NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:48.6k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Yang Di Imbangi

"Yaudah, Mbak.. Saya ambil yang ini.." Kendra meminta karyawan toko perhiasan tersebut untuk membungkus sepasang cincin itu.

Mau tak mau Kendra mengambil sepasang cincin yang dipilihkan oleh Hazel. Kendra sampai tidak mengecek lebih dulu apakah cincin itu cocok dijari Mutiara atau tidak.

Melihat Mutiara yang marah membuat Kendra tak mampu bersikap seperti biasanya. Semakin hari sikap Mutiara semakin kekanak-kanakan menurut Kendra. Kadang cemburu, Marah tidak jelas, Suka ngambek. Bagi Kendra, Mutiara tidak seperti Hazel yang pengertian dan punya pikiran yang cukup dewasa.

Usai membayar cincin, Kendra langsung mengajak Hazel pergi kebutik. Disana, Kendra bertemu dengan Mutiara yang sedang memilih gaun.

"Sekarang pilih gaun mana yang kamu mau, Jangan ngambek seperti tadi.." Kata Kendra. Semenjak mengenal Hazel, Kendra mulai tak peka lagi akan suasana hati Mutiara.

Mutiara adalah seorang wanita yang sama seperti wanita lainnya. Yang akan marah apabila melihat pasangan kita lebih perhatian pada wanita lain.

Cemburu itu wajar bukan? Namun, Kecemburuan Mutiara seakan dianggap kekanak-kanakan bagi Kendra. Padahal apa yang dirasakan oleh Mutiara itu semua menunjukkan bahwa dia juga ingin dimengerti.

Tapi nyatanya apa? Mereka tidak ada yang mengerti. Kendra justru lebih memilih untuk mengerti perasaan Hazel saja.

Alasannya karena Hazel butuh perhatian yang lebih. Mengingat gadis itu tak pernah mendapatkan kasih sayang dari Papa kandungnya.

Hidup didesa yang serba kekurangan. Termasuk kasih sayang dan materi. Tapi apa harus mengabaikan Mutiara? Kendra dan Fathan mengenal Mutiara dari usia tujuh tahun. Itupun karena mereka satu sekolah dan berada dikelas yang sama.

Sekarang usia mereka sama-sama dua puluh satu tahun, Dan sepertinya hubungan mereka akan hancur karena kehadiran orang baru.

Mutiara seolah tidak mengenal Kendra dan Fathan lagi. Semua waktu dua pria itu tersita oleh Hazel. Maka dari itu Mutiara enggan lagi mengharapkan waktu mereka. Biarkan waktu mereka habiskan bersama gadis yang katanya polos itu.

Mutiara pun sekarang jarang berkunjung ke cafe. Semua pekerjaannya dia cek melalui ponsel saja. Karena apa? Karena Mutiara malas berurusan dengan Hazel. Gadis itu seakan ingin menguasainya. Hazel ingin mendepak Mutiara lalu merebut semua yang menjadi milik gadis itu.

"Aku mau yang gaun putih ini.." Mutiara menunjuk gaun putih panjang yang modelnya sederhana namun cukup elegan. Sepertinya sangat cocok apabila dipakai olehnya, Terlebih tubuh Mutiara yang ramping.

Tanpa dicoba pun Mutiara langsung yakin kalau gaun itu pas ditubuhnya

"Baik Nona, Akan saya ambilkan.."

"Nona tidak ingin mencobanya lebih dulu?" Tanya karyawan itu. Mutiara menggelengkan kepalanya.

"Tidak perlu.."

"Baik.." Gaun putih yang ditunjuk Mutiara pun langsung dibawa ke kasir.

Kini tinggal Kendra yang mencari tuksedo yang cocok dengan gaun milik Mutiara. Seperti biasa, Kendra melihat serta memilih tuksedo bersama Hazel.

"Ken, Yang ini bagus loh.."

"Mana?

"Yang itu..." Hazel menunjuk sebuah tuksedo berwarna navy. Entah kenapa Kendra sangat tertarik dengan tuksedo warna navy pilihan Hazel. Mungkin karena warna yang lain Kendra sudah punya, Sementara warna navy itu belum ada.

"Mbak, Coba lihat yang itu.." Karyawan yang mendampingi Kendra mencari tuksedo pun mengangguk.

Kendra menerima kemudian mencoba tuksedonya. Pria itu tersenyum karena lagi dan lagi pilihan Hazel selalu cocok untuknya.

"Bagaimana?

"Wah.. Ken, Kau sangat tampan sekali. Tuksedo ini benar-benar cocok untukmu.."

"Benarkah?

"Iya..

"Hm, Selera mu memang sangat bagus.. " Puji Kendra pada Hazel, Gadis itu tersenyum malu.

"Ken.. Apa aku juga boleh pilih pakaian untuk acara pertunanganmu?" Kendra tersenyum..

