"Ayah, katakan sekali lagi bahwa ini hanya lelucon April Mop yang terlambat," suara Aletta rendah, namun penuh penekanan.
Di belakangnya, Surya Maheswari, pria yang telah membangun dinasti ini dari nol, tampak hancur. Pria itu duduk di sofa kulit dengan bahu yang merosot dalam. Laporan audit yang tersebar di atas meja menunjukkan angka-angka merah yang mengerikan. Defisit yang diciptakan oleh pengkhianatan direktur keuangan mereka telah membawa Maheswari Group ke jurang kebangkrutan dalam waktu satu malam.
"Dia satu-satunya yang memiliki likuiditas sebesar itu, Al," bisik Surya parau. "Bank sudah menutup pintu. Investor lain melarikan diri seperti tikus dari kapal yang tenggelam. Hanya Dirgantara Corp yang menawarkan bantuan."
Aletta berbalik dengan gerakan anggun namun tajam. "Dirgantara? Arkananta Dirgantara? Pria yang menghancurkan tender kita di Singapura? Pria yang selama lima tahun terakhir ini menjadi mimpi buruk bagi setiap ekspansi bisnis kita? Ayah, dia bukan penyelamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FOLDER TERSEMBUNYI BERNAMA "LOVE"
Malam semakin larut di kediaman Dirgantara. Sisa-sisa martabak manis cokelat kacang masih tertinggal di piring porselen di atas meja kopi, sementara film animasi di televisi sudah menampilkan barisan kredit yang berjalan lambat. Arkan tertidur pulas di sofa dengan posisi duduk yang tetap terlihat maskulin—kepalanya bersandar pada sandaran sofa, napasnya teratur, dan satu tangannya masih melingkar protektif di bahu Aletta.
Aletta, yang matanya masih segar benderang karena efek kafein dari "Kopi Air Mata" asin tadi sore, perlahan melepaskan diri dari dekapan Arkan. Ia menatap wajah suaminya yang tampak sangat damai. Garis-garis tegas di wajah Arkan melunak saat tidur, menghilangkan kesan predator bisnis yang biasanya melekat erat.
"Mas Arkan... kalau tidur begini kau terlihat seperti bayi serigala yang butuh dikasihani," bisik Aletta pelan.
Pandangan Aletta kemudian jatuh pada ponsel pintar milik Arkan yang tergeletak di meja. Ponsel itu berwarna hitam legam, tanpa casing, sangat mencerminkan pemiliknya yang fungsional dan dingin. Sebuah ide jahil mendadak melintas di kepala Aletta.
Sebagai konsultan IT utama, aku harus memastikan keamanan siber suamiku tetap terjaga, kan? batin Aletta mencari pembenaran.
Ia meraih ponsel itu. Ia tahu kata sandinya—angka kelulusan Aletta yang digabung dengan tanggal pernikahan mereka. Sebuah kombinasi yang membuat pipi Aletta merona setiap kali ia mengingatnya. Dengan gerakan lihai, Aletta membuka kunci layar.
Tampilan depannya sangat membosankan: hanya aplikasi saham, email kerja, kalender, dan pengingat jadwal. Namun, insting peretas Aletta mengatakan ada sesuatu yang lebih dalam. Ia masuk ke bagian pengaturan penyimpanan, mencari folder yang terenkripsi dua kali.
"Ketemu!" gumam Aletta saat menemukan sebuah folder tersembunyi di dalam aplikasi catatan yang diberi label sangat teknis: 'System_Log_Files_Vault'.
Aletta memasukkan kunci dekripsi darurat yang ia buat sendiri (keuntungan menjadi istri seorang CEO teknologi). Begitu folder itu terbuka, matanya membelalak. Nama foldernya berubah secara otomatis setelah didekripsi menjadi satu kata yang sangat tidak "Arkan": "LOVE".
Di dalamnya, bukan berisi data perusahaan atau strategi melawan Paman Bram. Isinya adalah ribuan foto, video pendek, dan catatan harian digital.
Aletta membuka catatan paling atas. Tanggalnya adalah sepuluh tahun yang lalu.
> "Hari ini dia memakai pita biru itu lagi. Dia menangis karena nilai ujian kalkulusnya jelek. Aku ingin mendekat dan mengatatakan bahwa nilai itu tidak penting karena dia jenius dengan caranya sendiri, tapi aku tidak bisa. Aku hanya bisa membelikan semua stok tisu di kantin lewat pelayan agar dia tidak kehabisan saat menangis."
