NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Sebuah Perpisahan dan Langkah Pertama

Berita terobosan Xiao Chen ke Alam Pembangunan Fondasi menyebar lebih cepat dan lebih heboh daripada kemenangannya di turnamen. Pada usianya yang baru menginjak tujuh belas tahun, dia telah mencapai alam yang setara dengan para tetua muda di klan. Keajaiban ini begitu besar hingga tidak ada lagi yang berani meragukan bakatnya.

Dua hari setelah keluar dari pengasingan, Xiao Chen secara resmi mengumumkan niatnya untuk pergi kepada para tetua. Di dalam aula utama yang sama di mana ia pernah dihina, kini ia berdiri sebagai seorang ahli yang dihormati.

"Dunia luar berbahaya, Xiao Chen," kata Tetua Agung dengan nada khawatir namun bangga. "Tapi seekor elang tidak akan pernah belajar terbang jika terus berada di dalam sangkar. Klan akan mendukungmu."

Mereka memberinya sebuah token identitas Klan Xiao yang terbuat dari giok, sebuah peta wilayah selatan kekaisaran, dan sebuah kantong berisi seribu koin emas sebagai bekal. Itu adalah investasi terbesar yang pernah diberikan klan kepada seorang murid muda. Terlihat jelas, seluruh klan kini menaruh harapan masa depan mereka di pundaknya. Tetua Kedua, kakek Xiao Long, hanya duduk diam selama pertemuan itu, wajahnya tanpa ekspresi, tetapi kebencian yang dingin terpancar dari matanya saat Xiao Chen tidak melihat.

Malam sebelum keberangkatannya, Xiao Chen menghabiskan waktu bersama ayahnya. Mereka duduk di halaman, di bawah langit yang sama di mana Xiao Chen pernah meratapi nasibnya.

"Ayah, aku akan pergi besok pagi," kata Xiao Chen pelan.

Xiao Zhan menatap putranya, matanya dipenuhi dengan kebanggaan, kekhawatiran, dan sedikit kesedihan. "Dunia di luar sana tidak seperti di dalam klan, Chen'er. Di sini, meski ada persaingan, kita masih terikat oleh darah. Di luar sana, hati manusia bisa lebih berbahaya daripada binatang iblis paling buas sekalipun. Jangan mudah percaya pada siapa pun."

Dia kemudian mengeluarkan sebuah liontin giok sederhana berbentuk daun dari sakunya. Ukirannya halus dan terasa hangat saat disentuh. "Ini... ini adalah satu-satunya peninggalan ibumu yang kusimpan. Bawalah bersamamu. Mungkin ini bisa menjagamu."

Xiao Chen menerima liontin itu dengan hormat. Saat menyentuhnya, dia merasakan kehangatan yang menenangkan. Dia menyimpannya dengan aman di dalam Cincin Kekacauan miliknya. "Aku akan baik-baik saja, Ayah," katanya dengan suara mantap. "Aku berjanji, aku akan kembali saat namaku sudah cukup kuat untuk memastikan tidak ada seorang pun yang berani meremehkan Klan Xiao lagi."

Fajar menyingsing. Untuk menghindari upacara perpisahan yang besar, Xiao Chen menyelinap keluar dari halamannya saat kabut pagi masih menyelimuti tanah. Dia mengenakan jubah perjalanan sederhana berwarna hitam dan tidak membawa apa pun di tangannya, semua perbekalannya tersimpan rapi di dalam Cincin Kekacauan.

Saat dia tiba di gerbang utama Kota Awan Tersembunyi, dia terkejut melihat beberapa sosok menunggunya. Itu adalah Wang Lei dan segelintir murid luar lainnya yang dulu mengidolakannya. Mereka tidak mengatakan banyak, hanya membungkuk dalam-dalam dengan penuh rasa hormat.

"Kakak Senior Xiao, selamat jalan! Kami akan berlatih keras agar layak menyambutmu saat kau kembali!"

Xiao Chen tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus yang jarang ia tunjukkan. Dia mengangguk pada mereka sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar dari gerbang kota.

Angin pagi yang segar menyambutnya. Di hadapannya terbentang sebuah jalan tanah yang tak berujung, menghilang di cakrawala. Di belakangnya adalah kota tempat ia dilahirkan, dihina, dan dilahirkan kembali. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya ia benar-benar sendirian di dunia yang luas.

"Perasaan yang bagus, bukan? Kebebasan," suara Yao Huang terdengar di benaknya.

"Ya," jawab Xiao Chen dalam hati, sambil menghirup udara kebebasan. "Tapi aku juga bisa merasakan betapa besarnya dunia ini, dan betapa kecilnya aku sekarang."

"Itu adalah pola pikir yang benar untuk bertahan hidup," kata Yao Huang. "Tetaplah rendah hati dan waspada. Perjalananmu ribuan mil menuju Kota Angin Perak akan penuh dengan bahaya. Hutan di depan sana bukan lagi Hutan Binatang Kabut yang jinak. Kau akan bertemu bandit, kultivator jahat yang membunuh demi harta, dan binatang iblis yang jauh lebih kuat dari apa pun yang pernah kau hadapi."