"Pilihlah... " Hazel pun pergi mencari pakaian semacam gamis yang pastinya harus lebih mewah dari gaun milik Mutiara.

Hazel melihat sekeliling. Kepalanya menoleh kesana kemari memerhatikan deretan gaun yang terpajang rapi disana. Begitupun dengan berbagai rancangan gamis yang indah memukau dimatanya.

"Yang ini sepertinya bagus juga.." Hazel menoleh, Ia meminta salah satu karyawan untuk mengambilkan sebuah gamis mewah berwarna Navy. Warna yang sama dengan tuksedo milik Kendra.

"Yang ini boleh dicoba, kan?

"Boleh mbak, Silahkan.." Hazel pun membawa gamis itu kekamar ganti. Didalam kamar ganti itu, Hazel mulai mencoba gamis yang ia pilih tadi. Ia memutar mutar tubuhnya dihadapan cermin. Gadis itu tersenyum lebar.

"Gamis ini sangat cocok dipakai olehku.. Dan sepertinya aku juga lebih pantas bersanding dengan Kendra.. Dengan gamis ini, Orang-orang pasti akan mengira kalau akulah calon tunangan Kendra nanti..

Dag!

"Aaaa! Siapa disana!!?

Hazel terjingkat kaget. Telinganya mendengar suara orang memukul pintu kamar ganti itu dari luar dengan kasar.

Hazel langsung berbalik badan lalu melangkah membuka pintu. Kepalanya keluar mencoba melihat siapa yang mengedor pintu cukup keras tadi.

"Gak ada orang.. " Gumamnya. "Terus siapa?." Kalau memang ada orang yang ingin mencoba pakaian harusnya orang itu ada disini kan? Tapi ini tidak ada orang sama sekali.

"Mbak.. " Akhirnya Hazel memanggil salah satu karyawan yang berdiri tak jauh dari sana.

"Iya mbak.." Karyawan itu mendekat..

"Mbak, Tadi ada orang gak disini?" Karyawan itu diam sejenak kemudian menggelengkan kepalanya.

"Sepertinya tidak ada mbak.. Ada sih, Tapi tadi langsung masuk ke kamar yang sebelah.." Jelasnya. Hazel berpikir, Siapa yang mengedor pintu dengan keras itu? Mana cuma sekali, Apa mungkin orang yang dimaksud mbak nya ya? Pikirnya..

"Ya udah mbak, Kalau gitu saya masuk dulu mau ganti. Mungkin yang gedor pintu ini orang yang mbak maksud tadi.." Karyawan itu mengangguk tersenyum. Hazel Kembali menutup pintu dengan pikiran positifnya.

Begitu pintu tertutup, Karyawan tadi tersenyum pada seseorang yang entah itu siapa.

Usai mencoba gamis tadi, Hazel mendekati Kendra kembali.

"Udah?

"Udah... Ini.." Hazel memperlihatkan gamisnya. Pria itu hanya mengangguk.

"Ken.. Aku ambil gamis ini boleh ya?." Mutiara melirik Hazel yang sok kecentilan itu. Kenapa Kendra harus mengajaknya? Kenapa tidak pergi sendiri saja..

"Yakin kamu ambil yang ini?

"Iya.. Aku..

"Aku pulang dulu.." Ucap Mutiara memotong pembicaraan dua orang itu. Mutiara meraih paperbag yang didalam nya sudah ada gaun yang ia pilih tadi.

Kendra menarik nafas panjang. Mungkin saja Mutiara sedang datang bulan hingga membuatnya tidak mood sama sekali.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Huuuffft..." Mutiara menghembuskan nafasnya dengan kasar. Andai Hazel tidak hadir dalam kehidupannya, Mungkin saja sekarang ia dan Kendra bisa menikmati suasana berdua.

Namun tidak ada kata andai didalam sebuah kehidupan. Mungkin dia sudah ditakdirkan untuk tidak pernah disayang oleh siapapun..

Lihatlah tadi, Mencari cincin dan gaun saja mengajak Hazel. Memilih cincin dan tuksedo saja minta pendapat Hazel.

Padahal ini adalah acaranya bukan? Kenapa harus mengajak orang lain. Mutiara sampai tidak mengerti dengan jalan pikiran Kendra.

"Mas Ghazi, Kita mampir kecafe..

"Baik Nona.." Mobil yang dikendarai oleh Ghazi melaju menuju cafe dimana cafe tersebut dikelola oleh tiga orang itu.

Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Mobil mewah itu telah sampai. Mutiara hendak turun, Namun matanya tak sengaja melihat sebuah paperbag yang terletak diatas kursi bagian depan.

"Mas Ghazi, Itu apa?" Ghazi melirik paperbag miliknya lalu tersenyum.

"Saya tadi membeli tuksedo Nona.. Lusa kan, Nona tunangan.. Jadi saya membeli tuksedo yang baru untuk dipakai dihari spesial anda nanti..

