NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:579.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar yang cantik

​Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela kamar. Di sana, Sekar sedang duduk kaku di depan meja rias, sementara Riana berdiri di belakangnya dengan tangan sibuk membongkar sebuah koper besar berisi berbagai macam produk perawatan kulit dan kosmetik yang ia bawa dari kosnya.

​"Mbak Sekar, kulit Mbak itu sebenarnya bagus sekali tahu!" Seru Riana sambil mengoleskan sedikit cairan pembersih ke kapas.

"Cuma Mbak terlalu sering membiarkannya kering dan kena debu di gudang dulu. Sini, biar Riana tunjukkan keajaiban sedikit saja"

​Sekar menatap pantulan dirinya di cermin besar itu dengan perasaan ragu.

"Riana, jangan repot-repot. Aku tidak terbiasa memakai hal-hal seperti ini. Takut nanti Mas Danu malah merasa aneh melihatku" Sekar teringat kemarin saat dia tiba-tiba saja memeluk Danu. Sampai malam hari dia masih malu ketika berhadapan dengan Danu. Entah mengapa saat itu Riana memang tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.

​Riana tertawa renyah, suaranya memenuhi ruangan.

"Aneh? Mas Danu itu laki-laki, Mbak. Dia memang kaku seperti tiang beton di tokonya, tapi dia punya mata. Dia pasti bakal senang lihat istrinya makin bersinar. Lagipula, ini bukan soal Mas Danu saja, ini soal Mbak Sekar. Mbak harus mulai merasa berharga!"

​Dengan gerakan yang lincah namun lembut, Riana mulai mengaplikasikan berbagai macam krim ke wajah Sekar. Ia melakukan semuanya dengan penuh kasih sayang, seolah Sekar adalah kakak kandungnya sendiri. Selisih usia empat tahun di antara mereka tidak terasa sama sekali Riana yang lincah dan Sekar yang penurut menciptakan keseimbangan yang manis.

​Sekar memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari Riana di wajahnya. Ia teringat masa-masa setahun yang lalu, ketika ia masih berjongkok di lantai gudang yang dingin, menimbang paku-paku berkarat dengan tangan yang pecah-pecah. Saat itu, ia tidak pernah membayangkan akan duduk di kamar semewah ini, dirawat oleh adik dari bosnya sendiri.

​"Nah, sekarang rambutnya" Ucap Riana antusias. Ia mengambil sisir pemberian Danu yang ia temukan di meja rias Sekar.

"Wah, sisir ini bagus sekali. Pasti Mas Danu yang belikan ya?"

​Sekar mengangguk kecil dengan wajah memerah.

"Iya, Mas Danu memberikannya beberapa waktu lalu"

​"Tuh, kan! Mas Danu itu sebenarnya perhatian sekali. Dia hanya tidak tahu cara mengungkapkannya lewat kata-kata manis. Dia itu tipe pria yang beraksi, bukan berjanji. Makanya Mbak, Mbak harus percaya diri bersanding dengan dia!" Riana terus mengoceh sambil menyisir rambut hitam Sekar yang kini mulai terlihat lebih sehat karena rutin diberi vitamin pemberian suaminya.

​Riana kemudian mengambil sebuah kemeja tunik berbahan sutra lembut berwarna merah muda pucat yang sengaja ia beli untuk Sekar.

"Ayo, Mbak. Coba pakai ini. Warna ini akan membuat kulit Mbak terlihat lebih cerah!"

​Sekar menurut tanpa suara. Sifat penurutnya membuatnya sulit untuk menolak keinginan Riana yang begitu bersemangat. Saat ia keluar dari ruang ganti dengan pakaian baru itu, Riana terpekik kecil sambil menutup mulutnya.

​"Mbak Sekar! Ya ampun, cantik sekali! Mas Danu pasti pingsan lihat Mbak begini!"

​Sekar menatap bayangannya di cermin. Ia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Rambutnya yang biasanya hanya diikat asal kini terurai indah dengan sedikit gelombang di ujungnya. Wajahnya yang dulu kusam kini terlihat segar, bersih, dan memancarkan kecantikan alami yang selama ini tersembunyi di balik beban hidup yang berat. Tunik itu jatuh dengan sempurna di tubuhnya, menyamarkan perutnya yang mulai sedikit membuncit dengan sangat elegan.

​Namun, kebahagiaan di kamar itu segera pecah ketika pintu terbuka dengan sentakan kasar. Bu Subroto berdiri di ambang pintu, matanya langsung tertuju pada penampilan menantunya.

​"Apa-apaan ini?" Suara Bu Subroto dingin dan tajam.

"Riana, untuk apa kamu mendandani dia seperti itu? Kamu pikir dengan memakaikan baju mahal dan memoles wajahnya, asal-usulnya bisa berubah? Seorang buruh tetaplah buruh, tidak peduli apa yang dia pakai!"

