NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Bunga Desa

Terjerat Pesona Bunga Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss DK

Lyodra, bunga desa Wonosobo menanam tanaman herbal langka khas dataran tinggi. Namun, warga desa yang mayoritas petani tembakau tidak menyukainya. Karena tanaman tersebut memiliki manfaat yang membuat orang berpikir negatif. Afrodisiak pada akarnya. Padahal di dunia tehnologi modern, tanaman herbal ini dapat dimanfaatkan sebagai obat anti kanker dan anti bakteri yang berdaya jual tinggi.

Kemarahan warga makin menjadi-jadi setelah mendapati Lyodra bersama pria asing di lumbung desa. Warga menuduh mereka berbuat mesum.

Kesalah pahaman membuat kepala desa terpaksa meminta pria asing itu untuk menikahi Lyodra. Agar tidak mencoreng nama baik Lyodra. Namun, sebuah rahasia malah terkuak.

Rahasia apakah itu? Apakah rahasia itu akan mempengaruhi kisah cinta Lyodra ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minuman Berbahaya

Sementara itu di Desa Wonosobo, Anteng sudah menunaikan amanat dari Lyodra untuk memanen semua tanaman herbal di lahan milik Lyodra.

Dua bakul besar penuh tanaman herbal dibawa Anteng dengan sepeda motor ke rumahnya.

Anteng menyimpannya di ruang tamu agar tanaman herbal itu tidak rusak terkena paparan sinar matahari atau air hujan.

Setelah semuanya beres, Anteng tersenyum puas melihat hasil kerjanya yang tertata rapi.

Membayangkan beberapa hari lagi, Lyodra datang ke rumahnya, mengucapkan terima kasih dan memberinya sejumlah bonus uang jajan karena sudah membantunya memetik tanaman herbal.

"Mas, kok senyum-senyum sendiri sih? Kayak orang gila lho, Mas." Seorang anak perempuan berumur lima tahun tiba-tiba sudah ada di depan Anteng. Tepatnya, dia masuk ke rumah Anteng tanpa permisi hingga membuat Anteng kaget.

Namun, sesuai dengan namanya, Anteng alias Diam, tidak banyak komentar. Apalagi lawan bicaranya adalah anak kecil. Teman sepermainan adik Anteng.

Anteng hanya mengangguk dan menunjukkan jari ke arah kanan. Tempat di mana, adik Anteng sedang bermain masak-masakan. Area belakang rumah Anteng.

Nita, nama tamu kecil Anteng, dengan senang hati segera bergabung bermain dengan adik Anteng.

Anteng pun melenggang pergi meninggalkan dua bocil yang sibuk mengiris-iris dedaunan dan bunga-bunga yang mereka petik. Dan menatanya di atas piring plastik.

"Bosen ah, dari tadi cuma iris-iris daun dan bunga. Aku ingin membuat sesuatu yang beda," ucap Niken, adik Anteng sembari meletakkan pisau kecilnya di atas piring plastik yang berisi irisan bunga warna kuning.

Nita berpikir keras untuk mewujudkan keinginan sahabatnya. "Bagaimana kalau kita buat minuman dari akar-akaran? Aku lihat di ruang tamu kamu, ada banyak tanaman berakar yang bisa kita pakai untuk membuat minuman."

Niken tersenyum senang. "Asyik. Nita memang pintar. Ayo kita buat sesuatu yang baru. Minuman. Aku ambil air panas di termos dan gula dulu ya. Kamu ambil tanaman berakarnya sekalian petik jeruk pecel yang ada di halaman depan."

Nita mengangguk. Dia beranjak pergi menuju ruang tamu. Mengambil tiga akar tanaman herbal dan memetik jeruk pecel. Lalu membawanya ke halaman belakang.

Nita memberikan tanaman herbal Lyodra pada Niken untuk dicuci bersih, diiris tipis dan kemudian disedu air panas dari termos. Niken juga menambahkan banyak gula pasir dan perasan jeruk pecel ke dalam seduhan agar rasanya asam manis dan makin segar.

Setelah dingin, Niken memasukkan minuman dari tanaman herbal ke dalam botol plastik besar dan memberikannya pada Nita.

"Silahkan dibawa pulang." Niken tersenyum pada Nita. Mereka tertawa senang, berhasil menciptakan mainan baru dari bahan seadanya di rumah.

"Terima kasih, Niken. Aku senang sekali main bersamamu. Sekarang kita main apa lagi?" tanya Nita masih belum puas bermain.

Niken menggelengkan kepalanya. "Sudah sore, nanti kamu dicari bapakmu. Bapakmu galak banget. Ibuku pernah dimarahi bapakmu gara-gara kamu keasyikan main di rumahku padahal hari sudah sore."

Nita memasang tampang kecewa, tapi apa boleh dikata, Nita terpaksa menurut.