>
Aletta menutup mulutnya dengan tangan. "Jadi... tisu yang dulu tiba-tiba ada banyak di mejaku itu darinya?"
Ia menggeser ke catatan lain, tertanggal tiga tahun lalu.
> "Dia lulus. Dia terlihat sangat cantik dengan toga itu. Aku melihatnya dari dalam mobil di seberang gerbang kampus. Dia tertawa bersama teman-temannya. Aku memberikan donasi anonim untuk pesta kelulusan angkatannya agar dia bisa makan enak sepuasnya. Satu hari nanti, Al, kau tidak akan tertawa di seberang jalan lagi. Kau akan tertawa di sampingku."
>
Aletta merasakan matanya mulai berkaca-kaca. Selama ini ia mengira Arkan menikahinya hanya karena kontrak atau paksaan situasi, namun catatan ini membuktikan bahwa setiap langkah hidup Aletta selama sepuluh tahun terakhir selalu dijaga oleh bayangan Arkan yang penuh cinta.
Ia kemudian membuka bagian foto. Isinya adalah foto-foto Aletta yang diambil secara sembunyi-sembunyi—saat Aletta sedang tertidur di perpustakaan, saat Aletta sedang berdebat dengan dosen, bahkan ada foto Aletta yang sedang makan bakso dengan pipi menggembung.
"Ya ampun, Mas Arkan... kau benar-benar penguntit profesional," gumam Aletta antara terharu dan ingin tertawa.
Namun, yang paling membuatnya hampir meledak adalah sebuah video pendek yang diambil bulan lalu, tepat setelah mereka menikah. Video itu menunjukkan Arkan yang sedang berada di ruang ganti, mencoba berlatih bicara di depan cermin.
Di dalam video itu, Arkan berdehem, merapikan kerahnya, dan berkata pada cermin dengan wajah kaku: "Aletta, aku mencintaimu. Tidak, itu terlalu agresif. Aletta, maukah kau makan malam denganku sebagai istri sungguhan? Tidak, itu terlalu lemah. Al, kau milikku. Titik."
Arkan di video itu kemudian mengacak rambutnya dengan frustrasi dan menggerutu: "Kenapa bernegosiasi dengan gadis kaktus lebih sulit daripada mengakuisisi perusahaan tekstil di Jerman?"
Aletta tidak bisa menahan tawa renyahnya lagi. "Hahahaha! Mas Arkan, kau konyol sekali!"
Suara tawa Aletta rupanya cukup keras untuk membangunkan sang subjek video. Arkan tersentak bangun, matanya langsung waspada mencari sumber suara. Ia melihat Aletta sedang memegang ponselnya sambil tertawa sampai mengeluarkan air mata.
Arkan menyadari apa yang sedang terjadi dalam sepersekian detik. Wajahnya yang biasanya pucat mendadak berubah menjadi merah padam hingga ke telinga—sebuah pemandangan langka yang sangat maskulin namun menggemaskan.
"Aletta! Berikan ponsel itu!" seru Arkan sambil berusaha menyambar ponselnya.
Aletta dengan gesit melompat ke belakang sofa. "Tidak mau! Jadi ini 'Log File System' milikmu, Mas? Isinya ternyata rekaman latihan menyatakan cinta yang gagal total?"
"Al, itu privasi! Itu hanya... data riset perilaku!" Arkan mencoba mengejar Aletta mengelilingi ruang tengah, mengabaikan wibawanya sebagai CEO Dirgantara.
"Riset perilaku apanya?! Kau bilang aku cantik saat makan bakso! Kau tahu tidak kalau di foto itu ada seledri di gigiku?" teriak Aletta sambil terus berlari menghindari tangan panjang Arkan.
Arkan akhirnya berhasil menangkap pinggang Aletta dan menjatuhkannya ke atas karpet bulu yang empuk. Ia mengunci kedua tangan Aletta di atas kepalanya, menatap istrinya dengan napas yang memburu. Posisi mereka sangat intim, dan aroma maskulin Arkan memenuhi indra penciuman Aletta.
"Sudah puas menertawakanku, Nyonya Dirgantara?" tanya Arkan dengan suara rendah yang bergetar. Kemaluannya karena ketahuan rahasianya kini berganti menjadi tatapan posesif yang dalam.