​Sekar langsung menunduk dalam-dalam, senyum di wajahnya lenyap seketika. Gemetar kembali menyerang tubuhnya. Ia merasa sangat malu, seolah pakaian indah yang ia kenakan adalah sebuah kejahatan.

​"Ibu, apa sih?" Riana berdiri di depan Sekar, seolah menjadi perisai bagi kakak iparnya.

"Mbak Sekar itu istri Mas Danu. Dia sekarang nyonya di rumah ini. Apa salahnya kalau dia berdandan sedikit?"

​"Istri?" Bu Subroto mendengus kasar.

"Dia hanya wanita yang masuk ke rumah ini karena rasa tanggung jawab anakku yang berlebihan. Danu itu sedang sibuk bekerja di toko, mencari uang untuk menghidupi keluarga dan masa depanmu, Riana. Dan kalian di sini malah asyik membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna"

​Bu Subroto mendekati Sekar, matanya memicing benci.

"Dengar, Sekar. Jangan merasa karena ada Riana yang membantumu, kamu bisa berlagak seperti nyonya besar. Tugasmu itu menjaga kehamilanmu agar anak itu lahir sehat sebagai pewaris Subroto. Selain itu, jangan banyak tingkah. Lepas baju itu, terlihat sangat tidak pantas untuk orang sepertimu!"

​"Ibu! Itu keterlaluan!" Riana berteriak, matanya mulai berkaca-kaca karena marah melihat perlakuan ibunya yang semena-mena.

​"Sudah Riana, tidak apa-apa. Mbak akan menggantinya" Bisik Sekar pelan. Ia tidak ingin melihat Riana bertengkar dengan ibunya karena dirinya.

​"Jangan diganti, Sekar!"

​Sebuah suara bariton yang berat dan tenang terdengar dari arah pintu.

1
ollyooliver
pertanyan gw yg kemarin" belum gw tuangkan..hehhe si danu knp waktu itu dia mabuk? trus kalau misanyaa dia gk haamilin sekar, masih maukah danu sama lidya..yg katanya barang mahal tapi gk bisa bikin nyaman tapi bertahun" menjalin kasih🙃..gmn tuh😌
ollyooliver
ndk peduli pada nyawa sendiri artinya gk bakal ketemu sama istrimu dodol! kalaupun ketemu ya dlm keadaan memprihatinkan sama aja nambah" masalah🙃
ollyooliver
sekar ini gk belajar" dari brp kali entah lidya atau ibu mertuanya yg selalu mau menjatuhkaannya..lalu gk ada kepercayaan dia berikan pd danu..setlah apa yg danu lakukan untuknya..sdh sejauh ink, dia ttp lemah..ini bukan bawaan hamil sih, emng sekar ini masih merasa rendah diri pdhl sdh dibekali danu buat berdiri sendiri😌
Nureliya Yajid
terbaik cerita baru
Nar Sih
otw kakk👍👍
Teti Hayati
Gasss... meluncur kesono yuuuk....
santi.santi: ayok, otor tungguin nihh🫣🫣🫣
total 1 replies
MamDeyh
Hiks baru baca yg pertama kok udah syedih menyerang /Scowl/
Nia Nara
Curiga jangan2 Danu sebetulnya uda suka duluan sama sekar dan pakai cara kotor untuk menjebak sekar supaya bu broto bisa menerima sekar
ollyooliver
tdk pernah merasa nyaman tapi bertahun" menjalin hubungan..dasar pembual😌
ollyooliver
bukannya sekar dah pisah sama bapaknya waktu sekar masih balita🤔
Maharani Rani
endingnya 😍😍😍😍😍
Ari Atik
bahagia srmua....
terima kasih thor....
di tunggu karya berikutnya😊😁😁
Nureliya Yajid
terima kasih thor
Linda Gunawan
Terimakasih buat cerita yg menarik ini. Tak melulu soal CEO da jet pribadi.
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini msh ada bonchapnya apa gmn Thor?
Nur HafniOctavia
😎😎😎😎😎😎
Teti Hayati
teh santi... makasih karya luar biasanya... 👏👏👏👏👏
ditunggu kisah barunya..... 🤗
Herman Lim
makasih Thor moga makin semngat lagi utk cerita selanjut nya
Agnezz
Ending yg apik, akhir mereka menemukan kebahagiaan setelah berbagai cobaan telah dilalui. tidak pernah menyerah terus berjuang akhirnya membuahkan hasil yaitu cinta yg sejati dengan fondasi yg kokoh.
💫💖NingsihQuatroEspada🌹
sudah q duga. up nya lma bgt pasti dah mau tamat. dan hr ini sdh tamat bnran. dtunggu karya selanjutnya kak santi💪
💫💖NingsihQuatroEspada🌹: semangat semangat💪💪q setia menunggu karyamu kakak🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!