NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Sang Mafia

Anak Rahasia Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam kelam empat tahun lalu selalu datang menyapa benak Adrian setiap kali hening mulai menguasai sudut-sudut markas mewahnya. Sebagai seorang pemimpin jaringan bawah tanah yang disegani sekaligus ditakuti di kota ini, tak ada satu pun hal yang luput dari genggamannya—kecuali ingatan tentang malam itu. Sebuah penyesalan samar yang tak pernah terus terang ia akui, tetapi secara perlahan mengikis ketenangannya. Sampai detik ini, deretan anak buah terbaiknya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah belum juga berhasil menemukan keberadaan wanita yang pernah hadir sejenak di hidupnya. Pria itu bahkan hanya mengingat sepenggal nama yang dibisikkan dalam kepasrahan malam: Alea.

​Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota yang dipenuhi kemewahan dan intrik kekuasaan, Alea menjalani hidup sederhana di sebuah pemukiman pinggiran. Di sana, ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam tanpa pernah mengeluh. Semua keringat dan rasa lelahnya menguap setiap kali melihat senyum manis putra kecilnya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persekongkolan Dibawah Bayangan

​Dua hari setelah anak buah suruhannya tak ada kabar, Mama Adrian tahu bahwa mata-matanya pasti sudah tewas. Tidak ada tanggapan dari ponsel mereka, dan jejak orang-orang pilihannya itu hilang lenyap begitu saja—sebuah pertanda jelas ciri khas cara kerja Adrian dalam menyapu bersih pengganggu.

​"Siaaalll! Bagaimana bisa dia tahu aku memata-matai wanita jalang itu?!" umpat Mama Adrian di dalam kamarnya sembari membanting cangkir teh porselen ke atas meja rias hingga hancur berkeping-keping.

​Napasnya terengah-engah menahan amarah yang membakar dada. Sejujurnya, Mama Adrian bahkan tidak pernah melihat wajah Alea secara langsung. Saat mengusir Alea empat tahun lalu, ia hanya menggunakan tangan anak buahnya tanpa sudi menemui wanita yang dianggapnya berasal dari kasta rendah itu. Namun kini, keangkuhannya makin terluka saat tahu sang putra justru bertekad mempertaruhkan segalanya demi wanita asing tersebut.

​Ia mengepalkan jarinya rapat-rapt di depan cermin, menatap bayangannya sendiri dengan kemarahan yang membara.

​"Lihat saja, Adrian... kamu tidak boleh menikahi wanita itu! Aku hanya sudi jika Jessica yang menjadi menantuku!" ucap Mama Adrian di dalam kamarnya dengan nada dingin dan penuh penegasan.

​Ponsel di atas meja riasnya bergetar nyaring. Nama Jessica tertera di layar.

​Dengan helaan napas berat, sang mama mengangkat panggilan tersebut. "Bagaimana Tante? Apakah anak buah Tante berhasil menemukan di mana Adrian menyembunyikan mereka?" tanya Jessica dari seberang saluran dengan nada tidak sabar.

​"Adrian menghabisi mereka, Jessica," jawab sang mama dengan suara rendah dan tajam. "Pria itu melapisinya dengan pengamanan ketat. Kita bahkan tidak tahu seperti apa rupa wanita itu selain kabar bahwa dia bekerja di sebuah toko bunga."

​"Toko bunga?" desis Jessica gusar dari ujung telepon. "Lalu bagaimana rencana kita sekarang, Tante? Kita tidak bisa membiarkan Adrian melangkah lebih jauh sampai mendaftarkan pernikahan mereka secara resmi!"

​Mama Adrian menyipitkan matanya, mengulas senyum picik yang kejam di balik cermin. Jika ia tidak bisa menyentuh ibunya karena tidak mengenali wajahnya dan sulit menembus benteng pertahanan Adrian, maka ada sasaran yang jauh lebih mudah dan mematikan.

​"Kita tidak perlu memusingkan wanita toko bunga itu, Jessica..." bisik sang mama pelan namun sarat akan niat jahat. "Target kita adalah anak kecil itu. Tante akan menyusun rencana untuk menculik Azka."

​Jessica tertegun sejenak sebelum senyum culas terukir di bibirnya. "Menculik anak itu, Tante?"

​"Ya," tegas sang mama tanpa rasa iba sedikit pun. "Jika anak itu ada di tangan kita, wanita itu pasti akan bertekuk lutut dan memilih pergi selamanya dari hidup Adrian. Dan Adrian tidak akan punya pilihan selain menuruti keinginan Tante jika ingin anaknya selamat."

​"Wahhh ide Tante keren juga!" ucap Jessica dari seberang telepon dengan tawa renyah nan puas yang tak lagi disembunyikannya.

​Rasa cemas yang sempat membayangi pikirannya kini sirna sepenuhnya, berganti dengan euphoria kemenangan terselubung. Membayangkan anak kecil yang menjadi penghalang cintanya dengan Adrian bisa disingkirkan membuat dada Jessica bergemuruh riang.

​"Tenang saja, serahkan semua pada Tante," balas Mama Adrian mantap, memandangi pantulan dirinya di cermin dengan tatapan dingin penuh intrik. "Kali ini Tante tidak akan memakai orang-orang dari lingkaran dalam keluarga yang mudah dilacak Adrian. Tante akan menyewa eksekutor profesional dari luar yang tidak punya keterkaitan apa pun dengan kita."

