NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMATIAN, REINKARNASI, DAN SUTRA EMAS

Sinar matahari sore itu menembus celah-celah pepohonan di sepanjang jalan setapak kampus, menciptakan pola bayangan yang menari di atas aspal. Ryan Hartman mengayuh sepedanya dengan santai, menikmati angin yang menerpa wajahnya setelah seharian bergelut dengan kuliah teori sosiologi yang membosankan. Di telinganya, sebuah headset terpasang rapat, mengalirkan hentakan musik rok dengan volume maksimal. Dunia di sekitarnya seolah terendam dalam melodi distorsi gitar yang keras, membuatnya merasa tak tersentuh oleh hiruk pikuk kota.

Ryan bersenandung kecil, matanya sesekali melirik jam tangan. Ia ingin segera sampai di apartemen, memesan piza, dan menghabiskan malam dengan bermain gim. Namun, saat ia membelokkan kemudinya untuk menyeberangi persimpangan jalan besar, sebuah bayangan raksasa tiba-tiba muncul dari sudut matanya.

Ia tidak sempat mendengar suara klakson yang memekakkan telinga. Ia tidak sempat merasakan desis ban yang bergesekan hebat dengan jalanan. Sebuah truk kargo bermuatan penuh meluncur bak peluru raksasa, menghantam sisi kiri sepedanya dengan kekuatan yang tak terbayangkan. Tubuh Ryan terpental ke udara, dunia berputar dengan cepat sebelum akhirnya punggungnya menghantam aspal dengan bunyi berdentum. Rasa sakit yang tajam dan dingin menjalar ke seluruh sarafnya, lalu dalam sekejap, musik di telinganya mati. Semuanya gelap. Hening yang mutlak menelan kesadarannya.

"Enghh..."

Suara lenguhan kecil itu terdengar asing di telinga Ryan. Kesadarannya perlahan merayap kembali, seperti cahaya yang muncul di ujung terowongan panjang. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah bau anyir darah atau kerasnya aspal, melainkan kelembutan luar biasa yang menyelimuti tubuhnya. Ia merasa seperti sedang mengapung di atas awan.

Saat kelopak matanya yang terasa seberat timah mulai terbuka, Ryan tersentak. Pandangannya kabur, namun ia bisa melihat langit-langit ruangan yang sangat tinggi—mungkin setinggi sepuluh meter. Bukan beton putih apartemennya, melainkan ukiran kayu ek yang rumit dengan lapisan emas murni di setiap sudutnya. Sebuah lampu kristal raksasa menggantung tepat di tengah, memantulkan cahaya mentari pagi yang masuk melalui jendela-jendela besar berpola gotik.

"Kaelan... anakku sayang, kamu sudah bangun?"

Suara itu begitu jernih dan lembut, seolah-olah berasal dari mimpi paling indah yang pernah ia alami. Ryan menolehkan kepalanya yang terasa berat. Seorang wanita cantik dengan gaun berbahan beludru hijau zamrud sedang duduk di tepi ranjangnya. Rambut pirangnya tertata rapi, dan matanya yang berwarna biru langit menatapnya dengan binar kasih sayang yang begitu dalam. Itu adalah Lady Elina.

Di belakangnya, berdiri seorang pria dengan bahu lebar dan janggut yang dicukur rapi. Pria itu memakai jubah bangsawan berwarna merah tua dengan lencana perak di dadanya. Ekspresinya tegas, menunjukkan wibawa seorang pemimpin, namun matanya tidak bisa menyembunyikan rasa lega saat melihat Ryan membuka mata. Dialah Count Aldric Veyris, sang kepala keluarga.

Ryan mencoba bertanya, "Di mana aku?", namun yang keluar dari tenggorokannya hanyalah suara rengekan cadel. "Uu... aa..."

Ia terkejut. Ia mengangkat tangannya untuk menyentuh wajahnya, namun yang ia lihat adalah sepasang tangan kecil yang gempal dengan jari-jari pendek. Ryan terbelalak. Ia mencoba duduk, dan menyadari bahwa ranjang tempat ia berbaring begitu luas sehingga ia tampak seperti setitik debu di tengahnya.