Xiao Chen mengangguk, kewaspadaannya meningkat. Dia membuka peta, memeriksa rutenya, lalu mulai berjalan dengan langkah yang mantap dan penuh tujuan.

Setelah berjalan selama beberapa jam, jalanan mulai menyempit dan memasuki sebuah wilayah hutan lebat. Suasananya menjadi lebih liar dan sunyi. Tiba-tiba, dari kejauhan di depan, telinganya yang tajam menangkap suara samar benturan senjata dan teriakan panik.

Dia segera melompat ke atas dahan pohon tinggi dan bergerak maju tanpa suara. Beberapa ratus meter di depan, pemandangan kekacauan terungkap. Sebuah karavan pedagang kecil disergap. Beberapa gerobak terguling, dan para penjaga yang hanya berada di Alam Pengumpulan Qi berjuang mati-matian melawan sekelompok bandit yang kejam dan terorganisir.

Pemimpin bandit itu adalah seorang pria kekar dengan bekas luka di wajahnya. Auranya yang buas menunjukkan bahwa dia, sama seperti Xiao Chen, adalah seorang ahli di Alam Pembangunan Fondasi. Para penjaga karavan jelas bukan tandingannya dan satu per satu mulai berjatuhan.

Xiao Chen berjongkok di atas dahan, matanya menyipit saat melihat para bandit yang tertawa sambil membantai penjaga yang sudah menyerah.

Dia dihadapkan pada pilihan pertamanya di dunia luar. Berbalik dan melanjutkan perjalanannya dengan aman, menghindari masalah yang bukan urusannya. Atau, turun tangan dan menguji kekuatannya yang baru dihadapkan pada kekejaman dunia nyata.

Melihat seorang bandit yang akan menebas seorang anak kecil yang menangis di dekat gerobak, Xiao Chen menghela napas. Pilihan itu ternyata tidak sesulit yang ia kira.

1
Shaiya_Eet
Lah kok memperebutkan status murid pribadi master sekte?
itukan hanya tantangan untuk Xiao Chen.
Shaiya_Eet
Kok bisa saling terkejut, apa pertandingan Xiao Yanli tertutup gitu ya
katanya nama Xiao Chen dah menyebar karna diangkat jadi murid master sekte?
Sunggguh terlalu....
Shaiya_Eet
Ikut prihatin nasib tragis Su Qingyue.

sebagai bentuk support untuk Su Qingyue tak kirim 500 point kultivasi dah.
Shaiya_Eet
Pertanyaan yang harusnya tidak ditanyakan oleh seorang Master Sekte...
Udah lah Xiao Chen Sekte Pedang Giok gak pantas untuk mu.
Cari sekte yang lebih baik lagi saja gih...
Shaiya_Eet
Trus apa tujuanmu masuk Sekte Pedang Giok? pamer, balas dendam kan karna ada janji 3 tahun.
Jangan gitulah Xiao Chen, ga baik mempermainkan emosi pembaca, ntar tingkat kultivasimu diturunkan author nyesel looo.
Shaiya_Eet
/Sob/
Shaiya_Eet
Knapa bisa rubah gini ya alurnya, kan plot awal janji 3 tahun, tanpa dendam tapi motivasi.
Kan ini Su Qingyue bukan Nalan Yanran
Su Qingyue : Berpisah baik2 dengan janji 3 tahun untuk membuktikan diri di hadapan Su Ming bahwa Xiao Chen layak untuk Su Qingyue
Nalan Yanran : Janji 3 tahun untuk membuktikan bahwa keputusan Nalan Yanran salah.
Shaiya_Eet
Thooorrr....MC udah di ranah Core Formation, Plisss dooong.
Natsir Oyo
CERITANYA SUDAH JAUH DARI JALUR.. SU QINGYUE CINTA SAMA XIAO KOK BERUBAH ANEH... TAPI ASIIKK... PENULISNYA LUPA😁😁😁😁😁
Shaiya_Eet
Semoga ga selamanya Xiao Chen di bimbing Yao Huang, biar ceritanya makin seruuu.
btw thor kapan nih Xiao Chen pulang kampung?
Shaiya_Eet
Penguasa Xuan 🤭
Shaiya_Eet
Ceritanya mantabs Thor 2000 point lagi untuk Xiao Chen.
Shaiya_Eet
Terlalu dini mencap Master Ouyang sebagai musuh bebuyutan, kan baru terjadi konflik nya, knapa statusnya langsung "bebuyutan"?
Seolah sudah jadi musuh bbrapa generasi saja.
Shaiya_Eet
Siiip 👍
Shaiya_Eet
Semoga ga nyentuh digit Triliyunan
Shaiya_Eet
mantabs
Shaiya_Eet
Mulai terasa peningkatan kualitas nihhh, tak bantu Xiao Chen dgn sumber daya kultivasi 2000 point.
Shaiya_Eet
Tjakep 👍👍👍, Nona Zihan hebaaat
Shaiya_Eet
Catat : Alam Pembangunan Sejati Tahap Awal, siapa tau MC nya di kerjain lagi sama othornya.
Shaiya_Eet
ini ni yg bikin malas kash point.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!