pemilik rumah bertanya pada Adel.

"Aku cape kalau naik tangga, belum terbiasa hehehe" Adel berkilah, ia menutupi apa yang ia lihat barusan.

"Kalau aku bilang yang sebener nya, takut nya anak perempuan yang akan ngontrak itu takut gak jadi, yang ada nanti malah ketakutan lagi" gumam Adel dalam hati nya.

Setelah beberapa saat, Adel memperhatikan anak perempuan yang satu nya, dengan seksama si anak melihat kondisi kamar dan ruangan sekitar dengan seksama.

Adel berdoa dalam hatinya "Semoga saja cocok rumah nya, aku jadi ada teman nya" ucap Adel di dalam hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!