Aku... mati? Dan sekarang aku menjadi anak kecil? Pikiran Ryan berputar cepat. Sebagai mahasiswa yang sering membaca literatur fiksi, ia segera menyadari situasi ini: Reinkarnasi. Ia telah lahir kembali ke sebuah dunia yang tampak seperti era fantasi abad pertengahan. Namanya kini adalah Kaelan Veyris, dan menurut ingatan samar yang mulai muncul, ia adalah putra tunggal dari keluarga Count yang sangat berpengaruh di Kerajaan Valdoria.

Namun, rasa syukur karena mendapatkan kesempatan hidup kedua segera berganti dengan kecemasan. Kaelan tahu benar dari cerita-cerita yang pernah ia baca bahwa dunia fantasi bukanlah tempat bermain yang aman. Sihir, pedang, dan intrik politik bangsawan adalah ancaman nyata yang bisa melenyapkannya kapan saja. Ia tidak boleh hanya menjadi anak bangsawan yang manja. Ia harus menjadi kuat. Dan untuk menjadi kuat, ia butuh pengetahuan.

Masalahnya, aku bahkan tidak tahu bahasa mereka, batin Kaelan frustrasi. Ia menatap dinding yang dihiasi lukisan-lukisan kuno. Ada beberapa tulisan di bawahnya, namun aksaranya sama sekali berbeda dengan bahasa Latin atau Inggris yang ia kenal. Simbol-simbolnya melengkung dan tajam, tampak seperti perpaduan antara seni dan rumus rahasia.

Ia harus pergi ke perpustakaan. Tapi bagaimana caranya? Ia sekarang adalah seorang anak berusia tiga tahun (meskipun usia fisiknya terasa sedikit lebih besar, mungkin mendekati lima tahun dalam standar bumi). Akan sangat aneh—bahkan mungkin dianggap berbahaya—jika seorang balita tiba-tiba berlari ke perpustakaan dan mencoba membaca buku sejarah berat. Ia bisa saja dituduh kerasukan roh jahat.

"Tuan Muda Kaelan, saatnya Mira mengganti pakaian Anda," ucap seorang gadis remaja dengan seragam pelayan putih-hitam yang rapi. Mira, pelayan pribadinya, tersenyum hangat sambil mendekat.

Kaelan menatap Mira. Ia harus memanfaatkannya. Ia harus tahu letak perpustakaan dan memetakan denah rumah ini sebelum ia melakukan aksi penyelinapan di malam hari.

"Mi... ra... Lu... ar..." Kaelan berbicara dengan susah payah. Pita suaranya yang kecil membuatnya sulit untuk melafalkan kata dengan jelas. Ia menunjuk ke arah pintu kamar yang besar dengan jari mungilnya, sambil memasang wajah memelas seolah-olah ia bosan terus berada di dalam kamar.

Mira tampak terkejut, lalu tertawa kecil. "Oh, Tuan Muda ingin jalan-jalan? Tentu saja. Udara di taman sangat bagus hari ini."

Mira kemudian menggendong Kaelan dan membawanya keluar dari kamar. Kaelan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sambil berpura-pura bersandar di bahu Mira, matanya bergerak dengan ketajaman seorang detektif. Ia merekam setiap koridor yang mereka lewati. Ia menghitung jumlah belokan ke kiri dan ke kanan. Ia memperhatikan pintu-pintu besar dengan ukiran tertentu, mencoba mencium aroma kertas tua atau tinta yang mungkin merembes keluar dari celah pintu.

Satu koridor panjang ke arah barat... melewati galeri lukisan... tangga besar melingkar... Kaelan terus bergumam dalam hati, memetakan setiap jengkal kediaman Veyris di dalam memori mahasiswanya yang masih tajam.

Saat mereka melewati sebuah pintu ganda berbahan kayu ek hitam yang dijaga oleh dua ksatria berbaju zirah, Kaelan merasakan aura yang berbeda. Bau debu buku dan aroma kayu cendana tercium sangat kuat dari sana. Itu dia. Perpustakaannya.

Kaelan memejamkan matanya sejenak, menyimpan lokasi itu baik-baik dalam "peta" mentalnya. Ia tahu, hidupnya di dunia ini baru saja dimulai. Di balik wajah balitanya yang lugu dan menggemaskan, jiwa seorang pria dewasa sedang menyusun rencana besar untuk menaklukkan takdir barunya. Malam ini, saat Lady Elina dan Count Aldric tertidur, ia akan kembali ke sini untuk membuka gerbang menuju pengetahuan dunia ini.

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!