"Owh... Kirain apa? Yaudah deh, Aku turun aja.. Kamu gak perlu bukakan pintu.." Kata Mutiara berlalu masuk lalu pergi dan masuk kedalam cafe.

Ghazi tersenyum menatap punggung gadis yang ia sukai itu. Ghazi melihat tuksedo warna putih yang baru saja ia beli. Seperti rencana Hazel yang akan memakai gamis dengan warna yang sama dengan tuksedo milik Kendra, Ghazi pun juga akan memakai tuksedo dengan warna yang sama dengan gaun milik Mutiara diacara pertunangan itu nanti.

Tak tanggung-tanggung, Putra kedua Abi Rafa itu membeli sepasang cincin pertunangan yang Mutiara inginkan tadi. Sayangnya sepasang cincin tersebut tidak kebeli karena Kendra memilih cincin pilihan Hazel.

Ghazi tersenyum, Rencana yang Hazel susun sudah ada diotaknya. Jangan harap Rencana itu akan berhasil karena Ghazi lah yang akan membuat gadis itu malu nantinya.

"Mutiara akan hidup bahagia.. Dan kalian lah yang akan ku buat menyesal nantinya.." Ghazi tidak akan diam saja, Pria itu akan buat orang yang menyakiti Mutiara hatinya berada dalam titik penyesalan.

Sementara itu, Baru saja Mutiara menginjakan kakinya kedalam cafe. Para karyawan yang bekerja disana menatap Mutiara dengan tatapan yang tak biasa. Apakah karena dia lama tidak berkunjung kemari, Sehingga para karyawan menatapnya aneh.

"Siapa sih?

"Itu, Mbak Tiara.. Tumben dia kesini? Katanya dia ogah kesini lagi karena gak sudi ketemu sama kita.." Ucap salah satu karyawan wanita.

"Iya.. Sejak adanya Mbak Hazel, Sifat asli dia kelihatan ya.. Gak nyangka dia jadi jahat banget..

"Jangan memandang orang hanya dari luarnya saja. Lagian kalian tidak tahu kejadian yang sebenarnya.." Sahut salah satu karyawan yang bekerja disana cukup lama. Entah apa yang Hazel katakan pada mereka sehingga Mutiara dianggap jahat oleh mereka.

"Tapi kata Mbak Hazel gitu kok.. Apanya yang gak tahu.. " Wanita itu menggelengkan kepalanya.

"Kalian lebih dulu mengenal mbak Tiara ketimbang Mbak Hazel kan?.. Kenapa sekarang kalian lebih percaya perkataan orang baru sih.. Aneh deh.." Wanita itu pun pergi karena rasa kesalnya pada para teman-temannya itu. Padahal Mutiara adalah orang baik. Tapi semenjak ada Hazel yang sering ikut ke cafe ini, Mutiara selalu dipandang buruk oleh mereka.

"Hazel, Apa lagi yang kau katakan pada mereka tentang ku?

TBC

1
Lusi Hariyani
untung mutiara krm pesan sm ghavi
Sri Rahayu
semoga Ghazi bisa menemukan keberadaan Mutiara secepatnya 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Muft Smoker
org tamak selalu rugii ,,
😏😏😏 ,,

semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
Ani
sokor
Nice1808
Hazel hazel kau gk akn menang dr mutiara🤣krna otak mu zonk isinya hnya kelicikan dan manipulatif🤭🤣
Evi alvian
dengan kepergiannya Mutiara semoga orang" yg telah menyakitinya sadar dan menyesalinya..
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪
Ariany Sudjana
akhirnya si pelacur murahan yang bodoh ini nongol lagi. jelas saja skripsi kamu ga maju-maju, kan kamu bodoh, udah gitu kamu itu hanya pelacur murahan, yang bisanya menggoda laki-laki kaya supaya kamu jadi orang kaya, padahal otak kamu zonk😂😂🤣🤣 dan kamu kan hanya bisa jadi pencuri hasil karyanya mutiara, jadi novelnya ga maju juga, karena bukan kamu yang nulis 😂😂🤣🤣 dan bodohnya masih ada laki-laki kaya yang percaya sama omongan kamu, sampai membela kamu sedemikian rupa dan meninggalkan tunangannya 😂😂🤣🤣 dasar bodoh
Adrian: iya betul 100 buat kakak jawaban paling mantap🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
mutiara ga mau merepotkan orang katanya, tapi dengan kamu ambil keputusan pergi jauh, kamu ga pikirkan papa kamu gimana? kalau papa kamu jadi sakit karena stress mikirin kamu, apa kamu tega?
Fia Ayu
Hayoo masih ada yg melek gk nie, klo di indo jam 2 an, di qatar baru jam 10 lewat, makasih thour up di jam segini🙏🏻
Fia Ayu: Iya kak, pejuang fulus nie😁
total 2 replies
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Nice1808: betul 😃
total 2 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!