Aletta berhenti tertawa, ia menatap mata Arkan yang kini hanya berjarak beberapa senti darinya. "Mas Arkan... kenapa kau simpan semua itu? Kenapa kau tidak bilang saja padaku sejak dulu?"
Arkan melepaskan cengkeraman tangannya, ia mengusap pipi Aletta dengan ibu jarinya secara lembut. "Karena aku takut, Al. Aku takut jika kau tahu betapa obsesifnya aku padamu, kau akan lari. Aku punya banyak musuh, duniaku kotor. Aku tidak ingin kau merasa terbebani oleh perasaan pria yang hidupnya penuh kegelapan seperti aku."
Aletta menarik tangan Arkan dan menempelkannya di jantungnya yang berdegup kencang. "Kau lihat ini? Jantungku berdetak bukan karena takut padamu, tapi karena aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Kau bukan penguntit, Mas. Kau adalah pelindungku selama sepuluh tahun tanpa aku sadari."
Arkan terdiam, ia tampak sangat tersentuh. Keangkuhannya sebagai serigala benar-benar luruh di depan kejujuran Aletta. Ia menunduk dan mencium bibir Aletta—kali ini bukan ciuman yang menuntut denda, melainkan ciuman yang penuh dengan pengakuan cinta yang selama ini tersimpan di folder "LOVE" itu.
"Jadi..." bisik Aletta di sela ciuman mereka. "Kau benar-benar latihan di depan cermin ya?"
Arkan memejamkan mata, menghela napas pasrah. "Jangan bahas itu lagi, atau aku akan menghapus semua kaktusmu dari rumah ini."
"Coba saja kalau berani! Bambang Raksasa akan membalasku!" tantang Aletta sambil merangkul leher Arkan erat.
Malam itu, rahasia terbesar Arkan telah terbongkar. Namun, bukannya menciptakan jarak, hal itu justru membuat fondasi hubungan mereka semakin kokoh. Arkan menyadari bahwa ia tidak perlu lagi berlatih di depan cermin. Ia sudah memiliki "kaktus"-nya, dan kaktus itu tidak hanya melindunginya dengan duri, tapi juga memberikan bunga yang paling indah di dalam hidupnya yang gersang.
"Mas Arkan," panggil Aletta saat mereka akhirnya berbaring bersama di sofa, menatap langit-langit.
"Ya?"
"Besok aku mau ganti folder itu. Namanya bukan 'LOVE' lagi."
"Lalu apa?"
"Namanya 'Misi Kura-Kura Menaklukkan Serigala'. Dan isinya harus ada foto kita berdua yang lebih banyak, bukan cuma foto candid aku saat tidur mangap," ucap Aletta sambil menyandarkan kepalanya di dada Arkan.
Arkan tertawa rendah, mendekap Aletta semakin erat. "Terserah kau saja, Al. Apapun untukmu."
Namun, di tengah kehangatan itu, sebuah bayangan terlihat di balik jendela kaca besar kediaman Dirgantara. Seseorang sedang mengamati mereka dari kejauhan dengan teropong. Bukan Paman Bram, melainkan seseorang yang memiliki tato kaktus di pergelangan tangannya—simbol yang sangat familiar bagi masa lalu Aletta.
nnti tu kapal tanker klakson ny jd gntii klaksoon motor ,,
badan gede tp klakson ny ' tiiin ,, tiin ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
pengganggu bisa gx marahan dluu ,,
jgn deket2 sama pasangan ini truus ,,
sana cari serigala dn gadis kaktus yg lain ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
makiin seruu niih ,,
gx kebayang siih seorang arkan tidur sambil meluk boneka bebek🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
lanjuuut kak ,,
makiin seruu nih tiap bab ny ,,
kasus baruu udh muncuul ,,
Selamat menikmatiii,,,👏👏👏👏
lanjuuut kak
semua masalah pasti bisa di selesaikan dg taktik ajaib Aletta,,
lanjuuut kak
gx mungkin kn Aletta punya sekte kaktus ajaib 🤭🤭🤭🤭 ,,
lanjuuut kak ,,
😁😁😁
lanjut kak ,,
tumbuhan ny emnk di setting bgtu Pak arkan ,,
😁😁😁
bsok2 bikin Tempe Amazon yx Al ,,
sxan pake sup palung Mariana biar makin joosssss ,,
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
makiin seruuu ,,
pengkhianatan paling menyakitkan yg dtg dr org paling dekat dg qta ,,
penasaran ma kelanjutan ny yx