​"Pastikan pergerakan mereka sangat bersih, Tante. Adrian punya mata dan telinga di mana-mana," ingat Jessica, memastikan tak ada celah sedikit pun dalam eksekusi ini.

​"Serahkan pada Tante. Anak itu akan jadi kunci kemenangan kita," ujar sang mama sebelum mengakhiri panggilan.

​Sementara itu, di tempat terpisah, suasana di dalam toko bunga beraroma harum mawar dan vanila terasa tenang. Alea sedang merangkai seikat bunga lili putih pesanan pelanggan saat bel pintu toko berdenting halus.

​Langkah kaki tegap yang sangat dikenalinya terdengar mendekat. Alea mendongak dan mendapati Adrian melangkah masuk dengan kemeja hitam yang tergulung rapi hingga siku, memancarkan aura dominan namun lembut hanya untuk Alea.

​"Adrian? Kenapa ke sini?" tanya Alea heran, meletakkan gunting bunya. "Bukannya kamu bilang hari ini ada urusan bisnis yang harus diselesaikan?"

​Adrian mengulas senyum tipis, menghampiri Alea dan mengusap pelan jemari wanita itu. "Urusan bisnisnya sudah selesai lebih cepat. Aku ke sini hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja."

​Alea tersenyum hangat, menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja di sini. Azka juga sedang dijaga Mbak pengasuh baru yang kamu kirim di rumah."

​Meskipun tampak tenang dan memanjakan Alea, pandangan mata tajam Adrian sempat melirik ke arah luar kaca toko bunga. Di seberang jalan, dua anak buah kepercayaan Rian dengan pakaian sipil berpura-pura duduk di kedai kopi, mengawasi setiap pergerakan di sekitar toko bunga tempat Alea bekerja.

​Adrian sadar betul bahwa ancaman dari keluarganya belum berakhir. Intuisi penguasa dunia bawah tanahnya memberi tahu bahwa kegagalan mata-mata kemarin hanya akan memicu pergerakan yang jauh lebih nekat dari sang mama. Oleh karena itu, tanpa sepengetahuan Alea, Adrian telah melipatgandakan pengawalan untuk Azka di rumah baru—memastikan anak dan wanita yang amat dicintainya itu berada di balik benteng pertahanan yang tak tertembus.

1
Ariany Sudjana
pemberkatan ga bisa digabungkan dengan akad yah 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_: Sudah aku perbaiki ya kak🤭
total 1 replies
Lisa
👍 Bahagia & rukun selalu ya utk Adrian sekeluarga .
Pa Muhsid
perasaan toko bunga kok jadi toko roti udah pindah krja ya
Ariany Sudjana
mama Adrian saja yang gila, apalagi dibujuk sama si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Alea sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar
Ariany Sudjana
bagus Adrian, kamu harus tegas, meskipun itu berarti mama kamu harus dihukum berat dan juga si pelacur murahan itu juga sama
Lisa
Bahagia selalu y utk kalian bertiga 🙏
Lisa
Puji Tuhan Alea sudah sadar kembali..cpt pulih y Alea..
Lisa
👍 ambil tindakan tegas terhadap ibumu Adrian
Lisa
Wah ke mana nih bodyguard nya
Ariany Sudjana
katanya Adrian mafia yah, tapi kok bodohnya kebangetan yah? sampai bisa menculik Azka dan menembak Alea, ini pengawal Adrian patut dipertanyakan kualitasnya
Ariany Sudjana
ini ibu yang bodoh, mau saja dikendalikan sama pelacur murahan yang ga tahu diri? waspada terus ya Adrian
Lisa: ya tuh ibu yg ga tegas..waspada selalu y Adrian..
total 1 replies
geandra
Alea kerja d toko roti atw bunga ya??
geandra
perasaan alea g tau kalo Azka masuk rmh sakit,terus Alea juga udh tau nama si Adrian,emang dr awal udh tau atw gimna thor? aku baca nya mereka g saking kenal cuma Adrian doang yg tau nama Alea deh..btw plis deh Alea kalo d fikir2 km jg salah loh setelah kejadian malah langsng minggat,kalo emang tau laki2 yg tdur sama km tuh si Adrian kno g nyari? pas d usir malah menjauh
Lisa
👍👍 Langkah Adrian bagus banget utk melawan Ma² nya & Jessica.
Lisa
Good job Adrian bereskan urusan pekerjaannmu dan tunjukkan pd ortumu bahwa siapapun ga bisa mengusik Alea & Azka.
Ariany Sudjana
Tante, perempuan yang kamu sebut jalang itu justru perempuan baik-baik, yang membesarkan cucu kamu tanpa campur tangan Adrian sama sekali, sedangkan perempuan yang kamu banggakan itu hanya pelacur murahan dan bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣 dan hanya mengincar harta kekayaan kamu saja
Ariany Sudjana
bagus Adrian kamu harus tegas dan segera bereskan urusan pekerjaan kamu dan hancurkan juga si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
mama kamu harus tahu Adrian kalau Alea itu perempuan baik-baik dan mandiri, dan sanggup membesarkan Azka tanpa campur tangan keluarga kamu sama sekali, sangat berbeda dengan si pelacur murahan kesayangan mama kamu itu, yang sangat murahan
Ariany Sudjana
kamu harus tegas Adrian, jangan biarkan si pelacur murahan itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Alea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!