Nita segera membantu Niken merapikan mainannya. Membuang semua irisan daun dan bunga ke baskom.

Baskom itu memang sengaja disiapkan Anteng jika Niken bermain masak-masakan. Agar irisan daun dan bunga tidak mubazir, tapi masih dapat diolah menjadi pupuk dan dipakai untuk memupuk tanaman di halaman depan.

Setelah beres, Nita pulang ke rumah sambil membawa botol plastik besar berisi minuman herbal. Dia meletakkannya di atas meja makan lalu bergegas mandi sebelum ayahnya pulang dari ladang.

Tak berapa lama, Pak Sewot, ayah Nita pulang dari ladang. Terlihat sangat letih setelah bekerja seharian di ladang. Dia pun duduk menyelonjorkan kaki di kursi meja makan. Sambil mencari makanan dan minuman di atas meja makan.

Melihat ada tahu tempe goreng, sambal terong dan minuman di dalam botol plastik, Pak Sewot pun langsung melahapnya tanpa ijin lebih dahulu.

"Minuman apa ini? Seger banget rasanya. Pinter juga anak gadisku yang paling sulung, udah masaknya enak, bikin minuman juga enak." Pak Sewot meneguk minuman itu hingga tandas.

Setelah perut keroncongannya terisi penuh, Pak Sewot segera pergi mandi dan bersantai di atas balai-balai teras rumahnya.

Udara malam yang sejuk dan angin sepoi-sepoi membelai Pak Sewot dengan lembut hingga memejamkan matanya.

Dalam tidurnya, Pak Sewot sekonyong-konyong seperti sedang mengintip seseorang gadis yang sedang berganti pakaian dari balik jendela. Wajah gadis itu tidak terlihat karena gadis itu berdiri membelakangi Pak Sewot.

Rambutnya hitam dan panjang. Mengenakan baju tidur transparan berwarna merah menyala. Kulitnya sangat putih dan sangat mulus. Terlihat makin berkilau di bawah pendar lampu yang temaram.

Pak Sewot menegak air liurnya berulang kali. Sudah lama dia tidak pernah melihat pemandangan panas seperti ini. Tepatnya sejak istrinya tiada. Sejak saat itu, Pak Sewot hanya mengejar cinta Lyodra. Namun, bunga desa ini susah sekali ditaklukkan hatinya.

Perlahan Pak Sewot memberanikan diri untuk membuka jendela, melompat masuk, menyibak tirai jendela, mendekati gadis yang sedang membuka kancing baju tidurnya. Secara perlahan.

Setelah berada dekat dengan gadis itu, tangan Pak Sewot pun langsung terjun ingin membantu.

Gadis itu terhenyak kaget langsung beringsut membalikkan badan.

"Pak Sewot?"

Melihat wajah Pak Sewot yang merah merona, sedang dimabuk afrodisiak, gadis itu langsung menjauh, menghindari Pak Sewot.

Pak Sewot seketika tersenyum lebar. Ternyata gadis yang sedang berganti pakaian itu adalah gadis yang didambakannya.

"Lyodra. Jangan takut, aku hanya ingin membantumu membuka kancing baju."

Gadis cantik itu tersenyum nakal lalu menganggukkan kepalanya. "Oh Pak Sewot cuma ingin membantu. Baiklah, Pak Sewot boleh ikut membantu. Asal jangan minta yang lain-lain."

Seketika itu juga Pak Sewot terbangun dari tidurnya. Tanpa berpikir dengan waras, Pak Sewot langsung berlari tunggang langgang ke rumah Lyodra.

Kapan lagi Lyodra tersenyum nakal dan kecentilan seperti itu pada Pak Sewot? Kalau tidak segera didatangi rumahnya, nanti Lyodra keburu diterkam pria asing yang diperkirakan saudara kembarnya itu.

Dalam perjalanannya ke rumah Lyodra, Pak Sewot seperti gelap mata. Dia tidak melihat dan mendengar Bu Rempong, tetangganya yang terus memanggilnya dengan mesra.

Pak Sewot seperti sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk segera menerkam Lyodra.

Sesampainya Pak Sewot di rumah Lyodra yang gelap gulita, Pak Sewot segera memecahkan kaca jendela kamar Lyodra. Menyibakkan tirainya dan merangsek masuk dengan buas.

Namun, kemana pun langkah Pak Sewot pergi, dia tidak berhasil menemukan Lyodra. Karena memang, Lyodra belum pulang ke desa.

Pak Sewot berteriak keras dan memaki-maki Lyodra. "Kurang ajar! Sudah menggodaku di mimpi, ternyata malah pergi bersama pria lain. Gak pulang-pulang pula. Aargh! Lyodra, dasar perempuan nakal!"

Pak Sewot memporak porandakan rumah Lyodra untuk melampiaskan kekecewaannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!